beda pandangan di dalam barisan

masyaAllah, alhamdulillah

menemukan kata-kata yang baik dalam mengatasa perbedaan pandangan

itulah suatu hasil tadabbur “jangan mendahului Allah dan RasulNya”
terlihat dari sikap keseharian

Dr Raghib as Sirjani, yang bukunya aku suka banget,
buku yang membuka cakrawala membaca
hingga mau berletih-letih membaca

tentang kejadian mesir,
beliau ternyata berbeda pandangan cra merespon kudeta terhadap pemimpin yang keren Dr Mursi

sesungguhnya, sebelum hari kemaren, ga terlalu perhatian-perhatian amat sama Dr Raghib as Sirjani,
tapi sesudah menemukan kata-kata penting tentang bagaimana jika berbeda pandangan dalam satu barisan.

kesimpulan saya atas pernyataan beliau : “satu pandangan bukan suatu keharusan, yang harus dijaga adalah kesatuan barisan, dan kesatuan barisan itu bisa dicapai dengan tidak gegabah memberikan pandangan dan pendapat pada hal-hal yang sangat krusial yaitu menyangkut keta’atan anggota barisan, berikan pendapat kepada mereka yang punya kekuasaan menetapkan”

bisa dicari dalam statement beliau dalam judul أين أنا / د.راغب السرجاني

abis nemuin kata cantik ini, hunting deh who is he more deep

wew, ternyata dokter bedah yang ahli sejarah, meni asyik pisan

alhamdulillah

hunting deh pemikiran-pemikiran beliau,
kedapetannya bahwa : fikrah ikhwan + baca sejarah mendalam + baca buku-buku tafsir
bisa mendekatkan kesamaan analisa atas berbagai permasalahan,

misal tentang Peradaban

peradaban materi itu tujuan atau efek ya?
bisa jadi tidak usah dibenturkan, tetapi pada kenyataannya Allah sering menguji dengan membuat keadaan-keadaan.

dalam pandangan Dr Raghib, peradaban materi, bukanlah tujuan, kekokohan peradaban materi adalah bonus dari Allah atas : “ditegakkannya shalat, ditegakkannya zakat dan ditegakkannya amar ma’ruf nahi munkar”

shalat telah diwajibkan sebelum isra mi’raj, tapi tidak lima waktu
kemudian dikukuhkan menjadi lima waktu saat isra mi’raj

zakat diwajibkan tidak saat telah makmur, ia mulai diwajibkan tahun pertama hijrah
perang mulai dibolehkan tidak saat makmur

tujuan kita bukan pemenuhan peradaban materi, bukan kesejahteraan materi,
tetapi mengajak manusia agar menyembah Allah dalam keadaan sempit apalagi sesudah lapang ….

semua itu perlu strategi-strategi yang setiap strategi memiliki resiko

dari tulisan-tulisan Dr Raghib di islamstory.com , ada judul “kembalinya Turki”

para ilmuwan muda indonesia, yang terafiliasi pada partaiku ^_^
menganalisa bahwa “politik turki perlu ditiru”
ketika “berdamai dengan sekularisme”

adapun Dr Raghib, tatkala menyaksikan kemakmuran Turki berkesimpulan lain,
bahwa kemakmuran yang sekarang Turki rasakan adalah keberkahan karena kembali pada islam

Dr Raghib mengetahui adanya jenis-jenis sekularisme, dan beliau mengungkap itu dalam artikel “kembalinya Turki”
tetapi tidak serta merta membuat beliau merasa perlu mengambil ala turki, itu adalah terjepitnya sebuah keadaan.

tidak semua orang mengalami kasus seperti Ammar bin Yassir, sehingga menyatakan dengan lisannya kekafiran,
dan hatinya tetap teguh dalam keimanan

karena perjuangan itu sepanjang hidup, maka perlu kiranya diskusi berkesinambungan

dan kesadaran yang terbangun adalah perbedaan-perbedaan itu akan ada selamanya
dicari pemimpin yang mampu memanage perbedaan-perbedaan

juga tidak selamanya pendapat yang benar yang berlaku,

tentang semuanya ini adalah kehendak Allah, kemudian musyawarah diantara manusia

semoga Allah memasukkan kita semua orang-orang yang beriman kedalam kasih sayangnya

oh ya Rabb seruan di Rab’ah itu : “islamiyyah-islamiyyah, islamiyyah-islamiyyah”

