Hakikat kata-kata

Bismillahirrahmaanirrahim

Hari-hari yang dipenuhi dengan pencarian

pencarian hakikat makna kehidupan

saya diusia 34 tahun, dengan segala problematika hidup yang menimpa
belum bisa dibilang “sukses” ,
apalagi bebas finansial, hehe
banyak hal-hal “yang masih ditahan oleh Allah”
yang rahasia hikmahnya diketahui beriringan dengan berjalannya waktu

Meski sejak muda, sejak kecil, teman-teman sudah melihat saya sangat agamis
tapi saya keluarga bukanlah dari keluarga “ulama”

semuanya harus dipelajari,
dapat dikatakan dari nol

maka pencarian hakiki dimulai setelah modal ilmu “dari sekolah sampe kuliah” di dapat

pencarian itu melabuhkan kesimpulan pada
awal mula semuanya adalah
MEMPERBAIKI KATA-KATA,

sebab :
“Tidaklah seseorang mengucapkan suatu kata-kata kecuali disisinya ada Raqib ‘atiid (pengawas pencatat)”
(Qaaf : 18)

Istilah Raqib Atid sudah dikenal sejak kecil sebagai nama Malaikat pencatat amalan,
dan ternyata “amalan” yang dimaksud adalah perkataan

berat merenungkan ternyata perkataan itu mendapat “perhatian spesial”
Berkata-kata harus bermakna, karena itu termasuk pusat perhatian para malaikat

Kata-kata selain dicatat, ia memiliki efek dan khasiat tertentu
demikianlah hasil perburuan mengarahkan persepsi

dimulailah perburuan tentang perkataan-perkataan mulia
yang memiliki efek khasiat baik bagi kehidupan
ketika kita sudah mengerti dengan hakiki kata-kata yang memiliki khasiat baik
maka, “perkataan kita dalam bergaul akan terarahkan sebaik-baiknya, Allah akan menunjukkan jalan terang kepada perkataan”

mengingat resiko pencatatan amalan yang dimulai dari “perkataan”
selama kemampuan “berkata-kata” yang baik masih minim
maka “diam lebih utama”

tetapi diam meski utama
berkata-kata yang baik jauh lebih mulia

Jalan terang menuju berbicara dengan cara dan tema yang baik
adalah dimulai dengan banyak menyebut nama Allah

Cerita yang diabadikan oleh Imam as Samarqandy di bukunya Tanbeh al Ghafilin bi Ahaadits Sayyid al Anbiyaa wa al Mursaliin, menginspirasi tentang dzikir kepada Allah yang dapat menjadi jalan penerang dan penjaga lisan

Ibnu Abbas berkata “Sesungguhnya Allah ketika menciptakan arsy memerintahkan para malaikat pemikul arsy untuk memikulnya, Para Malaikat sangat terbebani dengan beratnya arsy, mereka kepayahan.
Allah kemudian berkata pada mereka, katakanlah “subhaanallah”
Merekapun mengatakan “Subhaanallah”
kata-kata itu pun menunjukkan khasiatnya, arsy yang berat tak terasa lagi, semuanya menjadi ringan,
maka merekapun mengucapkan SUBHAANALLAH tiada henti.

Hingga Allah menciptakan Adam, dan Adam bersin,
Allah lalu mengilhamkan pada Adam agar berkata “Alhamdulillah”
Adam pun mengatakan ALHAMDULILLAH
seketika Adam mengucapkan kata-kata tersebut, Allah menjawabnya : Tuhanmu menyayangimu, karena kasih sayanglah Aku menciptakanmu

sontak para Malaikat terkagum-kagum dengan jawaban Allah atas perkataan Adam, mereka pun memahami arti penting dari perkataan Adam, arti penting Alhamdulillah.
mereka lalu berkata : “Kalimat kedua yang agung dan mulia, tidak layak bagi kita melalaikannya,
maka merekapun memasukkan kata kedua ini, sehingga setelah itu mereka berkata sepanjang waktu : SUBHAANALLAH ALHAMDULILLAH

Hingga kemudian Allah mengutus Nuh, dan zaman Nuh adalah awal permulaan “patung-patung disembah”
Allah memerintahkan kepada Nuh agar menyuruh manusia dizamannya untuk berkata “Tiada yang disembah kecuali Allah – Laa Ilaaha Illa Allah” maka Allah akan ridha pada mereka

Mendengar perkataan Allah, bahwa dengan berkata ‘Laa Ilaaha Illa Allah, maka Allah akan ridha”
Para malaikat pun riuh rendah : “Ini perkataan ketiga yang agung dan mulia, tidak layak bagi kita melalaikannya, maka merekapun menggabungkan dengan dua perkataan pertama.
Sesudah itu para malaikat berkata sepanjang waktu : subhaanallah walhamdulillah wa laa Ilaaha Illa Allah

Hingga datang zaman Ibrahim,
Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan putranya, yang kemudian diganti dengan domba
tatkala melihat domba, nabi Ibrahim sangat gembira lalu berkata “Allahu Akbar”
Kata-kata yang diucapkan nabi Ibrahim membuat para malaikat riuh rendah kembali,
mereka berkata : Ini kalimat keempat, maka mereka menambahkan sehingga berkata sepanjang waktu
“subhaanallah wa alhamdulillah wa laa Ilaaha Illa Allah wa Allahu Akbar”

Ketika Jibril mengisahkan peristiwa ini kepada nabi Muhammad, nabi Muhammad terkagum-kagum dan mengomentarinya ‘Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah al ‘Aliyy al ‘Azhim”

Jibril pun memerintahkan, “tambahkan pada yang sebelumnya hingga menjadi 5 kalimat

Kisah latar belakang perkataan-perkataan yang mulia ini diperkuat dengan suatu rangkaian cerita, saat Israfil turun kebumi
turunnya Israfil yang bikin kaget seluruh malaikat, ketakutan bahwa itu terjadinya kiamat, ternyata Israfil turun dengan seperangkat test dan perintah untuk nabi Muhammad, pengen ngumpulin keseluruhan cerita ini,
cerita yang dikisahkan nabi Muhammad terpisah-pisah

Israfil berkata : Wahai Muhammad ucapkanlah kalimat-kalimat berikut

dzikir_keren

Jika menyebutkan kalimat-kalimat tersebut satu kali saja dalam sehari,
maka
Kalimat-kaliamt tersebut memiliki efek :
1. dikategorikan tukang banyak dzikir
2. mengucapkan dzikir yang paling utama
3. dikasih satu petak ladang di surga
4. berguguran dosa-dosanya, seperti daun-daun yang berguguran di musim gugur
5. Allah memandangnya, dan barang siapa yang berhasil merebut pandangan Allah, maka Allah tidak akan mengadzabnya

