Shalat (4)

Alhamdulillah,
artikel shalat ini telah mencapai judul ke 4, insyaallah semuanya 5

Shalat, adalah ibadah utama yang menjadi tujuan.
Bahwa peradaban yang kita bangun adalah peradaban yang memperlihatkan keindahan menyembah Allah.
Bahwa alat-alat teknis, kemajuan peradaban material yang ditemukan adalah terutama untuk membuat mereka yang menegakkan shalat semakin mudah nyaman dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Allah gariskan.
Ketika shalat harus tepat waktu maka dunia hitung langit, astronomi berkembang,
ketika shalat harus berwudhu, dengan baik tanpa boros air, maka teknologi-teknologi tentang tekanan air dan tempat wudhu berkembang dizaman lampau,
demikian, bahwa ibadah-ibadah yang Allah gariskan menjadi rukun islam, adalah sentral yang mengarahkan gerak langkah kehidupan.
Peradaban materi, kemajuan teknis-teknis yang kita capai adalah agar rukun islam tegak dengan sebaik-baiknya
ketika shalat harus tepat waktu pekerjaan banyak dimana-mana,
maka transportasi yang baik menjadi tuntutan, agar waktu bisa efisien, selalu tepat ^_^

demikianlah tujuan peradaban yang dibangun oleh para sahabat, kita perhatikan ayat berikut ini :
“orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”

ayat ini adalah ayat yang memberikan penjelasan atas sifat sahabat Rasulullah, kita lihat ayat sebelumnya ini :

“orang-orang yang diusir dari rumah-rumah mereka tanpa alasan yang benar, yaitu sebab mereka berkata Rabb kami adalah Allah. Dan jikalah Allah tidak menahan kebengisan manusia atas manusia lainnya maka akan dihancurkan biara-biara, kuil-kuil, shalat-shalat, dan mesjid-mesjid yang didalamnya disebut nama Allah dengan banyak. Sesungguhnya Allah selalu menolong siapa yang menolongnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa”

Orang-orang yang dimaksudkan disini adalah orang-orang Muhajirin, kaum yang telah membuat Allah yakin, bahwa saat mereka berkuasa maka mereka akan menegakkan shalat, zakat, dan memerintah manusia untuk bertauhid, serta mencegah manusia dari kemusyrikan

Jadi tugas utama kita dalam membangun peradaban adalah membuat Allah yakin bahwa saat Allah memberikan hidup yang digjaya di muka bumi, maka kita akan mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan dan memerintah manusia untuk bertauhid, serta mencegah manusia dari kemusyrikan.

hal-hal yang mendasar ini harus selalu kita hadirkan,
mungkin saja kita menghadirkan takwil-takwil lain pada shalat,
adanya mukjizat gerakan shalat, adanya penelitian waktu shalat yang pas dengan waktu biologis tubuh, dll,
tetapi inti beragama adalah keta’atan pada kalimat yang Rasulullah sampaikan,
jangan sampai pencarian tambahan melupakan yang utama.

esok tentang shalat adalah berporos pada hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum dituliskan

insyaAllah

do’aku semoga allah menolong para mujahidin di Mesir, kaum yang saat Allah meneguhkan posisi politik sosial ekonomi mereka di muka bumi, maka mereka adalah kaum yang menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menyeru pada tauhid serta mencegah kemusyrikan, Aamien

Shalat (3)

Bismillah
alhamdulillah, seluruh pujian hanya bagi Allah Rabb semesta alam
Ashsholaatu wa as salaam ‘alaa Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

lanjut lagi memperbaiki ritual-ritual, agar baik hidup kita dunia akhirat ….

pagi ini dikejutkan dengan statement seseorang yang saya kagumi, beliau membandingkan 4 khulafaur rasyidin dan mengatakan Umar yang paling lemah ibadah mahdhahnya dan paling sukses memerintah,
na’udzubillah dari memperbandingkan macam begini, yang belum tentu perbandingannya benar.
mereka adalah orang-orang pilihan yang sifat ibadah mereka terabadikan dalam al Qur’an
mereka adalah ar Raasyiduun, sahabat pilihan yang telah jelas keutamaan dan afdhaliyah masing-masing, tercatat dalam buku-buku hadits, maka kita adalah membandingkan dan menyebut keutamaan setiap mereka sesuai apa yang Rasulullah sampaikan.