Shalat (2)

Bismillahirrahmaanirrahim
Alhamdulillah, pujian bagi Allah atas karunia iman dan islam
Allahumma Shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad
amma ba’du

Mari-mari kita lanjut memperbaiki ritual-ritual kita
dengan memberikan jiwa pada shalat-shalat yang kita tegakkan

bahasan di artikel berjudul Shalat (1) adalah tentang bahwa shalat adalah untuk mengingat Allah, dan waktu shalat itu telah ditentukan…

jadi kita telah berupaya membuat shalat itu untuk mengingat Allah, bahwa kita sedang menyembah Allah dengan gerakan-gerakan yang Allah sukai sebagai cara menyembahNya.
dan juga bagaimana mendidik diri untuk selalu tepat dalam waktu shalat …bagian sedikit berat buat saya, suka asyik banyak hal….
kini bertekad untuk selalu tepat waktu menyembah Allah,

supaya tidak dicap lalai seperti shalatnya orang munafiq
sebagaimana digambarkan surat Al Ma’un bahwa yang celaka dalam shalatnya adalah mereka yang shalat tidak tepat waktu, mengakhirkan shalat, dan yang penting orang udah melihat klo mereka dah shalat.
na’udzubillah….

oh ya suka ada yang mengaitkan antara awal surat al ma’un dengan bagian tadi, sebetulnya itu dua hal yang berbeda…

Orang yang mendustakan hari berbangkit, orang kafir yang ga percaya adanya hari akhir, mereka adalah orang yang menelantarkan anak yatim, dan ga suka ngasih makan orang miskin.

sedangkan bagian keduanya cerita tentang orang munafiq yang lalai dalam shalat, pengen dilihat orang dan berat hati meminjamkan barang-barang yang berguna.

sebelum ngebahas dua ayat lain tentang shalat, yaitu shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dan tentang tujuan peradaban islam adalah agar shalat tegak

saya mau nulisin lagi satu tulisan tentang kenapa 5 waktu yang sekarang kita shalatlah yang dipilih oleh Allah menjadi waktu shalatnya ummat islam

Ka’ab al Akhbar seorang yahudi unik, nama yang baru tahun ini ditemukan (kemana aja aku ya,,, aduuuhhh begitulah membaca buku setiap nama keluar sesuai masa pengertiannya)
Ka’ab ini banyak melakukan dialog dengan Rasulullah, ilmunya didengar, Umar pun senang mendengar cerita-ceritanya, ilmunya bener-bener luas. Kisahnya yang terlambat masuk islam nanti kita bikin cerita sendiriya, juga kisah uniknya dengan Umar …. bener-bener ngajarin gimana dalam bermu’amalah dengan ahli kitab.

Ka’ab al Ahbar semoga Allah meridhainya berkata : aku membaca dalam sebagian yang Allah turunkan pada Musa ‘alaihi as salaam : “Wahai Musa dua raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, barang siapa mengerjakannya, maka aku ampuni dosa-dosa yang dikerjakan malam dan siang hari itu dan dia berada dalam perlindunganku.

Wahai Musa empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat dzuhur, pada raka’at pertamanya Aku berikan ampunan, di raka’at keduanya aku beratkan timbangan kebaikannya, di raka’at ketiga aku mengirimkan malaikat-malaikat khusus untuknya yang akan shalat bersamanya dan memohonkan ampunan untuknya, di raka’at keempat aku bukakan baginya pintu langit dan bercahayalah bidadari-bidadari untuknya.

Wahai Musa, empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu shalat ashar, tidak tersisa satupun malaikat dilangit dan dibumi kecuali memohonkan ampunan untuk yang melaksanakan shalat, dan barangsiapa yang malaikat beristighfar untuknya maka aku takkan mengadzabnya.

