Al Qalam – Tinta Menuliskan Pemahaman (2)

lanjut, berburu ilmu, yuuuk

Ambisi dan Persaingan

Dua kata yang ditambah lagi dengan kekuasaan, lengkap deh

itulah hidup,

ada banyak orang baik, potensial, mampu bertutur kata yang dapat mempengaruhi, ada banyak yang demikian di luar barisan kita

ambisi , persaingan, kekuasaan, ditambah lagi kekayaan ….

top banget dah ini pertarungan

Alkisah, ehhhh alkisah lagi

memang ingin berkisah

Bani Makhzum, menyimpan bara persaingan pada Qushay,

Bangsa Quraisy, lama terhadang, hidup diluar kota Mekkah, takut dibawah tekanan para Khuza’ah.

Tiba-tiba saja seorang pemuda yang dibesarkan di tanah ٍSyam dengan cerdik memegang kunci ka’bah dan menjamin keselamatan Quraisy untuk hidup di tengah kota.

Berduyun-duyunlah, kota dipenuhi Quraisy, Khuza’ah tersingkir, sang pemuda dielukkan menjadi pemimpin.

Ia, Qushay putra Kilab. Kilab pun tak pernah memapahnya berjalan. Kilab meninggal saat Qushay hitungan bulan, Qushay yang yatim hidup dengan ibu yang membawanya ke tanah Syam.

lalu kini Qushay telah kembali dan menjadi pahlawan Quraisy, dengan cara yang tidak memakan biaya? ahhh membuat bibit-bibit dengki.

Nasab Qushay lebih pertengahan, kepemimpinannya tak tergoyahkan, tiada jalan bagi Bani Makhzum menaikkan suara kecuali dengan penguasaan harta.

Jalan yangg membuahkan hasil, hingga zaman nabi  Muhammad SAW yang merupakan keturunan Qushay,

bani Makhzum telah setara, pendapat-pendapat mereka dalam mimbar Quraisy, di dengar, karena klan ini telah melesat kekayaannya.

Saat kenabian hadir pada Rasulullah Muhammad SAW, sosok fenomenal Bani Makhzum adalah al walid bin Mughirah, ia orang terkaya, terfasih, paling bijak, yang dikenal Quraisy saat itu.

Al Walid adalah ayah khalid bin Al walid sang pedang Allah,

Al Walid juga paman dari Abu Jahal si fir’aun ummat Islam

Al Walid dengan ngototnya memberikan sifat gila pada nabi Muhammad,

satu ejekan pada manusia terbaik, ejekan yang tidak dapat diterima.

nabi Muhammad bersabar atas itu, setiap ajakan dialog dari al walid tetap diladeni.

hingga suatu ketika ajakan kompromi diajukan al Walid,

ia mengajak agar agama yang dibawa nabi Muhammad adalah agama kompromi,

memadukan penyembahan Allah, dan tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir.

nabi Muhammad SAW kemudian membacakan apa yang Allah perintahkan bahwa “tidaklah boleh menerima jangan menta’ati ajakan al Walid”

nama al Walid tidaklah disebut, ayat 10-15 al Qalam hanya menyebutkan sifat-sifat al Walid.

Al Walid adalah orang yang :

1. Banyak bersumpah, banyak janji atas nama Allah, bahwa ia dalam kebenaran.

2. banyak berbuat maksiat

3. Suka ngegosip, ghibah, ngomongin kejelekan orang (catet : ghibah, klo ghibah itu berarti keburukan yang diomongin emang nyata adanya)

4. suka ngomporin, suka manas-manasin, sampe terjadi gontok-gontokan

5. bakhil dalam berinfaq di jalan Allah, bahkan ia bertekad siapapun yang berislam dari anak-anaknya (yang lelaki berjumlah 10) maka tidak akan mendapat bantuan ekonomi

6. melampaui batas kalau berbuat kedzaliman

7. Ga punya lagi syahwat seksual

8. Zanim (kita ngobrol point 8 ini belakangan)

9. banyak harta dan anak

10. bilang kalau al Qur’an itu dongeng belaka

Zanim tuh artinya tertuduh sebagai anak haram, serem ihh,

ternyata al Walid ini, saat berusia 18 tahun, ayahnya mengenali, kalau ia jauh dengan sifat-sifat fisiknya, maka al Mughirah mulai berubah sikap. Kenangan masa muda yang kemudian terungkit kembali saat turun ayat ini, dan kebenaran pun terungkap. AL Walid memaksa ibunya untuk bercerita yang sebenarnya, saat ibunya tutup mulut ancaman pedang pun dileher ibunya al Walid… dan jrennng ‘AL Walid adalah anak hasil zina dengan penggembala”

Astaghfirullah , na’udzubillah ….

zaman ini? tipikal al Walid gentayangan dimana-mana

asli …..

klo lihat acara yang dulunya J>> trus berubah jadi I>>

betapa tipikal-tipikal al Walid ini gentayangan

misal di hari-hari ini akan kita temuka kemiripan tiap karakter yang suka ditonton masyarakat di acara ntu ntu dan juga acara lainnya:

1. Nanti kita lihat di pengadilan _____ ( termasuk kategori Banyak bersumpah, banyak janji atas nama Allah, bahwa ia dalam kebenaran)

2. minum wine, clubbing, dll (banyak berbuat maksiat)

3. Suka ngegosip, ghibah, ngomongin kejelekan orang (catet : ghibah, klo ghibah itu berarti keburukan yang diomongin emang nyata adanya)

4. suka ngomporin, suka manas-manasin, sampe terjadi gontok-gontokan

5. ga boleh klo aktivis dakwah kaya harus miskin terus (mirip dengan bakhil dalam berinfaq di jalan Allah,)

6. bully terus sampa habis ( MIRIP SIKAP AL WALID melampaui batas kalau berbuat kedzaliman)

7. benci poligami halal tapi pro eyang syubur (mirip sikap al Walid, Ga punya lagi syahwat seksual yang benar)

8. edited

9. banyak harta dan anak

10. pisahkan agama dan negara ( bisa masuk kategori mereka yang bilang kalau al Qur’an itu dongeng belaka)

Maka dari itu wahai aktifis Islam sejagat raya (yang ngerti bahasaku ^_^)

HINDARI BERSIKAP SEPERTI AL WALID,

QTA HARUS BERBEDA, SANTUN DAN BANYAK ISTIGHFAR!

BANYAK JUGA MENDO’AKAN SUPAYA mereka PADA DAPAT HIDAYAH

soalnya ngeri banget hukuman buat al Walid tuh, asli ngeri banget.

jadi selama masih di dunia ayo yok dengan sabar membuat meyakinkan mereka bahwa kita sayang pada mereka dan ingin menunjukkan kebenaran

jikapun kita menyebut ancaman, maka buatlah redaksi yang menunjukkan bahwa ancaman itu datang dari Allah.

alhamdulillah nyampe ayat 10

kini saatnya rehat sebelum datang saatnya berjauhan dari kasur

lanjut besok insyaallah.

tetep jangan lupa 2014 no 3 PKS tea

Oh ya, yang paling bikin seneng, yang paling bikin terikat dengan surat ini adalah, satu ejeken dibalas 10

al Walid mengejek nabi Muhammad dengan satu ejekan “gila”

nabi Muhammad bersabar

Allah membalas dengan 10 ejekan

maka dari itu, banyaklah qta bershalawat pada Rasulullah, kata-kata baik diucapkan pada Rasulullah,

Shalawat yang akan menjadi pembeda kita dengan dia al Walid, makhluk lemah yang akan dihisab tanpa penonton, hanya dia dengan Allah saja. (menggigil aq)

1 shalawat untuk Rasul akan berbalik 10 kebaikan buat kita

Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘Alaa AAli Muhammad

Hasil Baca tafsir AnNasafiy-AnNaisabury (iqra 6-19)

Ayat 1-5 surat a ‘Alaq ini mengandung banyak muatan tentang pendidikan

Mulanya baca tafsir an Nasafiy aja, tapi sekarang ditambah dengan baca tafsir an Naisabury.

ada beberapa hal keren yang didapat dari paduan dua tafsir ini,

kalau dalam catatan sebelumnya saya paling menggaris bawahi bahwa tujuan dari pendidikan adalah membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Setelah baca an Naisabury, membuat pemikiran makin mengkristal, bahwa inti dari pengajaran pada anak sampai usia 12 tahun, adalah “mengajarkan cara”

1. Cara Membaca dan Memahami

2. Cara menulis dan mencatat ilmu

3. Cara berbicara dan merespon suatu peristiwa

Ajarkan Cara!

Dalam tafsir an Naisabury dicatat perbincangan Sulaiman dan Ifrit

Sulaiman bertanya pada ifrit ttg hakikat kata, ifrit menjawab ucapan adalah angin yg tak dapat tinggal. Sulaiman brtanya: apa yg mngikatnya? Ifrit menjawab: pencatatan,sesungguhnya pena adalah pemburu yg memburu ilmu, pena menangis dan tertawa. Jika pena ruku (memulai) menulis, semesta bersujud, jika pena bergerak, maka ilmu terpatri melewati malam dan siang

 

oke, kawan mari bikin sekolah yang engajarkan pencatatan ^_^ agar ilmu terikat dengan sempurna

 

Nah berikutnya sesudah ayat 1-5, ayat 6-19 memberikan pemahaman pada kita akan pentingnya “ibadah”

Tujuan utama pengajaran adalah agar manusia memahami pentingnya menyembah Allah.

Allah meberikan kisah dalam lanjutan surat al ‘Alaq ini tentang kisah ABu jahal, dan hal terutama hingga ia dijuluki bapak kebodohan, bahkan dijuluki Fir’aunnya Ummat Islam.

Abu Jahal adalah orang yang melampaui batas, ketika ia bersikap :

1. Melarang, mencegah dan menghalangi Rasulullah melaksanakan shalat. Shalat adalah cara menyembah Allah yang paling Allah sukai

2. dengki tanpa batas. Abu Jahal sangat dengki pada Rasulullah. Abu Jahal tidak berhati-hati dalam berkata-kata, ia mengatakan bahwa ia sangat dengki pada nabi Muhammad di saat kehidupan dan saat kematian. Abu Jahal tidak pernah berbuat sedikitpun. Adapun Fir’aun meskipun berbuat melampaui batas, tetapi ia telah mengurus nabi Musa dimasa kecil, dan menyatakan beriman pada Allah menjelang ajalnya akibat tenggelam.

3. sangat sombong, ABu jahal merasa diri paling hebat, paling kaya, paling banyak kawan, paling dikenal dalam klub-klub pertemanan. Allah kemudian menjawab jika Abu Jahal memanggil kawan-kawan ditempat mengobrolnya, maka Allah mencipta az Zabaaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka, yang kakinya di bumi kepalanya menjulang hingga ke langit tinggi.

Cara kematian Abu Jahal sangat tragis,dalam perang Badar dengan kepala terpenggal oleh Ibnu Mas’ud. Kematian Abu Jahal ada ditangan 4 pihak, yaitu dua putra ‘afra, Malaikat dan Ibnu Mas’ud.

3 hal ini harus dihindari manusia, bersikap berhati-hatilah, pahami teks dan konteks.

Misal sikap kehati-hatian yang ditunjukkan Imam Ali agar tidak masuk dalam kategori melarang shalat : “suatu ketika Imam Ali melihat orang-orang shalat dua raka’at sebelum shalat ‘ied, Imam Ali berkomentar bahwasanya Rasulullah tidak pernah melakukan itu. dikatakan kepadanya “kenapa tidak engkau larang?” Imam Ali menjawab aku takut termasuk kedalam golongan “orang yang melarang hamba melaksanakan shalat”

Dan yang terpenting dari semua ini, kita sebagai ummat islam dilarang ta’at pada tipikal orang seperti Abu Jahal.

Yang harus senantiasa kita lakukan adalah bersujud dan mendekatkan diri pada Allah,

sujud tilawah jangan lupa saat baca ayat terakhir ini.

 

ya allah, i love u, maka aku akan mengikuti rasulMu Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Tadabbur surat saba (4)

Di surat saba ayat 5

aku tersadarkan, bahwasanya dunia adalah pertarungan, jika kita meyakini sesuatu pasti ada yang kontra dan berjuang mencerabut apa yang kita yakini, bersikaplah selalu waspada.

Adalah suatu ketetapan yang berlaku adanya suatu kondisi bahwa mereka yang menentang al qur’an tampak ada pada posisi pemenang, lebih digjaya, lebih meyakinkan.
kondisi tersebut adalah kondisi yang menipu,
karena sesungguhnya mereka berada dalam selemah-lemah keadaan

Mereka para penentang al Qur’an, berupaya melemahkan keyakinan orang-orang beriman dengan bersilat lidah bersandaran pada al Qur’an. Kemudian terdapat pula mereka yang membuat keraguan pada al Qur’an, semboyan mereka adalah “jangan sampai al qur’an dibaca, yang kemudian menyebabkan al qur’an dipahami”

Para penentang ini termasuk kelas utama kaum kafir, diantara kalangan kafir terdapat mereka yang tidak mempercayai apa-apa yang disampaikan nabi Muhammad tetapi tidak melakukan upaya-upaya kontra.

Bagi kelas utama kaum kafir Allah mengancamkan ‘adzab, yaitu suatu kondisi derita plus rasa sakit yang tiada terperi, seburuk-buruk penderitaan. adapun bagi kaum kafir yang tidak melakukan perlawanan baginya adalah derita.

Orang-orang yang diberikan ilmu oleh Allah, yaitu mereka dari kalangan sahabat Rasulullah, juga para ilmuwan Yahudi masa itu yang berislam, mereka mengetahui dan meyakini dengan pasti, bahwa apa yang diturunkan pada nabi Muhammad adalah kebenaran.

Apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad memberikan petunjuk menuju jalan dimana disana ada pembalasan dendam dan rasa terima kasih.

Allah membalas mereka yang mengingkariNya.

dan Allah berterimakasih kepada hambaNya yang mengimaniNya

 

tadabbur surat Saba ayat 4-5

tadabbur dari tafsir an Nasafiy dan an naisabury

Memperbaiki Prasangka kepada Allah – Kisah nabi Shalih

Kisah Nabi Shaleh

 

Nabi Shaleh diutus Allah kepada Tsamud. Nabi shaleh adalah nabi kedua setelah Hud yang berbahasa arab dan diutus di tengah-tengah bangsa arab. Jika kaum ‘Aad tinggal di selatan kawasan arab, maka nabi Shaleh mendiami kawasan utara jazirah arabia, antara Hijaz (Mekkah, Medinah, Thaif) dan Syam. Kawasan Al Hijr lembah al Qura.

Dalam perjalanan perang Tabuk, Rasulullah melewati kawasan ini. Rasulullah melarang sahabat untuk memasuki kawasan dan meminum air dari kawasan tersebut. Adapun jika ada keperluan memasukinya maka harus masuk dalam kondisi menangis. Jika tidak masuk dalam keadaan menangis maka akan tertimpa seperti apa yang menimpa Tsamud.

Membaca kisah Tsamud memerlukan berbagai pisau analisa atas apa yang terjadi. Karakter masyarakat Tsamud yang digambarkan Al Qur’an yaitu suatu sikap dan perilaku yang melampaui batas-batas.  Apakah yang dimaksud dengan sikap melampaui batas ini? Saya justru menemukan suatu sikap dan perilaku setengah-setengah. Masyarakat Tsamud adalah masyarakat yang mengikuti selera hawa nafsu mereka. Namun hal itu mereka lakukan dengan sedikit ketakutan pada hal-hal bersifat magic, maka di suatu titik mereka terkadang mengikuti perintah nabi mereka, tetapi tidak mengikuti dengan keta’atan dan totalitas. Mari kita mulai kisah ini dari masa sebelum nabi shaleh diutus ke tengah-tengah mereka.

Kaum Tsamud diberikan usia panjang, bahkan dikatakan lebih panjang dari ‘Aad. Tinggal di  kawasan gunung berbatu menyebabkan kesulitan material bermutu untuk membangun rumah. Berbeda dengan ‘Aad yang bumi mereka mengandung pasir berkualitas tinggi yang memudahkan teknologi bangunan berkembang pesat. Kualitas bangunan yang dihasilkan kaum Tsamud selalu mendahului usia mereka yang panjang. Jika mereka membangun rumah dengan kualitas paling hebat yang mereka sanggup, maka rumah tersebut akan rusak dan roboh sedang usia mereka masih panjang.

Tata kelola kota pun akhirnya dibuat sedemikian rupa. Kantor-kantor pemerintahan, tempat berunding dan menerima tamu berupa istana dibangun didataran yang mudah. Adapun rumah dibangun dibukit dengan teknologi membelah, mengukir batu, mendesain gunung menjadi rumah-rumah.

“(wahai kaum tsamud) : dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti kebudayaan ‘Aad dan memberikan kekuasaan bagimu di bumi. kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan” (al ‘Araaf : 74)

Kemampuan menaklukan bebatuan dan mendesain gunungbatu menjadi rumah yang nyaman untuk ditempati membuat kaum Tsamud sangat congkak. Mereka merasa paling terdepan dalam teknologi, menemukan suatu cara hidup yang berbeda dari yang dikenal. Seni memahat yang dikuasai dengan baik menghantarkan Tsamud pada penyembahan apa yang mereka cipta dari ukiran batu. Disini kita melihat bahwa hasil karya masterpiece bisa jadi melahirkan kekaguman yang berujung pada penyembahan, hingga dibuat upacara-upacara ritual untuk mengagungkan apa yang dihasilkan.

Teknik memecah batu yang mereka miliki adalah dengan kapak, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan yang sangat dihormati adalah kekuatan fisik. Terdapat delapan orang yang kemudian mendominasi masyarakat karena kekuatan fisik yang dimilikinya. Dominasi ini merajai segala bidang, semua hal yang terjadi pada kaum Tsamud diukur dari selera delapan orang ini. Maka potensi dahsyat  yang dimiliki sebagian masyarakat lainnya menjadi potensi yang termarginalkan.

Masyarakat Tsamud adalah cerminan masyarakat yang tidak sehat. Masyarakat yang takut kepada segelintir orang. Sikap yang menyebabkan apapun yang dilakukan kedelapan orang itu, benar ataupun salah, tidak ada seorangpun yang berani memperbaikinya. Kekuatan ternyata melenakan, Delapan orang ini senantiasa bersatu padu dalam setiap keputusan dan berbuat sewenang-wenang ditengah masyarakat.

Kaum Tsamud tinggal dikawasan sedikit air, mereka hanya memiliki satu sumber air. Maka peraturan yang berlaku adalah pemenuhan kebutuhan 8 orang jawara dan kemudian barulah giliran masyarakat lainnya.

Masyarakat yang sakit, sakit dari sisi psikologis, sakit dari sisi ritual, sakit secara sosial. Kepada masyarakat Tsamud yang demikian kemudian Allah mengutus nabi Shaleh.

“dan kepada Tsamud, (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari tanah bumi dan menjadikan kamu dapat mengelolanya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat dan juga mengabulkan do’a HambaNya.” (Hud :61)

 

Sebagai masyarakat sakit yang diliputi rasa takut pada apa yang dinamai kekuatan dan kekuasaan, disebabkan delapan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi sekehendak mereka, maka syi’ar yang dikumandangkan Shaleh adalah bahwa Allah adalah pemilik Kasih Sayang yang mengabulkan do’a-do’a. Shaleh datang dengan harapan keluar dari segala macam belenggu rasa takut.

Shaleh sebelum diutus menjadi Rasul adalah pemuda kuat yang menjadi tumpuan masa depan Tsamud. Kebaikannya dicintai delapan pemimpin dan juga disukai kaum yang termarginalkan. Akan tetapi kaumnya ingkar tatkala Shaleh memulai seruan agar kaumnya mempercayai konsep kenabian, bahwa ia adalah manusia yang diutus Allah untuk menyeru agar mereka hanya menyembah Allah jua, dan tidak menyembah selainNya.

“kaum Tsamud berkata: “Hai shaleh, Sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara Kami yang Kami harapkan, Mengapakah kamu melarang Kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak Kami? dan Sesungguhnya Kami betul-betul dalam keraguan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami, agama yang meragukan.” (Hud : 62)

“Shaleh berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku anugerah kenabian dari-Nya, Maka siapakah yang akan menolong aku dari siksa Allah jika aku mendurhakai-Nya. sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian” (Hud 63)

Para pemuka kaum berunding. Jika benar Shaleh utusan Allah yang menciptakan semesta, maka semestinya Shaleh datang dengan keajaiban-keajaiban. Pandangan kaum Tsamud terhadap Allah adalah sama seperti kaum ‘Aad. Allah adalah pencipta semesta yang tidak melakukan apapun sesudahnya, urusan bumi menjadi urusan manusia, maka manusia bebas menyembah apa saja yang dikehendakinya, terutama menyembah hasil karyanya sendiri.

Menjelang hari raya yang mereka miliki, Pemuka Tsamud menantang Shalih agar datang dengan keajaiban-keajaiban. Dan mereka pun akan mencoba meminta keajaiban datang pada mereka. Jika Tuhan-tuhan mereka mengabulkan maka merekalah yang berada dalam kebenaran. Tetapi jika Shalih yang datang dengan keajaiban berarti Shalih yang benar dan mereka pun akan percaya dengan kenabian Shalih.

Do’a kaum Tsamud pada Tuhan-tuhan mereka adalah do’a yang sia-sia. Lalu mereka menyaksikan mukjizat Allah bagi nabi Shaleh, yaitu unta merah muda yang keluar dari dalam batu.

“Hai kaumku, Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat yang menunjukkan kebenaran untukmu, sebab itu biarkanlah Dia Makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa siksa yang dekat.” (Hud : 64)

“dan (kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka shaleh. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, Maka biarkanlah Dia Makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al ‘Araaf:73)

 

Kesepakatan telah dibuat, para pengaju tantangan mesti mempercayai konsep kenabian, dan meninggalkan Tuhan-tuhan yang selama ini mereka sembah. Mereka mesti menyembah Allah.

Beberapa saat mereka mengikuti perintah nabi Shalih, tetapi keta’atan setengah-setengah. Keta’atan yang tampak dipermukaan semata. Padahal sesungguhnya mereka tetap mencari jalan untuk kesenangan mereka. Nabi Shalih melakukan pembagian jatah air minum

“Shaleh menjawab: “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar”. (asy Syu’ara ; 155-156)

Kaum Tsamud menta’ati aturan ini, dengan berbagai makar, diantaranya adalah jika tiba hari giliran minum unta, maka mereka memeras susu unta hingga kering kerontang. Mengisi persediaan air minum dengan susu unta.

Keta’atan yang tidak bertahan lama, para pemuka kaum mulai gelisah dengan keta’atan ini. Mereka mulai ingin menentang, namun keajaiban unta menahan laju pembangkangan.

Suatu ketika nabi Shaleh menyampaikan bahwa unta akan dibunuh oleh seorang bayi yang terlahir dengan ciri-ciri fisiknya mengumpulkan warna-warna : pirang, biru, merah menyala dan merah.

Kaum Tsamud bertekad mencari bayi-bayi yang bersifat demikian.Delapan orang yang berkuasa bertekad membunuh bayi-bayi yang memiliki ciri-ciri fisik seperti yang disebutkan nabi Shalih. Mereka mendapati bahwa ternyata cucu-cucu mereka yang memiliki ciri-ciri fisik demikian. Mereka pun membunuh semua bayi-bayi itu kecuali seorang bayi yang merupakan cucu dari dua orang anggota kelompok delapan ini.

Dua orang dari kelompok ini masing-masing memiliki seorang anak laki-laki dan yang lainnya memiliki anak perempuan, dan mereka menikahkan keduanya. Saat melihat bayi yang menggemaskan, dua orang kakek tidak tega membunuh cucu mereka, dan membiarkannya hidup, meski bayi tersebut memiliki ciri fisik sebagaimana yang diucapkan nabi Shalih.

Bayi yang semakin hari semakin menampakkan keajaiban, bayi tersebut tumbuh dengan cepat, hitungan hari menjadi hitungan bulan, bulan menjadi tahun. 6 orang lainnya yang cucu-cucu mereka telah dibunuh, menyesal dengan pembunuhan yang telah terjadi. Mereka menyalahkan nabi Shalih.

Suasana psikologis masyarakat terbelah menjadi dua, pendukung delapan pemimpin, dan pendukung nabi Shalih. Kedua kelompok melakukan perang dingin adu opini

“dan Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shaleh yang menyeru: “Sembahlah Allah”, dan mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan” (an Naml :45)

Para pendukung nabi shalih berkata bahwa pembunuhan para bayi bukan dikarenakan nabi Shalih, melainkan suatu ujian akan keta’atan kepada nabi yang akan melahirkan keberkahan hidup. Jika mereka menjalankan petunjuk nabi Shaleh dengan keimanan dan keta’atan maka tidak akan terjadi tragedi demikian. Akan tetapi delapan orang perkasa dari Tsamud menjalankan perintah nabi Shaleh bukan karena keimanan, tetapi karena takut kehilangan unta yang memberikan air susu bagi seluruh penduduk Tsamud. Disinilah letak titik kesalahan lebih mencintai sumber kemakmuran daripada menyayangi keturunan karena Allah.

Delapan pemimpin dan pendukungnya semakin marah dengan opini yang menyebar. Mereka yang sebelumnya setengah percaya pada kenabian nabi Shalih kini membuat opini bahwa Shalih bukanlah nabi, karena ia datang dengan perintah sial.

Ucapan yang menyakitkan bagi para pendukung nabi Shalih, mereka mengatakan kekafiran kepada kenabian Shalih hanya akan mendatangkan bencana. Para kaum kafir kemudian menantang “Datangkan saja bencana, jika Shalih sungguh seorang nabi”

Nabi Shalih berduka melihat apa yang terjadi pada kaumnya. Seluruh kaumnya lupa tentang esensi ajaran yang ia dengungkan tentang penyembahan Allah, kasih sayang dan do’a-do’a. Perspektif yang dibangun masyarakat Tsamud tetap perspektif yang jauh dari 3 seruan utamanya.

 

“Shalih berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum kamu minta kebaikan? hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat kasihsayang”. (an Naml :46)

Seruan yang bagi kaum kafir adalah seruan omong kosong, bagaimana mungkin Shalih menyerukan kasih sayang, padahal menjadi penyebab pembunuhan keturunan mereka.

“mereka kaum kafir menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, bukan Kami yang menjadi sebab, tetapi kamu kaum yang diuji”. (an Naml :47)

Suasana malah semakin memanas, Sembilan orang meningkatkan penindasan kepada kalangan beriman, dengan semena-mena berbuat kerusakan dimuka bumi. Bahkan merencanakan pembunuhan nabi Shalih.

“dan di kota itu, ada sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.  mereka berkata pada sesama mereka : “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya bahwa kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar, dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari “. (an Naml : 48-50)

Usaha pembunuhan Shalih tidak berhasil,. Allah menimpakan batu-batu besar pada sembilan orang yang bersepakat membunuh Shalih. Usaha makar kini beralih kepada unta. Unta mukjizat kini telah beranak. Mereka akhirnya bersepakat mebunuh unta induk, dan berharap unta anaknya akan memberi berkah dikemudian.

Sembilan orang berusaha membunuh dan tidak berhasil, hingga akhirnya salah seorang diantara mereka berhasil membunuh unta dari arah atas.

Ketika unta telah terbunuh, kesembilan orang diliputi perasaan bersalah. Diantara mereka pergi kepada Shalih mengabarkan apa yang terjadi dan berusaha cuci tangan dan menyandarkan kesalahan kepada satu orang yang melakukan eksekusi.

Tatkala nabi Shalih mendengar berita, beliau memerintahkan mencari anak unta, dan melihat reaksi dari anak unta. Semoga saja jika ada ‘itikad baik merawat anak unta, Allah akan mengampuni dan memberi kesempatan.

Sementara mereka yang menyombongkan diri, penyesalan hanya hadir sebentar saja. Setan menggoda untuk memiliki perspektif lain. Alih-alih bertaubat dan memohon ampunan Allah, yang kemudian berkembang adalah sikap menantang

“kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka Berlaku angkuh terhadap perintah tuhan. dan mereka berkata: “Hai shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada Kami, jika (betul) kamu Termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. (al ‘Araaf:77)

Ketika anak unta ditemukan didatangkan ke lapang dan ia melihat mayat ibunya, anak unta tersebut menangis dan menjerit tiga lengkingan. Nabi Shalih bersedih dengan ini. Itu adalah suatu pertanda bahwa adzab akan segera hadir, satu lengkingan unta berarti satu hari penangguhan adzab. Maka ada waktu tiga hari sebelum adzab hadir.

Masyarakat yang bebal dan tidak sehat. Lupa akan semua yang diajarkan nabi Shalih tentang kasih sayang, permohonan ampun dan taubat. Masyarakat Tsamud dilanda kegelisahan menanti kedatangan adzab. Nabi Shalih menyampaikan bahwa wajah mereka akan dihari pertama akan menguning kemudian memerah dan kemudian menghitam.

Putus asa melanda masyarakat Tsamud, hingga mereka berguling-guling ditanah dengan mata terbelalak menanti datangnya adzab. Tiga hari berlalu mereka mengamati dari arah manakah adzab akan datang apakah dari langit atau dari tanah. Maka di hari keempat tatkala mereka berada di rumah-rumah mereka, Allah mendatangkan suara dengan frekuensi yang tidak dikenal sebelumnya, suatu frekuensi suara yang menyebabkan jantung pecah.

Adzab yang menimpa seluruh bangsa Tsamud dimanapun ia berada, kecuali mereka yang beriman dan seseorang yang saat itu sedang berada di Mekkah bernama Abu Righal. Status Mekkah sebagai tanah haram lah yang menyelamatkan Abu Righal.

“Maka tatkala datang siksa Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama Dia dengan kasih sayang dari Kami dan kami selatkan mereka dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa” (Hud :66)

Kisah yang mengajarkan banyak hal tentang bagaimana mengimani, mempercayai atau meyakini sesuatu. Ia adalah harus kepercayaan dengan totalitas dan prasangka yang baik. Keyakinan yang harus selalu kita jaga adalah bahwa Allah penuh kasih sayang, bahwa Allah sangat dekat dan mengabulkan setiap permohonan. Namun Allah juga menguji apakah benar kita sungguh-sungguh meyakini?

Jangan menjadi seperti kaum Tsamud, kaum yang memiliki persepsi yang tidak benar terhadap Allah dan nabiNya, bersegera memohon keburukan dan tidak memiliki harapan hidup yang baik.

Cerita Anak – Gunung Emas

albaqarah_108

Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? dan Barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, Maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.

Gunung Emas

QS 2 : 108

Penulis : Tutik Hasanah

Pengen Gak melihat keajaiban? melihat hal-hal magic?

Rasulullah menyampaikan pada kaum Quraisy di Mekkah, bahwa Allah telah menjadikannya utusan Allah.

Orang-orang Mekkah saat itu tahu kalau Allah yang menciptakan semesta alam. Tapi mereka banyak yang tidak mempercayai kalau Allah memilih seorang manusia menjadi utusanNya.

Diantara mereka ada yang berpendapat andaisaja Muhammad benar-benar utusan Allah, sudah tentu banyak keajaiban yang datang bersamanya. Salah satu diantara mereka bernama Abdullah bin Abi Umayyah.

Abdullah bin Abi Umayyah masih kerabat Abu Jahal lho!

Abu jahal itu orang yang paling jahat sama nabi Muhammad.

Abdullah bin Abi Umayyah mengajukan banyak permintaan keajaiban pada Rasulullah, pertama-tama ia meminta agar gunung Shafa dijadikan gunung emas. Kemudian ia meminta agar tanah Mekkah diperluas dan dipancarkan sungai-sungai disekeliling Mekkah.

Tak berselang lama ia meminta agar diturunkan ayat al Qur’an yang isinya : “Dari Tuhan Semesta Alam kepada Ibnu Abi Umayyah, ketahuilah sesungguhnya aku telah mengutus Muhammad kepada manusia”

Abdullah bin Abi Umayyah ini, merasa orang penting banget sih ??????

Permintaan-permintaan yang dijawab Allah dengan turunnya QS 2: 108, yang menjelaskan bahwa adanya keajaiban atau hal-hal magic bukan penyebab utama adanya rasa percaya kalau Muhammad seorang nabi, seorang utusan Allah.

Bagaimana Keturunan Nuh memenuhi bumi

Menjejakkan Langkah ke Pelosok Bumi.

Jazirah Arab, jantung dunia tengah, jika kita bersepakat menyebut kawasan asia hingga afrika utara yang terbentang mulai ujung India hingga Turki di utara dan batas barat ujung mesir sebagai dunia tengah.

Dari jazirah arab, persebaran manusia dengan pola radial kiri, persebaran yang membentuk kebudayaan pada daerah persebaran fase kedua

Ada empat teori tentang pusat-pusat persebaran manusia fase kedua :

  1. Teori Armenia, bahwa pusat persebaran manusia fase kedua adalah Armenia dan asia tengah dekat dengan gunung Ararat.
  2. Teori Babylon, menyatakan bahwa di negeri babylon lah pertama kali puncak kebudayaan manusia dibangun
  3. Teori pulau-pulau di laut Mediterania, menyatakan bahwa pusat kebudayaan tertua ada di garis kepulauan-kepulauan sepanjang laut mediterania.
  4. Teori Afrika – Abbysinia, menyatakan bahwa kebudayaan tertua adalah kebudayaan Abbysinia atau Ethiophia.

 

Keempat teori tersebut pada dasarnya tidaklah saling bertentangan, ketika kita membaca dengan seksama pola persebaran manusia di fase kedua, yaitu pola radial kiri, akan ada kesamaan waktu kemajuan budaya pada daerah Ethiophia, Mesir dan Summeria.

Fase persebaran kedua yang dilakukan oleh anak-anak keturunan Nuh, yang selamat dari banjir besar yang terjadi di zaman itu.

 

Demografi Etnik-Etnik

Nuh dalam rombongan 80 orang menempati kampung delapan puluh dan memulai kehidupan baru. Kampung Delapanpuluh terletak di kawasan Messopotamia atau Iraq. Putra-putra Nuh yang ikut, Sam, Ham, dan Yafits memasuki perahu bersama istri-istrinya, dan dari mereka bertigalah manusia diseluruh dunia berketurunan.

Sam, istrinya bernama Sulba putri Batawil bin Mahwila bin Hanukh bin Qabil bin Adam. Putra-putra Sam adalah : Arfakhsyad , etnik Arab, dan etnik Yahudi (Bani Israil) adalah keturunan Arfakhsyad. Putra-putra Sam yang lainnya ‘Ailam, al Yafar atau Asyur , Laawidz dan Iram, beberapa nabi dari garis keturunan Iram.

Ham, istrinya bernama Nahliba putri Marib Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Ham memiliki putra-putra : Kusy, Quth, Yabshir atau Baishir dan Kan’an.

Kusy putra Ham, menikahi Qarnabil putri Batawil bin Tursi bin Yafits, dari pasangan ini lahir nenek moyang bangsa Abbisynia, Sind dan Hind.

Adapun Quth putra Ham, menikahi Bakhta putri Batawil Bin Tursi bin Yafits. Dari mereka terlahir nenek moyang suku Barbar.

Adapun Yabshir dan Baishir adalah nenek moyang bangsa Mesir. Mishr, anak Yabshir sedang duduk bersama ayah dan kakek yang dalam keadaan transisi antara tidur dan sadar. Nabi Nuh memanggil Ham dan keturunannya, tak satupun menjawab panggilan Nuh, kecuali Mishr, karena itu, Nuh mendo’akan Mishr bahwa kelak mendiami negeri yang subur dan diberkahi.

Adapun Kan’an putra Ham menikahi Artila putri Batawil Bin Tursi bin Yafits, dari mereka terlahir nenek moyang bangsa-bangsa hitam seperti Nubah, Fazan, Zenk, Zaghawah, dan seluruh bangsa kulit hitam.

Yafits putra Nuh, istrinya bernama Arbasisah putri Marazil Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Yafits dikaruniai putra-putra, yaitu :

  1. Kumir atau ‘Umir atau Gomer,
  2. Hawan atau Yawan atau Yunan,
  3. Tubal atau Qutubal,
  4. Magog,
  5. Masyih atau Kasyih,
  6. Tursi atau Thabrasy atau Tharaqi.

Dalam riwayat israiliyat ditambah : Madai, sehingga berjumlah 7 putra

Imam Baihaqi menambahkan ‘Alajaan, sehingga berjumlah 8 putra

Dan Ibnu Sa’id menambah Saubil sehingga berjumlah sembilan

Dan seorang putri bernama Shabaka.

 

Anak cucu Nuh inilah yang kemudian memenuhi bumi dan membangun kota-kota pusat peradaban sesudah banjir besar yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi kecuali mereka yang turut dalam perahu Nuh.

 

  1. Kota-kota yang dibangun generasi terdahulu keturunan Sam bin Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun oleh keturunan Sam bin Nuh

–          Kawasan Yaman, keturunan Iram putra Sam Bin Nuh yang pertama kali membangun kawasan ini

–          Syahr, kota terletak di negara Oman sekarang, merupakan pusat kerajaan pertama yang berdiri sesudah banjir besar, negerinya keturunan ‘Aad putra ‘Ewash bin Iram bin Sam bin Nuh

–          Kota Shan’a, dibangun Sam bin Nuh saat berkelana mencari kawasan yang suhu nya sedang tidak panas dan tidak dingin, dan ditemukanlah olehnya daerah Shan’a dan dibangunlah kota.

–          Kota Yatsrib, yang sekarang dikenal dengan nama Madinah kota nabi Muhammad, dibangun oleh Yatsrib putra Qaniyah Bin Mahlail bin Sam bin Nuh.

–          Damaskus, ibu kota Syiria, dibangun oleh Damaskus putra Qani Bin Malik bin Arfakhsyad Bin Sam Bin Nuh.

–          Anthakiya, diberi nama dari Anthakiya putri Rum bin al Yafar bin Sam bin Nuh.

–          Hiraqla, salah satu daerah di kekaisaran romawi, yang dinami demikian dari Hiraqla putri al Yafar bin Sam bin Nuh.

–          Kota Bawan, dibangun oleh Bawan bin Iran bin Sam bin Nuh

–          Wabar, kota yang dibangun oleh Wabar putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

–          Jurjan, kota yang dibangun oleh Jurjan putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

–          Khurasan, kota yang kemudian berkembang menjadi kawasan membentang antara Afghanistan dan Iran. Keturunan Asyur putra Sam Bin Nuh lah yang pertama kali membangun kawasan ini.

–           Kota Samira, yang sekarang dikenal Ray, dahulunya pernah dijadikan sam bin Nuh tempat tinggal.

–          Azerbijan, diberi nama dari Azerbijan putra Iran Bin al Aswad bin Sam Bin Nuh

–          Asfahan, dinamai dari Asfahan putra Laawidz bin Sam bin Nuh.

–          Faris, daerah luas di timur utara Iraq, yang dinamai demikian dari Faris putra Madyan bin Iram bin Nuh. Meski orang-orang Persia enggan mengakui nasab ini.

 

  1. Kota-kota yang dibangun oleh keturunan Ham putra Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Ham adalah :

–          Afrika, nama benua berasal dari Fariq putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Fariq menjelajahi daerah selatan dan barat Mesir untuk menyaingi Mesir saudaranya yang mengusai daerah yang telah ditempati keturunan Yabshir sebelumnya.

–          Mesir, dinamai demikian dari nama Mesir putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Mesir meneruskan kepemimpinan ayahnya Yabshir.

–          Manfu, kota pertama yang dibangun di Mesir, dibangun oleh Yabshir Bin Ham bin Nuh. Manfu dalam bahasa Qibti dieja Mafih yang artinya tigapuluh, karena Yabshir datang bersama keturunannya berjumlah 30 orang.

–          Palestin, diambil namanya dari Palestin putra Kuslukhim bin Shidqiya bin Kan’an Bin Ham bin Nuh.

Ada yang berkata bahwa Palestin dinamai dari Palestin putra Sam bin Iram bin Sam bin Nuh.

–          Asfi, di sekitar Marokko, dibangun keturunan-keturunan Ham yang kalah berperang dengan keturunan Sam.

–          Ka’bar, ibu kota Abbysinia atau Ethiopia dibangun Habsy putra Kusy Bin Ham bin Nuh

 

  1. Kota-kota yang dibangun keturunan Yafits

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Yafits :

–          Andalus, kawasan yang membentang dari negara Spanyol dan Portugal  hingga beberapa negara Afrika utara, Maroko, al Jazair, dan Tunisia. Kawasan yang dibangun oleh Andalus putra Tubal bin Yafits bin Nuh.

Cucu Andalus, Isyban (Spain, Spanyol) putra Thuthis bin Andalus bin Tubal bin Yafits bin Nuh membangun banyak kota di kawasan ini, sehingga nama Spanyol pun masyhur.

–          Negeri Frank, yaitu kawasan Eropa Barat tengahmulai dari batas Prancis Spanyol hingga ujung Yunani, kawasan yang pertama kali dikembangkan oleh Frank atau dalam ejaan arab Afranjah keturunan Yafits.

–          Galicia, satu kota di spanyol utara, Galicea atau dalam ejaan arab Jalaliqah adalah putra dari Yafits bin Nuh.

–          Tharaqi, kota antik di timur Konstantinopel atau Istanbul, dinamai Tharaqi sesuai pendirinya yaitu Tharaqi putra Yafits.

–          Yunani, sebuah kebudayaan klasik yang sangat besar yang secara teritorial membentang di Eropa Tengah hingga batas Timur. Dinamai Yunani dari Yunan putra Yafits. Bangsa Romawi klasik adalah keturunan yunan juga. Adapun bangsa Romawi yang membangun kekaisaran Romawi beberapa abad sebelum kelahiran nabi Isa as. Adalah keturunan Iyas putra Ishaq putra Ibrahim. Iyas menikah dengan putri pamannya, Isma’il.

–          Cina, kawasan yang membentang luas, negeri sungai subur dengan ditutupi padang pasir. Kawasan yang pertama kali dibangun oleh Amur putra Saubil bin Yafits Bin Nuh, kemudian dinamai Cina yang dalam bahasa arab di eja Shin sesuai dengan nama Shin putra Saubil bin ‘Amur Bin Yafits yang menjadi raja pertama. Pengembangan yang dilakukannya adalah pertambangan emas dan industri. Cara menambang emas yang dikembangkan Shin menyebar dan menjadi sumber kemakmuran rakyat Cina, hingga tatkala Shin wafat, dibuatkan patung emas untuk Shin.

 

Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa etnis-etnis Eropa adalah antara keturunan Yafits dan  Sam. Bangsa-bangsa Afrika baik yang berkulit agak terang atau berkulit hitam adalah keturunan Ham. Bangsa-bangsa timur adalah keturunan Yafits. Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

Manusia terus berkembang dan pergaulan antar etnik yang sempat saling menjauh kemudian berbaur dan bercampur kembali. Baik pergaulan yang bersifat positif seperti ekspedisi ilmiah, perdagangan atau mencari penghidupan yang lebih baik.

Adapula pergaulan yang bersifat negatif seperti penaklukan, monopoli dan penjajahan satu bangsa atas bangsa lainnya.

Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

part of Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Jangan bersikap seperti Yahudi Khaibar

yahudi Khaibar
al baqarah ayat 89

dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, dan dahulu mereka biasa meminta kemenangan atas orang-orang kafir (atas nama kebenaran nabi akhir zaman), Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (al Baqarah : 89)

 

 

Khaibar, nama sebuah tempat di utara kota Medinah. Tempat tersebut dihuni oleh kaum Yahudi. Tanah Khaibar adalah tanah pertanian yang sangat subur.

Di arah timur laut khaibar terdapat pemukiman arab ghaththafan, dan keduanya sering terlibat peperangan.

Orang yahudi khaibar mengetahui akan datangnya nabi akhir zaman. Ilmu yang mereka peroleh dari kitab taurat. Mereka tahu bahwa nabi akhir zaman sangat disayangi Allah, maka setiap kali berperang melawan ghaththafan mereka berdo’a dengan menyebut kebenaran sang nabi akhir zaman.

Do’a yang mereka lantunkan adalah : wahai Allah, kami meminta kepadamu atas nama kebenaran nabi yang ummiy, sebagaimana engkau janjikan akan engkau utus pada kami di akhir zaman, maka dari itu tiada yang kami minta kecuali kemenangan atas mereka.

Allah mengabulkan do’a kaum Yahudi Khaibar, mereka menang atas ghaththafan.

Tatkala Rasulullah berhijrah ke Medinah, kaum Yahudi khaibar berjumpa dengan Rasulullah, mereka mendapat tanda-tanda kenabian padanya. Rasulullah mengajak mereka untuk percaya dan membenarkan bahwa Muhammad utusan tuhan.

Kaum Yahudi Khaibar tidak mau percaya dan memusuhi nabi Muhammad. Atas sikap mereka Allah menurunkan QS 2:89 mengabarkan bahwa mereka jika meminta kemenangan akan merayu Allah atas nama nabi akhir zaman, akan tetapi saat nabi Muhammad datang mereka ingkar.

Allah mengutuk kaum Yahudi atas sikap mereka, yaitu berdusta atas janji keimanan yang pernah diucapkan pada Allah.