Para Pencerabut Keberkahan

Saat tak semua mata memiliki kekuatan yang sama
Saat Rasionalitas meraja, dan mereka para pengindera keajaiban tak lagi didengar kisah-kisah uniknya
Itulah masa berjayanya para pencerabut keberkahan.

Ada kekecawaan mendalam dimata Abu Hurairah kepada para Pencerabut Keberkahan
Kantung kurma ajaibnya telah terjatuh
Kantung kurma yang telah sanggup membuatnya berderma lima belas juta liter kurma
Semuanya adalah derma bagi keluhungan agama Islam, derma untuk menggapai cinta Allah.

Kantung kurma yang ikut terkulai bersama terbunuhnya Sang Dua Cahaya
Ketika malaikat-malaikat pengusung keberkahan tak sudi lagi memenuhi kota Medinah, kota cahaya.
Hingga malaikat penjaga kantung ajaib Abu Hurairah turut pergi, kembali ke langit tinggi

Tugas malaikat-malaikat keberkahan itu telah selesai tepat disaat para pencerabut keberkahan menusuk-nusuk Sang Dua Cahaya di urat-urat nadinya, hingga hampir-hampir saja seluruh malaikat keberkahan meninggalkan Madinah, andai Nailah tidak berhasil mencegah Para Pencerabut keberkahan memenggal kepala Sang Dua Cahaya.

Nailah, jeritannya di subuh itu telah menyelamatkan kepala mulia milik Sang Dua Cahaya,
Lengkingan yang membuat beberapa sudut kota Madinah masih dijejaki malaikat keberkahan.

Abu Hurairah bersenandung lirih menyaksikan kerobohan rumahnya :
Tiga keburukan besar yang menimpa hidupku
Telah terjadi semuanya
Adalah keburukan bagiku saat aku menyaksikan wafat Rasulullah
Betapa celaka aku ketika Sang Dua Cahaya terbunuh dan aku ada di dekatnya
Lalu keburukan ketiga tak ingin lagi menunda kedatangannya
Kantung kurma ajaib telah terjatuh dan terbang entah kemana

Senandung yang mengingatkan pada suatu peristiwa kelaparan
Hari itu kami tak memiliki apa-apa
Kelaparan tengah melanda
Ketika Rasulullah bertanya pada Abu Hurairah : “apa yang kau miliki?”
ABu Hurairah lalu datang dengan kantung berisi beberapa biji kurma
Rasulullah lalu memasukkan tangannya kedalam kantung
dan yang keluar adalah segenggam kurma
Rasulullah lalu meminta ABu Hurairah memanggil sepuluh tentara
Para tentara itu melahap kurma hingga mereka kenyang

Lalu Rasulullah memasukkan kembali tangannya kedalam kantung
dan mengeluarkan segenggam kurma, kembali memanggil sepuluh tentara, terus demikian hingga seluruh anggota pasukan tak lagi kelaparan

Sejak hari itu, kantung ajaib yang diberkahi itu tak pernah berhenti mengeluarkan kurma
Hingga ia sampai pada takdirnya di hari ini, tugasnya telah selesai.
Takdirnya hingga Sang Dua Cahaya menghembuskan nafas terakhirnya

Advertisements

Rasulullah Muhammad salam sejahtera baginya dan keputusasaan

Bismillahirrahmaanirrahiim

saya punya janji hutang untuk mempertanggungjawabkan statement saya,
bahwa logika Dr Quraish Shihab pada acara di metro tanggal 12 juli “sesat”

saya coba cari-cari ceramah tersebut secara utuh tetapi belum saya dapatkan.
rekaman yang ada adalah rekaman sesudah memasuki segmen pertanyaan.