Wahai Musa, tiga raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu tatkala matahari tenggelam, aku bukakan bagi mereka pintu langit, tidaklah mereka meminta sebagian kebutuhan kecuali Aku penuhi,

wahai Musa , empat raka’at yang Ahmad dan Ummatnya shalat dengannya, yaitu saat malam gulita, dan itu lebih baik bagi mereka dari dunia dan seisinya, dan dosa-dosanya keluar dari dirinya hingga bersih sebagaimana hari dilahirkan ibunya,

Wahai Musa , berwudhu Ahmad dan Ummatnya sebagaimana yang aku perintahkan, Aku memberi mereka dari setiap tetesan itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi

Wahai Musa, berpuasa Ahmad dan ummatnya satu bulan dari setiap tahun, yaitu bulan Ramadhan, aku memberi untuk shaum satu harinya satu kota di surga, dan aku memberi pahala kebaikan dari setiap amalan tambahan dengan pahala amalan wajib.
Aku menjadikan padanya malam lailatul qadar, barang siapa dari mereka yang memohon ampun satu kali dengan penyesalan yang bersungguh-sungguh dari hatinya, kemudian mati dimalam itu atau dibulan itu, maka aku memberikan pahala untuknya pahala 30 syahid,

Wahai Musa, sesungguhnya diantara ummat Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wa sallam) ada orang-orang yang hidup dengan penuh kemuliaan menegakkan shalat malam, mereka bersaksi bahwa tiada Sembahan selain Allah, aku berikan bagi mereka pahala para nabi ‘alaihim as salaam. kasih sayangKu bagi mereka adalah wajib, kemarahanKu atas mereka adalah jauh, dan Aku tidak menghalangi satu pun pintu taubat untuk seorangpun dari mereka selama mereka bersaksi Tiada Tuhan selain Allah.

Shalat yang ditegakkan dengan ruh seoerti ini adalah shalat dengan penuh kesadaran, bahwa setiap gerakannya adalah untuk menyembah Allah, untuk membuat Allah ridha,
Shalat yang ditegakkan dengan penuh rasa cinta, cemas dan harap

sepertinya belum akan membahas yang dua ayat lagi, tentang shalat mencegah berbuat keji dan mungkar, juga tentang superioritas peradaban.

kembali merenungkan upaya keras kita agar shalat ini dilakukan dalam dua frame besar, pertama mengingat Allah, mengingat kebaikan dan keutamaannya, mengingat pahala-pahala yang Allah berikan
kedua menjaga waktu shalat dengan sangat ketat dan penuh disiplin.

Dalam sejarah shalat di agama islam, qta menemukan pertama diwajibkan 3 waktu, kemudian dalam isra mi’raj diwajibkan 5 waktu,
jumlah raka’atnya pun, shalat-shalat yang sekarang 4 raka’at asalnya 2 raka’at, tetapi kemudian Rasulullah diperintahkan untuk menetapkan bahwa shalat dzuhur, ashar dan isha adalah empat raka’at, kecuali saat safar maka mendapat keringanan boleh menjadi dua.

Bagi orang-orang shaleh dikalangan orang yahudi, yang telah membaca semua itu dari kitab, mereka wait and see, hingga tersingkap kebenaran..

jadi planning kita ini, tentang shalat
shalat dzuhur yang beberapa saat lagi harus dilaksanakan, sekarang adalah pukul 12:30 tanggal 14 agustus 2013.
shalat dzuhur, waktu dimana api neraka dinyalakan, mesin neraka dipanaskan… shalat agar dihindarkan dari api neraka,
di raka’at pertamanya saat berdiri meresapi ayat-ayat yang dibaca sambil dalam hati memohon ampunan,
raka’at keduanya sambil mengingat sedikitnya amalan dan lalu memohon Allah memberatkan timbangan,
raka’at ketiganya merasakan kehadiran malaikat-malaikat yang akan memohonkan ampunan untuk kita
di raka;at keempat, dalam sujud-sujudnya, minta yang sebanyak-banyaknya sama Allah, lama bersujud, karena saat raka’at keempat pintu langit terbuka

syarat dan ketentuan berlaku
pintu langit akan terbuka waktu dzuhur yang tepat diraka’at keempat

yuuk siap-siap …..
ahh mikirin jadwal di imarat…. kabur aja dari kelas disetiap waktu shalat kali ya, atau break disetiap waktu shalat langsung saat itu jua… heeee

bismillah
allahumma ‘ainni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik