Nabi Isa dan Sejarah Awal Kristen (4)

Bismillahirrahmaanirrahim

dalam tiga tulisan sebelumnya, terlihat bahwa bibit konsep trinitas telah ada bahkan sejak nabi Isa masih hidup.

Manusia tidak tahan saat melihat banyak keajaiban terjadi, daya nalar nya akan berkata “orang ajaib” bukan “manusia biasa”

AL Qur’an menyebut nabi Isa memiliki para Hawariyyin, 14 orang ada juga yang menyatakan 12 orang
Dalam catatan Islam, baik dalam al Qur’an maupun dalam hadits , sedikit sekali berbicara tentang para Hawariyyin.

Dalam catatan kristen, murid no 1 nabi Isa , yang dianggap pemimpin penerusnya adalah Peter.
Peter, dengan banyak tekanan yang menimpa di Palestina, bergerak terus ke utara hingga mencapai Roma, hidup dan mendakwahkan Kristen di Roma, kemudian wafat di Vatikan.

Dogma dan ajaran Kristen terus melaju bersama waktu
perbedaan-perbedaan yang ada terus mengalami friksi yang hebat.

Kelompok paling ekstrim adalah yang menganggap bahwa Isa adalah Allah, kelompok Jacob

Kemudian kelompok yang paling banyak adalah kelompok yang menganggap bahwa Isa adalah anak Allah. Kelompok kedua ini beragam alirannya.

(MAHA SUCI ALLAH DARI SEGALA MACAM SIFAT YANG MEREKA NISBAHKAN)

kelompok yang ketiga dan sangat sedikit, yaitu kelompok kristen yang bertauhid.

Ketika Kaisar Romawi tahun 300 an, Konstantin mengadopsi Kristen menjadi agama resmi, corak ragam yang diambilnya adalah pendapat kedua, dengan tipikal keyakinan yang menganggap ada Tuhan Bapak, tuhan anak, dan ruh kudus, juga menyembah Maryam.

Tatkala islam datang semua kelompok dikomentari al Qur’an dengan cara yang berbeda

Pada kelompok yang menyatakan bahwa Allah adalah Isa, Allah memberikan peringatan sangat keras. Peringatan akan adzab yang tanpa peluang untuk dapat keluar darinya.
Kita dapat melihat tipikal ancaman bagi kelompok ini dalam surat al Maidah ayat 17 dan 72

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al Maidah : 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (al Maidah : 72)

Pada kelompok ini, seolah tiada harapan akan keimanan mereka. Orang-orang yang akalnya tidak dipergunakan untuk memahami “makna dari sebuah keajaiban”.
mereka telah diambil sumpahnya untuk tidak menyekutukan Allah dan ternyata tidak tahan dengan ujian “keajaiban-keajaiban nabi Isa”

Pada Kelompok kedua yang menyatakan bahwa, Isa adalah anak Allah, yang berarti ada Tuhan Bapak, roh kudus, dan menyembah Maryam, ada label yang Allah sematkan pada mereka, bahwa mereka juga telah kafir.
tetapi saat menelusuri ayat-ayat Al Qur’an yang terkait kelompok ini, seolah ada “harapan” bahwa mereka menghentikan semua hal ini.

misal dalam surat an Nisa ayat 171 :
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An Nisaa : 171)

kemudian dalam surat al Maidah ayat 73
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (al Maidah : 73)

puncak dari “pengadilan”, bagi kaum nashrani yang menganggap Isa adalah anak Allah, dan mereka menyembah Maryam dan Roh kudus, adalah saat semua hal ini dipertanyakan kepada Isa.

Dalam al Qur’an disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 116-117

“Dan ketika Allah berkata: “Wahai ‘Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al Maidah : 116-117)

Dari ayat diatas kita melihat, bahwa kelompok yang sangat “ekstrim” dalam kesesatan, yaitu menyebut bahwa Allah adalah Isa, sudah tidak pernah disebut lagi. mereka adalah seburuk-buruk kelompok.

Adapun pada kelompok yang memilih meyakini trinitas, Allah mengadakan pengadilan bagi mereka, dengan nabi Isa sebagai “saksi”. Keberadaan saksi adalah membuka suatu peluang “pembelaan” atau justru memperberat.

perhatikanlah ayat 118 surat al Maidah, tentang apa yang dilakukan nabi Isa bagi kelompok trinitas ini :

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (AL Maidah : 118)

Konsep Trinitas : Tuhan Bapak-Jesus-Roh Kudus, dan juga menyembah Maryam disaat yang sama,
adalah konsep yang berkembang pesat hingga saat ini.

