Shalat (4)

Alhamdulillah,
artikel shalat ini telah mencapai judul ke 4, insyaallah semuanya 5

Shalat, adalah ibadah utama yang menjadi tujuan.
Bahwa peradaban yang kita bangun adalah peradaban yang memperlihatkan keindahan menyembah Allah.
Bahwa alat-alat teknis, kemajuan peradaban material yang ditemukan adalah terutama untuk membuat mereka yang menegakkan shalat semakin mudah nyaman dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Allah gariskan.
Ketika shalat harus tepat waktu maka dunia hitung langit, astronomi berkembang,
ketika shalat harus berwudhu, dengan baik tanpa boros air, maka teknologi-teknologi tentang tekanan air dan tempat wudhu berkembang dizaman lampau,
demikian, bahwa ibadah-ibadah yang Allah gariskan menjadi rukun islam, adalah sentral yang mengarahkan gerak langkah kehidupan.
Peradaban materi, kemajuan teknis-teknis yang kita capai adalah agar rukun islam tegak dengan sebaik-baiknya
ketika shalat harus tepat waktu pekerjaan banyak dimana-mana,
maka transportasi yang baik menjadi tuntutan, agar waktu bisa efisien, selalu tepat ^_^

demikianlah tujuan peradaban yang dibangun oleh para sahabat, kita perhatikan ayat berikut ini :
“orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”

ayat ini adalah ayat yang memberikan penjelasan atas sifat sahabat Rasulullah, kita lihat ayat sebelumnya ini :

“orang-orang yang diusir dari rumah-rumah mereka tanpa alasan yang benar, yaitu sebab mereka berkata Rabb kami adalah Allah. Dan jikalah Allah tidak menahan kebengisan manusia atas manusia lainnya maka akan dihancurkan biara-biara, kuil-kuil, shalat-shalat, dan mesjid-mesjid yang didalamnya disebut nama Allah dengan banyak. Sesungguhnya Allah selalu menolong siapa yang menolongnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa”

Orang-orang yang dimaksudkan disini adalah orang-orang Muhajirin, kaum yang telah membuat Allah yakin, bahwa saat mereka berkuasa maka mereka akan menegakkan shalat, zakat, dan memerintah manusia untuk bertauhid, serta mencegah manusia dari kemusyrikan

Jadi tugas utama kita dalam membangun peradaban adalah membuat Allah yakin bahwa saat Allah memberikan hidup yang digjaya di muka bumi, maka kita akan mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan dan memerintah manusia untuk bertauhid, serta mencegah manusia dari kemusyrikan.

hal-hal yang mendasar ini harus selalu kita hadirkan,
mungkin saja kita menghadirkan takwil-takwil lain pada shalat,
adanya mukjizat gerakan shalat, adanya penelitian waktu shalat yang pas dengan waktu biologis tubuh, dll,
tetapi inti beragama adalah keta’atan pada kalimat yang Rasulullah sampaikan,
jangan sampai pencarian tambahan melupakan yang utama.

esok tentang shalat adalah berporos pada hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum dituliskan

insyaAllah

do’aku semoga allah menolong para mujahidin di Mesir, kaum yang saat Allah meneguhkan posisi politik sosial ekonomi mereka di muka bumi, maka mereka adalah kaum yang menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menyeru pada tauhid serta mencegah kemusyrikan, Aamien

Shalat (3)

Bismillah
alhamdulillah, seluruh pujian hanya bagi Allah Rabb semesta alam
Ashsholaatu wa as salaam ‘alaa Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

lanjut lagi memperbaiki ritual-ritual, agar baik hidup kita dunia akhirat ….

pagi ini dikejutkan dengan statement seseorang yang saya kagumi, beliau membandingkan 4 khulafaur rasyidin dan mengatakan Umar yang paling lemah ibadah mahdhahnya dan paling sukses memerintah,
na’udzubillah dari memperbandingkan macam begini, yang belum tentu perbandingannya benar.
mereka adalah orang-orang pilihan yang sifat ibadah mereka terabadikan dalam al Qur’an
mereka adalah ar Raasyiduun, sahabat pilihan yang telah jelas keutamaan dan afdhaliyah masing-masing, tercatat dalam buku-buku hadits, maka kita adalah membandingkan dan menyebut keutamaan setiap mereka sesuai apa yang Rasulullah sampaikan.

balik ke shalat, insyaAllah hari ini membahas tentang shalat yang mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
kita cek ayatnya :

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

ayat yang menghujam akan tujuan esensi penciptaan manusia adalah untuk beribadah, dan ayat ini menjelaskan yang paling tinggi nilai ibadahnya adalah shalat.
seseorang yang baik dan benar shalatnya, selalu mengingat Allah maka akan ta’at dan patuh kepada apa yang diperintahkan Allah

tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah
dan shalat mencegah perbuatan keji dan munkar
mengingat Allah itu mencegah perbuatan keji dan munkar

kubek-kubek buku tafsir, tentang ayat ini, klop in dan bikin makin ngerti paduan antara tafsir imam ath Thabary dan tafsir imam an Naisabury

ayat ini dimulai dengan bacalah al Qur’an,
klo kita gabung-gabung, secara pendidikan,
shalat diperintahkan diajarkan mulai 7 tahun,
berarti sebelum usia tujuh tahun, anak-anak harus sudah banyak hafalan al Qur’an dan atau sudah bisa membaca AL Qur’an

kemudian ayat ini datang dengan perintah “dirikanlah shalat”
semua tafsir bilang dirikanlah shalat dengan batasan-batasan yang mengiringinya, yang paling utama shalat itu untuk mengingat Allah dan mesti pada waktunya.

nah mulai diayat “sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar”,
tafsiran tentang kata shalat ada dua,
“shalat disini pertama artinya al qur’an yang banyak dibaca dalam shalat….
kedua, shalat disini artinya shalat itu sendiri.

logika shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar, dijelaskan secara sederhana oleh imam Ibnu ‘Abbas, “shalat yang didalamnya dibacakan banyak ayat al Qur’an adalah shalat yang bisa menghalangi perbutan keji dan munkar, karena shalat MEMUTUS seseorang dengan maksiat, bagaimana dapat berlaku makshiat JIKA DISIBUKKAN DENGAN SHALAT

[aku demen banget dengan logika-logika sederhana begini, kebayang deh bikin sekolah al qur’an yang dicita-citakan itu, bagaimana nanti membuat PENGAJARAN shalat menjadi “mainstream”,
mulai dari desain mesjid dan tempat wudhu, pembagian jam belajar, sikap sebelum dan sesudah shalat.
trus ekspresi rasa anak-anak sesudah shalat]

jadi membayangkan, sikap ekspressnya adalah “sorry ya, gua kagak bisa maksiat, udah sibuk sama shalat”

kata imam as samarqandy dalam tanbiih al ghafilin ,
shalat yang baik itu mengandung 12 unsur …. klo shalat yang benar harus dibahas secara fiqih, dan itu buku-bukunya udah banyak, ngajarin gimana berdiri, duduk, dll.

kita akan coba disini bagaimana shalat dengan batasan-batasannya dari sisi “baik”

12 unsusr kebaikan shalat itu,
pertama : ilmu
ilmu ini tiga aspek : pertama, tahu hukum fiqih shalat, wajib dan sunnahnya, kedua tahu fikih wudhu, ketika tahu makar syetan dan bersungguh-sungguh memerangi setan dalam shalat.