balik ke shalat, insyaAllah hari ini membahas tentang shalat yang mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
kita cek ayatnya :

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

ayat yang menghujam akan tujuan esensi penciptaan manusia adalah untuk beribadah, dan ayat ini menjelaskan yang paling tinggi nilai ibadahnya adalah shalat.
seseorang yang baik dan benar shalatnya, selalu mengingat Allah maka akan ta’at dan patuh kepada apa yang diperintahkan Allah

tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah
dan shalat mencegah perbuatan keji dan munkar
mengingat Allah itu mencegah perbuatan keji dan munkar

kubek-kubek buku tafsir, tentang ayat ini, klop in dan bikin makin ngerti paduan antara tafsir imam ath Thabary dan tafsir imam an Naisabury

ayat ini dimulai dengan bacalah al Qur’an,
klo kita gabung-gabung, secara pendidikan,
shalat diperintahkan diajarkan mulai 7 tahun,
berarti sebelum usia tujuh tahun, anak-anak harus sudah banyak hafalan al Qur’an dan atau sudah bisa membaca AL Qur’an

kemudian ayat ini datang dengan perintah “dirikanlah shalat”
semua tafsir bilang dirikanlah shalat dengan batasan-batasan yang mengiringinya, yang paling utama shalat itu untuk mengingat Allah dan mesti pada waktunya.

nah mulai diayat “sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar”,
tafsiran tentang kata shalat ada dua,
“shalat disini pertama artinya al qur’an yang banyak dibaca dalam shalat….
kedua, shalat disini artinya shalat itu sendiri.

logika shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar, dijelaskan secara sederhana oleh imam Ibnu ‘Abbas, “shalat yang didalamnya dibacakan banyak ayat al Qur’an adalah shalat yang bisa menghalangi perbutan keji dan munkar, karena shalat MEMUTUS seseorang dengan maksiat, bagaimana dapat berlaku makshiat JIKA DISIBUKKAN DENGAN SHALAT

[aku demen banget dengan logika-logika sederhana begini, kebayang deh bikin sekolah al qur’an yang dicita-citakan itu, bagaimana nanti membuat PENGAJARAN shalat menjadi “mainstream”,
mulai dari desain mesjid dan tempat wudhu, pembagian jam belajar, sikap sebelum dan sesudah shalat.
trus ekspresi rasa anak-anak sesudah shalat]

jadi membayangkan, sikap ekspressnya adalah “sorry ya, gua kagak bisa maksiat, udah sibuk sama shalat”

kata imam as samarqandy dalam tanbiih al ghafilin ,
shalat yang baik itu mengandung 12 unsur …. klo shalat yang benar harus dibahas secara fiqih, dan itu buku-bukunya udah banyak, ngajarin gimana berdiri, duduk, dll.

kita akan coba disini bagaimana shalat dengan batasan-batasannya dari sisi “baik”

12 unsusr kebaikan shalat itu,
pertama : ilmu
ilmu ini tiga aspek : pertama, tahu hukum fiqih shalat, wajib dan sunnahnya, kedua tahu fikih wudhu, ketika tahu makar syetan dan bersungguh-sungguh memerangi setan dalam shalat.

kedua : bersih
bersih pada tiga aspek : pertama, hati bersih dari iri, dengki dan curang. kedua, badan bersih dari dosa, tiga membaguskan wudhu tanpa boros air

ketiga : pakaian
tiga aspek : pertama berasal dari harta halal, kedua bersih dari najis, ketiga model sesuai syariah tidak dimaksudkan kesombongan

keempat : ketepatan waktu
mengandung tiga aspek , pertama sering lihat jadwal shalat dan melihat jam. kedua, menanti mendengar adzan, ketiga, merasa terikat dengan waktu-waktu shalat