Karena harapan yang terbentang luas inilah, maka Rasulullah sangat berhati-hati dalam mendebat kaum Nashrani.
surat-surat yang “sangat lembut” diberikan kepada Heraklius sang kaisar, Muquqis gubernur Mesir,
mereka adalah tipikal-tipikal orang kristen yang berkeyakinan demikian.

pun meskipun orang kristen najran (Yaman) yang ditenggarai memiliki keyakinan sangat ekstrim, bahwa mereka meyakini Isa adalah Allah, saat mereka datang untuk “berdebat” dengan Rasulullah,
jejak debatnya dapat kita ketahui dalam surat Ali Imran

Harapan akan berimannya orang-orang Nashrani adalah suatu harapan yang sangat besar,
adalah suatu janji dari Allah bagi mereka yang beriman pada nabi Isa :

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya” (Ali Imran : 55)

maka dari itu , harapan akan keislaman mereka adalah sesuatu yang harus ditumbuhkan,
berhati-hati dalam berdebat, dengan kalimat santun, yang meluruskan.

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“. (Ali Imran : 64)

Adalah alkisah, seorang prajurit Islam melawan pasukan Romawi. saat prajurit islam tertawan, setiap kali shalat ia membayar tebusan kepada seorang pasukan Romawi. Ketika tebusan terpenuhi, ia memilih pulang ke negeri Islam. sebelum pulang sang prajurit berkata kepada salah seorang pasukan itu : “kita akan berpisah, dan semoga Allah mewafatkan engkau dalam agama yang diridhaiNya”

kata-kata yang langsung merasuk dalam hati si anggota pasukan Romawi, mereka tak banyak berdebat, tak ada saling melukai dalam ejek-mengejek ibadah.
dengan kata-kata cinta yang menyentuh hati, anggota pasukan Romawi itu masuk Islam

wallahu ‘alam bishshowab

nabi Isa dan sejarah awal kristen (3)

Dalam artikel sebelumnya telah saya sebutkan,
Bahwa nabi Isa dikejar-kejar para petinggi Bani Israel.
Nabi Isa hidup di persembunyian,
Kemudian Allah wafatkan dan diangkat kelangit.
Murid yang membocorkan tempat persembunyian kemudian diserupakan nabi Isa dan dialah yang disalib.

Semua mengira nabi Isa yang disalib, termasuk Maryam dan murid-murid setianya, nabi Isa kemudian diperintah Allah untuk mengabarkan pada mereka apa yang sesungguhnya terjadi.

Sesudah mengabarkan, nabi Isa kembali ke langit.

Apakah kemudian bunda Maryam dan para pengikut setia mengabarkan akan hal bahwa nabi Isa tidak disalib? Tetapi diangkat ke langit.

Menceritakan peristiwa ini pada masyarakat bukanlah hal mudah.
Apalagi dalam kondisi represif yang terjadi kepada para Hawariyyun.

Kechaosan informasi terjadi, mereka yang tidak melihat langsung turunnya nabi Isa, tentu tetap meyakini bahwa yang disalib itu adalah nabi Isa.

Waktu yang singkat, 6 tahun, hingga Maryam kemudian wafat.

Murid-murid nabi Isa, para hawariyyun meski berada dalam kondisi represif, tetap mendapat tempat dihati masyarakat. Mereka adalah para rasul-rasul utusan yang memiliki mukjizat sebagaimana yang nabi Isa miliki.
Kerepresifan bertambah dahsyat.

Ulama-ulama Bani Israel berkumpul untuk mengambil sikap atas apa yang terjadi, sidang yang asalnya beranggotakan 100 orang tidak menghasilkan konklusi, peserta sidang pun dikerucutkan menjadi 10, dan kemudian menjadi 4.
4 orang ini dianggap dapat mewakili pendapat-pendapat tentang apa yang terjadi.

Orang pertama mengajukan pendapatnya, ia berkata bahwa Isa adalah Allah .. Ini adalah cikal bakal kristen Jacobus, dalam bahasa arab Ya’qubiyah. Dan banyak dari sisi 100 orang yang sependapat, dan demikian pula manusia yang turut hadir dalam sidang tersebut.