kedua : bersih
bersih pada tiga aspek : pertama, hati bersih dari iri, dengki dan curang. kedua, badan bersih dari dosa, tiga membaguskan wudhu tanpa boros air

ketiga : pakaian
tiga aspek : pertama berasal dari harta halal, kedua bersih dari najis, ketiga model sesuai syariah tidak dimaksudkan kesombongan

keempat : ketepatan waktu
mengandung tiga aspek , pertama sering lihat jadwal shalat dan melihat jam. kedua, menanti mendengar adzan, ketiga, merasa terikat dengan waktu-waktu shalat

kelima : menghadap qiblat
tiga aspek juga : pertama : fisik menghadap ka’bah. kedua : hati menghadap Allah, ketiga : tunduk dan merendahkan diri

keenam : niat
meliputi tiga askep, pertama : tahu shalat apa yang dikerjakan,
kedua : menyadari bahwa sedang berdiri dihadapan Allah, maka berdiri dengan penuh rasa hormat dihadapan dzat yang penuh wibawa. ketiga : mengosongkan hati dari kesibukan dunia

ketujuh : takbir
unsur nya, pertama : takbir dengan benar, kedua, mengangkat tangan dengan benar, ketiga : takbir denan penuh pengagungan Allah

kedelapan : berdiri
berdiri dalam shalat memiliki unsur-unsur : pertama : kepala tertunduk, mata melihat tempat shalat, kedua : hati menghadap Allah, ketiga, tidak tengok kiri dan kanan

kesembilan : bacaan al qur’an
pertama : hafal surat al fatihah dengan bacaan yang benar dan dibaca saat shalat dengan tartil, kedua : membaca dengan tafakkur dan mengerti maknanya, ketiga : mengerjakan apa yang dibaca

kesepuluh : ruku
pertama : punggung lurus tertekuk, kedua : tangan ke lutut, ketiga : banyak baca tasbih

kesebelas : sujud
pertama : menempelkan jemari pada telinga, kedua : tidak menempelkan lengan ke lantai, tiga : banyak bertasbih saat sujud

keduabelas : duduk
falsafah duduknya adalah : pertama : duduk diatas kaki kiri, sedangkan kaki kanan tertancap. kedua : bertasyahud dengan penuh pengagungan, berdo’a bagi diri sendiri dan ummat islam. ketiga : memberikan salam dengan lengkap

Imam an Naisabury memberikan resep agar shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.
perbuatan munkar didefinisikan menyekutukan Allah.

pertama membaguskan berdiri, dan memahami makna berdiri, bahwa orang yang menegakkan shalat sedang berdiri dihapadan Allah, sedang menyembah Allah.

kemudian membagi setiap ucapan wajib menjadi dua bagian, bagian pertama mencegah perbuatan keji, bagian kedua mencegah syirik, dan ada juga ucapan yang mencegah keduanya

pertama ———————————– kedua
Allah ————————————- Akbar
Bismillah ——————————— Ar Rahmaan ar Rahiim
alhamdulillah —————————– Rabbil ‘aalamien
iyyaka na’budu —————————– iyyaka na’budu
iyyaka nasta’in —————————- iyyaka nasta’in
ihdinaa ash shiraath ———————– al mustaqim

ini adalah sekelumit cara memperbaiki ritual-ritual kita kepada Allah
banyak sekali buku yang ditulis imam-imam lainnya selain yang saya kutip, yang dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki shalat-shalat kita.

setting sekolahnya berarti, break waktu shalat itu minimal setengah jam khusus shalat : fardhunya, sunnahnya, dzikirnya, dan shalat itu diajarkan hingga benar.
waktu wudhu setengah jam, hingga isbaagh wudhu, terbukalah pintu surga, semua pintu surga.
wudhu dan shalat dalam kondisi terbimbing dan diawasi

mengutamakan waktu shalat, mengutamakan wudhu, sehingga terbukalah pintu-pintu kebaikan lainnya…..
jangan sampai dalam rangka pemenuhan kejar target kurikulum, waktu shalat jadi “sekedar” nya dibarengkan dengan waktu makan

sisa satu ayat lagi, nah itu yang paling dahsyat,
saat penguasaan bumi itu ditujukan untuk menegakkan shalat ^_^

bismillah
alhamdulillah