Kisah diatas disarikan dari Tanbeh Ghafilin – Imam as Samarqandy no 616

Oh kata-kata…..
demikianlah hakikat kata-kata
meresapi maknanya, maka 5 kata mulia itu menjadi sesuatu yang sangat berharga

hari-hari yang bikin gusar,
ketika promo-promo bisnis-bisnis, banyak yang menyerempet kepada “kata-kata yang menunjukkan kekufuran”
sedih
semoga segera, bisa bikin rilis , penelitian sederhana, menyelamatkan ummat dari tempat bisnis “kotor”, yang sejengkal demi sejengkal mengarahkan pada “kekufuran”

sebab, jangankan bisnis “al kisah suatu ketika Rasulullah di Hudaibiyyah, sesudah turun hujan, mengatakan sesungguhnya seorang hamba berada dipagi hari ada dalam keadaan mukmin ada dalam keadaan kafir”
semua terhenyak, seorang hamba Allah tapi kafir?
Rasulullah melanjutkan “jika saat hujan berkata ini adalah karunia Allah, maka ia beriman padaku dan kafir kepada bintang. Adapun jika ia berkata hujan turun, karena saat ini bintang ini berada pada suatu posisi x terhadap bumi yang menyebabkan musim hujan, maka sesungguhnya ia kafir padaKu dan beriman pada bintang

do’aku : “Semoga Allah mengampuni Ummat Muhammad, menyayangi Ummat Muhammad, memberikan rizqi dari jalan terbaik, yang dibalut dengan kata-kata baik, kata-kata keimanan, dijauhkan dari kata-kata yang menjerumuskan pada kekufuran”
Aamien Yaa Rabb al ‘Aalamien

wallahu ‘alam bi ash showab

Advertisements

TARBIYAH = Pendidikan ?

Tarbiyah, kata yang sudah sangat akrab ditelinga kita
suatu kata dari bahasa arab, yang sering dipadankan dengan kata pendidikan dalam bahasa Indonesia

arti kata “tarbiyah” sendiri dalam bahasa arab memiliki beberapa arti,

arti pertama, bahwa tarbiyah berasal dari rabaa-yarbuu, artinya tumbuh dan berkembang
asal kata ini didalam al qur’an dipakai, misal dalam surat al hajj ayat 5, dan surat fushshilat ayat 39
“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan tumbuh. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (fushshilat:39)
“kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan tumbuh dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (al hajj :5)

dari asal kata ini kemudian menjadi kata rabbaa-yurabbi artinya menumbuhkan, memelihara, merawat, membuat menjadi besar
arti demikian terdapat dalam ayat yang menerangkan redaksi do’a bagi kedua orang tua, seperti dalam surat al Isra ayat 24
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah merawat aku diwaktu kecil”

arti berikutnya, bahwa kata tarbiyah itu berarti mengantara sesuatu pada keadaan sempurna, sedikit-demi sedikit, secara bertahap, hingga akhirnya sempurna.
arti kata ini, para ahli tafsir sebelum tahun 1000 Hijriyah, mereka menggunakan makna ini, dalam makna merubah sesuatu hingga mencapai halnya yang paling sempurna. Dan tarbiyah dalam makna ini dinisbatkan kepada Allah.
Bahwa Allah sebagai Rabb, karena melakukan fungsi tarbiyah, yaitu fungsi menyempurnakan urusan.

dititik ini tercenung, mencoba menarik garis pemahaman,
kenapa sesudah tahun 1000 Hijriyah, kata tarbiyah yang berarti menghantarkan sesuatu pada kesempurnaan, menjadi dinisbahkan bagi arti kata “pendidikan” dengan pelaku “manusia”

tanya yang kemudian mendapat jawabnya, dari kamus lisaan al ‘arab
suatu kamus besar yang ditulis ibnu manzhur, sebelum tahun 711 hijriyah

dalam kamus tersebut, jilid pertama halaman 404, yang versi cetakan Daar el shaadir – beirut
disebutkan Allah adalah Rabb, yang melaksanakan fungsi tarbiyah dalam artian menghantarkan pada kesempurnaan.
kemudian ada insan-insan rabbaniy, Al Qur-an menyebut bahwa mereka disebut Rabbaniy karena dua proses, mengajarkan al Qur’an dan belajar.
kemudian dari sisi bahasa, orang-orang yang bertitel Rabbaniy disebut ibnu Manzhur sebagai Rabbaniy, karena melakukan fungsi tarbiyah, yaitu memberikan pengajaran kepada kaum pembelajar dimulai dari ilmu-ilmu yang ringan, baru kepada ilmu-ilmu yang berat dan luas.

dalam halaman 404 tersebut Ibnu Manzhur menulis pernyataan Muhammad Ibnu Al Hanafiyyah saat wafat Ibnu ‘Abbas : “Hari ini telah wafat Rabbaniyy nya ummat islam”

Dari data-data ini, sesungguhnya sangat berat mencapai suatu proses yang disebut “tarbiyah”, karena ia memerlukan seorang pribadi Rabbaniy sebagai subjek pelaku.
Jika standar yang diberikan Muhammad bin al Hanafiyah bahwa titel Rabbaniy, yaitu seorang yang dikategorikan dapat menjadi Murabbiy adalah sekelas ibnu Abbas, maka ada kesenjangan yang sangat lebar antara cita-cita pendidikan kita dan karakteristik bahasa.

Jadi, secara pribadi, saya berat sekali kalau memadankan kata pendidikan dengan tarbiyah.

dalam KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang, atau usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

dari makna pendidikan dalam KBBI ini, sejatinya saya cenderung memadankan kata pendidikan dengan kata tazkiyah yang dipakai dalam al qur’an
atau kata ta’dib yang banyak dipakai Rasulullah dalam haditsnya-haditsnya.

Dalam artian lain, ada pentahapan dalam pemakaian kata

pertama, hingga usia 5 tahun akan bersifat “Hadhanah” pengasuhan, dalam jenjang ini bisa juga disebut tarbiyah dalam artian menumbuhkan.

kedua, ta’dib, hingga usia 12 tahun , yaitu pendidikan dasar
ketiga, ta’lim, hingga usia 18 tahun , yaitu pengajaran
keempat, tazkiyah, sesudah usia 18 tahun, yaitu pendidikan tinggi

apakah keempat proses itu bisa disebut “tarbiyah” …..
wallahu ‘alam ….. suatu cita besar boleh …. tapi kesamaan kata menuntut kesamaan fungsi dan peran,
proses tarbiyah, proses menjadikan insan Rabbaniy, dimana excellent subject adalah suatu kemestian

urutan hari akhir

urutan hari akhir berdasar apa yang dicantumkan Ma’mar bin Abi ‘Amr dalam Jaami’nya, hadits no 20792

Mengabarkan kepada kami Abdul Raqzaq dari Ma’mar, dari ABdul Malik bin Umair, dari seseorang dari ar Rabi’ah al Jurasy, berkata : 10 tanda sebelum hari kiamat :
pertama : gerhana total di timur
kedua : gerhana total di barat
ketiga : gerhana total di arab
keempat : Dajjal menampakkan dirinya dalam rupanya sebagai Dajjal ( bermata satu, penuh kekuasaan)
kelima : turunnya nabi Isa ‘alaihi as salaam
keenam : keluarnya hewan asing dari bumi
ketujuh : adanya kabut tebal
kedelapan : keluarnya Yajuj dan Ma’juj
kesembilan : angin dingin sejuk yang dengannya Allah mewafatkan seluruh orang beriman
kesepuluh : matahari terbit di barat