Orang kedua mengajukan bahwa nabi Isa adalah anak Allah, ini adalah bibit konsep trinitas

Orang ketiga mengajukan, bahwa Isa adalah hasil perbuatan tidak senonoh Maryam. Ini adalah cikal bakal sekte-sekte kristen yang dekat dengan Yahudi. Banyak dari 100 dan manusia yang mengikuti.

Orang keempat mengajukan sebagaimana yang al qur’an sampaikan, bahwa Isa adalah hamba Allah, yang Allah tiupkan ruh padanya, dan kalimatNya diberikan pada Maryam. Pendapat ini mendapat reaksi keras. Ini adalah cikal bakal kristen tauhid.

Jadi disini jelaslah bahwa,
Mereka yang berdebat tentang Isa, bukanlah para hawariyyun, tetapi kalangan ulama bani Israil

Jadi Aqidah kristen tumbuh dalam kekacauan, simpang siur berita, argumen bunda Maryam yang tiada di dengar. Para Hawariyyun yang diambil kemanfaatannya, diikuti, tapi terjadi kekacauan otoritas.

Tidak ada satu pemegang otoritas yang menyatakan mana yang benar mana yang salah …

Tentang penyaliban, tentang status Isa, bagi masyarakat tiada kejelasan.
Semua berkembang dengan liar.
suatu agama yang tumbuh setelah sang nabi diwafatkan.

Kalangan lurus yang beriman pada nabi Isa meyakini bahwa nabi Isa adalah hamba Allah dan utusannya, yang ruhnya dariNya, dan kalimat Allah diberikan pada Maryam. Mereka hidup bersama masyarakat yang memiliki persepsi yang berbeda terhadap Isa as.

Sesungguhnya kalangan beriman yang dari pengikut nabi Isa ini dijanjikan sesuatu yang indah oleh Allah

“Ketika Allah mewahyukan kepada Isa : “wahai Isa sesungguhnya aku mewafatkan kamu dan mengangkatmu padaku, dan mensucikan kamu dari orang-orang kafir, dan Aku menjadikan orang-orang yang mengikutimu memiliki superioritas atas orang-orang kafir hingga hari kiamat. Kemudian pada Aku lah kalian semua dikembalikan dan aku akan membuat pengadilan diantara kalian tentang apa-apa yang kalian perselisihkan”
(Ali Imran : 55)

Nabi Isa dan sejarah awal kristen (2)

Setelah perjamuan terakhir nabi Isa menyuruh para Hawariyyin pengikut setianya untuk meninggalkannya. Takdirpun terjadi nabi Isa diwafatkan selama tiga jam kemudian diangkat ke langit.

Seorang pengikut nabi Isa, dalam buku-buku sejarah Islam tercatat bahwa namanya adalah Syam’un, ia kafir kepada nabi Isa sebelum ayam berkokok. Dan menjual informasi lokasi persembunyian nabi Isa dengan 3 dirham saja. Tatkala orang-orang Yahudi menemukan tempat persembunyian nabi Isa sesungguhnya nabi Isa tidak ada disana. Dalam gelap gulita Allah membuat Syam’un mirip dengan nabi Isa, dan Syam’unlah yang kemudian ditangkap dan disalib. Dalam buku-buku kristen dan yahudi nama orang yang berkhianat kepada nabi Isa adalah Yudas Escariot.

Bunda Maryam bersedih dan menangisi nabi Isa di kayu salib, ditemani seorang perempuan yang pernah nabi Isa sembuhkan dari penyakit gila. Allah kemudian memerintahkan nabi Isa untuk turun menemui Maryam dan para pengikut setianya.

Nabi Isa mengabarkan pada Maryam bahwa yang disalib bukanlah dirinya, tetapi pengikut yang berkhianat. Bahwa kini nabi Isa berada dalam kenikmatan dan kebaikan. Nabi Isa meminta bunda Maryam untuk mengumpulkan para Hawariyyin. Setelah berkumpul nabi Isa memberikan tugas dan memerintahkan para Hawariyyin untuk menyampaikan risalah yang dibawa nabi Isa pada umat manusia. Setelah itu nabi Isa kembali naik kelangit hidup bersama para malaikat.

Para Hawariyyin menunaikan tugas mereka dalam tekanan dari pihak rohaniawan Yahudi, tetapi otoritas Romawi mampu menjadi kekuatan penyeimbang yang menyebabkan agama Kristen dapat hidup dan menyebar.

Dari sekian Hawariyyin ada sebuah kisah perjuangan dakwah pengikut setia nabi Isa yang diabadikan dalam surat Yasin ayat 13-30 :

“Dan kisahkanlah pada mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. yaitu ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; Kemudian kami kuatkan dengan utusan yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.

Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Penuh Kasih Sayang tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.

Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa Sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas”.

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang Karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.

Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah Karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan kamu bernasib malang? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.

Dan datanglah dari pinggiran kota, seorang lelaki dengan bergegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.  Mengapa Aku tidak menyembah Tuhan yang Telah menciptakanku dan yang Hanya kepada-Nya-lah kamu semua akan dikembalikan? Mengapa Aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Allah,  jika Allah yang penuh Kasih menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku?  Sesungguhnya Aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya Aku Telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah pengakuan keimanan ku.

Dikatakan kepada lelaki itu: “Masuklah ke syurga”. ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku Mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan Aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia meninggal suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak kami menurunkannya.  Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

Kisah ini terjadi sesudah nabi Isa‘alaihi as salaam diangkat ke langit, Nabi Isa berpesan kepada para Hawariyyin untuk mencegah manusia dari menyembah patung. Maka dikirimlah Barnabas dan Paulus ke anthakiyah (Antiokh), kota ini sekarang masuk wilayah selatan negara Turki.

Penduduk Anthakiyah saat itu terdiri dari kalangan Yunani penyembah berhala dan Bani Israel. Barnabas dan Paulus gigih menyeru, adapun penduduk anThakiyah mendustakan mereka, Penduduk dari Kalangan Yunani memegang teguh paganisme mereka dan kalangan Bani Israel mencegah manusia mengimani Isa.

Lalu Allah mewahyukan pada kalangan Hawariyyin untuk memperkuat dakwah di Anthakiyah, maka dikirimlah Syam’an, Menyeru untuk menyembah Allah. Penolakan pada dakwah tauhid ini sangat kencang. Diantara syiar utama paganisme adalah manusia itu sama dan para dewa tidak mewahyukan perintah pada manusia, yang ada adalah para dewa itu turun ke bumi lalu menyerupai manusia untuk menyampaikan risalah pada manusia.

Penduduk Anthakiyah berkata bahwa “ar Rahman” tidak mewahyukan. Penggunaan kata ar Rahman dalam ayat 15, memiliki beberapa urgensi, pertama bahwa penduduk Anthakiyah dari kalangan Yunani mengagungkan Zeus yang diyakini sebagai sumber kasih sayang.

Dan penduduk dari kalangan Bani israel sangat menghindari penggunaan kata Allah, mereka mengganti kata Allah dengan menyebutkan satu sifatnya saja, terutama satu kata ini yang berarti kasih sayang.

Ketiga utusan ini menyampaikan hujjah yang kuat sehingga menyebabkan populernya doktrin-doktrin yang disampaikan, perbedaan pendapat dan sikap mulai terdapat diantara penduduk Anthakiyah, Dan selain itu hujan pun tidak turun.

Kondisi ini menyebabkan keputusasaan dikalangan pemimpin penduduk Anthakiyah, mereka berpendapat penyebab kondisi sial tersebut adalah dakwah para Rasul. Ketiga Rasul menyampaikan bahwa kondisi sial itu disebabkan tidak berimannya mereka kepada risalah tauhid.

Penduduk Anthakiyah kemudian mengusir para Rasul. Para Rasul itu kemudian mengembara ke berbagai kota, Dalam pengembaraan itu ada beberapa hal yang terjadi :

1. Beberapa keajaiban ditunjukan Paulus dan Barnabas

2. Bani Israel selalu memprovokasi agar para Rasul diusir. Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Paulus dirajam di kota Listra

Dalam selang waktu dakwah para Rasul ini, ada seorang tukang kayu, bernama Habib, ia telah beriman sejak lama dan mengasingkan diri ke pinggiran kota. Ketika mendengar kedatangan para Rasul, ia bersegera datang ke kota. Ia ingin memberikan nasihat kepada kaumnya agar jangan berbuat dzalim kepada para Rasul, apalagi merajam mereka.