kelima : menghadap qiblat
tiga aspek juga : pertama : fisik menghadap ka’bah. kedua : hati menghadap Allah, ketiga : tunduk dan merendahkan diri

keenam : niat
meliputi tiga askep, pertama : tahu shalat apa yang dikerjakan,
kedua : menyadari bahwa sedang berdiri dihadapan Allah, maka berdiri dengan penuh rasa hormat dihadapan dzat yang penuh wibawa. ketiga : mengosongkan hati dari kesibukan dunia

ketujuh : takbir
unsur nya, pertama : takbir dengan benar, kedua, mengangkat tangan dengan benar, ketiga : takbir denan penuh pengagungan Allah

kedelapan : berdiri
berdiri dalam shalat memiliki unsur-unsur : pertama : kepala tertunduk, mata melihat tempat shalat, kedua : hati menghadap Allah, ketiga, tidak tengok kiri dan kanan

kesembilan : bacaan al qur’an
pertama : hafal surat al fatihah dengan bacaan yang benar dan dibaca saat shalat dengan tartil, kedua : membaca dengan tafakkur dan mengerti maknanya, ketiga : mengerjakan apa yang dibaca

kesepuluh : ruku
pertama : punggung lurus tertekuk, kedua : tangan ke lutut, ketiga : banyak baca tasbih

kesebelas : sujud
pertama : menempelkan jemari pada telinga, kedua : tidak menempelkan lengan ke lantai, tiga : banyak bertasbih saat sujud

keduabelas : duduk
falsafah duduknya adalah : pertama : duduk diatas kaki kiri, sedangkan kaki kanan tertancap. kedua : bertasyahud dengan penuh pengagungan, berdo’a bagi diri sendiri dan ummat islam. ketiga : memberikan salam dengan lengkap

Imam an Naisabury memberikan resep agar shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
perbuatan munkar didefinisikan menyekutukan Allah.

pertama membaguskan berdiri, dan memahami makna berdiri, bahwa orang yang menegakkan shalat sedang berdiri dihapadan Allah, sedang menyembah Allah.

kemudian membagi setiap ucapan wajib menjadi dua bagian, bagian pertama mencegah perbuatan keji, bagian kedua mencegah syirik, dan ada juga ucapan yang mencegah keduanya

pertama ———————————– kedua
Allah ————————————- Akbar
Bismillah ——————————— Ar Rahmaan ar Rahiim
alhamdulillah —————————– Rabbil ‘aalamien
iyyaka na’budu —————————– iyyaka na’budu
iyyaka nasta’in —————————- iyyaka nasta’in
ihdinaa ash shiraath ———————– al mustaqim

ini adalah sekelumit cara memperbaiki ritual-ritual kita kepada Allah
banyak sekali buku yang ditulis imam-imam lainnya selain yang saya kutip, yang dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki shalat-shalat kita.

setting sekolahnya berarti, break waktu shalat itu minimal setengah jam khusus shalat : fardhunya, sunnahnya, dzikirnya, dan shalat itu diajarkan hingga benar.
waktu wudhu setengah jam, hingga isbaagh wudhu, terbukalah pintu surga, semua pintu surga.
wudhu dan shalat dalam kondisi terbimbing dan diawasi

mengutamakan waktu shalat, mengutamakan wudhu, sehingga terbukalah pintu-pintu kebaikan lainnya…..
jangan sampai dalam rangka pemenuhan kejar target kurikulum, waktu shalat jadi “sekedar” nya dibarengkan dengan waktu makan

sisa satu ayat lagi, nah itu yang paling dahsyat,
saat penguasaan bumi itu ditujukan untuk menegakkan shalat ^_^

bismillah
alhamdulillah

Shalat (2)

Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, pujian bagi Allah atas karunia iman dan islam
Allahumma Shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad
amma ba’du

Mari-mari kita lanjut memperbaiki ritual-ritual kita
dengan memberikan jiwa pada shalat-shalat yang kita tegakkan

bahasan di artikel berjudul Shalat (1) adalah tentang bahwa shalat adalah untuk mengingat Allah, dan waktu shalat itu telah ditentukan…

jadi kita telah berupaya membuat shalat itu untuk mengingat Allah, bahwa kita sedang menyembah Allah dengan gerakan-gerakan yang Allah sukai sebagai cara menyembahNya.
dan juga bagaimana mendidik diri untuk selalu tepat dalam waktu shalat …bagian sedikit berat buat saya, suka asyik banyak hal….
kini bertekad untuk selalu tepat waktu menyembah Allah,

supaya tidak dicap lalai seperti shalatnya orang munafiq
sebagaimana digambarkan surat Al Ma’un bahwa yang celaka dalam shalatnya adalah mereka yang shalat tidak tepat waktu, mengakhirkan shalat, dan yang penting orang udah melihat klo mereka dah shalat.
na’udzubillah….

oh ya suka ada yang mengaitkan antara awal surat al ma’un dengan bagian tadi, sebetulnya itu dua hal yang berbeda…

Orang yang mendustakan hari berbangkit, orang kafir yang ga percaya adanya hari akhir, mereka adalah orang yang menelantarkan anak yatim, dan ga suka ngasih makan orang miskin.

sedangkan bagian keduanya cerita tentang orang munafiq yang lalai dalam shalat, pengen dilihat orang dan berat hati meminjamkan barang-barang yang berguna.

sebelum ngebahas dua ayat lain tentang shalat, yaitu shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dan tentang tujuan peradaban islam adalah agar shalat tegak

saya mau nulisin lagi satu tulisan tentang kenapa 5 waktu yang sekarang kita shalatlah yang dipilih oleh Allah menjadi waktu shalatnya ummat islam

Ka’ab al Akhbar seorang yahudi unik, nama yang baru tahun ini ditemukan (kemana aja aku ya,,, aduuuhhh begitulah membaca buku setiap nama keluar sesuai masa pengertiannya)
Ka’ab ini banyak melakukan dialog dengan Rasulullah, ilmunya didengar, Umar pun senang mendengar cerita-ceritanya, ilmunya bener-bener luas. Kisahnya yang terlambat masuk islam nanti kita bikin cerita sendiriya, juga kisah uniknya dengan Umar …. bener-bener ngajarin gimana dalam bermu’amalah dengan ahli kitab.

Ka’ab al Ahbar semoga Allah meridhainya berkata : aku membaca dalam sebagian yang Allah turunkan pada Musa ‘alaihi as salaam : “Wahai Musa dua raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, barang siapa mengerjakannya, maka aku ampuni dosa-dosa yang dikerjakan malam dan siang hari itu dan dia berada dalam perlindunganku.

Wahai Musa empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat dzuhur, pada raka’at pertamanya Aku berikan ampunan, di raka’at keduanya aku beratkan timbangan kebaikannya, di raka’at ketiga aku mengirimkan malaikat-malaikat khusus untuknya yang akan shalat bersamanya dan memohonkan ampunan untuknya, di raka’at keempat aku bukakan baginya pintu langit dan bercahayalah bidadari-bidadari untuknya.

Wahai Musa, empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat ashar, tidak tersisa satupun malaikat dilangit dan dibumi kecuali memohonkan ampunan untuk yang melaksanakan shalat, dan barangsiapa yang malaikat beristighfar untuknya maka aku takkan mengadzabnya.

Wahai Musa, tiga raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu tatkala matahari tenggelam, aku bukakan bagi mereka pintu langit, tidaklah mereka meminta sebagian kebutuhan kecuali Aku penuhi,

wahai Musa , empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu saat malam gulita, dan itu lebih baik bagi mereka dari dunia dan seisinya, dan dosa-dosanya keluar dari dirinya hingga bersih sebagaimana hari dilahirkan ibunya,

Wahai Musa , berwudhu Ahmad dan Ummatnya sebagaimana yang aku perintahkan, Aku memberi mereka dari setiap tetesan itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi

Wahai Musa, berpuasa Ahmad dan ummatnya satu bulan dari setiap tahun, yaitu bulan Ramadhan, aku memberi untuk shaum satu harinya satu kota di surga, dan aku memberi pahala kebaikan dari setiap amalan tambahan dengan pahala amalan wajib.
Aku menjadikan padanya malam lailatul qadar, barang siapa dari mereka yang memohon ampun satu kali dengan penyesalan yang bersungguh-sungguh dari hatinya, kemudian mati dimalam itu atau dibulan itu, maka aku memberikan pahala untuknya pahala 30 syahid,

Wahai Musa, sesungguhnya diantara ummat Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wa sallam) ada orang-orang yang hidup dengan penuh kemuliaan menegakkan shalat malam, mereka bersaksi bahwa tiada Sembahan selain Allah, aku berikan bagi mereka pahala para nabi ‘alaihim as salaam. kasih sayangKu bagi mereka adalah wajib, kemarahanKu atas mereka adalah jauh, dan Aku tidak menghalangi satu pun pintu taubat untuk seorangpun dari mereka selama mereka bersaksi Tiada Tuhan selain Allah.

Shalat yang ditegakkan dengan ruh seoerti ini adalah shalat dengan penuh kesadaran, bahwa setiap gerakannya adalah untuk menyembah Allah, untuk membuat Allah ridha,
Shalat yang ditegakkan dengan penuh rasa cinta, cemas dan harap

sepertinya belum akan membahas yang dua ayat lagi, tentang shalat mencegah berbuat keji dan mungkar, juga tentang superioritas peradaban.

kembali merenungkan upaya keras kita agar shalat ini dilakukan dalam dua frame besar, pertama mengingat Allah, mengingat kebaikan dan keutamaannya, mengingat pahala-pahala yang Allah berikan
kedua menjaga waktu shalat dengan sangat ketat dan penuh disiplin.

Dalam sejarah shalat di agama islam, qta menemukan pertama diwajibkan 3 waktu, kemudian dalam isra mi’raj diwajibkan 5 waktu,
jumlah raka’atnya pun, shalat-shalat yang sekarang 4 raka’at asalnya 2 raka’at, tetapi kemudian Rasulullah diperintahkan untuk menetapkan bahwa shalat dzuhur, ashar dan isha adalah empat raka’at, kecuali saat safar maka mendapat keringanan boleh menjadi dua.

Bagi orang-orang shaleh dikalangan orang yahudi, yang telah membaca semua itu dari kitab, mereka wait and see, hingga tersingkap kebenaran..

jadi planning kita ini, tentang shalat
shalat dzuhur yang beberapa saat lagi harus dilaksanakan, sekarang adalah pukul 12:30 tanggal 14 agustus 2013.
shalat dzuhur, waktu dimana api neraka dinyalakan, mesin neraka dipanaskan… shalat agar dihindarkan dari api neraka,
di raka’at pertamanya saat berdiri meresapi ayat-ayat yang dibaca sambil dalam hati memohon ampunan,
raka’at keduanya sambil mengingat sedikitnya amalan dan lalu memohon Allah memberatkan timbangan,
raka’at ketiganya merasakan kehadiran malaikat-malaikat yang akan memohonkan ampunan untuk kita
di raka;at keempat, dalam sujud-sujudnya, minta yang sebanyak-banyaknya sama Allah, lama bersujud, karena saat raka’at keempat pintu langit terbuka

syarat dan ketentuan berlaku
pintu langit akan terbuka waktu dzuhur yang tepat diraka’at keempat

yuuk siap-siap …..
ahh mikirin jadwal di imarat…. kabur aja dari kelas disetiap waktu shalat kali ya, atau break disetiap waktu shalat langsung saat itu jua… heeee

bismillah
allahumma ‘ainni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik

Shalat (1)

Bismillah

marilah bersiap siaga untuk Ramadhan tahun 1435, semoga Allah membuat kita sampai
sebagaimana surga, bersiap siaga, berhias untuk Ramadhan tahun depan …..

shalat tiang agama, rukun islam yang berupa bangunan, lalu tentang atap? apakah atap itu sebagai puncak, tujuan utama, ataukah atap itu sebagai pelindung?

tekad memperbaiki ritual-ritual,
dimana ibadah “ritual” adalah esensi, penyembahan kepada Allah dalam makna terdalamnya

Shalat,
pake buku tanbihul ghafilin biahaadits sayyid al anbiyaa wa al mursaliin
agar shalat semakin berasa sebagai cara menyembah Allah yang paling utama
membahas shalat, akan terkait masalah ‘dalil pensyariatannya dan hukum fiqih” …. tapi dua masalah ini ga dibahas khusus, buku dan tulisan yang bahas 2 hal ini udah banyak

disini saya mau mengetengahkan tentang shalat dari 4 sisi…..
pertama : surat Thaha ayat 14 :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku

kedua : surat an Nisa ayat 103 :
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”

ketiga : surat al ankabut ayat 45 :
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

keempat : surat al Hajj ayat 41 :
“orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”

sesudah dari sudut empat ayat tadi, kita akan membahas hadits-hadits tentang shalat

malam ini, kita bahas dua hal dari empat diatas, yaitu tentang shalat yang bertujuan mengingat Allah dan tentang shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya

sebelum membahas dua hal ini, saya kutip apa yang ditulis imam as samarqandy, tentang shalat

[sesungguhnya Allah ketika menciptakan tujuh langit dan menghiasinya dengan malaikat, kemudian membuat mereka menyembah Allah dengan cara shalat, maka mereka tidak lemah dan bosan dalam shalat meskipun sekejap.

Setiap penduduk langit berbeda cara menyembah Allah, ada yang ibadah dengan berdiri hingga hari kiamat, ada yang ibadah dengan ruku, ada yang ibadah dengan cara sujud, ada yang membentangkan sayapnya, adapun para penjaga ‘illiyiin dan arsy melakukan wuquf dan thawaf sekeliling arsy, bertasbih memuji Allah, dan memohonkan ampun bagi penduduk bumi.

Allah mengumpulkan itu semua dalam ibadah kaum beriman, sebagai tanda pemuliaan, sehingga kaum beriman memiliki bagian ibadah setiap penduduk langit, dan menambahkan al Qur’an untuk dibaca dalam shalat.

Maka Allah menuntut agar kaum beriman mensyukuri karunia cara penyembahan ini, dengan jalan menegakkannya sesuai syarat-syarat nya dan hukum-hukumnya]

kemudian imam as Samarqandy juga menulis :

[Dahulu kala dizaman-zaman awal manusia menempati bumi, iblis terlihat kasap mata, kemudian seorang laki-laki berkata pada iblis : wahai abu Murrah, bagaimana aku berperilaku sehingga aku menjadi sepertimu? Iblis menjawab : “celaka engkau, belum pernah ada yang meminta dariku seperti ini, bagaimana bisa engkau meminta, engkau anak manusia?”

lelaki itu berkata : sesungguhnya aku mencintai pertanyaan itu.

Iblis menjawab : adapun jika engkau ingin seperti aku, maka rendahkanlah shalat dan bersumpahlah atas sesuatu tidak peduli hal itu benar atau dusta

Lelaki itu berkata : mulai detik ini aku tidak akan meninggalkan shalat, dan tidak akan pernah bersumpah karena takut terjatuh dalam dusta

Iblis terbelalak dan berkata : tidak pernah ada yang menipuku sebelum ini, sungguh aku tidak akan pernah lagi menasihati anak Adam]

wuihhh, kereen nih lelaki, moga nanti di surga ketemu

a’udzubillah min asy syaithan ar rajiim
bismillahirrahmaanirrahim,
Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad

masuk bahasan :
pertama, tentang mendirikan shalat untuk mengingat Allah

Dalam tafsir ath Thabary, ada dua pendapat tentang makna ayat ini, pertama mendirikan shalat adalah untuk mengingat Allah. Kedua, mendirikan shalat itu adalah saat ingat akan shalat.
Dari dua pendapat ini, imam Thabary cenderung pada yang pertama, bahwa shalat adalah untuk mengingat Allah.

