Rasulullah Muhammad salam sejahtera baginya dan keputusasaan

Bismillahirrahmaanirrahiim

saya punya janji hutang untuk mempertanggungjawabkan statement saya,
bahwa logika Dr Quraish Shihab pada acara di metro tanggal 12 juli “sesat”

saya coba cari-cari ceramah tersebut secara utuh tetapi belum saya dapatkan.
rekaman yang ada adalah rekaman sesudah memasuki segmen pertanyaan.

1. Pertanyaan pertama yang saya dengar :
“Riki Renaldi : Dalam menyebarkan ajaran islam, pernahkah Rasul ingin menyerah? dan bagaimana cara Rasul untuk kembali istiqamah”

Jawaban :
“Dr Quraisy Syihab : “menyerah tidak pernah | tidak pernah menyerah, antara lain karena Allah menguatkan hati beliau, ya kan menurut ayat kita ini

Kritisi saya :
dari jawaban, yang dimaksud “ayat kita ini, adalah ayat yang dibahas sebelumnya, yaitu surat al Isra ayat 74. yaitu
“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka”

kalau di cek ke surat al isra ayat 74, surat itu menceritakan bahwa Rasulullah hampir berkompromi dengan kaum kafir dalam urusan agama, tetapi Allah meneguhkan hati Rasulullah dengan isyarat-isyarat yang jelas bahwa kompromitas dalam keimanan tidak diperbolehkan, atas peristiwa ini maka Rasulullah berdo’a “Ya Allah jangan buat diriku bertumpu pada diri sendiri satu kedipan matapun”
Jadi ayat 74 menceritakan bahwa Allah menguatkan hati Rasulullah dari “menyerah” kepada kompromitas.

Adapun pertanyaan Riki Renaldi mengarah pada “apakah Rasulullah pernah menyerah (yaitu ingin berhenti berdakwah?)
ya ini sifatnya tebakan, perlu ditanyakan kepada Riki maksudnya apa?

Rasulullah sangat menginginkan bahwa “seluruh dunia menjadi muslim”,
keinginan ini melahirkan dua sikap yang keduanya ditegur Allah dengan cara yang berbeda,

1. Sikap pertama : Rasulullah marah dan bersedih atas sikap ingkar kaumnya, puncak dari kemarahan dan kesedihan ini digambarkan AL Qur’an dengan keinginan “bunuh diri”, bisa kita cek di surat al Kahfi ayat 6.

Rasulullah meyakini semua janji surga dan ancaman neraka, merasa sangat bersedih hati jika manusia terjatuh pada kubangan neraka yang abadi. Kesedihan yang amat sangat.
Keinginan bunuh diri Rasulullah ini kemudian disindir oleh Allah, dicela bahwa perbuatan “putus asa” hingga meniatkan bunuh diri itu tidak benar.

nah kalau menurut hemat saya pertanyaan Riki mengarah kesini, bahwa Rasulullah pernah “menyerah” hingga hampir bunuh diri, dan kemudian solusi yang datang dari Allah berupa sindiran keras atau teguran pedas.

Jadi Rasulullah sangat menginginkan kebaikan bagi manusia, tetapi manusia yang sangat dikhawatirkan keadaannya oleh Rasulullah malah enggan, lahirlah sikap Rasulullah hingga ingin bunuh diri.

2. sikap kedua Rasulullah, selain ingin bunuh diri, adalah yang dibahas di surat al Isra ini, bahwa Rasulullah hampir melakukan beberapa kompromitas keagamaan.
yaitu diantaranya keinginan orang-orang Thaif untuk diberikan waktu tangguh dalam beriman, mereka ingin membuktikan kesalahan sistem ibadah mereka dalam jangka waktu tertentu, jika terbukti bahwa “keagungan sembahan-sembahan mereka ternyata palsu, barulah mereka akan beriman”
kompromitas lain adalah mengganti banyaknya ayat-ayat ancaman menjadi ayat-ayat yang menghadirkan kasih sayang, dan sebaliknya, pada ayat kasih sayang menjadi suatu ancaman.
Hal-hal tersebut hampir disetujui oleh Rasulullah,
disaat tersebutlah Allah memberikan “kekuatan atau peneguhan hati dengan isyarat yang sangat jelas”
(Tafsir surat al isra ayat 72-74 yang saya tulis, disarikan dari Tafsir Ath Thabary)

Ini diantara maksud dari yang saya bilang,ada kesesatan dalam logika berpikir,
kalau bahasa Ustadz bachtiar natsier “salah framing”

hal tampak sepele tetapi sesungguhnya sangat krusial dalam kehidupan
kalau kita benar “menaruh frame” pada suatu ayat, maka banyak solusi praktis kita dapatkan
misalnya
1. bagi orang yang gampang putus asa kita bisa mengembangkan sindiran-sindiran yang tepat

2. Kalau berdakwah jangan sok hebat hingga menyanggupi mengkompromikan banyak hal termasuk apa-apa yang terkait dengan keMaha Kuasaan Allah.

insyaAllah kritisinya berlanjut

wallahu ‘alam bish showab

Tiada akan beriman Kecuali Allah berkehendak

Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah,
yang memberikan kesempatan membaca lembar-lembar tafsir an Naisabury ….

banyak hal yang njelimet, atau hal yang bikin waswas,
dapat dijelaskan oleh imam an Naisabury dengan logika yang sederhana dan dapat dipahami oleh saya,

sebagaimana ayat berikut ini :

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al an’am :111)

ayat ini, terutama bagian yang ditebalkan dan dimiringkan ….
menjadi bahasan panjang lebar dalam sekte-sekte akidah dikalangan ummat islam,
tentang takdir,
tentang maksud dari “kecuali jika Allah menghendaki”

penjelasan Imam an naisabury benar-benar cahaya dalam kegelapan

Imam an Naisabury menyimpulkan bahwa keimanan itu terdiri atas dua jenis, yaitu keimanan sukarela dan keimanan dipaksa.

