Bagaimana Keturunan Nuh memenuhi bumi (2)

 

  1. Kabar keturunan Sam bin Nuh

Pada keturunan Sam, dalam kurun 1000 tahun terdapat dua kenabian. Pertama Nabi Hud , yang Allah utus bagi keturunan Sam yang mendiami kawasan Arab selatan, keturunan Sam yang telah teridentifikasi sebagai suatu bangsa bernama bangsa ‘aad. Bangsa ‘Aad adalah keturunan ‘Aad bin –‘Uud bin Iram bin Sam bin Nuh.

Nabi Hud sendiri memiliki nasab, Hud putra Shalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Maka bahasa al Qur’an yang kita baca adalah :

“dan kepada kaum ‘Ad (kami utus) saudara mereka, Huud. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan  Tuhan saja.” (Hud : 50)

 

Kedua Nabi Sholeh, yang Allah utus kepada keturunan Sam yang mendiami kawasan utara jazirah Arab. Kaum ini telah teridentifikasi menjadi etnik Tsamud. Tsamud adalah keturunan Sam yang memiliki nasab Tsamud putra Jatsir bin Iram bin Sam.

Nabi Sholeh sendiri memiliki nasab, Sholeh putra ‘Ubaid bin Asif bin Mashikh bin ‘Ubaid bin Jadir bin Tsamud.

Dua kali diutus nabi, namun ternyata perkembangan spiritual menjauh dari keyakinan akan keharusan menyembah satu Tuhan, Allah. Pada masyarakat keturunan-keturunan Sam penyembahan berhala merajalela, hingga tiba zaman Ibrahim as dan tiada satupun manusia yang menyembah Allah sebagai Tuhan.

Masyarakat keturunan Sam mengenal Allah sebagai pencipta, dan untuk menyembahnya diperlukan suatu perantara yang mendekatkan. Perantara-perantara tersebut berupa patung Tuhan, atau pohon, atau patung orang sholeh yang mendekatkan pada Tuhan.

Ibrahim teguh kukuh dalam keimanan kepada Allah, menyerukan penyembahan Allah ke tengah-tengah kaumnya yang dipimpin seorang raja keturunan Ham putra Nuh. Kaum yang menyembah patung-patung pahatan dari batu, dan pemahat utamanya adalah Azar, ayah Ibrahim.

Azar ayah Ibrahim dipanggil juga Tarikh adalah putra Nakhur Bin Sarugh bin Arghu bin Falagh bin Ghabir bin Syalakh bin Qainan bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh.

Peristiwa tidak terbakarnya Ibrahim oleh api teramat dahsyat yang dinyalakan Ibrahim ternyata tidak menghadirkan keimanan sang raja Namrudz dan keimanan massal masyarakat babylon. Hanya seorang ponakan Ibrahim, Luth putra Haran bin Azar yang beriman, juga seorang sepupu perempuan Ibrahim, Sarah yang kemudian di peristrinya.

Tiga orang yang teguh menentang arus masyarakat zamannya, memegang erat hakikat kebenaran yang diyakini, Ibrahim, Sarah dan Luth. Mereka bertiga, berteman rasa kasih sayang dari ayah Ibrahim, dan ayah serta ibu Luth, mengembara dalam pelarian mempertahankan keyakinan, menyapa negeri dan peradaban. Meskipun Azar, Haran dan istrinya tidak beriman, ketiganya mendampingi putra-putra mereka dalam pengembaraan memperjuangkan kebenaran.

Ibrahim meninggalkan tanah babil, menelusuri arah pesisir barat hingga tiba di utara Syam, dikawasan yang dikenal dengan nama Harran, dan Azar wafat di kawasan ini. Nabi Ibrahim mengidentifikasi penduduk kawasan utara Syam ini adalah keturunan Yafits bin Nuh. Mereka menyembah bintang. Nabi Ibrahim menyeru kaum ini agar beriman dan menyembah Allah semata, tetapi seruan yang tidak bermanfa’at bagi hati, pendengaran dan penglihatan yang tidak mau terbuka.

Negeri Syam yang kini menjadi lima negara : Syiria, Lebanon, Israel, Palestina dan Yordan. Negeri Syam dikenal saat itu sebagai negeri Kan’an. Ibrahim dan Sarah tinggal di kawasan Hebron, adapun Luth mengambil tempat di satu titik di Yordan.

Babylon, Syam, dan Mesir , di masa Ibrahim, adalah negeri negeri yang pemerintahannya dikendalikan keturunan Ham putra Nuh, adapun rakyatnya bercampur antara putra Sam dan Ham.