Kaum Mukminin, yang meyakini keberadaan Allah, percaya dengan apa yang dibawa oleh nabi Muhammad, adalah mereka yang menegakkan shalat, al Qur’an selalu menyebutkan tentang mendirikan shalat dengan kata “iqamah” “shalat”.
Al Qur’an tidak mensifati kaum beriman yang menegakkan shalat dengan bahasa tukang shalat (mushallin)

kata-kata mushallin (tukang shalat) adalah kata yang terdapat dalam surat al ma’un untuk menggambarkan shalatnya orang munafik.

Hal yang paling mengganggu tegaknya mengingat Allah adalah urusan dunia, khususnya perniagaan,

Allah mengabarkan hal itu didalam surat an Nuur ayat 37 :
“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula dilalaikan) oleh jual-beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”

Cara Allah mengingatkan disini sangat unik, bahwa Allah memuji mereka yang berniaga, menjadi kaya, tetapi semua itu tidak menyebabkan mereka lalai dari mengingat Allah.
jadi tujuan shalat itu mengingat Allah.

kedua, tentang shalat adalah kewajiban yang ditetapkan waktu-waktunya.

cerita dikit diluar topic ya, waktu mencari tentang kenapa waktu shalat wajib ada di 5 waktu di waktu yang Allah tentukan itu,
bahasan diawal babnya dalam buku tanbih al ghafilin adalah tentang keutamaan ummat Muhammad,
salah satu disebut dari ummat Muhammad ada 70 ribu orang masuk surga tanpa hisab,,,, hiks masih ada ga ya kuota nya ….
doa yuk , do’aku “semoga Allah menjadikan aku satu dari 70ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, aamien”

ini bab, yang didalamnya terdapat yang kucari, tentang waktu-waktu shalat, adalah bab tentang keutamaan ummat islam…. bab ini wajib diterjemahkan khusus lengkap, bukan dicomot kaya tulisan artikel tentang shalat…. bab yang bisa menentramkan para pegiat Indonesia Tanpa JIL, supaya dapat memandang permasalahan lebih komprehensif dan tidak linear …. banyak sekali dialog-dialog dengan nabi Musa,,, keren dan menguras air mata…..

semua yang nabi Musa inginkan ada pada ummat Muhammad, tapi Allah telah membuat nabi Musa ridha …. syukur tiada terhingga menjadi ummat nabi Muhammad …. karunia Allah …. dan dari ummat nabi Musa itu ada yang tetap dalam petunjuk dan ada pula yang bengkok.

balik lagi tentang waktu shalat….

kita mulai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan ABu Darda
“yang terbaik diantara ummatku adalah para pengamat langit dan matahari”
Abu Darda menjelaskan : mereka yang senantiasa menanti dan menjaga waktu shalat

Maka ketika dikatakan bahwa ihsan itu adalah “kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihatnya, dan apabila kamu tidak melihatnya maka Allah melihatmu”

jika dipraktekkan dalam shalat, ketepatan waktu dalam shalat sangat urgent. Ketika bumi berputar, waktu adalah sudut-sudut putaran, maka shalatlah saat pintu langit terbuka untuk dimensi ruang dan waktu yang terkait dalam sudut yang tepat, agar kita menyembah Allah dalam keadaan melihat atau terlihat

kenapa 5 waktu dipilih sebagai waktu shalat wajib, dulu kala suka nemu jawaban “ga perlu dipertanyakan?”

nah ternyata sekarang, alhamdulillah ketemu jawabannya

Haditsnya diriwayatkan Ali radhiyallahu ‘anhu

[Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk-duduk dengan kaum Muhajirin dan Anshar, datang padanya sekelompok Yahudi, mereka berkata : Wahai Muhammad sesungguhnya kami bertanya kepadamu, tentang kalimat-kalimat yang Allah Subhaanahu wa ta’alaa berikan pada Musa putra Imran, tidaklah kalimat-kalimat tersebut diberikan kecuali kepada para nabi yang diutus atau para malaikat muqarrabun.
an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “bertanyalah.”