Dua jenis iman itu berlaku dalam memahami ayat ini,

pemahaman ayat ini adalah, bahwa andaipun semua bukti dikeluarkan, tentang kebenaran Rasulullah Muhammad SAW dengan risalah yang diembannya, maka mereka tidak akan pernah beriman dengan keimanan yang berasal dari kerelaan mereka.

Mereka hanya akan beriman jika “dipaksa” oleh Allah untuk beriman

Mereka yang dimaksud dalam sabab nuzul ayat ini adalah 5 orang dedengkot penindasan kepada kaum muslimin sewaktu di Mekkah, yaitu : Al Walid bin Mughirah (ayahnya Khalid bin Al Walid), Al ‘Ash bin Al Wail (ayahnya ‘Amr bin al ‘Ash), Al Aswad bin ‘Abd Yaghuts, AL Aswad bin Al Muththalib, dan al Hirts bin Hanzhalah.

#sungguh brillian imam an Naisabury ini, cahaya ^_^

jadi,
Orang-orang yang dihatinya ada sifat takabbur, tidak akan pernah percaya, tidak akan pernah beriman dengan kerelaan,
mereka baru akan beriman jika dipaksa untuk beriman.

DISARIKAN dari tafsir an Naisabury jilid 3 hal 147

lisan yang terarabkan

Lisan yang menjadi arab,

Sungguh harus menjadi kebanggaan dan cita, saat al qur’an kitab suci kita diturunkan Allah swt dalam bahasa arab.

Allah bangga mensifati Al Qur’an dengan arab, redaksi “qur’aanaan ‘arabiyyan”
Maka betapa indahnya jika dapat memahami bahasa yang Allah pilih ini.

Jadi mimpi besarnya tentang al qur’an dan kepahamannya, dimulai dengan target utama anak, dan bisa juga dipakai remaja dan dewasa.
Mimpi ini akan diuraikan dalam dua kerja besar bidang penerbitan,
Pertama : menerbitkan buku-buku motivasional, pola pemikiran, dan wawasan… Misal buku komik ulumul qur’an yang diterbitkan tiga ananda (tiga serangkai)

Kedua : menerbitkan buku teknis dan sumber belajar…
Rencana nya untuk tipe buku ini ada 38 buku, yaitu :
6 buku buat belajar dari nol sampai siap belajar bahasa arab dan siap tahsin. Terima kasih untuk kyai as’ad human dengan ide iqra nya. Konsep buku nya mengadopsi iqra, tambahannya adalah 6 buku ini mecoba mengajak agar memahami apa yang dibaca, ia mirip kamus bergambar, asyik deh pokoknya, insyaallah.
Penerbit tiga ananda (tiga serangkai) siap meluncurkan bulan agustus

2 buku untuk latihan tahsin. Jadi buku ini menyebut sedikit teori tahsin (makhraj dan tajwid)… Tapi intinya ini buku isinya ayat-ayat al qur’an yang dikelompokkan berdasar tingkat kesulitan dan pembagian bab dalam pelajaran tahsin

30 buku untuk belajar bahasa arab,
30 buku ini adalah buku cerita bergambar, terdiri atas 10 tingkat dengan 3 kawan paralel di setiap tingkatnya,
Maksudnya bakal ada jilid 1a, 1b, 1c.
2a, 2b, 2c hingga 10a, 10b, 10c

Semoga Allah menghadirkan surga buat mam fifi, konseptor, founder dan ruler Jakarta Islamic School yang mengenalkan ke peter and jane… Konsep yang kemudian di adopsi…
Kesulitan utama dalam hal membuat seperti buku peter and jane untuk bahasa arab adalah

pertama, tentang tujuan pembelajaran,ini akan terkait kalimat yang dipilih untuk dikenalkan.
Kedua, pembagian level kata ganti,
Ketiga, pembagian level nahwu dan sharaf, dan
Keempat, keindahan bahasa

Kesulitan berikutnya adalah tentang tema cerita yang menarik sesuai dengan kata yang ingin dikenalkan
Dan masalah berikutnya tentang proses ilustrasi.

Masalah-masalah lambat laut teratasi (lambat laun, maksudnya telat… Hiks)

30 judul buku itu, judul-judulnya bakal begini :
1 : (a) bermain tanah, (b) mandi cahaya, (c) kembang api di malam rembulan.
2 : (a) tamasya ke sungai, (b) berlayar di lautan, (c) memecah air
3 : (a) ulang tahun mama, (b) senyum untuk papa, (c) pecahnya piala kaca
4 : (a) teka-teki gulungan coklat, (b) mama yang lembut kali ini marah, (c) kaki papa yang bengkak
5 : (a) crayon ajaib, (b) kapur bicara, (c) tinta penyihir
6 : (a) membuat kliping perang, (b) cinta perdamaian, (c) tetangga kami bu Maria
7 : (a) gadis cantik di hati az zubair, (b) nyanyian sa’da, (c) pesta meriah
8 : (a) mesin waktu, (b) aku mau sepotong roti, (c) pengemis yang menghilang
9 : (a) rahasia kakek umar, (b) terminal malaikat, (c) janji kami
10 : (a) batu terkutuk, (b) meneropong matahari, (c) robot perkasa

Cerita-cerita ini isi penceritaannya dibimbing 2buku imam baihaqy : syu’ab al iman dan fadhail al awqaat, plus tanbih al ghafilin nya imam as samarqandy

Klo kosakata yang diajarkannya adalah 1544 kata (klo ga salah itung)
Yang dicantumkan dalam mufradaat al qur’an karya imam ar raghib al ashfahani…

Klo pembagian level kata ganti, nahwu dan sharaf, insyaallah semoga mudah-mudahan bener-bener sesuai dengan karakter linguistik orang indonesia, jadi grammar arab yg diajarkan dengan memahami psikologis “kebahasaan” kita.
Tentang ini, terimakasih buat asatidzahku di stiu di alhikmah pada pelajaran nahwu dan sharaf, ustafz rasyid bakhbazy, ustaz mas’ud dan ustadz djadjat… Terima kasih juga buat syaikh khoory yg bangun ma’had al imarat di bandung, hingga bisa mengajarkan nahwu yg memperkokoh pemahaman.

Meramu semua itu menjadi suatu pekerjaan ilmiah dengan artwork yang menarik adalah pekerjaan yang semoga Allah mencatatnya sebagai amalan shalih,

Terima kasih buat penerbit tiga serangkai yang sangat sabar, dengan seseorang “telatan” seperti aku….

Aku itu ya udah telat paham, telat nikah, telat mengerjakan, telat deh hehe …Astaghfirullah…

Semoga penerbit tiga serangkai, pendirinya, dan seluruh pasukan pegiat bukunya, semoga senantiasa berjaya, menghadirkan jalan pencerahan bagi bangsa … Amal ibadah yang diterima Allah….

Semua ini, adalah saat Allah mengkaruniakan waktu enam tahun mengenal jalan bangka 3a pela mampang, jakarta selatan
Saat-saat nan indah menimba ilmu dari para pemangku dakwah mulia,
Ohh dirasat al hikmah tercinta…
Semoga menjadi kuliahan yang semakin besar, menjadi mercu suar ilmu… Ustadz Bukhary support untuk bikin paska sarjananya, dengan pengantar bahasa arab ^_^

Bismillahiirahmaanirrahim
Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad
Do’aku memohon kebaikan pada Allah dari apa yang aku kerjakan,
Dan berlindung pada Allah dari keburukan apa yang aku kerjakan

Al muzzammil – ketika (terlanjur) memahami yang berselimut

Al muzzammil,, surat yg ketiga turun pada Rasulullah,

Nah ingatan makna muzammil langsung terasosiasi selimut,
Tapi abis baca beberapa tafsir jadi memilih arti al muzzammil adalah ‘yang memakai mantel’

Seru banget baca maksud mantel disini
1. Mantel yg dimaksud adalah mantel yg dipakai Rasulullah untuk shalat
2. Mantel tersebut sebuah majaz, yaitu mantel kenabian dan risalah

Nah loh klo gitu setting surat ini bukan manggil Rasulullah yg lagi tidur pake selimut untuk bangun terus shalat malam,
Tapi Rasulullah udah bangun sedang siap2 mau shalat dengan mengenakan mantelnya.

Masyaallah jadi kebayang dinginnya malam trus siap siap shalat dengan jubah mantel keren

Kata aisyah jubah mantel itu panjangnya sekitaran 7 meter, menjuntai hingga kalau dipakai shalat Rasulullah juntaiannya bisa menyelimuti aisyah yg tertidur

Jadi penerjemahan bebas ayat2 awal surat al muzzammil adalah : “wahai orang yg bermantel untuk shalat, tetaplah bersikap demikian, laksanakan selalu yang demikian, bangunlah untuk melaksanakan shalat diseluruh malam kecuali sedikit untuk tidur, yaitu setengah malam, atau kurangi sedikit, atau tambahkan dari setengah, dan bacalah Al quran dengan tartil”

Itu semua adalah persiapan untuk dapat menerima sesuatu yang besar, yaitu al quran.
Betapa pentingnya sebuah persiapan
Mempersiapkan segala sesuatu dan bisa jadi persipan lebih lama dari acara intinya

Ini falsafah pendidikan dasar ke empat yang akan melekat di sekolah yg insyaallah akan saya bangun

Pertama falsafah basmalah

Kedua falsafah mencatat, bahwa pena adalah pemburu ilmu dan kemahiran mencatat menjadi pengajaran. Kisah antara ibnu syihab az zuhri dan shalih bin kisan sangat menginspirasi dimana ibnu syihab lebih mahir mencatat daripada shalih, maka az zuhri menjadi terdepan

Ketiga falsafah pengajaran, bahwa sekolah itu tempat mengajarkan ‘yang benernya’,

Keempat, falsafah persiapan, persiapkanlah segala sesuatu

Empat landsan yg didapat dari tadabbur al’alaq, Al qalam, al muzzammil

Trus selain itu akan ditanamkan perbedaan malam dan siang, perbedaan hari-hari, perbedaan bulan-bulan.
Bulan2 haram itu bukan harus dihormati orang arab saja, tapi seluruh ummat islam.
Kalau kita menganggap seluruh hari itu sama, semua bulan itu sama, kejadian deh kaya semalam,
Pas nisfu sya’ban, di ibukota negeriku malah digelar pesta pora

Memakmurkan waktu2 sebagaimana yang Allah ajarkan
Awal malam cepet tidur, terus bangun, biar dapet gelaran kata ‘nasyiatul lail’ penumbuh malam, hingga tanaman amalan malamnya menjulang hingga ke angkasa.
Jadi malam itu tidur 2-4 jam trus isi deh ama shalat

Siangnya?
Ini yg heboh, klo imam an naisabury bilang 3 hal di siang hari : tidur, istirahat dan pemenuhan kebutuhan.

Kegiatan malam yg paling baik adalah dzikir mengingat Allah dan mengkhususkan waktu untuk Allah,
Allah pemilik timur dan barat, maka berikanlah waktu-waktu khusus untuk beribadah dengan segenap jiwa raga
Jika kita mampu mengelola malam dengan benar, maka akan tampak nyata dari sikap tawakkal yang menghiasi pribadi

Hanya berserah diri kepada Allah

Ohw membongkar hidup, memanage waktu, sebagaimana yang Allah mau
Bismillah

Tadabbur al muzzammil 1-9

Al Qalam – Tinta Menuliskan Pemahaman (3)

Bismillahirrahmaanirrahiim

lanjut lagi yuuk,

kemaren sampai surat al Qalam ayat 16

jangan lupa Shalawat pada Rasulullah yaa

Allahumma Shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad

 

mulai ayat 17, menceritakan tentang derita yang dapat menghinggapi mereka yang ga percaya, ketika masih berada didunia, keadaan derita yang ditujukan sebagai ujian.

Trus, dalam rangkaian ayat 17-33 digambarkan, dalam barisan musuh, pasti masih akan kita temui kebaikan,

ini seni bertarung yang sering kita saya lupa,

seringkali saya menganggap semua musuh jahat,

Padahal mereka terdiri juga dari orang-orang baik, namun berbeda pandangan dan pendapat dengan kita.

Alkisah seorang kayaraya dengan hektaran kebun, memiliki banyak anak dan keturunan. Ia adalah seorang yang dermawan, sangat dermawan, termasuk pada hewan yang tak pernah dilarang mengais rizqi di kebun-kebunnya.

Saat sang kayaraya ini wafat, anak-anaknya ternyata punya sikap lain, kikir menjangkiti. berujar lah : “Tak seorang miskin pun boleh merasakan hasil panin, mari kita panen diwaktu pagi banget, kebun dikunci dan dijaga, besok ya kita panen, pagi banget”

Nah pas besok paginya : ternyata kebun sudah hancur tak bersisa. tak ada panen. ANak-anak sang dermawan itu kecele, bukan panen yang mereka dapat, tapi kesedihan, trus diantara yang jahat-jahat itu saling mencela satu sama lain.

(serasa denger kejadian kemaren: alat bukti tidak bisa dibeberkan disini, besok ya di pengadilan….. ehhh ternyata apa yang ada dipengadilan jauh berbeda dari yang diharapkan)

ayat 34, alhamdulillah, sesudah gambaran kengerian, Allah memberi janji indah bagi kaum yang mempercayaiNya, bagi manusia yang menjaga diri dari berlaku musyrik.

yaitu bagi orang bertaqwa, kelak ada kebun-kebun yang isinya semuanya kenikmatan, tanpa cape berkebun dengan segala macam problemanya.

Adalah diantara “keukeuhnya” kafir quraisy saat itu, bahwa mereka merasa ketika di dunia, Allah telah melebihkan kenikmatan pada mereka dibanding kenikmatan dunia yang ada pada kaum mukminin. maka jikapun akhirat ada maka merekapun tetap akan diberi kenikmatan yang lebih, atau minimal setara dengan apa yang didapat orang-orang yang percaya pada kenabian Muhammad.

Allah langsung menyanggah perkiraan orang-orang kafir Quraisy,

ayat 35 bilang : “Apa benar kami akan menjadikan orang-orang Muslim semisal orang-orang pendosa?”

trus dilanjutin 36 : “bisa ga sih kalian menyimpulkan dengan benar?”

trus dilanjutin ayat 37-38 : “apa kalian udah mempelajari suatu kitab dari langit, trus mendapat sesuai dengan yg dipelajari?

trus dilanjutin ayat 39 : “emangnya pendapat kalian itu bersumber pada janji Kami yang kemudian wajib Kami tepati dihari kiamat?

trus dilanjutin ayat 40-41 : “atau emangnya kalian punya pemimpin yang akan membela?”  atau punya sekutu-sekutu? kalau emang punya sekutu, nah datengin dong?

kapan didatengin para sekutu itu?

Allah berfirman dalam ayat 42-43 nya :

“ntar ya di hari yang beraaaaaat banget, hari dimana kalian disuruh sujud, tapi pada kagak bisa karena keadaan fisik mereka ga memungkinkan”

“mata-mata tertunduk, terhina, karena dulu mereka waktu didunia waktu masih pada segar bugar disuruh sujud, pada kagak mau”

ngeri duh baca ayat 44 ini, Astaghfirullah ya Allah jagalan keimanan hambaMu ini

kata Allah dalam ayat 44 : “Tinggalkan Aku dan orang yang ga percaya dengan al Qur’an, mereka akan tertimpa istidraj tanpa disadari

Istidraj itu adanya suatu kondisi baik yang kemudian kondisi baik ini memudar sedikit demi sedikit tanpa terasa

di ayat 44 ini para mufassir bilang : “udah jangan disibukkan diri dalam membalas cemoohan dan kejahatan mereka kaum yang ga percaya, serahin aja pembalasannya pada Allah” Fokuslah! pada pencapaian tujuan”

Allah memberi tangguh pada mereka, karana makar Allah sangat kuat.

makar Allah dan Istidraj adalah cara hukuman yang tidak terasa sebagai hukuman

na’udzubillah- semoga Allah melindungi kita semua

terus, unik banget yang sesudah  ayat 45

ayat-ayat yang mempertanyakan kenapa sih mereka kok bisa pada kafir?

Wahai kaum Mukmin “Apakah kalian dalam Berdakwah meminta upah, sehingga mereka merasa berat untuk beriman?

atau

mereka ga beriman karena mereka merasa tahu akan yang ghaib dan mereka punya akses pada lauh mahfudz?

 

nahhh, ayat 47 cakep deh

‘sabar ya dalam berhadapan dengan mereka, jangan gampang ngambek kaya nabi Yunus”

kisahnya udah pernah saya tulis, ini link nya : http://www.facebook.com/notes/tutik-hasanah/kisah-nabi-yunus/10150812456877293

kisah nabi Yunus nya masih di fb, nanti qta pindahin ke wordpress ya

 

sampe deh pada dua ayat terakhir,

Di zaman itu, dikenal kekuatan mata, pandangan yang memiliki efek mematikan, kemampuan yang ada pada bani Asad,

Kekuatan pandangan yang bisa naik berkali lipat karena adanya hasad dalam jiwa.

Allah menjaga nabi Muhammad dari bencana pandangan yang mematikan.

mereka hasad akan kenikmatan kenabian yang ada pada nabi Muhammad,

karena hasad itu pulalah tuduhan gila dialamatkan

betapa indahnya surat ini

ditutup penegasan bahwa al Qur’an penyebab manusia memiliki daya akal yang luar biasa dan bukan sebagaimana yang dituduhkan mereka bahwa yang dekat dengan al Qur’an menjadi gila

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia dan jin

 

Alhamdulillah

wallahu ‘alam bishshowab

Al Qalam – Tinta Menuliskan Pemahaman (2)

lanjut, berburu ilmu, yuuuk

Ambisi dan Persaingan

Dua kata yang ditambah lagi dengan kekuasaan, lengkap deh

itulah hidup,

ada banyak orang baik, potensial, mampu bertutur kata yang dapat mempengaruhi, ada banyak yang demikian di luar barisan kita

ambisi , persaingan, kekuasaan, ditambah lagi kekayaan ….

top banget dah ini pertarungan

Alkisah, ehhhh alkisah lagi

memang ingin berkisah

Bani Makhzum, menyimpan bara persaingan pada Qushay,

Bangsa Quraisy, lama terhadang, hidup diluar kota Mekkah, takut dibawah tekanan para Khuza’ah.

Tiba-tiba saja seorang pemuda yang dibesarkan di tanah ٍSyam dengan cerdik memegang kunci ka’bah dan menjamin keselamatan Quraisy untuk hidup di tengah kota.

Berduyun-duyunlah, kota dipenuhi Quraisy, Khuza’ah tersingkir, sang pemuda dielukkan menjadi pemimpin.

Ia, Qushay putra Kilab. Kilab pun tak pernah memapahnya berjalan. Kilab meninggal saat Qushay hitungan bulan, Qushay yang yatim hidup dengan ibu yang membawanya ke tanah Syam.

lalu kini Qushay telah kembali dan menjadi pahlawan Quraisy, dengan cara yang tidak memakan biaya? ahhh membuat bibit-bibit dengki.

Nasab Qushay lebih pertengahan, kepemimpinannya tak tergoyahkan, tiada jalan bagi Bani Makhzum menaikkan suara kecuali dengan penguasaan harta.

Jalan yangg membuahkan hasil, hingga zaman nabi  Muhammad SAW yang merupakan keturunan Qushay,

bani Makhzum telah setara, pendapat-pendapat mereka dalam mimbar Quraisy, di dengar, karena klan ini telah melesat kekayaannya.

Saat kenabian hadir pada Rasulullah Muhammad SAW, sosok fenomenal Bani Makhzum adalah al walid bin Mughirah, ia orang terkaya, terfasih, paling bijak, yang dikenal Quraisy saat itu.

Al Walid adalah ayah khalid bin Al walid sang pedang Allah,

Al Walid juga paman dari Abu Jahal si fir’aun ummat Islam

Al Walid dengan ngototnya memberikan sifat gila pada nabi Muhammad,

satu ejekan pada manusia terbaik, ejekan yang tidak dapat diterima.

nabi Muhammad bersabar atas itu, setiap ajakan dialog dari al walid tetap diladeni.

hingga suatu ketika ajakan kompromi diajukan al Walid,

ia mengajak agar agama yang dibawa nabi Muhammad adalah agama kompromi,

memadukan penyembahan Allah, dan tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir.

nabi Muhammad SAW kemudian membacakan apa yang Allah perintahkan bahwa “tidaklah boleh menerima jangan menta’ati ajakan al Walid”

nama al Walid tidaklah disebut, ayat 10-15 al Qalam hanya menyebutkan sifat-sifat al Walid.

Al Walid adalah orang yang :

1. Banyak bersumpah, banyak janji atas nama Allah, bahwa ia dalam kebenaran.

2. banyak berbuat maksiat

3. Suka ngegosip, ghibah, ngomongin kejelekan orang (catet : ghibah, klo ghibah itu berarti keburukan yang diomongin emang nyata adanya)

4. suka ngomporin, suka manas-manasin, sampe terjadi gontok-gontokan

5. bakhil dalam berinfaq di jalan Allah, bahkan ia bertekad siapapun yang berislam dari anak-anaknya (yang lelaki berjumlah 10) maka tidak akan mendapat bantuan ekonomi

6. melampaui batas kalau berbuat kedzaliman

7. Ga punya lagi syahwat seksual

8. Zanim (kita ngobrol point 8 ini belakangan)

9. banyak harta dan anak

10. bilang kalau al Qur’an itu dongeng belaka

Zanim tuh artinya tertuduh sebagai anak haram, serem ihh,

ternyata al Walid ini, saat berusia 18 tahun, ayahnya mengenali, kalau ia jauh dengan sifat-sifat fisiknya, maka al Mughirah mulai berubah sikap. Kenangan masa muda yang kemudian terungkit kembali saat turun ayat ini, dan kebenaran pun terungkap. AL Walid memaksa ibunya untuk bercerita yang sebenarnya, saat ibunya tutup mulut ancaman pedang pun dileher ibunya al Walid… dan jrennng ‘AL Walid adalah anak hasil zina dengan penggembala”

Astaghfirullah , na’udzubillah ….

zaman ini? tipikal al Walid gentayangan dimana-mana

asli …..

klo lihat acara yang dulunya J>> trus berubah jadi I>>

betapa tipikal-tipikal al Walid ini gentayangan

misal di hari-hari ini akan kita temuka kemiripan tiap karakter yang suka ditonton masyarakat di acara ntu ntu dan juga acara lainnya:

1. Nanti kita lihat di pengadilan _____ ( termasuk kategori Banyak bersumpah, banyak janji atas nama Allah, bahwa ia dalam kebenaran)

2. minum wine, clubbing, dll (banyak berbuat maksiat)

3. Suka ngegosip, ghibah, ngomongin kejelekan orang (catet : ghibah, klo ghibah itu berarti keburukan yang diomongin emang nyata adanya)

4. suka ngomporin, suka manas-manasin, sampe terjadi gontok-gontokan

5. ga boleh klo aktivis dakwah kaya harus miskin terus (mirip dengan bakhil dalam berinfaq di jalan Allah,)

6. bully terus sampa habis ( MIRIP SIKAP AL WALID melampaui batas kalau berbuat kedzaliman)

7. benci poligami halal tapi pro eyang syubur (mirip sikap al Walid, Ga punya lagi syahwat seksual yang benar)

8. edited

9. banyak harta dan anak

10. pisahkan agama dan negara ( bisa masuk kategori mereka yang bilang kalau al Qur’an itu dongeng belaka)

Maka dari itu wahai aktifis Islam sejagat raya (yang ngerti bahasaku ^_^)

HINDARI BERSIKAP SEPERTI AL WALID,

QTA HARUS BERBEDA, SANTUN DAN BANYAK ISTIGHFAR!

BANYAK JUGA MENDO’AKAN SUPAYA mereka PADA DAPAT HIDAYAH

soalnya ngeri banget hukuman buat al Walid tuh, asli ngeri banget.

jadi selama masih di dunia ayo yok dengan sabar membuat meyakinkan mereka bahwa kita sayang pada mereka dan ingin menunjukkan kebenaran

jikapun kita menyebut ancaman, maka buatlah redaksi yang menunjukkan bahwa ancaman itu datang dari Allah.

alhamdulillah nyampe ayat 10

kini saatnya rehat sebelum datang saatnya berjauhan dari kasur

lanjut besok insyaallah.

tetep jangan lupa 2014 no 3 PKS tea

Oh ya, yang paling bikin seneng, yang paling bikin terikat dengan surat ini adalah, satu ejeken dibalas 10

al Walid mengejek nabi Muhammad dengan satu ejekan “gila”

nabi Muhammad bersabar

Allah membalas dengan 10 ejekan

maka dari itu, banyaklah qta bershalawat pada Rasulullah, kata-kata baik diucapkan pada Rasulullah,

Shalawat yang akan menjadi pembeda kita dengan dia al Walid, makhluk lemah yang akan dihisab tanpa penonton, hanya dia dengan Allah saja. (menggigil aq)

1 shalawat untuk Rasul akan berbalik 10 kebaikan buat kita

Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘Alaa AAli Muhammad

Hasil Baca tafsir AnNasafiy-AnNaisabury (iqra 6-19)

Ayat 1-5 surat a ‘Alaq ini mengandung banyak muatan tentang pendidikan

Mulanya baca tafsir an Nasafiy aja, tapi sekarang ditambah dengan baca tafsir an Naisabury.

ada beberapa hal keren yang didapat dari paduan dua tafsir ini,

kalau dalam catatan sebelumnya saya paling menggaris bawahi bahwa tujuan dari pendidikan adalah membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Setelah baca an Naisabury, membuat pemikiran makin mengkristal, bahwa inti dari pengajaran pada anak sampai usia 12 tahun, adalah “mengajarkan cara”

1. Cara Membaca dan Memahami

2. Cara menulis dan mencatat ilmu

3. Cara berbicara dan merespon suatu peristiwa

Ajarkan Cara!

Dalam tafsir an Naisabury dicatat perbincangan Sulaiman dan Ifrit

Sulaiman bertanya pada ifrit ttg hakikat kata, ifrit menjawab ucapan adalah angin yg tak dapat tinggal. Sulaiman brtanya: apa yg mngikatnya? Ifrit menjawab: pencatatan,sesungguhnya pena adalah pemburu yg memburu ilmu, pena menangis dan tertawa. Jika pena ruku (memulai) menulis, semesta bersujud, jika pena bergerak, maka ilmu terpatri melewati malam dan siang

 

oke, kawan mari bikin sekolah yang engajarkan pencatatan ^_^ agar ilmu terikat dengan sempurna

 

Nah berikutnya sesudah ayat 1-5, ayat 6-19 memberikan pemahaman pada kita akan pentingnya “ibadah”

Tujuan utama pengajaran adalah agar manusia memahami pentingnya menyembah Allah.

Allah meberikan kisah dalam lanjutan surat al ‘Alaq ini tentang kisah ABu jahal, dan hal terutama hingga ia dijuluki bapak kebodohan, bahkan dijuluki Fir’aunnya Ummat Islam.

Abu Jahal adalah orang yang melampaui batas, ketika ia bersikap :

1. Melarang, mencegah dan menghalangi Rasulullah melaksanakan shalat. Shalat adalah cara menyembah Allah yang paling Allah sukai

2. dengki tanpa batas. Abu Jahal sangat dengki pada Rasulullah. Abu Jahal tidak berhati-hati dalam berkata-kata, ia mengatakan bahwa ia sangat dengki pada nabi Muhammad di saat kehidupan dan saat kematian. Abu Jahal tidak pernah berbuat sedikitpun. Adapun Fir’aun meskipun berbuat melampaui batas, tetapi ia telah mengurus nabi Musa dimasa kecil, dan menyatakan beriman pada Allah menjelang ajalnya akibat tenggelam.

3. sangat sombong, ABu jahal merasa diri paling hebat, paling kaya, paling banyak kawan, paling dikenal dalam klub-klub pertemanan. Allah kemudian menjawab jika Abu Jahal memanggil kawan-kawan ditempat mengobrolnya, maka Allah mencipta az Zabaaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka, yang kakinya di bumi kepalanya menjulang hingga ke langit tinggi.

Cara kematian Abu Jahal sangat tragis,dalam perang Badar dengan kepala terpenggal oleh Ibnu Mas’ud. Kematian Abu Jahal ada ditangan 4 pihak, yaitu dua putra ‘afra, Malaikat dan Ibnu Mas’ud.

3 hal ini harus dihindari manusia, bersikap berhati-hatilah, pahami teks dan konteks.

Misal sikap kehati-hatian yang ditunjukkan Imam Ali agar tidak masuk dalam kategori melarang shalat : “suatu ketika Imam Ali melihat orang-orang shalat dua raka’at sebelum shalat ‘ied, Imam Ali berkomentar bahwasanya Rasulullah tidak pernah melakukan itu. dikatakan kepadanya “kenapa tidak engkau larang?” Imam Ali menjawab aku takut termasuk kedalam golongan “orang yang melarang hamba melaksanakan shalat”

Dan yang terpenting dari semua ini, kita sebagai ummat islam dilarang ta’at pada tipikal orang seperti Abu Jahal.

Yang harus senantiasa kita lakukan adalah bersujud dan mendekatkan diri pada Allah,

sujud tilawah jangan lupa saat baca ayat terakhir ini.

 

ya allah, i love u, maka aku akan mengikuti rasulMu Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Tadabbur surat saba (4)

Di surat saba ayat 5

aku tersadarkan, bahwasanya dunia adalah pertarungan, jika kita meyakini sesuatu pasti ada yang kontra dan berjuang mencerabut apa yang kita yakini, bersikaplah selalu waspada.

Adalah suatu ketetapan yang berlaku adanya suatu kondisi bahwa mereka yang menentang al qur’an tampak ada pada posisi pemenang, lebih digjaya, lebih meyakinkan.
kondisi tersebut adalah kondisi yang menipu,
karena sesungguhnya mereka berada dalam selemah-lemah keadaan

Mereka para penentang al Qur’an, berupaya melemahkan keyakinan orang-orang beriman dengan bersilat lidah bersandaran pada al Qur’an. Kemudian terdapat pula mereka yang membuat keraguan pada al Qur’an, semboyan mereka adalah “jangan sampai al qur’an dibaca, yang kemudian menyebabkan al qur’an dipahami”

Para penentang ini termasuk kelas utama kaum kafir, diantara kalangan kafir terdapat mereka yang tidak mempercayai apa-apa yang disampaikan nabi Muhammad tetapi tidak melakukan upaya-upaya kontra.