1. Pertanyaan pertama yang saya dengar :
“Riki Renaldi : Dalam menyebarkan ajaran islam, pernahkah Rasul ingin menyerah? dan bagaimana cara Rasul untuk kembali istiqamah”

Jawaban :
“Dr Quraisy Syihab : “menyerah tidak pernah | tidak pernah menyerah, antara lain karena Allah menguatkan hati beliau, ya kan menurut ayat kita ini

Kritisi saya :
dari jawaban, yang dimaksud “ayat kita ini, adalah ayat yang dibahas sebelumnya, yaitu surat al Isra ayat 74. yaitu
“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka”

kalau di cek ke surat al isra ayat 74, surat itu menceritakan bahwa Rasulullah hampir berkompromi dengan kaum kafir dalam urusan agama, tetapi Allah meneguhkan hati Rasulullah dengan isyarat-isyarat yang jelas bahwa kompromitas dalam keimanan tidak diperbolehkan, atas peristiwa ini maka Rasulullah berdo’a “Ya Allah jangan buat diriku bertumpu pada diri sendiri satu kedipan matapun”
Jadi ayat 74 menceritakan bahwa Allah menguatkan hati Rasulullah dari “menyerah” kepada kompromitas.

Adapun pertanyaan Riki Renaldi mengarah pada “apakah Rasulullah pernah menyerah (yaitu ingin berhenti berdakwah?)
ya ini sifatnya tebakan, perlu ditanyakan kepada Riki maksudnya apa?

Rasulullah sangat menginginkan bahwa “seluruh dunia menjadi muslim”,
keinginan ini melahirkan dua sikap yang keduanya ditegur Allah dengan cara yang berbeda,

1. Sikap pertama : Rasulullah marah dan bersedih atas sikap ingkar kaumnya, puncak dari kemarahan dan kesedihan ini digambarkan AL Qur’an dengan keinginan “bunuh diri”, bisa kita cek di surat al Kahfi ayat 6.

Rasulullah meyakini semua janji surga dan ancaman neraka, merasa sangat bersedih hati jika manusia terjatuh pada kubangan neraka yang abadi. Kesedihan yang amat sangat.
Keinginan bunuh diri Rasulullah ini kemudian disindir oleh Allah, dicela bahwa perbuatan “putus asa” hingga meniatkan bunuh diri itu tidak benar.

nah kalau menurut hemat saya pertanyaan Riki mengarah kesini, bahwa Rasulullah pernah “menyerah” hingga hampir bunuh diri, dan kemudian solusi yang datang dari Allah berupa sindiran keras atau teguran pedas.

Jadi Rasulullah sangat menginginkan kebaikan bagi manusia, tetapi manusia yang sangat dikhawatirkan keadaannya oleh Rasulullah malah enggan, lahirlah sikap Rasulullah hingga ingin bunuh diri.

2. sikap kedua Rasulullah, selain ingin bunuh diri, adalah yang dibahas di surat al Isra ini, bahwa Rasulullah hampir melakukan beberapa kompromitas keagamaan.
yaitu diantaranya keinginan orang-orang Thaif untuk diberikan waktu tangguh dalam beriman, mereka ingin membuktikan kesalahan sistem ibadah mereka dalam jangka waktu tertentu, jika terbukti bahwa “keagungan sembahan-sembahan mereka ternyata palsu, barulah mereka akan beriman”
kompromitas lain adalah mengganti banyaknya ayat-ayat ancaman menjadi ayat-ayat yang menghadirkan kasih sayang, dan sebaliknya, pada ayat kasih sayang menjadi suatu ancaman.
Hal-hal tersebut hampir disetujui oleh Rasulullah,
disaat tersebutlah Allah memberikan “kekuatan atau peneguhan hati dengan isyarat yang sangat jelas”
(Tafsir surat al isra ayat 72-74 yang saya tulis, disarikan dari Tafsir Ath Thabary)

Ini diantara maksud dari yang saya bilang,ada kesesatan dalam logika berpikir,
kalau bahasa Ustadz bachtiar natsier “salah framing”

hal tampak sepele tetapi sesungguhnya sangat krusial dalam kehidupan
kalau kita benar “menaruh frame” pada suatu ayat, maka banyak solusi praktis kita dapatkan
misalnya
1. bagi orang yang gampang putus asa kita bisa mengembangkan sindiran-sindiran yang tepat

2. Kalau berdakwah jangan sok hebat hingga menyanggupi mengkompromikan banyak hal termasuk apa-apa yang terkait dengan keMaha Kuasaan Allah.

insyaAllah kritisinya berlanjut

wallahu ‘alam bish showab

Membaca ISIS dan The Jakarta Post

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kasus TJP dengan karikatur yang mengusik ummat Islam

banyak komentar pedas, kecaman hingga ada pula pembelaan,

Diantara pembelaan itu, kira-kira singkatnya begini

“kenapa mempermasalahkan TJP yang sudah mengaku khilaf dan meminta maaf,
kenapa tidak mempermasalahkan ISIS yang mencoreng nama baik Islam, saya malu sama ISIS”

begitulah kira-kira ragam komentar “pembelaan terhadap The Jakarta Post”

Saya selama ini tidak mengikuti perkembangan ISIS, tapi sehari sebelum itu baca selintas artikel kecaman ulama Internasional kepada ISIS.

Jadi heran, kok nyambungin protes ummat Islam ke TJP dengan ISIS?

dua masalah yang berbeda,
dan ,

kita mesti membaca ISIS dulu

ISIS : Islamic State of Iraq and Syiria

kalau dari sisi namanya, berarti ini negara Islam di Iraq dan Syiria
perjuangan yang dimotori anak bangsa tanah Iraq

perjuangan yang bagi saya yang sah-sah saja,
seorang anak bangsanya sendiri memperjuangkan sesuatu yang diyakininya
Perjuangan yang lahir dari orang yang lahir dan hidup di Iraq

Kesalahan sang pejuang itu, kalau bagi kacamata kita, bangsa Indonesia , bangsa yang menjunjung tinggi demokrasi adalah karena caranya “mengangkat senjata” menumpahkan darah, cara yang menodai nilai-nilai kemanusian.

Saya sebagai orang luar, bukan warga negara Iraq bukan pula Syiria,
tidak berhak ikut campur pada permasalahan tersebut, kecuali :
1. aktif dalam hal kemanusiaan, memberikan bantuan pandang, obat-obatan, dan lainnya bantuan kemanusian
2. mendukung peran aktif negara, kalau semisal PBB meminta bantuan pasukan perdamaian

Adapun tentang konflik dalam negeri IRAQ, antara ISIS sang pemberontak dengan “pemerintah yang sah”, itu adalah konflik diantara mereka,
esok hari tidaklah sama, kita tidak tahu siapa yang kemudian menang,
setiap segala sesuatu ada perspektif,
seperti kemerdekaan Kosovo dari Serbia, yang dimana Indonesia tidak serta merta mengakui, ada banyak pertimbangan.

Jikapun kelak ISIS misal berkuasa atas Iraq dan Syiria, itu hak mereka,

tentang diplomatik, negara Indonesia perlu mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan peran bebas aktifnya di dunia Internasional.

Jadi membaca ISIS tidak bisa “membaca polos”
atau menganggap dengan cap bahwa itu “terorisme”
karena setiap perjuangan punya falsafahnya
dan kita tidak mesti selalu ikut setuju dengan pendapat Amerika.

Paragraf-paragraf diatas tentang ISIS adalah kalau kita pandang sesuai namanya : Islamic State of Iraq and Syiria
yaitu suatu negara yang didirikan untuk berkuasa atas IRAQ dan Syiria.

Nah dari sisi yang lainnya,
ada banyak yang berpersepsi bahwa ISIS sebagai bentuk kekhilafahan???

what? mimpi di siang bolong kali ya?

tak ada kekhilafahan yang awal mula berdirinya di atas “darah”

pendirian pertama negara Medinah oleh Rasulullah adalah atas ba’iat hidup mati 72 orang Anshar di ‘Aqabah,
yang menjamin teritorial mereka untuk kehidupan Rasulullah,
dilanjut dengan penandatangan piagam Madinah,

jadi negara Medinah, berdiri dengan latar “damai”
tanpa pertumpahan darah

Adapun perang-perang berikutnya,
setiap perang ada sebab kekhususannya,

Jadi sebaik-baik negeri adalah yang berdiri diatas pondasi damai.

Kalau sekiranya ISIS mengklaim wilayah-wilayah lain diluar IRAQ dan Syiria untuk turut dalam teritorialnya
artinya itu pencaplokan.

maka negara tetangga mereka semisal Arab Saudi, berhak mempertahankan diri

Apalagi kita Indonesia, anak bangsa Indonesia wajib menjaga NKRI hingga teteh darah penghabisan.

Indonesia adalah negeri yang dibangun dengan landasan damai
bahwa kita memproklamirkan negeri kita dalam masa kekesongan pemerintahan
oleh anak bangsa Indonesia, yang lahir dan tumbuh di Indonesia,
anak-anak bangsa yang memiliki hak atas negeri ini
NKRI,
negara yang melindungi berbagai suku bangsa, agama, dan golongan.

Adapun berikutnya,
hadir sekutu, hadir NICA, yang mencoba merenggut kemerdekaan yang kita proklamirkan,

maka kita katakan itu adalah “perjuangan MEMPERTAHANKAN kemerdekaan”

Atas anugerah Allah bagi bangsa Indonesia, maka setiap ancaman asing
dari manapun, timur barat, harus diwaspadai,

Setiap anak bangsa harus menjaga setiap jengkal tanah yang Allah anugerahkan untuknya.
Baik muslim atau bukan muslim, jika Allah menakdirkan hidup di Indonesia sebagai warga negara Indonesia, itu adalah takdirnya untuk mempertahankan bumi Indonesia dari serangan asing

jadi menyandingkan kasus The jakarta Post dan ISIS adalah sesuatu yang jauh

Jejeran The jakarta post wajib dipidanakan, agar tidak ada lagi yang berani mennyakiti sesama anak bangsa,

Gambar yang ada bersama tengkorak yang jika dibaca dari bawah akan berbunyi ” Muhammad Rasulullah”
adalah lambang cap resmi Rasulullah, yang selalu disematkan pada surat-surat kenegaraan Rasulullah
oleh karena itu, karikatur TJP, benar-benar penghinaan berat
mempidanakan TJP adalah tindakan untuk menjaga perdamaian di negeri kita

Kita semua, wajib menjaga kerukunan hidup bangsa Indonesia dengan kebhinekaan yang ada,

Indonesia Bangkit ^_^

adab menasihati pemimpin

Bismillah,

Abis debat terakhir,
Makin mantap pilih Prabowo

Dan yang uniknya,
Di hari kemaren, beredar
Nasihat ustadz Salim Fillah buat Pa Prabowo.

Alkisah, saya, dalam beberapa bulan terakhir,
Banyak membaca kewajiban-kewajiban Rakyat terhadap pemimpin,
Dan Mencoba memahami konsep kepemimpinan dalam islam,

Ada keunikan, bahwa dalam Islam sumpah setia, diberikan rakyat pada pemimpin yang diangkatnya,
Bahwa rakyat bersumpah siap dipimpin, siap ta’at, siap membela pemimpin.

Dari titik inilah, kewajiban-kewajiban rakyat, saya dahulukan buat saya baca.

Diantara kewajiban rakyat selain ta’at pada pemimpin adalah memberikan nasihat pada pemimpin.

Bahasa Arab punya karakteristik egaliter,
Karakter bahasa yang egaliter ini membuat arah yang mudah dalam melancarkan nasihat dan wejangan.

Hal yang kemudian diarahkan oleh Al Qur’an adalah agar memiliki adab dalam memberikan nasihat pada pemimpin.

Saya membayangkan, nasihat ustadz Salim tidak menggunakan kata “Anda”, dan tidak berupa surat langsung,
Tidak juga dengan kata _ “memilih anda, tapi…..”_

Tetapi, dengan mengadakan suatu redaksi “merendah” dan “tanya jawab”

Misal,
Kami memilih engkau, dengan harapan bahwa kisah Abu Bakar saat terpilih menjadi khalifah akan kami temukan pada engkau,
Pernahkah pa Prabowo mendengar kisah itu?

Dan bla, bla, bla

Dalam adab berkata kepada Rasulullah,
Qta akan menemukan banyak redaksi “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”
Meskipun para sahabat tahu suatu urusan,
Tapi kaidah dasarnya adalah “tidak mendahului Rasulullah”
Maka mereka memastikan dulu, setiap saran dan nasihat, atau setiap protes, akan diawali pertanyaan : “apakah hal ini (yang diprotes) wahyu atau pendapat Rasulullah? “Jika pendapat Rasulullah bolehkah mengajukan pendapat?”

Kaidah yang dipahami para sahabat dengan baik, dan demikian juga generasi yang lahir tak jauh dari masa itu,
Maka kita akan temukan redaksi “kami mendengar dari amirul mukminin”
Padahal yang menjadi “kami” itu di masa itu lebih pintar dari amirul mukminin,

Ribuan karakter manusia,
Selain para sahabat yang sangat menjunjung tinggi etika menyampaikan nasihat,
Terdapat juga “orang a’rab (arab kampung), yang ga punya etika dalam banyak hal

Dan kini pun,
Ada orang kota, ada orang kampung,
Ada orang berilmu, ada orang yang tak tahu,

Selayaknya orang berilmu, menyampaikan nasihat sesuai dengan yang kaidah-kaidah yang ada

Asyik banget, kalau saat Pa Prabowo memimpin nanti, banyak baca buku sejarah Islam,
Kaya referensi,
Termasuk dalam hal memanage keragaman,

Para Khulafaur Rasyidin, Para khilafah Bani Umayyah, Para khilafah Bani Abbasiyah, Para raja Mamalik, para Raja turki utsmani,
Adalah leader-leader yang memimpin dalam kemajemukan,
Rakyat mereka beraneka agama dan etnik,
Islam, kristen, yahudi, majusi, hindu.
Arab, persia, romawi, qibthi, Barbar, turki
Para Khalifah yang sanggup mengarahkan seluruh potensi menuju kebaikan dan kesejahteraan bersama

Dan yang paling asyik,
Meskipun redaksi nasihat ustadz Salim, bagi saya terlalu “setara”, dan kurang memperhatikan kaidah-kaidah memberikan nasihat,
Tetapi Pa Prabowo membaca dan merespon positif,
Menunjukkan kelas pa Prabowo.

Qulillahumma malikal mulki tu’ti al mulka man tasya

Wallahu’alam bish showab

Pilih no 1

Batas Kesabaran

Kesal, marah, kecewa ….

hal-hal yang sulit dihindari dalam bergaul dengan orang-orang yang berbeda pandangan,
sementara Al Qur’an memerintahkan senantiasa bersabar

hari ini menemukan bagaimana mengelola keinginan bahwa kesabaran itu berbatas

Dalam musnad Ibnu Abi Syaibah, no 257

“Sesungguhnya Rasulullah ketika mendapat cercaan dan celaan dari kaumnya, beliau berdo’a “wahai Allah, tolonglah aku dengan menghukum mereka 7 tahun seperti 7 tahunnya Yusuf”
Maka kaum kafir Quraisy dihukum dengan sedikitnya makanan, hanya ada tulang dan bangkai. Baru berlangsung setahun penderitaan telah menjadi-jadi, hingga jika mereka melihat langit, seakan-akan langit itu asap kabut tebal.
Mereka lalu mendatangi Rasulullah, dan Rasulullah mengajarkan mereka do’a sehingga mereka berdo’a : “Wahai Allah singkapkanlah dari kami siksa derita”
Dikatakan kepada Rasulullah “jika derita tersingkap maka mereka akan kembali kepada kekafiran”

Rasulullah yang hatinya sangat lembut memahami ini, dan memperkuat permohonan agar Allah mencabut siksa derita krisis dari kaum kafir Quraisy,
dan setelah kehidupan kembali baik, mereka kembali mencerca dan mencela Rasulullah.

Allah kemudian membalas mereka dengan kejadian perang badar.

Pelajaran berharga dari kisah ini, bahwa terkadang terucap sumpah serapah pada batas kekesalan,
Jika sumpah serapah terjadi, dan dikabulkan, maka harus bersiap berlapang dada dan memohon agar Allah mencabut sumpah-serapah buruk tersebut

Abis pulang belanja kain, di toko langganan yang ternyata sangat benci Prabowo dan PKS, ingin nyumpahin, ya Allah semoga bangkrut sebangkrut-bangkrutnya toko kain itu

sumpah serapah yang tak jadi disebut

ahhh, siang yang indah,
mengajarkan berinteraksi dengan batas-batas kesabaran dengan cara yang sangat manusiawi

Rindu Rasulullah, sangat

Ramadhan dan Sangkar Suci

Catatan dari Tanbih Ghafilin

465. Sesungguhnya di sekitar Arsy, Allah memiliki satu tempat yang disebut sangkar suci yang tercipta dari cahaya, didalamnya ada malaikat yang bilangannya tak terhingga, hanya Allah yang mengetahui bilangannya, para malaikat itu menyembah Allah tanpa dihinggapi kelemahan meski sekejap, Jika datang malam-malam Ramadhan, mereka meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi. Mereka shalat bersama anak-anak Adam, barang siapa menyentuh malaikat itu atau malaikat-malaikat itu menyentuhnya, maka akan merasakan kebahagiaan dan tidak merasakan derita selama-lamanya.

Atas apa yang didengarnya Umar berkomentar : “Kita lebih berhak mendapatkan itu semua daripada ummat-ummat lainnya, maka Umar mengumpulkan manusia di malam-malam Ramadhan untuk berletih-letih melaksanakan shalat malam

kala mucikari itu orang terhormat

Hari ini, hari jihad.

18 juni yang bertepatan dengan 21 sha’ban.

Saat lembaran laporan amalan tahunan masih putih,
Bu Risma mengisinya dengan penutupan dolly,
Betapa indahnya pembukaan itu,
Seringnya jika pembukaan bagus dan ujung bagus, maka tengah-tengah tidak akan diperiksa,
Itulah yang disebut hisab yang mudah,
Semoga Allah memudahkan hisab bu Risma kelak, atas prestasinya menutup pusat pelacuran terbasar di asia tenggara, Dolly.

Ingatan lalu melayang pada masa Rasulullah,
Saat Rasulullah hijrah ke Medinah,
Didapati bahwa para pemilik budak sering memjadikan para budaknya komoditas menarik keuntungan.
Para budak sengaja dilacurkan pada orang-orang berkasta tinggi dengan nasab yang baik, dengan harapan budak tersebut hamil, dan kepala suku dari pria yang menghamili akan menebus bayi tersebut.

Dimasa itu kehadiran anggota keluarga baru dalam suatu suku, sangat berharga, nilainya sangat mahal.

Keadaan yang menyesakkan dada, bagi kaum muslimin yang telah dididik memiliki nilai-nilai luhur.

Akan tetapi AlQur’an menggambarkan,
Bahwa situasi saat itu tidaklah berpihak kepada nilai yang sedang dibangun.
“Para Mucikari” banyak berasal dari kalangan “terhormat”
Bahkan seorang Abdullah Bin Ubay Bin Salul yang hampir dinobatkan jadi Raja di Madinah memiliki kebiasaan berperan sebagai mucikari.

Hingga pada perang badar,
Mayoritas tawanan kaum muslimin berasal dari suku. Quraisy yang terhormat,
Salah satu tawanan tampak terpesona dengan budak yang dimiliki Abdullah Bin Ubay,
Ia pun memaksa budaknya agar mau melacurkan diri pada sang tawanan.

Ayat Al Qur’an pun turun dengan bahasa yang sangat halus

“Janganlah kamu paksa budak-budak perempuanmu melakukan pelacuran, jika mereka menghendaki kesucian”

Mengenyahkan pelacuran terorganisir bukan hal mudah

Hari ini hari bersejarah,
Semoga Allah memberi kekuatan yang berlipat pada bu Risma,
Melipatgandakan pahala dan menghapus dosa-dosanya.

Sambil berharap,
Lebih banyak lagi kader PDIP yang memiliki keberanian seperti bu Risma,

Love bu Risma

Pilres RI 2014 dan Perang Badar

Bismillah

Heboh analogi perang badar di 2014, oleh Pa Amien Rais.

Rasa sakit yang dirasakan para pendukung koalisi merah-hijau-biru-orange yang beragama islam atas pernyataan itu sangat dalam,
“Moso disamain kafir quraisy”
Begitulah logika rasa sakitnya,
Plus yang mengucapkankan adalah seorang tokoh yang diidolakan banyak orang.

Rasa sakit itu masih jauh lebih besar dari rasa sakit yang saya rasakan,
Ketika Arswendo Atmowiloto bilang “yang waras dan yang pintar dukung ……”
Kata-kata yang bagi saya ga terlalu sakit, sebab yang bilangnya Arswendo.
Dari track record hidupnya, seperti kasus tabloid monitor-penghinaan Rasulullah,
Saya hanya memberikan apresiasi pada sinetron Keluarga Cemara.
Jadi yo rapopo dibilang ga waras sama arswendo.

Balik ke perang Badar,
Bulak-balik dengerin pidato pa Amien Rais, saya bilang lah kok apa salahnya?
Bulak-balik baca buku sejarah islam, justru makin menemukan bahwa brillian sekali pa Amien Rais menganalogikan pemilu 2014 dengan perang badar.

Adalah hijrah ke Medinah suatu pindah, tansmigrasi dengan alasan ideologis dan keamanan.
Pindah yang tanpa persiapan.
Keluar kota Mekkah tanpa bekal yang cukup dan dengan sembunyi-sembunyi.
Meninggalkan seluruh harta benda, yang kemudian harta benda yang ditinggal tersebut dirampas tuan-tuan Mekkah.

Sampai di Madinah, ia adalah kota yang sangat lain dari sisi cuaca.
Madinah juga merupakan kota dengan endemik Penyakit, bakteri dan virus penyebab demam banyak bersarang di kota Madinah.
Dari sisi ekonomi, penjamin keamanan bagi orang Mekkah yang pindah ke Medinah (kaum Muhajirin) yaitu kaum anshar, bukanlah penguasa ekonomi. Mereka adalah mayoritas yang menguasai sedikit kekayaan Madinah.

Jadilah 20bulan pertama di Medinah kehidupan yang sangat sempit,
Kelaparan, wabah penyakit, tekanan psikologis ideologis dari orang-orang Yahudi Medinah.

Orang-orang Yahudi Medinah yang mengusai ekonomi semakin merasa diatas angin,
Ketika mereka mendapati bahwa Rasulullah dan para sahabatnya shalat menghadap baitul maqdis.
Mereka mengejek bahwa Islam bukanlah agama baru, Islam sekedar mengikuti kebiasaan orang-orang Yahudi, sebagaimana mereka mengejek waktu yang ditetapkan sebagai waktu shalat isya.

Tekanan ideologis sedikit berkurang, karena Allah memindahkan kiblat shalat ke ka’bah di bulan ke 16 sejak hijrah.

Semakin tak menentunya keadaan ekonomi, mengingat juga asset-asset yang ditinggalkan telah dirampas,
Di bulan ke 20 sejak hijrah, Rasulullah menyiapkan penyergapan kafilah dagang yang dipimpin Abu Sufyan, kafilah dagang yang sangat besar, rombongan dagang dengan sedikit persenjataan.

Penyergapan yang ternyata gagal total, karena Abu Sufyan mengambil jalan lain,
Selain itu Abu Sufyan mengirim permintaan bala bantuan.
Abu Jahal datang dengan bala bantuan untuk menyelamatkan harta benda milik masyarakat Mekkah yang dibawa dalam perjalanan dagang Abu Sufyan.
Dalam pasukan yang dipimpin Abu Jahal, ada banyak muslim, ada keluarga Rasulullah,
Dari sisi keduanya tak ada niat perang “ideologis”

Rasulullah sekuat tenaga berusaha tetap fokus mengejar Abu Sufyan, namun kondisi membuat dilakukan musyawarah, : mana yang dihadapi : mengejar Abu Sufyan, atau menghadapi Abu Jahal.
Keputusan menyebutkan menghadapi Abu Jahal.