 

  1. Kabar Keturunan Ham

Pada keturunan Ham, kebudayaan Mesir kuno dan Sumeria adalah maestronya. Seribu tahun berlalu dan tinggalah nama Allah terdengar sayup dan samar.

Pada masyarakat keturunan Ham berkembang berbagai pemikiran dan falsafah spiritualisme religius. Pencarian akan Tuhan hidup ditengah-tengah perkembangan teknologi dan peradaban. Kejeniusan manusia yang terus menerus digempur rayuan iblis untuk sombong akan kedigjayaan.

Ada dua tipikal utama yang menjadi ciri khas keturunan Ham

–          Penyembahan raja digjaya yang sangat berkuasa

–          Penyembahan dewa-dewa dengan representasi utama dewa matahari

 

Sesudah tinggal beberapa saat di Hebron, Ibrahim bersama Sarah mengembara ke Mesir, dan mendapati raja Mesir yang masih mengakui adanya hal yang tertangkap indera yang memiliki kekuasaan atas semesta, berbeda dengan Namrudz yang jejak pengenalan pada Allah Sang Pencipta semesta sudah tidak terdapat sama sekali.

Perjalanan ke Mesir dengan kondisi terkenal sebagai lelaki yang tidak terbakar api. Raja Mesir yang menyambutnya sebagai tamu kehormatan. Bertamu yang memahat pesan dalam benak sang raja Mesir bahwa Ibrahim dan Sarah berada dalam kebenaran.

Dalam catatan sejarah islam, Raja Mesir saat itu teridentifikasi Thuthis putra Malia bin Kharibta bin Maliq Bin Tadares bin Saba bin Mesir bin Baishir bin Ham bin Nuh. Sang raja menghadiahkan seorang budak bernama Hajar bagi Sarah.

Pengenalan pada Allah tidak serta merta melahirkan penyembahan monotheisme pada Allah semata, meski dalam catatan-catatan hieroglyph yang telah diterjemahkan diceritakan bahwa kebudayaan Mesir antik mengenal Amon sebagai pencipta, tetapi terdapat dewa-dewa lain yang disembah selain Amon.

 

  1. Kabar Keturunan Yafits

Pada keturunan Yafits, kebudayaan Yunani, Eropa dan Cina menjadi ciri utamanya. Dalam sejarah islam tidak banyak ditemukan catatan tentang perkembangan spiritualitas dan religiusitas keturunan Yafits dalam seribu tahun sejak banjir besar surut. Seribu Tahun sejak perahu bertambat digunung Joedy adalah setara dengan 3000 tahun sebelum Masehi.

Para sejarawan dunia barat, mendefinisikan 3000 tahun sebelum Masehi sebagai zaman Perunggu, dan bukti-bukti tertulis belum terlalu banyak didapat.

Adapun dalam perjalanan masa yang terus mendekat hingga zaman Musa, keturunan Yafits banyak terwarnai oleh ragam agama dan pemikiran yang berkembang pada keturunan Ham.

Penulis buku Akhbar Zaman (Berita Masa), Imam Mas’udiy (wafat tahun 346 Hijriyah/960 Masehi) menulis bahwa sesudah Amur putra Saubil bin Yafits Bin Nuh wafat, putranya yaitu Cina membuatkan patung emas untuknya. Cina bertawaf mengelilingi patung emas ayahnya untuk menghormatinya dan kemudian hal ini diwajibkan kepada seluruh masyarakat, yang kemudian menjadi cikal bakal agama Cina kuno sebelum agama Budha yang berasal dari India menyebar di Cina (masyarakat India masyarakat keturunan Ham).

 

Bahasa-bahasa dunia

Bahasa yang dipakai manusia sejak zaman Adam hingga beberapa abad keturunan Nuh adalah bahasa Suryani.

Sebelum keturunan Nuh menyebar ke pelosok bumi, mereka tinggal di Babylon atau  kawasan Iraq. Kemudian Qahthan, ‘Aad, Tsamud, ‘Amlaaq, Thasam, dan Jadis yang semuanya merupakan keturunan Sam menjelajah jazirah Arab dan berbicara dengan bahasa Arab.

Bahasa-bahasa keturunan Nuh terdiferensiasi menjadi 72 bahasa utama, yang 37 diantara bahasa-bahasa tersebut ada pada keturunan Yafits, sebagai keturunan Nuh dengan jumlah terbanyak. 18 bahasa ada pada keturunan Sam, dan 17 bahasa pada keturunan Ham.

 

 

part of islamic golden perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Bagaimana Keturunan Nuh memenuhi bumi

Menjejakkan Langkah ke Pelosok Bumi.

Jazirah Arab, jantung dunia tengah, jika kita bersepakat menyebut kawasan asia hingga afrika utara yang terbentang mulai ujung India hingga Turki di utara dan batas barat ujung mesir sebagai dunia tengah.

Dari jazirah arab, persebaran manusia dengan pola radial kiri, persebaran yang membentuk kebudayaan pada daerah persebaran fase kedua

Ada empat teori tentang pusat-pusat persebaran manusia fase kedua :

  1. Teori Armenia, bahwa pusat persebaran manusia fase kedua adalah Armenia dan asia tengah dekat dengan gunung Ararat.
  2. Teori Babylon, menyatakan bahwa di negeri babylon lah pertama kali puncak kebudayaan manusia dibangun
  3. Teori pulau-pulau di laut Mediterania, menyatakan bahwa pusat kebudayaan tertua ada di garis kepulauan-kepulauan sepanjang laut mediterania.
  4. Teori Afrika – Abbysinia, menyatakan bahwa kebudayaan tertua adalah kebudayaan Abbysinia atau Ethiophia.

 

Keempat teori tersebut pada dasarnya tidaklah saling bertentangan, ketika kita membaca dengan seksama pola persebaran manusia di fase kedua, yaitu pola radial kiri, akan ada kesamaan waktu kemajuan budaya pada daerah Ethiophia, Mesir dan Summeria.

Fase persebaran kedua yang dilakukan oleh anak-anak keturunan Nuh, yang selamat dari banjir besar yang terjadi di zaman itu.

 

Demografi Etnik-Etnik

Nuh dalam rombongan 80 orang menempati kampung delapan puluh dan memulai kehidupan baru. Kampung Delapanpuluh terletak di kawasan Messopotamia atau Iraq. Putra-putra Nuh yang ikut, Sam, Ham, dan Yafits memasuki perahu bersama istri-istrinya, dan dari mereka bertigalah manusia diseluruh dunia berketurunan.

Sam, istrinya bernama Sulba putri Batawil bin Mahwila bin Hanukh bin Qabil bin Adam. Putra-putra Sam adalah : Arfakhsyad , etnik Arab, dan etnik Yahudi (Bani Israil) adalah keturunan Arfakhsyad. Putra-putra Sam yang lainnya ‘Ailam, al Yafar atau Asyur , Laawidz dan Iram, beberapa nabi dari garis keturunan Iram.

Ham, istrinya bernama Nahliba putri Marib Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Ham memiliki putra-putra : Kusy, Quth, Yabshir atau Baishir dan Kan’an.

Kusy putra Ham, menikahi Qarnabil putri Batawil bin Tursi bin Yafits, dari pasangan ini lahir nenek moyang bangsa Abbisynia, Sind dan Hind.

Adapun Quth putra Ham, menikahi Bakhta putri Batawil Bin Tursi bin Yafits. Dari mereka terlahir nenek moyang suku Barbar.

Adapun Yabshir dan Baishir adalah nenek moyang bangsa Mesir. Mishr, anak Yabshir sedang duduk bersama ayah dan kakek yang dalam keadaan transisi antara tidur dan sadar. Nabi Nuh memanggil Ham dan keturunannya, tak satupun menjawab panggilan Nuh, kecuali Mishr, karena itu, Nuh mendo’akan Mishr bahwa kelak mendiami negeri yang subur dan diberkahi.

Adapun Kan’an putra Ham menikahi Artila putri Batawil Bin Tursi bin Yafits, dari mereka terlahir nenek moyang bangsa-bangsa hitam seperti Nubah, Fazan, Zenk, Zaghawah, dan seluruh bangsa kulit hitam.

Yafits putra Nuh, istrinya bernama Arbasisah putri Marazil Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Yafits dikaruniai putra-putra, yaitu :

  1. Kumir atau ‘Umir atau Gomer,
  2. Hawan atau Yawan atau Yunan,
  3. Tubal atau Qutubal,
  4. Magog,
  5. Masyih atau Kasyih,
  6. Tursi atau Thabrasy atau Tharaqi.

Dalam riwayat israiliyat ditambah : Madai, sehingga berjumlah 7 putra

Imam Baihaqi menambahkan ‘Alajaan, sehingga berjumlah 8 putra

Dan Ibnu Sa’id menambah Saubil sehingga berjumlah sembilan

Dan seorang putri bernama Shabaka.

 

Anak cucu Nuh inilah yang kemudian memenuhi bumi dan membangun kota-kota pusat peradaban sesudah banjir besar yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi kecuali mereka yang turut dalam perahu Nuh.

 

  1. Kota-kota yang dibangun generasi terdahulu keturunan Sam bin Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun oleh keturunan Sam bin Nuh

–          Kawasan Yaman, keturunan Iram putra Sam Bin Nuh yang pertama kali membangun kawasan ini

–          Syahr, kota terletak di negara Oman sekarang, merupakan pusat kerajaan pertama yang berdiri sesudah banjir besar, negerinya keturunan ‘Aad putra ‘Ewash bin Iram bin Sam bin Nuh

–          Kota Shan’a, dibangun Sam bin Nuh saat berkelana mencari kawasan yang suhu nya sedang tidak panas dan tidak dingin, dan ditemukanlah olehnya daerah Shan’a dan dibangunlah kota.

–          Kota Yatsrib, yang sekarang dikenal dengan nama Madinah kota nabi Muhammad, dibangun oleh Yatsrib putra Qaniyah Bin Mahlail bin Sam bin Nuh.

–          Damaskus, ibu kota Syiria, dibangun oleh Damaskus putra Qani Bin Malik bin Arfakhsyad Bin Sam Bin Nuh.

–          Anthakiya, diberi nama dari Anthakiya putri Rum bin al Yafar bin Sam bin Nuh.

–          Hiraqla, salah satu daerah di kekaisaran romawi, yang dinami demikian dari Hiraqla putri al Yafar bin Sam bin Nuh.

–          Kota Bawan, dibangun oleh Bawan bin Iran bin Sam bin Nuh

–          Wabar, kota yang dibangun oleh Wabar putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

–          Jurjan, kota yang dibangun oleh Jurjan putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

–          Khurasan, kota yang kemudian berkembang menjadi kawasan membentang antara Afghanistan dan Iran. Keturunan Asyur putra Sam Bin Nuh lah yang pertama kali membangun kawasan ini.

–           Kota Samira, yang sekarang dikenal Ray, dahulunya pernah dijadikan sam bin Nuh tempat tinggal.

–          Azerbijan, diberi nama dari Azerbijan putra Iran Bin al Aswad bin Sam Bin Nuh

–          Asfahan, dinamai dari Asfahan putra Laawidz bin Sam bin Nuh.

–          Faris, daerah luas di timur utara Iraq, yang dinamai demikian dari Faris putra Madyan bin Iram bin Nuh. Meski orang-orang Persia enggan mengakui nasab ini.

 

  1. Kota-kota yang dibangun oleh keturunan Ham putra Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Ham adalah :

–          Afrika, nama benua berasal dari Fariq putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Fariq menjelajahi daerah selatan dan barat Mesir untuk menyaingi Mesir saudaranya yang mengusai daerah yang telah ditempati keturunan Yabshir sebelumnya.

–          Mesir, dinamai demikian dari nama Mesir putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Mesir meneruskan kepemimpinan ayahnya Yabshir.

–          Manfu, kota pertama yang dibangun di Mesir, dibangun oleh Yabshir Bin Ham bin Nuh. Manfu dalam bahasa Qibti dieja Mafih yang artinya tigapuluh, karena Yabshir datang bersama keturunannya berjumlah 30 orang.

–          Palestin, diambil namanya dari Palestin putra Kuslukhim bin Shidqiya bin Kan’an Bin Ham bin Nuh.

Ada yang berkata bahwa Palestin dinamai dari Palestin putra Sam bin Iram bin Sam bin Nuh.

–          Asfi, di sekitar Marokko, dibangun keturunan-keturunan Ham yang kalah berperang dengan keturunan Sam.

–          Ka’bar, ibu kota Abbysinia atau Ethiopia dibangun Habsy putra Kusy Bin Ham bin Nuh

 

  1. Kota-kota yang dibangun keturunan Yafits

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Yafits :

–          Andalus, kawasan yang membentang dari negara Spanyol dan Portugal  hingga beberapa negara Afrika utara, Maroko, al Jazair, dan Tunisia. Kawasan yang dibangun oleh Andalus putra Tubal bin Yafits bin Nuh.

Cucu Andalus, Isyban (Spain, Spanyol) putra Thuthis bin Andalus bin Tubal bin Yafits bin Nuh membangun banyak kota di kawasan ini, sehingga nama Spanyol pun masyhur.

–          Negeri Frank, yaitu kawasan Eropa Barat tengahmulai dari batas Prancis Spanyol hingga ujung Yunani, kawasan yang pertama kali dikembangkan oleh Frank atau dalam ejaan arab Afranjah keturunan Yafits.

–          Galicia, satu kota di spanyol utara, Galicea atau dalam ejaan arab Jalaliqah adalah putra dari Yafits bin Nuh.

–          Tharaqi, kota antik di timur Konstantinopel atau Istanbul, dinamai Tharaqi sesuai pendirinya yaitu Tharaqi putra Yafits.

–          Yunani, sebuah kebudayaan klasik yang sangat besar yang secara teritorial membentang di Eropa Tengah hingga batas Timur. Dinamai Yunani dari Yunan putra Yafits. Bangsa Romawi klasik adalah keturunan yunan juga. Adapun bangsa Romawi yang membangun kekaisaran Romawi beberapa abad sebelum kelahiran nabi Isa as. Adalah keturunan Iyas putra Ishaq putra Ibrahim. Iyas menikah dengan putri pamannya, Isma’il.

–          Cina, kawasan yang membentang luas, negeri sungai subur dengan ditutupi padang pasir. Kawasan yang pertama kali dibangun oleh Amur putra Saubil bin Yafits Bin Nuh, kemudian dinamai Cina yang dalam bahasa arab di eja Shin sesuai dengan nama Shin putra Saubil bin ‘Amur Bin Yafits yang menjadi raja pertama. Pengembangan yang dilakukannya adalah pertambangan emas dan industri. Cara menambang emas yang dikembangkan Shin menyebar dan menjadi sumber kemakmuran rakyat Cina, hingga tatkala Shin wafat, dibuatkan patung emas untuk Shin.

 

Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa etnis-etnis Eropa adalah antara keturunan Yafits dan  Sam. Bangsa-bangsa Afrika baik yang berkulit agak terang atau berkulit hitam adalah keturunan Ham. Bangsa-bangsa timur adalah keturunan Yafits. Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

Manusia terus berkembang dan pergaulan antar etnik yang sempat saling menjauh kemudian berbaur dan bercampur kembali. Baik pergaulan yang bersifat positif seperti ekspedisi ilmiah, perdagangan atau mencari penghidupan yang lebih baik.

Adapula pergaulan yang bersifat negatif seperti penaklukan, monopoli dan penjajahan satu bangsa atas bangsa lainnya.

Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

part of Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Dari Adam ke Nuh

Idris adalah turunan ke enam Adam dari Syits, yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, Ia adalah yang pertama memintal benang dan menjahit pakaian, ia pula yang pertama pula mengenakan pena untuk menulis dan mengajarkan, diantaranya menulis dan mengajarkan wahyu, padanya diturunkan 30 lembaran-lembaran suci. Idris pun sangat tertarik mempelajari ilmu astronomi dan matematika. Ditenggarai Idris ini yang disebut dalam kebudayaan Yunani kuno sebagai Hormus. Kebijakan Idris yang lain adalah menjadikan garis patriarkal keturunan Qabil sebagai budak.

Pada garis patriarkal kita dapat mengatakan keturunan Adam selain dari Syits terputus seiring dengan zaman, dan ilmu nasab ini termasuk ilmu yang terlupakan keturunan Adam, kecuali oleh sedikit saja.

 

Kenabian dan sistem ritual

Adam diturunkan ke bumi dalam kondisi psikologis terusir karena berbuat kesalahan. Beberapa saat setelah turun ke bumi, Adam menangis dan memohon pengampunan, tidak makan selama 40 hari, tidak mendekati Hawa selama 100 tahun.  Kemudian Allah mengajarkan suatu do’a pada Adam : “Wahai Tuhan kami sesungguhnya kami telah zhalim pada diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak menyayangi kami, maka kami termasuk kaum yang merugi”

Adam kemudian diperintahkan membangun ka’bah dengan permata merah dari Surga, berthawaf dan shalat sebagaimana yang dilaksanakan di sekeliling ‘arsy. Kemudian diperlihatkan manasik haji. Sepanjang hidupnya Adam berhaji 40 kali, di mulai dari India dengan berjalan kaki.

Adam dibekali dengan 21 lembaran-lembaran suci, didalamnya terdapat keterangan tentang halal dan haram, diantaranya haramnya bangkai, darah dan daging babi. Dalam lembaran-lembaran suci diperintahkan pula shalat 50 raka’at dalam sehari.

Setelah beranak cucu banyak, Allah mengenalkan suatu sistem peringatan ditengah umat manusia, yaitu sistem kenabian, suatu sistem yang merupakan unsur utama dalam keyakinan akan adanya wahyu Tuhan.

Adam adalah nabi utusan pertama, menyeru di tengah-tengah anak keturunannya yang hingga Adam wafat telah berjumlah 4000 orang.

Qabil yang melarikan diri ke Yaman kemudian tergoda iblis dan melakukan ritual penyembahan api. Adapun penyembahan berhala di mulai saat Yardu ayah Idris menjadi pemimpin kaum. Anugerah kenabian terdekat sesudah Adam ada pada Syits dan kemudian Idris. Pada Syits, Allah menurunkan 50 lembar dari lembaran suci dan pada Idris menurunkan 30 lembaran suci.

 

Sistem Keuangan

Dalam sejarah dunia diperkenalkan, bahwa sistem tukar menukar baranglah yang pertama kali berlaku dalam interaksi ekonomi manusia. Namun dalam keterangn sejarawan Muslim disebutkan bahwa sistem dinar dan dirham telah diajarkan Allah kepada Adam.

Iblis pun bersumpah bahwa dinar dan dirham adalah cara yang paling jitu dalam menyesatkan manusia dan membuatnya terhalang dari meyakini kebenaran.

 

Kejahatan pidana

Kejahatan pidana pertama adalah pembunuhan oleh sebab persaingan mendapatkan istri. Dalam zaman yang lebih kemudian, permasalahan wanita dan cinta termasuk permasalahan yang membelit ummat manusia bahkan hingga menyebabkan perang.

Habil dibunuh Qabil, dan kemudian Qabil melarikan diri dan melarikan saudarinya ke Yaman. Qabil beranak cucu di Yaman, dan melakukan tindak-tindak pidana lainnya, perzinahan, minum-minuman keras dan kerusakan di muka bumi. Adam menyaksikan kerusakan-kerusakan yang terjadi di tengah anak cucunya

 

Wasiat Kepemimpinan

Setiap bangunan komunitas membutuhkan kepemimpinan, lebih-lebih dalam menunaikan tugas sebagai pengelola bumi, maka adanya figur pemimpin dan sistem kepemimpinan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Komunitas yang terbangun telah terbagi dua sejak zaman Adam, ada mereka yang menjalankan apa-apa yang dijalankan oleh Adam, dan ada yang mengambil sikap berlawanan dengan apa-apa yang dijalankan Adam

Beberapa saat sebelum Adam wafat, Adam mewasiatkan amanah kepemimpinannya kepada Syits. Kemudian Syits mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Anwasy. Anwasy mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Qainan, dari Qainan ke putranya Mahlail, dari Mahlail ke Yardu, dan dari Yardu ke putranya Khanukh atau Idris.

Yardu masih hidup ketika Idris diangkat kelangit, dan Indris mewasiatkan kepemimpinan kepada Mattusyalakh.

 

Menuju zaman Nuh

Lamik Bin Mattusyalakh, turunan ke delapan Adam dari Syits menghadapi tantangan zamannya, sejak zaman kakek buyutnya, Yardu, bibit penyembahan berhala telah tersemai. Disisi lain banyak keturunan Qabil menyembah api dan juga menyebarkan musik dan nyanyian agar manusia terlena. Demikian gambar kehidupan menuju era Nuh yang didapat dari sumber-sumber sejarah islam.

Adapun dalam riwayat sejarah Persia, disebutkan bahwa buyut Mahlail dari putra selain Yardu menjadi raja, raja tersebut bernama Thomhurutsa. Thomhurutsa menguasai iblis dan menjadikannya budaknya. Memerintah dengan keadilan, mendirikan kota-kota dan mengolah bulu domba menjadi kain wol. Thomhurutsa yang pertama kali menulis dengan bahasa Persia. Thomhurutsa ta’at kepada Allah, dan menghadapi tantangan masyarakat yang semakin mencintai seni memahat menyembah hasil pahatannya dan mengatakan itu semua sebagai cara agar dekat dengan Tuhan. Di zaman Thomhuritsa lahir Biyaurasib yang merupakan cikal bakal kaum Shabi’in.

Setelah Thomhurutsa wafat, keponakannya, Jamsyid meneruskan kepemimpinan kerajaan. Jamsyid mengatur kehidupan sosial dan ekonomi dengan cermat. Jamsyid adalah raja yang hidup lebih lama dari rakyatnya. Usia manusia saat itu telah berkurang dari usia Adam, hanya beberapa saja yang masih berusia seperti usia Adam atau mendekati, diantara Jamsyid yang hidup hingga 700 tahun.

Tahun pertama hingga tahun kelima puluh pemerintahnya jamsyid hanya menyerukan satu pekerjaan industri yaitu pembuatan aneka senjata dan mesin-mesin industri.

Tahun kelima puluh hingga seratus pemerintahannya, mulai mengembangkan industri pemintalan serat dan benang, mengembangkan industri tekstil dengan aneka warnanya.

Kemudian di tahun 100 hingga 150 masanya, Jamsyid melakukan klasifikasi pekerjaan menjadi empat : prajurit, ilmuwan, penulis dan para pekerja industri dan pertanian. Dari setiap klasifikasi pekerjaan itu Jamsyid mengambil satu ahlinya sebagai menteri baginya.

Dalam selang waktu ini Jamsyid juga memperkenalkan sistem cap untuk beberapa jenis tanggung jawab. Untuk urusan perang capnya bertuliskan : Lembut dan Sopan. Untuk urusan keuangan capnya bertuliskan : Kemakmuran dan Keadilan. Untuk urusan pos dan surat menyurat capnya bertuliskan : kejujuran dan amanah. Untuk urusan hukum dan keadilan capnya bertuliskan : berpolitik dan berbagi.

Dari tahun 150 hingga tahun 250 Jamsyid memerangi komunitas setan hingga mendapatkan kemenangan, Kemudian dari tahun 250 hingga tahun 316 Jamsyid mempekerjakan komunitas setan untuk pekerjaan industri dan pertambangan. Penemuan paling mutakhir adalah roda besi yang dipergunakan untuk kendaraan, yang kemudian kendaraan tersebut dapat terbang menempuh jarak Dunbawan dekat Thabrastan ke Iraq dalam waktu satu hari. Hari tiba kendaraan di iraq diperingati selama 5 hari berturut turut, dan dihari ke enam Jamsyid mengumumkan bahwa semua apa yang dikerjakannya selama 316 tahun diridhai Allah, dan Allah memberikan balasan berupa dihilangkannya cuaca sangat panas, dihilangkannya cuaca sangat dingin, dihilangkannya kemandulan, dihilangkannya hal-hal sulit dan juga dihilangkannya rasa dengki.

Manusia hidup 300 tahun sesudah itu tanpa ditimpa satupun musibah, hidup dalam cinta kasih dan perdamaian.  300 tahun yang melenakan yang berujung Jamsyid mengaku dirinya Tuhan. Pengakuan yang menimbulkan peperangan dan peperangan itu berakhir dengan kemenangan Biyaurasib.

Biyaurasib menjadi raja ditengah-tengah masyarakat yang mewarisi kemajuan industrial di zaman Jamsyid dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang pesat, yang pada gilirannya membuat sistem ritual yang berlaku di masyarakat adalah pensakralan patung orang-orang yang berjasa bagi kemanusiaan dan bangunan peradaban.

Dalam kemajuan yang seakan tak tertahan, komunitas garis keturunan Adam dimana kenabian menyertainya, hidup bersama masyarakat dan turut dalam setiap perubahan yang terjadi.

Mari kita  memperhatikan kembali garis keturunan Adam dimana beberapa diantara mereka mendapat tugas kenabiaan, yaitu garis Adam – Syits – Anwasy- Qainan – Mahlail- Yarud – Idris – Mattuwasylakh – Lamik dan kemudian Nuh. Jumlah manusia saat Lamik lahir kurang lebih 4000 orang, dan jika menghitung pola pertambahan jumlah penduduk sejak zaman Adam, maka pada zaman Nuh jumlah manusia ada di kisaran angka 10 ribu jiwa.

Sistem klasifikasi penduduk dengan garis patriarkal masih terus berlaku hingga zaman Lamik, yaitu garis patriarkal Qabil menempati daerah pesisir, dan garis patriarkal Syits merupakan penduduk pegunungan. Batas pemisah diantara keduanya semakin kabur tatkala diriwayatkan bahwa beberapa saat sebelum Lamik ayah Nuh wafat, tiada lagi yang menghuni daerah pegunungan kecuali sedikit saja, diantaranya Nuh.

Kota-kota dibangun semakin mendekati pesisir, percampuran pergaulan dari setiap garis patriarkal terjadi dan setan pun berinteraksi leluasa dengan manusia.

Nuh hadir dalam masyarakatnya bukan sebagai ningrat secara ekonomi dan kekayaan, ia adalah tukang kayu yang kemudian menerima amanah wahyu kenabian.

Nuh adalah putra Lamik, adapun ibunya adalah Qinusha putri dari Barakil bin Mahwil Bin Khanuh bin Qabil. Nuh lahir 126 tahun sesudah Adam wafat. Nuh diberikan usia yang hampir sama dengan usia Adam, bahkan ada yang menyimpulkan bahwa usia Nuh melebihi usia Adam.

Nuh memulai tugas memberikan kabar gembira dan peringatan kepada kaumnya saat berusia 53 tahun hingga usianya 950 tahun, dan di setiap abad yang dilewati Nuh mendapati bahwa disetiap abad keturunan yang lahir berbuat lebih buruk dari nenek moyangnya.

Kaum Nuh mendustakan Nuh dan menyakitinya, hingga mereka mengira berhasil membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah, dan selalu mendapatkan tantangan dan disakiti kaumnya hingga mereka mengira telah membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah.

Demikian berulang, dan do’a Nuh bagi generasi awal yang ia berdakwah ditengah-tengahnya adalah agar kaumnya ini diampuni karena mereka tidak tahu. Namun zaman berganti zaman hingga 9 abad dan sikap membangkang dan mendustakan malah semakin hebat, sehingga Nuh berdo’a : “Wahai Tuhanku janganlah engkau tinggalkan di muka bumi satu orang pun yang merupakan bagian dari orang-orang kafir”

Maka sesudah 9 abad berlalu itu Allah membuat wanita-wanita kaum Nuh mandul, kemiskinan mulai merasuki masyarakat, dan Nuh tetap berusaha menyeru agar kaumnya beristighfar pada Allah hingga Allah kembali menganugerahkan kesuburan dan kekayaan.

Tetapi takdir Allah telah tertulis tiada akan ada lagi yang beriman kecuali mereka yang telah beriman dan Allah memerintahkan agar Nuh membuat perahu tiga lantai, dengan panjang 480 meter, lebar 240 meter dan tinggi 120 meter.

Perahu yang dipersiapkan sebagai antisipasi atas banjir besar yang akan menenggelamkan seluruh ummat manusia yang ada saat itu. Tanda nya adalah Oven zaman Adam yang mengeluarkan air dan Ka’bah yang terbuat dari batu ruby merah surga diangkat ke langit ke empat. Adapun Hajar Aswad di selipkan di gunung Abu Qubais dan tetap berada disana hingga Ibrahim membangun ka’bah kembali.

Nuh masuk bersama orang-orang yang beriman dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah untuk dibawa. Manusia berjumlah 80 orang termasuk Nuh, menempati lantai teratas. Hewan-hewan buas dilantai kedua, dan hewan jinak dan burung dilantai dasar. Yang terakhir masuk perahu adalah keledai, dan Iblis menggantung di ekornya. Keledai tersebut sulit masuk, kemudian Nuh berkata : “masuklah engkau meski setan bersamamu” maka Iblis dapat turut serta di perahu Nuh.

80 orang manusia beriman termasuk 3 anak Nuh, Sam, Ham dan Yafits. Adapun satu anak lainnya, Kan’an atau Yam tidak mau memasuki perahu dan termasuk golongan kafir. Terdapat pula seorang penyihir penguasa Mesir Philium dalam perahu Nuh.

Turunlah hujan 40 hari, airnya separuh dari langit dan separuh dari bumi. Dan Perahu Nuh mulai berlayar menjelajahi bumi pada 10 Rajab. Banjir bumi berlangsung sangat lama, hingga perahu Nuh mengelilingi bumi dan kembali kedaerah sekitar Jazirah Arab, mengelilingi tanah Haram mekah selama satu minggu kemudian berlabuh di gunung Jody. Air pun surut, dan Nuh beserta seluruh penumpang keluar dari perahu pada tanggal 10 Muharram, maka dari itu di tanggal ini manusia berpuasa.

Berakhirlah fase pertama kehidupan manusia, dan yang hidup tersisa adalah 80 orang beriman pewaris kehidupan bumi, mereka memulai era baru yang dimulai dari perkampungan yang dinamai perkampungan Tsamanun atau kampung delapan puluh.

Maka apakah mereka yang mendustakan Nuh seperti apa yang dikabarkan al Qur’an itu memiliki kekuasaannya?

 

“Maka berkata para ilmuwan _para bijak cendekia dari kaum Nuh, yaitu mereka yang ditutup penglihatan mata dan hatinya dari menerima wahyu sebagai sumber ilmu pengetahuan_ mereka berkata : “Wahai Nuh, kami tidak dapat melihat keistimewaan apapun darimu, engkau hanyalah manusia seperti kami. Dan saat kami memperhatikan orang-orang yang mengikutimu adalah mereka yang termasuk golongan rendah diantara kami, mereka yang berpikiran sempit. Wahai Nuh dan pengikut Nuh, Sungguh kami tidak melihat kalian memiliki keutamaan diatas kami. Bahkan kami menganggap kalian para pendusta ilmu pengetahuan” (Hud : 27)

 

Fase pertama kehidupan anak Adam berkhir disini. Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya meletakkan kembali asal mula peradaban yang kelak terus berkembang pesat hingga hari ini, ada hal-hal yang jelas jejaknya ada yang samar bahkan nyaris tak berjejak.

Menjadi berbudaya adalah mempergunakan akal budi karunia Tuhan dengan sebaik-baiknya, menghindari sifat yang dipertanyakan al Qur’an :

 

“dan apa saja yang diberikan kepada kamu di dunia ini, Maka itu adalah ke-nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka mengapa kamu tidak menggunakan akal budi?” (al Qashshash : 60)

 

“dan Dialah Allah yang mengjadikan kehidupkan dan menjadikan kematian, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka mengapa kamu tidak mempergunakan akal budi?” (al Mu’minun 80)

 

selengkapnya dapat dibaca pada Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700