Bagi kelas utama kaum kafir Allah mengancamkan ‘adzab, yaitu suatu kondisi derita plus rasa sakit yang tiada terperi, seburuk-buruk penderitaan. adapun bagi kaum kafir yang tidak melakukan perlawanan baginya adalah derita.

Orang-orang yang diberikan ilmu oleh Allah, yaitu mereka dari kalangan sahabat Rasulullah, juga para ilmuwan Yahudi masa itu yang berislam, mereka mengetahui dan meyakini dengan pasti, bahwa apa yang diturunkan pada nabi Muhammad adalah kebenaran.

Apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad memberikan petunjuk menuju jalan dimana disana ada pembalasan dendam dan rasa terima kasih.

Allah membalas mereka yang mengingkariNya.

dan Allah berterimakasih kepada hambaNya yang mengimaniNya

 

tadabbur surat Saba ayat 4-5

tadabbur dari tafsir an Nasafiy dan an naisabury

Tadabbur Surat Saba (3)

Segala puji bagi Allah, pujian yang akan mendalam maknanya jika para pelantunnya meyakini bahwa segala apa yang dilangit dan dibumi adalah milik Allah. Para pelantun pujian dituntut meyakini bahwa tanaman yang keluar dari bumi, atau bahan tambang yang dikeruk dari bumi, semua dapat hadir atas seizin Allah.

Alangkah mengherankan jika para expert pertanian dan pertambangan tidak sampai pada kesimpulan bahwa Allahlah pemilik segala pujian, sebagaimana jika mereka tetap pada sikap ingkar akan adanya hari berbangkit, yaitu hari dimana kematian berganti kehidupan.

Sikap ingkar dan tak mempercayai adanya hari berbangkit,bisa jadi diakibatkan kemapanan ilmu pertanian dan pertambangan, sehingga yang terasa adalah kuasa manusia dan melupakan kuasa Allah atas segala sesuatu.

Mereka yang ingkar berani berkata “Tidak akan datang kepada kami waktu yang kabarnya telah ditentukan itu”

Kita yang beriman harus menjawab dengan lantang “sungguh, hari berbangkit itu akan datang, Demi Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang tampak.

Allah yang tidak pernah luput dari pengawasanNya apapun meski sebesar atom atau sesuatu yang lebih besar atau yang lebih kecil dari atom, semua dalam pengetahuan Allah secara mendetil tercatat dalam kitabNya.

Kemahakuasaan Allah dalam pencatatan ini ditujukan untuk satu tujuan agar Allah membalas keimanan dan perbuatan shaleh dengan ampunan dan rizqi yang mulia.

Betapa berharganya keimanan, yaitu suatu rasa percaya akan keberadaan Allah, mengenaliNya dengan seluruh sifat-sifat yang dimilikiNya

Jadi yakinlah akan keberadaan Allah, tujukan setiap amal perbuatan kita, sesederhana apapun, seperti memungut duri dari jalanan untuk Allah. Agar kita mendapat balasan kebaikan dari Allah, sungguh Allah senang memberi umpan balik atas keimanan dan kebaikan yang kita lakukan

Tadabbur Surat Saba ayat 3-4

Tadabbur Saba (2)

Surat Saba satu dari 5 surat yang di mulai dengan pujian pada Allah ….mengajarkan bagaimana memuji Allah

Allah yang Maha Terpuji, segala pujian untukNya

pujian terbaik kan terlantun jika aku memahami

bahwa Allah mengetahui segala apa yang masuk ke dalam bumi

yaitu mereka yang mati dan kemudian dikubur, dikubur dimanapun, dapat dipastian setiap yang terbaring tak bernyawa masuk ke dalam bumi, mereka yang dikremasi sekalipun, abu nya kan tetap masuk ke dalam bumi.

Dan apapun yang terbenam ke dalam bumi, Allah mengetahui semua itu

tak ada rahasia yang tersembunyi bagiNya

Dan Allah mengetahui apa yang harus keluar dari setiap titik-titik bumi, tanamannya dan bahan tambangnya

Adapun langit maka ia menurunkan air hujan dan berbagai macam keberkahan

Langit, tempat dimana Malaikat-malaikat menaikinya

Langit, tempat do’a-do’a dan seruan kita, lalu Allah mengabulkannya

Dan Allah Maha penyayang, penuh kasih, Ia menurunkan dari langit segala kebutuhan kita

Allah Maha Pengampun atas kekhilafan kita dalam upaya mengeluarkan apa yang ada di dalam bumi

Maka dari itu pelajarilah pertanian dan pertambangan

mintalah ilmu keduanya pada Allah, sehingga saat keduanya keluar dari bumi, berkah langit turut menyertai

perhatikanlah bagaimana Allah menutup ayat ini, Allah penuh kasih sayang, dimana Allah menumbuhkan pertanian di bumi dan mengeluarkan bahan tambang dari bumi,

dan Allah maha mengetahui dalam proses keduanya, pasti ada hal-hal yang mencederai bumi, maka usaha-usaha reklamasi, konservasi atas kerusakan harus masuk kedalam budget,

maka dari itu ayat ini ditutup dengan kata “al ghafur”, Allah Maha mengampuni.

Inilah letak sangat istimewanya bahasa al Qur’an, penuh rahasia-rahasia

Tadabbur Surat Saba ayat 2

يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ

“Dia yang mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang menaikinya, dan Dia Maha penyayang dan Maha Mengampuni

Tadabbur disarian dari tafsir an Nasafiy