Dajjal (pengantar)

abis nulis tentang shalat bagian ke 5

masuk list membaca dan menulis tentang Dajjal
Dajjal adalah manusia super power yang sudah terlahir sesudah zaman nabi Ya’qub sebelum zaman nabi Musa

ia adalah lelaki super power, yang telah menjejaki setiap jengkal tanah, kecuali Mekkah dan Medinah.
Suatu hari Rasulullah bersabda : “berbahagialah bahwa malaikat menjaga Mekkah dan Medinah dengan pedang terhunus disetiap jengkal tanah masuk Mekkah Medinah”

ia adalah lelaki super power, merangkum segala jenis teknologi dari zaman lampau hingga kini,
ia berupa “fitnah” yaitu suatu musibah berupa ujian, dalam artian bisa saja ia datang seolah membawa kebaikan, lalu membuat orang-orang berterima kasih padanya, hingga mengagungkan dan mengelukkannya
jadi tidak mesti Dajjal dengan keseraman,

ia super power bisa menurunkan hujan, membangkitkan orang mati
lelaki super power yang mengaku Tuhan

buku Pengikat Surga ku, versi cetakan Tiga Serangkai, covernya banyak diprotes Mata Satu
hmmm, menarik perhatian Dajjal kali ya, he
Aku berlindung pada Allah dari fitnah Dajjal

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Setiap Nabi memberi peringatan akan Dajjal, bahkan Nuh”
di zaman Nuh lelaki itu belum lahir
dan mayoritas pengikut Dajjal adalah Yahudi, pasukan yang dibawa Dajjal dalam tarung melawan nabi Isa adalah 70ribu tentara Yahudi

seru deh pokoknya hadits-hadits ini

aku memang belum tonton the arrival,
masih belum tertarik juga
tapi tertarik mendengar kabar Dajjal yang disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

semoga Allah memberi usia untuk membaca dan menuliskannya

Syuhada itu mengajarkan cinta

Bismillahirrahmaanirrahim

apa ini pernah ditulis di blog ini,
lupa,
tapi sering tersampaikan
sesungguhnya aku sampai kelas 3 Tsanawiyah bingung dengan konsep nasionalisme dan islam
ga ngerti, asli

maka dari itu dari kecil, saat udah mulai ngeh dengan hal-hal nasioanalisme, cinta tanah air, tanah air islam, kira-kira kelas 4 sd, kalau ada pertandingan antara tim indonesia dengan tim negara lain, aku belum tentu membela indonesia, heheh, aku cari agama atlit-atlit itu

maka, kalau pertandingan bulu tangkis, Sidek bersaudara dari Malaysia lah yang suka dibela…
tuing-tuing

tapi kemudian semua itu memudar ketika foto imam Syahid Hasan al Banna dan agus salim,
terpampang di buku merah yang kutemukan di perpus sekolah
buku yang telah lupa judulnya, foto yang mengguncang nalar nasionalisme ku

“AKU HARUS MENCINTAI NEGERIKU, HARUS MENCINTAI BANGSAKU, IDENTITASKU SEBAGAI BANGSA INDONESIA”
identitas muslim ku justru hasrus menambah ragam kecintaan pada bumi Indonesia, karena Allah telah menjadikan setiap jengkal bumi boleh dijadikan tempat bersujud ummat Islam,
dmana bumi dipijak disitu langit dijunjung

studi berlanjut, Mesir yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia, palestina ….. Konferensi Asia Afrika ____ deretan kisah indah yang membentuk nalar nasionalisme ku

Imam Syahid Hasan al Banna telah mengajarkan aku cinta ….
seorang Muslim Arab, yang tak pernah berjumpa mengajarkan cinta

lalu dimasa kerja kini, seorang arab muslim lainnya kembali mengajarkan cinta
Syaikh Muhammad Muhammad Thayyib Khoory, seorang muslim arab bekerja untuk dakwah dan islam di Indonesia,
Ma’had bahasa arab, ma’had tahfidz, pondok yatim, da’i ….
betapa banyak desa yang telah terislamkan
syaikh yang ketika ditawari bisnis di Indonesia malah berkata “bisnis di dubai aja, di Indonesia untuk beramal”
beda deh sama hiruk pikuk di papua sana, atau migas kita, perusahaan asing yang berlomba ingin menguasai
oh sangat mengingat di tahun 1998 saat ingin belajar bahasa arab, hanya ada al Hikmah yang menyediakan pendidikan intensif dengan kurikulum LIPIA,,,, kini di kota dekatku ada dekat, menebar bahasa al Qur’an
Syaikh KHoory membangun di Bandung

ketakjuban akan suatu bangsa, bangsa arab yang telah Allah pilih menjadi bangsa pertama bersemainya Islam.

kini ketakjuban makin menjadi : Mesir

Jalan ini telah dipilih, jalan demokrasi, dengan semua resiko dan konsekuensinya.
mesir, bangsa muslim arab yang mengajarkan keteguhan….. mengguncang nalar

tulisan ini tulisan pembuka, untuk membuka sudut pandang kita tentang
“mengapa Allah menciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku”
Allah sampaikan dalam surat al Hujuraat “agar saling mengenal”

Rasulullah menyampaikan : “tiada keutamaan bangsa arab atas bangsa non arab, tidak pula ada keutamaan bangsa non arab atas arab, kecuali keutamaan atas dasar taqwa”
dimanakah kita menempatkan hadits persamaan ini?

lalu bagaimana dengan konsep bahwa Allah melebihkan satu atas lainnya?
dimana pula kita menerapkannya?

supaya kita mengenal, ketika menuliskan keutamaan suatu tempat, suatu adat,
juga menuliskan kekurangannya , bukan berarti rasis, atau berasal dari jahiliyah
tetapi kita belajar “agar mengenal”

di negeri kita tercinta Indonesia, misal
adalah fakta bahwa daerah yang pertama mengenal dan bersemainya kehidupan bernegara adalah daerah jawa barat : salakanagara, banten tepatnya ….
dalam kisah pendirian Indonesia pun …… mayoritas tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dari seantero nusantara pernah meminum air bandung
sukarno, M Natsir , de el el ….