Dalam Nasihat kepada kaummnya sang tukang kayu menyampaikan beberapa point:

1. Ia mengetahui dengan pasti bahwa kaumnya sangat materialis, maka pendekatan yang ia pakai adalah bahwa para Rasul itu adalah penyeru yang tidak meminta upah

2. Sang tukang kayu menegaskan bahwa kaumnya telah memahami konsep ketuhanan, bahwa ada Tuhan yang Menciptakan. Dan ketika datang keterangan yang jelas tentang siapa pencipta, ia mempertanyakan : adakah alasan untuk tidak beriman kepada Sang Pencipta

3. Konsep ketuhanan tidak akan menunjukkan jalan yang benar jika tidak dibarengi konsep ibadah atau konsep penyembahan atau sistem ritual yang benar

4. Menegaskan bahwa para dewa dan patung-patungnya yang disembah bukanlah Tuhan yang Penuh Kasih Sayang yang memberikan manfa’at dan mudharat

5. Seruan tegas untuk menyembah Tuhan yang sesungguhnya

Atas nasihat-nasihat yang diberikan ini, tukang kayu tersebut dibunuh.

Kemudian di ayat 26 disebutkan bahwa tukang kayu tersebut masuk ke dalam surga, dan mengingat kerugian yang dialami kaumnya, dan betapa Ampunan Allah menyebabkannya mendapat tempat terbaik.

Dengan kejadian-kejadian tersebut, Allah tidak mengadzab kota itu dengan bala tentara malaikat, tetapi cukup dengan mengirimkan satu malaikat saja yang melaksanakan perintah Allah dengan satu kali teriakan saja, dan kebudayaan kota tersebut menjadi kebudayaan yang mati. Penyesalan terbesar atas sikap manusia adalah sikap mengolok-olok para utusan Tuhan.

Anthakiyah kemudian ditempati generasi lain yang menggantikan generasi yang tidak beriman. Generasi yang datang ini beriman kepada risalah yang dibawa Isa, dan dari tempat inilah kemudian kristen menyebar ke seluruh kawasan Romawi, menjadi bagian integral masyarakat Romawi dan dikemudian dijadikan agama resmi kekaisaran Romawi oleh kaisar Konstantin.

Waktu terus berjalan mendekati waktu yang dijanjikan Allah yaitu kedatangan nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Kekaisaran romawi terbelah menjadi dua Kekaisaran barat yang berusia tidak panjang, terkalahkan dominasinya oleh kekuatan Eropa lainnya. Dan Kekaisaran romawi Timur atau Byzantium yang bertahan hingga tahun 1453 M dikalahkan oleh kekuatan muslim Turki Utsmani, dipawah pimpinan Muhammad al Fatih, sang penakluk.

Di tanah Persia, Kekaisaran Parthian yang menggantikan Achaemenid hancur dan digantikan dengan berdirinya kerajaan Sassanid dengan raja yang disebut Kisra.

 

Tulisan sebelumnya tentang sejarah awal kristen dapat dilihat di :

https://pengikatsurga.wordpress.com/2013/01/08/isa-dan-awal-mula-kristen/

nabi isa dan awal mula kristen (1)

Isa Al Masih dan awal mula Kristen

Mendekati abad Masehi atau yang dalam istilah internasional kini disebut Common Era, di masa ini seluruh dunia menggeliat memakmurkan bumi. Para penyeru dakwah tauhid pun tak henti menjadi penjaga moralitas masyarakat.

Secara politik terdapat beberapa imperium besar. Cina dikuasai Dinasti Han. India dikuasi beberapa dinasti, yang terbesarnya adalah Kushan. Negara adidaya di dunia tengah adalah Persia dan Romawi. Kekuasaan Romawi meliputi Eropa hingga ke Inggris, kawasan Syam di Asia, Mesir dan negeri-negeri Afrika Utara. Kekuasaan Romawi meliputi Iran dan Khurasan. Di Afrika terdapat juga Kerajaan Merou dan Kerajaan Abbysinia (Ethiophia).

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Setelah nabi Sulaiman wafat, Bani Israel berada dalam pasang surut dan ujian yang silih berganti. Nebukadnezar yang mengintimidasi dan mengusir, kemudian datang Cyrus the Great dari Persia membebaskan Bani Israil dari intimidasi dan mengembalikan pada tanahnya.

Alexander the Great berhasil mengalahkan kekuatan Persia di kawasan Palestina pada abad ke 3 sebelum Masehi. Mulai sejak itu falsafah hellenistic Yunani memberikan warna kuat pada agama Yahudi.

Sepeninggal Alexander the Great, pada masa-masa Seleucid, Bani Israel berhasil mendapat otonomi khusus untuk kawasan Palestina dibawah otoritas dinasti Hasmonean.

Ekspansi besar peradaban Romawi berhasil menaklukan dinasti Hasmonean, dan pada tahun 37 SM, otoritas Romawi mendorong Herod menjadi raja bagi bani Israel, dan Kerajaan tersebut bagian integral dari Kekaisaran Romawi. Nabi Isa terlahir saat Herod memerintah Yerusalem dan Octavianus adalah Kaisar Romawi.

Nabi Isa terlahir di tengah-tengah dua arus pemikiran besar dalam agama Yahudi, pertama pemikiran Yahudi yang dipengaruhi budaya Hellenistic Yunani dan pemikiran Yahudi Ortodok.

Tiga orang yang dianggap Nabi dalam agama Islam hidup di zaman yang sama, yaitu  Zakaria, Isa putra Maryam dan Yahya putra Zakaria.

Zakaria sebagai seorang Nabi dan Rohaniawan di zamannya memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai tukang kayu. Kisahnya dengan sang istri yang sangat lama menanti kelahiran seorang anak telah tercatat dan masyhur dalam buku-buku. Dalam penantian diberi oleh Allah anugerah untuk mengasuh Maryam, seorang putri kepala Rohaniawan zamannya, Imran, yang telah wafat sebelum Maryam dilahirkan.

Allah kemudian mengabulkan do’a Zakaria dan menganugerahkan putra bernama Yahya. Allah menjadikan Yahya seorang yang bijak dan memiliki hikmah pengetahuan sedari kecil. Ketika Isa terlahir dan kemudian memulai menyeru Bani Israel untuk kembali kepada kebenaran, Yahya menjadi orang pertama yang membenarkan kenabian Isa.

Yahya menjalankan fungsinya sebagai penjaga moralitas Bani Israel. Bahu membahu bersama Isa. Dalam risalah yang nabi Isa sampaikan, terdapat larangan menikahi keponakan. Ketika Herod Antipas, raja Bani Israel berniat menikahi keponakannya Herodias, Yahya dengan tegas menyuarakan bahwa hal itu dilarang. Atas hal ini Yahya dijatuhi hukuman mati. Algojo yang mengeksekusi Yahya adalah seorang wanita, sebelumnya telah membunuh 69 nabi. Wanita tersebut adalah manusia yang pertama masuk neraka.

Zakaria di bunuh sesudah pembunuhan Yahya. Zakaria dihadapkan dengan tuduhan palsu, bahwa Zakaria lah yang membuat Maryam hamil. Zakaria dikejar tentara hingga bersembunyi di dalam pohon kayu. Iblis memberi tahu keberadaan Zakaria dalam pohon. Para tentara lalu menebang dan memotong-motong pohon hingga Zakaria wafat didalamnya.

Tanda-tanda kenabian nabi Isa telah ada jauh sebelum diangkat menjadi Rasul diusianya 30 tahun. Ketika Maryam ibunda Isa mengandungnya dan dihadapkan pada dakwaan perzinahan, Isa yang baru saja dilahirkan dapat berbicara dan menenangkan kaum yang telah siap sedia merajam Maryam.

Maryam, Isa kecil, ditemani Yusuf sepupu Maryam mengembara ke Mesir dan tinggal disana hingga usia Isa dewasa. Kejadian-kejadian ajaib terjadi sewaktu Isa tinggal di Mesir, seperti kemampuannya menghidupkan mayit untuk memberi kesaksian siapa yang membunuhnya,  juga kemampuan Isa mencelup kain-kain yang setiap kainnya berbeda warna dalam satu tempayan.

Maryam, Isa dan Yusuf kembali ke kawasan Palestina dengan diam-diam, dan mendiami kawasan Nazareth, yang dalam Bahasa Arab dieja Nashirah. Dari kata Nashirah inilah nama agama Nashrani diambil. Dalam masa pengembaraan di Mesir Kaisar Oktavianus wafat dan diganti putranya Tiberius.

Di masa itu pengaruh materialisme teramat besar pada masyarakat Bani Israel. Maka Isa hadir dengan nuansa spiritualitas atau nuansa ruhani yang sangat kental. Nuansa-nuansa ruhani itu hadir dalam beberapa bentuk :

  1. Pelayanan

Nabi Isa mencontohkan hidup untuk melayani tanpa embel-embel meminta upah dari pelayanan yang diberikan. Maka Nabi Isa hadir dengan pelayanan kesehatan, bahkan mampu menyembuhkan penyakit sangat berat sperti kebutaan dan penyakit kusta.

Nuansa pelayanan demikian memberikan kesan mendalam dalam perang melawan materialisme. Nuansa pelayanan yang menghadirkan kasih sayang ditengah-tengah umat Manusia.

  1. Kematian dan Kebangkitan

Nabi Isa diberi mu’jizat dapat membangkitkan orang mati. Jika dimasa sebelum kenabian seorang korban pembunuhan dihidupkan untuk bersaksi, dimasa setelah diangkat menjadi nabi ada beberapa orang yang dihidupkan oleh nabi Isa, yaitu : ‘Azaru, sahabat Isa; nabi Uzair; Sam bin Nuh; menghidupkan Yahya putra Zakaria, dan seorang perempuan biasa.

Kemampuan nabi Isa menghidupkan orang mati menunjukkan betapa kelak sangat mudah bagi Allah untuk membangkitkan seluruh umat manusia dan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan semasa hidupnya. Hingga saat Sam bin Nuh dibangkitkan yang ditanya oleh Sam “apakah hari kiamat telah tiba?”

Kesadaran manusia bahwa kelak akan dibangkitkan sesudah mati dapat meredam hawa nafsu atas materi dan kemewahan dunia.

  1. Keajaiban

Keajaiban-keajaiban dapat melenyapkan kesombongan manusia yang sering bertumpu pada pemikiran bahwa aku mampu melaksanakan suatu hal. Keajaiban yang datang memperlihatkan bahwa kekuatan Allah lah yang ada dibalik segala sesuatu.

Diantara keajaiban yang hadir pada nabi Isa adalah jamuan yang tidak habis-habis, mampu berjalan di atas air, mengeluarkan makanan dari bumi, dan menurunkan hidangan dari langit.

Hidangan dari langit turun selama 40 hari dengan aroma memikat yang menggoda selera makan. Allah memerintahkan kepada nabi Isa agar mengundang kaum faqir dan lemah untuk menikmati hidangan yang tidak pernah habis. Nabi Isa dan para Hawariyyun tidak memakan hidangan yang langsung turun dari langit. Kalangan kaya bani Israil tidak diperkenankan juga untuk memakan hidangan ini.

Isa dengan risalah dan segala mukjizat yang dibawanya membuat khawatir Rohaniawan dan para pembesar bani Israel. Para Rohaniawan Bani Israel menyebutkan bahwa apa yang dibawa oleh Isa adalah sesat dan bertentangan dengan doktrin Yahudi. Nabi Isa kemudian dihadapkan ke pengadilan. Pada saat itu di kawasan Palestina ada dua otoritas hukum, satu wakil dari kekaisaran Roma yang bertanggungjawab mengatur apa yang terjadi di Kawasan Palestina di kalangan bukan Bani Israel. Adapun apa yang terkait Bani Israel maka akan masuk dalam wilayah hukum turunan Raja Herod. Wakil raja Romawi saat itu adalah Pontius Pilatus dan raja Bani Israel adalah Herod Antipas.

Nabi Isa dipingpong antara dua pengadilan, kemudian bersembunyi bersama ibu dan para pengikut setianya. Takdir Allah terjadi, Allah mengabarkan bahwa Nabi Isa akan diwafatkan. Kabar yang membuat nabi Isa gusar dan mengadakan perjamuan terakhir. Nabi Isa memberikan pelayanan istimewa kepada para pengikut setianya hingga membasuh kaki-kaki mereka. Dan meminta dua hal pada para pengikut setianya, yaitu menjadikan pelayanan malam itu sebagai contoh dan berdo’a sepanjang malam agar nabi Isa dipanjangkan usia.

Para Hawariyyun ternyata tidak dapat tahan untuk berdo’a dan tertidur terkalahkan oleh kantuk. Nabi Isa membangunkan mereka dan kemudian mengabarkan bahwa ada seorang dari pengikut setianya akan kafir sebelum ayam berkokok dan akan menjual nabi Isa dengan harga yang murah.