Syuhada itu mengajarkan cinta

Bismillahirrahmaanirrahim

apa ini pernah ditulis di blog ini,
lupa,
tapi sering tersampaikan
sesungguhnya aku sampai kelas 3 Tsanawiyah bingung dengan konsep nasionalisme dan islam
ga ngerti, asli

maka dari itu dari kecil, saat udah mulai ngeh dengan hal-hal nasioanalisme, cinta tanah air, tanah air islam, kira-kira kelas 4 sd, kalau ada pertandingan antara tim indonesia dengan tim negara lain, aku belum tentu membela indonesia, heheh, aku cari agama atlit-atlit itu

maka, kalau pertandingan bulu tangkis, Sidek bersaudara dari Malaysia lah yang suka dibela…
tuing-tuing

tapi kemudian semua itu memudar ketika foto imam Syahid Hasan al Banna dan agus salim,
terpampang di buku merah yang kutemukan di perpus sekolah
buku yang telah lupa judulnya, foto yang mengguncang nalar nasionalisme ku

“AKU HARUS MENCINTAI NEGERIKU, HARUS MENCINTAI BANGSAKU, IDENTITASKU SEBAGAI BANGSA INDONESIA”
identitas muslim ku justru hasrus menambah ragam kecintaan pada bumi Indonesia, karena Allah telah menjadikan setiap jengkal bumi boleh dijadikan tempat bersujud ummat Islam,
dmana bumi dipijak disitu langit dijunjung

studi berlanjut, Mesir yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia, palestina ….. Konferensi Asia Afrika ____ deretan kisah indah yang membentuk nalar nasionalisme ku

Imam Syahid Hasan al Banna telah mengajarkan aku cinta ….
seorang Muslim Arab, yang tak pernah berjumpa mengajarkan cinta

lalu dimasa kerja kini, seorang arab muslim lainnya kembali mengajarkan cinta
Syaikh Muhammad Muhammad Thayyib Khoory, seorang muslim arab bekerja untuk dakwah dan islam di Indonesia,
Ma’had bahasa arab, ma’had tahfidz, pondok yatim, da’i ….
betapa banyak desa yang telah terislamkan
syaikh yang ketika ditawari bisnis di Indonesia malah berkata “bisnis di dubai aja, di Indonesia untuk beramal”
beda deh sama hiruk pikuk di papua sana, atau migas kita, perusahaan asing yang berlomba ingin menguasai
oh sangat mengingat di tahun 1998 saat ingin belajar bahasa arab, hanya ada al Hikmah yang menyediakan pendidikan intensif dengan kurikulum LIPIA,,,, kini di kota dekatku ada dekat, menebar bahasa al Qur’an
Syaikh KHoory membangun di Bandung

ketakjuban akan suatu bangsa, bangsa arab yang telah Allah pilih menjadi bangsa pertama bersemainya Islam.

kini ketakjuban makin menjadi : Mesir

Jalan ini telah dipilih, jalan demokrasi, dengan semua resiko dan konsekuensinya.
mesir, bangsa muslim arab yang mengajarkan keteguhan….. mengguncang nalar

tulisan ini tulisan pembuka, untuk membuka sudut pandang kita tentang
“mengapa Allah menciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku”
Allah sampaikan dalam surat al Hujuraat “agar saling mengenal”

Rasulullah menyampaikan : “tiada keutamaan bangsa arab atas bangsa non arab, tidak pula ada keutamaan bangsa non arab atas arab, kecuali keutamaan atas dasar taqwa”
dimanakah kita menempatkan hadits persamaan ini?

lalu bagaimana dengan konsep bahwa Allah melebihkan satu atas lainnya?
dimana pula kita menerapkannya?

supaya kita mengenal, ketika menuliskan keutamaan suatu tempat, suatu adat,
juga menuliskan kekurangannya , bukan berarti rasis, atau berasal dari jahiliyah
tetapi kita belajar “agar mengenal”

di negeri kita tercinta Indonesia, misal
adalah fakta bahwa daerah yang pertama mengenal dan bersemainya kehidupan bernegara adalah daerah jawa barat : salakanagara, banten tepatnya ….
dalam kisah pendirian Indonesia pun …… mayoritas tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dari seantero nusantara pernah meminum air bandung
sukarno, M Natsir , de el el ….

mengenal agar kita mengerti,
bagaimana bisa Allah membuka pintu syahid di Mesir sana,
mengapa ini, mengapa itu?
bagaimana ini , bagaimana itu
belajar pertama-tama dengan hadits-hadits yang Rasulullah sampaikan
frame besar mengenal geografis, suku, geopolitik

agar tak tersesat mengarungi kemajemukan dan perbedaan

sungguh nikmat malam ini membuka suatu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”
dikutip dari Hadits NO 8194 – Al Mustadrak ‘alaa shahiihaini- Al Hakim
redaksi yang paling aku suka, hehehe, soalnya redaksi di buku lain mengkhususkan pada orang non arab : Persia ^_^

betapa jauhnya medan syahid itu, bumi Musa bertumbuh (walau pasti ada yang berkomentar “di Indonesia juga banyak masalah)
betapa jauhnya negeri rebutan berbagai budaya itu,
tapi ilmunya, keimanannya, pemikiran terbaiknya akan kugapai
do’aku : semoga Allah mengumpulkan aku bersama para syuhada itu, aamien

oh iya redaksi hadits no 8194 itu lengkapnya adalah :
“Hakim berkata : mengabarkan pada kami abul Husein, Ahmad bin ‘Utsman bin Yahya al Bazzar yang tinggal di Baghdad, ia berkata : berkata kepada kami al ‘Abbas bin Muhammad ad Duwary, ia berkata : berkata kepada kami al Hasyim bin al Qasim, ia berkata : berbicara padaku Abdurrahman dari Abdullah bin Dinar, dari Zaid bin Aslam dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma : Berkata an Nabiyy Shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Aku melihat kambing hitam yang banyak, masuk ke wilayah mereka kambing putih yang banyak.
Orang-orang berkata : “apa takwil engkau tentang itu wahai Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam)”
Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata : orang non arab menjadi sekutu kalian dalam agama kalian dan nasab kalian”

orang-orang berkata : orang-orang non arab wahai Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) ?
Rasulullah (Shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata : “orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”

Hadits ini shahih sesuai syarat Imam Bukhari, tetapi Imam Bukhary dan Imam Muslim tidak mengeluarkannya

oh aku sungguh suka ini :

“orang-orang non arab itu seandainya keimanan menggantung dilangit pada bintang-bintang, maka mereka akan mengejarnya mendapatkannya. manusia yang paling berbahagia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s