mengenal agar kita mengerti,
bagaimana bisa Allah membuka pintu syahid di Mesir sana,
mengapa ini, mengapa itu?
bagaimana ini , bagaimana itu
belajar pertama-tama dengan hadits-hadits yang Rasulullah sampaikan
frame besar mengenal geografis, suku, geopolitik

agar tak tersesat mengarungi kemajemukan dan perbedaan

sungguh nikmat malam ini membuka suatu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”
dikutip dari Hadits NO 8194 – Al Mustadrak ‘alaa shahiihaini- Al Hakim
redaksi yang paling aku suka, hehehe, soalnya redaksi di buku lain mengkhususkan pada orang non arab : Persia ^_^

betapa jauhnya medan syahid itu, bumi Musa bertumbuh (walau pasti ada yang berkomentar “di Indonesia juga banyak masalah)
betapa jauhnya negeri rebutan berbagai budaya itu,
tapi ilmunya, keimanannya, pemikiran terbaiknya akan kugapai
do’aku : semoga Allah mengumpulkan aku bersama para syuhada itu, aamien

oh iya redaksi hadits no 8194 itu lengkapnya adalah :
“Hakim berkata : mengabarkan pada kami abul Husein, Ahmad bin ‘Utsman bin Yahya al Bazzar yang tinggal di Baghdad, ia berkata : berkata kepada kami al ‘Abbas bin Muhammad ad Duwary, ia berkata : berkata kepada kami al Hasyim bin al Qasim, ia berkata : berbicara padaku Abdurrahman dari Abdullah bin Dinar, dari Zaid bin Aslam dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma : Berkata an Nabiyy Shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Aku melihat kambing hitam yang banyak, masuk ke wilayah mereka kambing putih yang banyak.
Orang-orang berkata : “apa takwil engkau tentang itu wahai Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam)”
Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata : orang non arab menjadi sekutu kalian dalam agama kalian dan nasab kalian”

orang-orang berkata : orang-orang non arab wahai Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) ?
Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata : “orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”

Hadits ini shahih sesuai syarat Imam Bukhari, tetapi Imam Bukhary dan Imam Muslim tidak mengeluarkannya

oh aku sungguh suka ini :

“orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”

Shalat (2)

Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, pujian bagi Allah atas karunia iman dan islam
Allahumma Shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad
amma ba’du

Mari-mari kita lanjut memperbaiki ritual-ritual kita
dengan memberikan jiwa pada shalat-shalat yang kita tegakkan

bahasan di artikel berjudul Shalat (1) adalah tentang bahwa shalat adalah untuk mengingat Allah, dan waktu shalat itu telah ditentukan…

jadi kita telah berupaya membuat shalat itu untuk mengingat Allah, bahwa kita sedang menyembah Allah dengan gerakan-gerakan yang Allah sukai sebagai cara menyembahNya.
dan juga bagaimana mendidik diri untuk selalu tepat dalam waktu shalat …bagian sedikit berat buat saya, suka asyik banyak hal….
kini bertekad untuk selalu tepat waktu menyembah Allah,

supaya tidak dicap lalai seperti shalatnya orang munafiq
sebagaimana digambarkan surat Al Ma’un bahwa yang celaka dalam shalatnya adalah mereka yang shalat tidak tepat waktu, mengakhirkan shalat, dan yang penting orang udah melihat klo mereka dah shalat.
na’udzubillah….

oh ya suka ada yang mengaitkan antara awal surat al ma’un dengan bagian tadi, sebetulnya itu dua hal yang berbeda…

Orang yang mendustakan hari berbangkit, orang kafir yang ga percaya adanya hari akhir, mereka adalah orang yang menelantarkan anak yatim, dan ga suka ngasih makan orang miskin.

sedangkan bagian keduanya cerita tentang orang munafiq yang lalai dalam shalat, pengen dilihat orang dan berat hati meminjamkan barang-barang yang berguna.

sebelum ngebahas dua ayat lain tentang shalat, yaitu shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dan tentang tujuan peradaban islam adalah agar shalat tegak

saya mau nulisin lagi satu tulisan tentang kenapa 5 waktu yang sekarang kita shalatlah yang dipilih oleh Allah menjadi waktu shalatnya ummat islam

Ka’ab al Akhbar seorang yahudi unik, nama yang baru tahun ini ditemukan (kemana aja aku ya,,, aduuuhhh begitulah membaca buku setiap nama keluar sesuai masa pengertiannya)
Ka’ab ini banyak melakukan dialog dengan Rasulullah, ilmunya didengar, Umar pun senang mendengar cerita-ceritanya, ilmunya bener-bener luas. Kisahnya yang terlambat masuk islam nanti kita bikin cerita sendiriya, juga kisah uniknya dengan Umar …. bener-bener ngajarin gimana dalam bermu’amalah dengan ahli kitab.

Ka’ab al Ahbar semoga Allah meridhainya berkata : aku membaca dalam sebagian yang Allah turunkan pada Musa ‘alaihi as salaam : “Wahai Musa dua raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, barang siapa mengerjakannya, maka aku ampuni dosa-dosa yang dikerjakan malam dan siang hari itu dan dia berada dalam perlindunganku.

Wahai Musa empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat dzuhur, pada raka’at pertamanya Aku berikan ampunan, di raka’at keduanya aku beratkan timbangan kebaikannya, di raka’at ketiga aku mengirimkan malaikat-malaikat khusus untuknya yang akan shalat bersamanya dan memohonkan ampunan untuknya, di raka’at keempat aku bukakan baginya pintu langit dan bercahayalah bidadari-bidadari untuknya.

Wahai Musa, empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat ashar, tidak tersisa satupun malaikat dilangit dan dibumi kecuali memohonkan ampunan untuk yang melaksanakan shalat, dan barangsiapa yang malaikat beristighfar untuknya maka aku takkan mengadzabnya.

Wahai Musa, tiga raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu tatkala matahari tenggelam, aku bukakan bagi mereka pintu langit, tidaklah mereka meminta sebagian kebutuhan kecuali Aku penuhi,

wahai Musa , empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu saat malam gulita, dan itu lebih baik bagi mereka dari dunia dan seisinya, dan dosa-dosanya keluar dari dirinya hingga bersih sebagaimana hari dilahirkan ibunya,

Wahai Musa , berwudhu Ahmad dan Ummatnya sebagaimana yang aku perintahkan, Aku memberi mereka dari setiap tetesan itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi

Wahai Musa, berpuasa Ahmad dan ummatnya satu bulan dari setiap tahun, yaitu bulan Ramadhan, aku memberi untuk shaum satu harinya satu kota di surga, dan aku memberi pahala kebaikan dari setiap amalan tambahan dengan pahala amalan wajib.
Aku menjadikan padanya malam lailatul qadar, barang siapa dari mereka yang memohon ampun satu kali dengan penyesalan yang bersungguh-sungguh dari hatinya, kemudian mati dimalam itu atau dibulan itu, maka aku memberikan pahala untuknya pahala 30 syahid,

Wahai Musa, sesungguhnya diantara ummat Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wa sallam) ada orang-orang yang hidup dengan penuh kemuliaan menegakkan shalat malam, mereka bersaksi bahwa tiada Sembahan selain Allah, aku berikan bagi mereka pahala para nabi ‘alaihim as salaam. kasih sayangKu bagi mereka adalah wajib, kemarahanKu atas mereka adalah jauh, dan Aku tidak menghalangi satu pun pintu taubat untuk seorangpun dari mereka selama mereka bersaksi Tiada Tuhan selain Allah.

Shalat yang ditegakkan dengan ruh seoerti ini adalah shalat dengan penuh kesadaran, bahwa setiap gerakannya adalah untuk menyembah Allah, untuk membuat Allah ridha,
Shalat yang ditegakkan dengan penuh rasa cinta, cemas dan harap

sepertinya belum akan membahas yang dua ayat lagi, tentang shalat mencegah berbuat keji dan mungkar, juga tentang superioritas peradaban.

kembali merenungkan upaya keras kita agar shalat ini dilakukan dalam dua frame besar, pertama mengingat Allah, mengingat kebaikan dan keutamaannya, mengingat pahala-pahala yang Allah berikan
kedua menjaga waktu shalat dengan sangat ketat dan penuh disiplin.