Mereka berkata : kabarkanlah tentang shalat lima waktu yang Allah wajibkan kepada ummatmu.

anNabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “adapun shalat dzuhur, maka ia adalah waktu dimana neraka Jahannam dinyalakan, tidaklah seorang mukmin shalat diwaktu ini kecuali Allah mengharamkan atasnya bara Jahannam di hari kiamat.

adapun shalat ashar, ia adalah diwaktu adam memakan pohon, maka tidaklah seorang Mukmin mengerjakannya kecuali keluar dari dirinya dosa-dosa hingga bersih bagai hari dilahirkan ibunya, kemudian Rasulullah membaca : jagalah shalat-shalat dan shalat wustha”.

Adapun shalat Maghrib, maka ia adalah waktu dimana Allah menerima taubat Adam, maka tidaklah seorang muslim melaksanakannya dengan penuh pengharapan kemudian meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah berikan padanya.

Adapun shalat ‘atmah atau shalat isya,sesungguhnya kuburan itu gelap, dan hari kiamat itu gelap. Maka tidaklah seorang mukmin berjalan di kegelapan menuju shalat ‘atmah kecuali Allah mengharamkan atasnya bahan bakar neraka dan membuatnya sanggup melewati ash shirath.

Adapun shalat fajar, tidaklah seorang mukmin melaksanakn shalat fajar dalam jama’ah sepanjang 40 hari, kecuali ia terbebas dari dua hal : terbebas dari api neraka, dan terbebas dari kemunafikan.

Para rombongan berkata : benarlah engkau. wahai Muhammad mengapa Allah mewajibkan atas ummatmu puasa 30 hari?

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam menjawab : sesungguhnya Adam ‘alaihi as salaam ketika memakan pohon tersisa ruang diperutnya kadar 30 hari, maka Allah mewajibkan keturunannya untuk berlapar-lapar selama 30 hari. dan boleh makan dimalam hari sebagai karunia Allah kepada hambanya
rombongan berkata : engkau benar, kini kabarkanlah kepada kami ganjaran bagi ummatmu yang berpuasa

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Tidaklah seorang hamba shaum dibulan Ramadhan kecuali satu harinya dibalas dengan tujuh rupa imbalan, pertama meluruhnya daging-daging haram dari tubuhnya, kedua kedekatan terhadap kasih sayang Allah, ketiga dianugerahi amalan terbaik, keempat dijaganya dari kelaparan dan kehausan, kelima diringankan adzab kubur, keenam diberi cahaya dihari kiamat hingga bisa melewati shirath, ketujuh diberi karamat dalam kehidupan surga”
para rombongan menjawab : engkau benar wahai Muhammad, lalu kabarkanlah tentang keutamaan engkau atas para nabi,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : Tidaklah seorang nabi kecuali berdo’a meminta hukuman atas kaumnya, adapun aku menabung do’a untuk ummatku, yakni syafa’at dihari kiamat”
para rombongan menjawab : engkau benar wahai Muhammad “kami bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Engkau adalah utusan Allah”

orang-orang yahudi yang kemudian memutuskan berislam di saat itu , bersikap mengecek kenabian nabi Muhammad sesuai apa yang mereka terima dari kitab suci yang ada pada mereka.

menelusuri jejak keagungan ritual, bahwa inilah esensi ibadah, dan kemudian ada perintah-perintah Allah lainnya, keta’atan kepada Allah, totalitas penghambaan.

membangun peradaban berarti memperbaiki ritual kita pada Allah, menyembah Allah sebagaimana yang Allah gariskan buat ummat islam.

nah tentang tentang shalat

sebetulnya masih ada satu lagi kabar berita tentang waktu shalat ini, biar saja menjadi pembuka tulisan yang kedua esok insyaallah

tentang tulisan ini, tentang shalat,
mungkin ada yang berkata padaku : “kenapa aja loh selama ini? baru tahu yang beginian”
sesungguhnya aku berkata : astaghfirullah wa atuubu ilaihi

maklumlah gadis kampung yang tak pernah menjejak dunia (tapi berani-berani menganalisa dunia)

ahh, aku menganalisa dunia sesuai anugerah yang telah Allah limpahkan

dan karunia Allah bagi setiap orang itu berbeda-beda

Subhaana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yashifuun, wasalaamun ‘alaa al mursaliin
walhamdulillahi rabbil ‘aalamien