Dalam sejarah shalat di agama islam, qta menemukan pertama diwajibkan 3 waktu, kemudian dalam isra mi’raj diwajibkan 5 waktu,
jumlah raka’atnya pun, shalat-shalat yang sekarang 4 raka’at asalnya 2 raka’at, tetapi kemudian Rasulullah diperintahkan untuk menetapkan bahwa shalat dzuhur, ashar dan isha adalah empat raka’at, kecuali saat safar maka mendapat keringanan boleh menjadi dua.

Bagi orang-orang shaleh dikalangan orang yahudi, yang telah membaca semua itu dari kitab, mereka wait and see, hingga tersingkap kebenaran..

jadi planning kita ini, tentang shalat
shalat dzuhur yang beberapa saat lagi harus dilaksanakan, sekarang adalah pukul 12:30 tanggal 14 agustus 2013.
shalat dzuhur, waktu dimana api neraka dinyalakan, mesin neraka dipanaskan… shalat agar dihindarkan dari api neraka,
di raka’at pertamanya saat berdiri meresapi ayat-ayat yang dibaca sambil dalam hati memohon ampunan,
raka’at keduanya sambil mengingat sedikitnya amalan dan lalu memohon Allah memberatkan timbangan,
raka’at ketiganya merasakan kehadiran malaikat-malaikat yang akan memohonkan ampunan untuk kita
di raka;at keempat, dalam sujud-sujudnya, minta yang sebanyak-banyaknya sama Allah, lama bersujud, karena saat raka’at keempat pintu langit terbuka

syarat dan ketentuan berlaku
pintu langit akan terbuka waktu dzuhur yang tepat diraka’at keempat

yuuk siap-siap …..
ahh mikirin jadwal di imarat…. kabur aja dari kelas disetiap waktu shalat kali ya, atau break disetiap waktu shalat langsung saat itu jua… heeee

bismillah
allahumma ‘ainni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik

Keutamaan Ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (2)

Bismillah, kembali menuliskan cahaya…..
sungguh lebih tentram ketika kembali menuliskan cahaya….

ini tulisan kedua dari bab keutamaan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,
sekarang agak ngeri meringkas dengan SAW, khawatir orang juga bacanya begitu, jadi ga akan pelit nulis, biar pada bener bacanya, sehingga berkahlah tulisan ini, tulisan yang banyak menyebut baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

yuuuk, mulai ……

806. Imam As Samarqandy berkata : berkata kepada kami Al Hakim Abu al hasan as Sardary, ia berkata : berkata kepada kami Bakr Bin Munir, ia berkata : berkata kepada kami Hani bin an Nadhr, ia berkata : berkata kepada kami Ahmad bin Khalid dari al Mas’uudiy, dari Muzahim bin Zufar, dari Mujahid, dari abu Hurairah radhiyallahu ta’aala ‘anhu, dari AnNabiy Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau berkata : “Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumku, pertama aku diutus kepada kaum merah dan kaum hitam, kedua, bumi dijadikan bagiku tempat bersujud dan suci, ketiga, aku ditolong dengan ketakutannya musuh dengan jarak sebulan, keempat, dihalalkan bagiku rampasan perang, kelima, aku diberikan hak syafa’at yang aku tabung bagi ummatku.

807. Imam As Samarqandy berkata : berkata kepada kami ABu Ja’far semoga Allah menyayanginya, diceritakan bahwasanya Umar bin al Khaththab memiliki piutang, kemudian Umar menemuinya dan berkata : demi dzat yang telah memilih Abul Qasim atas ummat manusia, jangan pergi dariku sebelum aku meminta kepadamu sesuatu, orang yahudi itu berkata : Allah tidak memilih Abu al Qasim atas manusia. Umar kemudian mengangkat tangannya dan memukul yahudi dipipinya.
Orang yahudi itu berkata : pengadilan perkara kita adalah abul qasim.
Kemudian dihadapan rasulullah orang yahudi berkata : sesungguhnya umar ngaku-ngaku bahwa Allah memilih engkau atas manusia, sedangkan aku berpendapat Allah tidak memilih engkau atas manusia. Umar lalu mengangkat tangannya dan memukulku.
kemudian nabi Muhammad SAW berkata : adapun engkau wahai Umar, maka buatlah orang yang engkau pukul ridho padamu
kemudian Rasulullah berkata : benar apa yang dikatakan Umar wahai yahudi, sesungguhnya adam, kawan dekat pilihan Allah, Ibrahim kekasih Allah, Musa nabi Allah, Isa ruh Allah, dan aku kecintaan Allah.
Ya Wahai Yahudi, benar apa yang dikatakan Umar, dua nama dari nama Allah, Allah berikan kepada ummatku. Allah menamai dirinya As Salaam, dan memberi nama ummatku al muslimin. Allah menamai diriNya al Mukmin, dan memberi nama ummatku kaum mukminin,
benar apa yang dikatak Umar wahai Yahudi, aku meminta kepada Allah agar menabung satu hari untuk kami, yaitu hari dimana hari kiamat terjadi hari jum’at, maka hari jum’at ini untuk kami, esok untuk kalian, dan lusa untuk ummat Nashrani.
benar apa yang dikatakan Umar wahai Yahudi, kalian adalah para pendahulu, dan kami datang belakangan, tetapi paling awal dihari kiamat.
Benar apa yang dikatakan Umar wahai yahudi, sesungguhnya surga diharamkan atas para nabi, hingga aku memasukinya, dan surga diharamkan atas bangsa-bangsa hingga ummatku memasukinya.

Ka’ab sang Rohaniawan yahudi (yang berislam) semoga Allah meridhainya, berkata : sesungguhnya Allah memuliakan ummat Muhammad dengan tiga hal, yang ketiganya sama persis sebagaimana Allah memuliakan para nabi-nabinya.
pertama, Allah menjadikan setiap nabi saksi bagi kaumnya, dan Allah menjadikan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saksi atas manusia.
kedua, Allah berkata kepada para nabi “wahai para Rasul makanlah dari yang baik-baik dan beramal shalehlah” (al mukminun : 51)
dan Allah berkata kepada ummatku “makanlah apa-apa yang baik dari apa yang Kami rizqikan kepada kalian” (al baqarah : 57)

ketiga, bagi setiap nabi ada do’a yang diijabah, dan Allah berkata kepada ummatku “berdo’alah padaKu , Aku akan mengabulkannya untukmu”(al Mukmin :60)

Dikabarkan bahwa Allah memuliakan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan 5 kemuliaan,
pertama : Allah menciptakan mereka berada dalam keadaan lemah hingga tidak takabbur
kedua : Allah menjadikan mereka memiliki sedikit keinginan sehingga pemenuhan kebutuhan makanan, minuman, dan pakaian sedikit
ketiga : Allah menjadikan umur mereka pendek, sehingga dosanya sedikit
keempat : Allah menjadikan mereka miskin, sehingga hisabnya diakhirat sedikit
keempat : Allah menjadikan mereka datang paling belakangan sehingga waktu tinggal dikuburan hanya sebentar

dikabarkan bahwasanya Adam ‘alaihi as salaam berkata : sesungguhnya Allah memberi kepada ummat Muhammad empat hal yang aku tidak diberi :
pertama : Allah menerima taubatku di Mekkah, sementara ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat bertaubat dimana saja dan Allah menerima taubatnya

kedua : sesungguhnya aku dahulu bermaksiat dalam keadaan berpakaian, kemudian saat aku melanggar, Allah menjadikan aku telanjang. Adapun ummat Muhammad bermaksiat dalam keadaan telanjang kemudian Allah memakaikan pakaian kepada mereka

ketiga : sesungguhnya tatkala melanggar, dipisahkan antara aku dan istriku, sedangkan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam jika bermaksiat tidak dipisahkan antara suami dan istrinya

keempat : sesungguhnya Aku ketika aku melanggar disurga, Allah mengeluarkan aku darinya, sedangkan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bermaksiat di luar surga, maka Allah memasukkan mereka kedalamnya jika taubat

sampai diatas tadi cuplikan terjemahan dari kitab tanbih al ghafilin bab keutamaan ummat Muhammad…

hal-hal yang mungkin dianggap sederhana,
sebagaimana juga kitab ini para ahli hadits bilang banyak hadits palsunya….

tapi klo saya perhatikan jika itu hadits dari Rasulullah maka ada sanadnya meski cacat,
buku ini juga secara materi bercampur kabar berita yang hidup dikalngan pencari ilmu dizaman Imam Samarqandy, cerita-cerita yang oleh sang imam diberi pembuka dengan bentuk pasif “dikabarkan atau diceritakan”

membaca ini membuat semakin memahami pluralitas,
kenapa ada yang seliberal JIL, kenapa ada yang sangat eklusif memandang surga ….

perbedaan ummat yang memang Allah ciptakan untuk menguji, menguji kita berkata, menguji hati, menguji nalar….
bagaimana cara Rasulullah Shallalllahu ‘alaihi wa sallam membenarkan Umar dan menjelaskan pada orang yahudi
bahwa Umar harus menebus kekerasan fisik yang dilakukan, hingga orang yahudi itu ridha pada Umar,
bahwa nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar terdengar menghormati nabi-nabi sebelumnya, tiada membedakan mereka

aku hidup di dunia homogen,
bahkan dari lelaki sekalipun,
mengajar perempuan, muslimah, baik-baik
sedikit kawan yang berbeda agama, berbeda pergerakan, berbeda sekte.
membaca bisa membuatku lebih arif, insyaAllah

wallahu ‘alaam bish showab

keutamaan ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (1)

Bismillah,
ini terjemah bab keutamaan ummat muhammad shallallu ‘alaihi wa sallam, cek ya, dimana keutamaan-keutamaan tersebut yg masih bolong?

Suatu bab dari buku tanbih al ghafilin bi ahaadits sayyidil anbiyaa wal mursalin

Nanti abis terjemah ini, kita akan coba hunting gimana cara dapetnya, misal keutamaan ummat islam adalah memberi syafa’at dan mendapatkan syafa’at, gimana supaya dapet syafa’at? The next work, inshaallah. Ini terjemah full satu bab itu dulu.

Mulai :

Bab : keutamaan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

804. Alfaqih Abu Laits as samarqandy radhiyallahu ta’ala ‘anhu berkata : ayahku yang disayangi Allah berkata padaku : Abu ‘Abdillah Muhammad bin Junah berkata pada kami : Abu Sa’I’d al Imam berkata pada kami : Nashir berkata pada kami, dari ‘Ubad bin Katsier, dari Muqatil bin Sulaiman semoga Allah meridhai semuanya,

“bahwasanya Musa ‘alaihi as salaam berkata : wahai Rabb sesungguhnya aku menemukan dalam lembaran-lembaran suci satu ummat yang mereka dapat memberi syafa’at dan diberikan syafa’at, jadikanlah mereka ummatku.
Allah berkata : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang penebus kesalahan-kesalahannya adalah shalat lima waktu, jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Allah aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang membunuh pengusung kesesatan hingga mereka membunuh si mata satu ad Dajjal, maka jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Allah aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang cara bersucinya dengan air dan tanah, jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat, mereka mengambil sedekah dan memakannya, adapun ummat terdahulu membakar sedekah dengan api
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat jika berniat kebaikan belum melaksanakan dicatat sebagai satu kebaikan, jika melaksanakan dicatat sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat yang naik. Dan jika meniatkan keburukan, belum mengerjakannya maka tidak ditulis, jika mengerjakan maka ditulis satu keburukan. Jadikan mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang mereka masuk surga, ada dari mereka 70ribu masuk surga tanpa hisab, jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mu’ammar meriwayatkan demikian dari Qatadah dan menambahkan

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan didalam lembaran-lembaran satu ummat mereka adalah sebaik-baik ummat, memerintah berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar, jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang datang belakangan dan mereka yang pertama hari kiamat. Jadikanlah mereka ummatmu.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musa berkata : wahai Rabb, aku menemukan dalam lembaran-lembaran satu ummat yang ayat-ayat sucinya ada dalam hati mereka, dan mereka membacanya dengan melihat. Jadikanlah mereka ummatku.
Allah menjawab : mereka adalah ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah kemudian mewahyukan kepada Musa : Wahai Musa sesungguhnya aku telah memilihmu diatas manusia dengan risalahKu dan dengan berbicara denganKu, maka ambillah apa yang aku berikan dan jadilah termasuk orang yang bersyukur (al ‘araaf : 114)
Allah juga berfirman : “dan diantara kaum Musa ada ummat yang berada dalam petunjuk dengan kebenaran, dan ada pula yang bengkok” (al ‘araaf : 159)

Maka Musa ‘alaihi as salaam pun Ridha

805. Dari Muqatil bin Hibban, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata : “ketika aku diperjalankan dimalam hari menuju langit, jibril memimpinku, hingga tiba di hijab yg besar, di sidratil muntaha. Jibril berkata : majulah wahai Muhammad.
Aku berkata : wahai jibril, engkaulah yang maju.
Jibril berkata : wahai Muhammad tidak layak seorangpun selainmu melewati batas ini, Engkau lebih mulia dari aku disisi Allah.
Nabi Muhammad berkata : aku maju hingga berhenti pada dipan dari emas dan busa dari sutera surga.
Jibril memanggil dibelakangku : wahai Muhammad sesungguhnya Allah memujimu, maka dengarlah dan ta’atlah dan jangan membuat gentar pembicaraan denganNya.
Maka aku memulai dengan memuji Allah, aku berkata : at tahiyyatul mubarakaatush shalawaatul lillah – salam penghormatan penuh berkah dan kesejahteraan bagi Allah

Jibril berkata : Allah berkata : assalaamu’alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullah wa barakaatuh – salam bagimu wahai nabi dan kasih sayang Allah dan berkahNya
Aku berkata : as salaamu ‘alaina wa ‘alaa ‘ibaadillahi ash shaalihin – salam sejahtera bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang shalih

Kemudian jibril berkata : Asyhadu an laa ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh

Jibril berkata : Allah berkata : aamana ar rasuul bimaa unzila ilaihi min rabbihi – Rasul Muhammad beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari rabb-nya

Aku berkata : ya, wahai Rabb, aku beriman padaMu, dan juga orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, kami tidak membeda-bedakan antara satu Rasul dengan lainnya (albaqarah :285) sebagaimana orang-orang yahudi membedakan antara Musa dan Isa, dan orang nashrani membedakan antara keduanya.

Allah berkata : Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai keluasannya (albaqarah :286) yaitu kemampuannya, baginya pahala atas kebaikan yang dikerjakannya dan atasnya balasan atas keburukan yang dikerjakannya. (2:286)

Kemudian Jibril berkata : mintalah, maka akan diberi

Aku berkata : ampunanMu wahai Rabb kami, dan kepadaMu kami kembali

Jibril berkata : Allah berkata : aku telah mengampunimu dan mengampuni ummatmu, barang siapa yang mengesakan aku dan membenarkan engkau

Jibril berkata : Allah berkata : mintalah maka engkau diberi

Aku berkata : wahai Allah janganlah engkau menghukum kami jika kami lupa atau tersalah

Jibril berkata : Allah berkata : bagimu apa yang kamu minta, aku tidak akan menghukum jika kalian lupa atau tersalah atau terpaksa melakukan keburukan

Jibril berkata : Allah berkata : mintalah maka diberi

Aku berkata : wahai Rabb kami janganlah Engkau membebankan kepada kami beban berat sebagaiman Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami.
Karena bani israil jika melakukan kesalahan Allah mengharamkan atas mereka makanan-makanan yang baik

Jibril berkata : Allah berkata : bagimu apa yang kamu minta

Jibril berkata : Allah berkata : mintalah maka engkau diberi

Aku berkata : wahai Rabb kami, janganlah membebankan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Sesungguhnya ummatku adalah ummat yang lemah

Jibril berkata : Allah berkata : bagimu apa yang kamu minta. Mintalah maka kamu diberi

Aku berkata : maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami, engkau Penolong kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir

Jibril berkata : Allah berkata : bagimu apa yang kamu minta, jika ada diantara kalian dua puluh orang sabar maka akan mengalahkan 200 orang.

Dialog Allah dengan hambaNya yang terbaik sewaktu mi’raj… Dialog yang permintaan-permintaannya diabadikan didalam surat al baqarah 2 ayat terakhir …

Kita adalah ummat terpilih, kasih sayang yang Rasulullah limpahkan,
Tiada permintaan bagi kepentingan pribadi, semua bagi ummatnya
Ya Allah, syukur tiada terkira atas limpahan menjadi ummat terpilih,
Semoga dapat lebih arif memandang perbedaan.

Dua hadits aja, masih banyak lagi, kita sambung dilain waktu, insyaallah.

Ahh, sungguh, shalat jadi makin berasa nikmatnya,
Shalatku, ibadahku, hidup dan matiku untuk Allah Rabb semesta alam

astaghfirullah
Subhaanallah wa bihamdih

Dalam Do’a, syarat dan ketentuan berlaku

Ahh betapa indahnya memahami
Dan betapa ngerinya kelemahan dalam melaksanakan apa yang dipahami,

Semoga Allah memberi kekuatan

Hari-hari ini semakin memahami makna “haarishun ‘ala waqtihi” – “munazhzhamun fii syu-uunihi”

Menjaga waktu dan teratur urusan…
Menjaga waktu, ternyata bukan sekedar memanage waktu,
Tetapi memahami waktu, mana yang paling utama, apa peruntukan-peruntukannya… Dari setiap detik setiap saat yang Allah anugerahkan

Bahwa waktu berjalan menuju takdir akhirnya, dan juga sekaligus ia memiliki on-off dari setiap siklusnya…

On pagi-siang maka mulailah dengan dzikir pagi, siang off
Lalu on sore-malam, mulailah dengan dzikir sore, malam off, terus berputar…

Do’a pagi punya masa berlaku, demikian juga do’a sore …
Malam lailatul qadar adalah suatu malam, yang berakhir dengan datangnya fajar …
Sungguh ia malam yang setiap amalan dianggap beramal 100 bulan atau kurang lebih 83 tahun …
Malam yang tanpa kuota, siapa saja yang bersungguh-sungguh beribadah di malam itu, tidak tidur, punya kesempatan yang sama untuk diterima amal ibadahnya dan dicatat sebagai amalan 83tahun.

Dan juga,
Jangan lupa, malam ini, malam 27 Ramadhan 1434 Hijriyah….
(Wallahu ‘alaam, sehubung belum membaca satupun buku belajar ngitung atau observasi bulan)
Nah kemaren-kemaren udah ada malam yg sepertinya itulah lailatul qadar …..

Trus kalau luput gimana?

Jangan berduka, jangan bersedih…
Karena qta masih punya kesempatan

Meraih quota, 600rb orang atau 1juta orang yang dibebaskan dari api neraka di setiap malam Ramadhan…..

Juga jangan lewatkan kesempatan mendapat kebebasan dari neraka di malam idul fitri, saat ampunan dibagikan dengan kuota 1,8 juta atau 30juta …
Kuota ini sungguh berlaku,
Kejarlah kuota nya

Tahun yang benar-benar merasa,
Sesudah diri siap berubah, harus siap bermasyarakat…
Karena sungguh Ramadhan bisa sukses, menghargai setiap waktu sesuai yang Allah mau, harus dilakukan bersama-sama…
Terkait susunan hari libur, terkait struktur masyarakat …
Oh andai ada dapur umum di bulan Ramadhan,
Hingga para lelaki mayoritasnya itikaf,
Juga wanita-wanita yg tidak berhalangan …
Juga andai ada aturan thr dibagiin maksimal 15 sya’ban, jadi belanja sebelum Ramadhan …
Pengaturan mudik…

Bagaimana ied dihadapi …
Semua memerlukan kreatifitas budaya dan rekayasa sosial …

Betapa bahagianya beberapa saat di zaman sedikit lampau, ketika para ulama pendahulu, berhasil mencipta budaya yang menyokong penghormatan atas hari-hari,
Pengenalan atas keutamaan setiap waktu …
Sehingga dapat mengisi waktu sesuai yang Allah mau,,,
Mengisi Ramadhan dengan berletih-letih ibadah …

Tugas kita mengembalikan …
Insyaallah bismillah…
Jika Allah menyampaikan pada Ramadhan tahun depan, moga keadaan udah berubah ..

Langkah-langkahnya
Seperti audiensi dengan pa menteri pemberdayaan aparatur negara, mendagri, mendiknas, mendikbud
Terkait pengaturan libur

Audiensi dengan para ulama dan penceramah agar memiliki visi kampanye yang sama, menyadarkan para masyarakat

Audiensi dengan para pengusaha
Dll,

Sungguh bagiku semua itu bagai mimpi yang jauh,
Ah jangankan melangkah kesana kemari,
Tidak setiap sudut rumah dan halamannya terjejaki di setiap tahunnya …
Tapi perubahan itu harus dimulai…

Sebagaimana cita,
Menuntut ilmu bagai imam ibnu syihab az zuhry dan juga menyebarkannya bagai beliau ..

Senin, selasa, rabu, kamis, jum’at, sabtu, ahad …
pagi, siang, sore, malam
Hujan, kemarau,
Muharram hingga dzulhijjah…

Menjaga waktu, mengatur gerak hidup sebagaimana yang Allah inginkan dan sebagaimana yang Rasulullah ajarkan

Agar ibadah diterima
Agar setiap do’a, setiap permintaan
Dapat terkabul, karena syarat dan ketentuan telah terpenuhi

Atau, sesungguhnya,
Seluruh keadaan ini adalah ujian,
Supaya kita dapat mengenyahkan alasan-alasan,
Dan berjuang sekuat tenaga, menjaga waktu, mengisinya dengan kesungguhan

lisan yang terarabkan

Lisan yang menjadi arab,

Sungguh harus menjadi kebanggaan dan cita, saat al qur’an kitab suci kita diturunkan Allah swt dalam bahasa arab.

Allah bangga mensifati Al Qur’an dengan arab, redaksi “qur’aanaan ‘arabiyyan”
Maka betapa indahnya jika dapat memahami bahasa yang Allah pilih ini.

Jadi mimpi besarnya tentang al qur’an dan kepahamannya, dimulai dengan target utama anak, dan bisa juga dipakai remaja dan dewasa.
Mimpi ini akan diuraikan dalam dua kerja besar bidang penerbitan,
Pertama : menerbitkan buku-buku motivasional, pola pemikiran, dan wawasan… Misal buku komik ulumul qur’an yang diterbitkan tiga ananda (tiga serangkai)

Kedua : menerbitkan buku teknis dan sumber belajar…
Rencana nya untuk tipe buku ini ada 38 buku, yaitu :
6 buku buat belajar dari nol sampai siap belajar bahasa arab dan siap tahsin. Terima kasih untuk kyai as’ad human dengan ide iqra nya. Konsep buku nya mengadopsi iqra, tambahannya adalah 6 buku ini mecoba mengajak agar memahami apa yang dibaca, ia mirip kamus bergambar, asyik deh pokoknya, insyaallah.
Penerbit tiga ananda (tiga serangkai) siap meluncurkan bulan agustus

2 buku untuk latihan tahsin. Jadi buku ini menyebut sedikit teori tahsin (makhraj dan tajwid)… Tapi intinya ini buku isinya ayat-ayat al qur’an yang dikelompokkan berdasar tingkat kesulitan dan pembagian bab dalam pelajaran tahsin

30 buku untuk belajar bahasa arab,
30 buku ini adalah buku cerita bergambar, terdiri atas 10 tingkat dengan 3 kawan paralel di setiap tingkatnya,
Maksudnya bakal ada jilid 1a, 1b, 1c.
2a, 2b, 2c hingga 10a, 10b, 10c

Semoga Allah menghadirkan surga buat mam fifi, konseptor, founder dan ruler Jakarta Islamic School yang mengenalkan ke peter and jane… Konsep yang kemudian di adopsi…
Kesulitan utama dalam hal membuat seperti buku peter and jane untuk bahasa arab adalah

pertama, tentang tujuan pembelajaran,ini akan terkait kalimat yang dipilih untuk dikenalkan.
Kedua, pembagian level kata ganti,
Ketiga, pembagian level nahwu dan sharaf, dan
Keempat, keindahan bahasa

Kesulitan berikutnya adalah tentang tema cerita yang menarik sesuai dengan kata yang ingin dikenalkan
Dan masalah berikutnya tentang proses ilustrasi.

Masalah-masalah lambat laut teratasi (lambat laun, maksudnya telat… Hiks)

30 judul buku itu, judul-judulnya bakal begini :
1 : (a) bermain tanah, (b) mandi cahaya, (c) kembang api di malam rembulan.
2 : (a) tamasya ke sungai, (b) berlayar di lautan, (c) memecah air
3 : (a) ulang tahun mama, (b) senyum untuk papa, (c) pecahnya piala kaca
4 : (a) teka-teki gulungan coklat, (b) mama yang lembut kali ini marah, (c) kaki papa yang bengkak
5 : (a) crayon ajaib, (b) kapur bicara, (c) tinta penyihir
6 : (a) membuat kliping perang, (b) cinta perdamaian, (c) tetangga kami bu Maria
7 : (a) gadis cantik di hati az zubair, (b) nyanyian sa’da, (c) pesta meriah
8 : (a) mesin waktu, (b) aku mau sepotong roti, (c) pengemis yang menghilang
9 : (a) rahasia kakek umar, (b) terminal malaikat, (c) janji kami
10 : (a) batu terkutuk, (b) meneropong matahari, (c) robot perkasa

Cerita-cerita ini isi penceritaannya dibimbing 2buku imam baihaqy : syu’ab al iman dan fadhail al awqaat, plus tanbih al ghafilin nya imam as samarqandy

Klo kosakata yang diajarkannya adalah 1544 kata (klo ga salah itung)
Yang dicantumkan dalam mufradaat al qur’an karya imam ar raghib al ashfahani…

Klo pembagian level kata ganti, nahwu dan sharaf, insyaallah semoga mudah-mudahan bener-bener sesuai dengan karakter linguistik orang indonesia, jadi grammar arab yg diajarkan dengan memahami psikologis “kebahasaan” kita.
Tentang ini, terimakasih buat asatidzahku di stiu di alhikmah pada pelajaran nahwu dan sharaf, ustafz rasyid bakhbazy, ustaz mas’ud dan ustadz djadjat… Terima kasih juga buat syaikh khoory yg bangun ma’had al imarat di bandung, hingga bisa mengajarkan nahwu yg memperkokoh pemahaman.

Meramu semua itu menjadi suatu pekerjaan ilmiah dengan artwork yang menarik adalah pekerjaan yang semoga Allah mencatatnya sebagai amalan shalih,

Terima kasih buat penerbit tiga serangkai yang sangat sabar, dengan seseorang “telatan” seperti aku….

Aku itu ya udah telat paham, telat nikah, telat mengerjakan, telat deh hehe …Astaghfirullah…

Semoga penerbit tiga serangkai, pendirinya, dan seluruh pasukan pegiat bukunya, semoga senantiasa berjaya, menghadirkan jalan pencerahan bagi bangsa … Amal ibadah yang diterima Allah….

Semua ini, adalah saat Allah mengkaruniakan waktu enam tahun mengenal jalan bangka 3a pela mampang, jakarta selatan
Saat-saat nan indah menimba ilmu dari para pemangku dakwah mulia,
Ohh dirasat al hikmah tercinta…
Semoga menjadi kuliahan yang semakin besar, menjadi mercu suar ilmu… Ustadz Bukhary support untuk bikin paska sarjananya, dengan pengantar bahasa arab ^_^

Bismillahiirahmaanirrahim
Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad
Do’aku memohon kebaikan pada Allah dari apa yang aku kerjakan,
Dan berlindung pada Allah dari keburukan apa yang aku kerjakan