Psikologis yang sangat berat bagi pasukan Rasulullah,
Tadinya ingin merampas harta yang banyak dari tangan Abu Sufyan,
Ehhh tahunya harus menghadapi perang besar yang boleh jadi hartanya lebih sedikit.

Dititik ini analogi ditemukan,
Misal, para pemimpin parpol yang berkomunikasi langsung dengan prabowo tentu banyak yang kegeeran, bahwa wakil yang dipilihnya akan dari partainya.
Menerima sosok Hatta Radjasa, berarti menyingkirkan ambisi dan mau menerima.
Yang terbayang bisa jadi Prabowo-SDA, atau
Prabowo-Aher, atau
Prabowo-ARB,
Semua ambisi yang harus dienyahkan,
Para sahabat Rasulullah harus melupakan penyergapan mudah lalu membawa hasil harta rampasan, hingga bisa mengentaskan kelaparan yang melanda.

Allah mengabadikan psikologis bahwa yang dinginkan Rasulullah dan pasukannya adalah rombongan dagang Abu Sufyan dan bukan pasukan perang Abu Jahal dalam surat Al Anfaal :
“Dan Allah menjanjikan salah satu dari dua kelompok (Rombongan Abu Sufyan atau pasukan Abu Jahal) bahwa salah satunya untuk kalian, dan kalian mengingkan bahwa yang tanpa kesulitan adalah untuk kalian, dan Allah ingin menegakkan kebenaran dan memotong jejak-jejak orang kafir” (al anfal : 7)

Dititik ini saya rasa pa Amien Rais menyemangati para anggota koalisi,
Enyahkan ambisi menjadi paling berkuasa,
dan bersatu memenangkan pilpres.

Tapi, hati lawan politik telah terlukai,
tulisan ini setitik menjelaskan situasi kondisi psikologis Rasulullah dalam perang badar, Tak ada niatan perang ideologis.
Bahkan paman Rasulullah yang keduanya saling mencintai Al ‘abbas bin Abdul Muththalib ada dalam pasukan Abu Jahal.
Al Abbas, ia, kecintaannya pada Rasulullah tidak terkira, dahulu sebelum Rasulullah hijrah ia turut serta dalam derita boikot 3tahun, hingga salah salah satu putranya lahir di masa pemboikotan,
Kini ia ikut dalam pasukan Abu Jahal sama sekai bukan dengan alasan ideologis, tetapi untuk melindungi harta benda.
Hingga selesai perang badar Al ‘Abbas ditawan pasukan muslim, dan harus menebus dirinya.

Dititik sini, saya merasa,
Pemahaman atas sejarah islam harus terus diperdalam.
Jangan sampai esok hari,
Hanya kenal perang badar sebagai perang kaum muslimin melawan kafir quraisy, tanpa mengetahui detil cerita dan kondisi-kondisi yang meliputi.

Yuk, pilih Prabowo-Hatta

kalah – menang

Siap kalah
Siap menang ,

Kalau calon no 1 menang,
Aq siap untuk melupakan rasa sakit-rasa sakit, bersatu dalam Indonesia
dan berjuang membuktikan terwujudnya janji-janji, dengan cara rajin mencatat, sekecil apapun kemajuan bangsa Indonesia di masa kepemimpinannya,
Bersyukur maka Allah menambah kenikmatan.

Nah kalau ternyata tidak demikian,

Lalu terjadi hal-hal yang ditakutkan,
Seperti :
Aset negara hilang (dijual),

Kontrak karya merugikan,

Mayoritas muslim (sunni) terkungkung tirani minoritas

Kemaksiatan merajalela

Korupsi menggelora

Jaminan produk halal Indonesia terkalahkan Jepang,

De el el de el el

Ohw, aku harus menyiapkan diri,
Untuk memaafkan kawan-kawan baikku yang turut mendukung terjadinya hal demikian

memilah mana yang diperjuangkan di dunia, mana yang berserah pada Allah untuk diselesaikan kelak

Bismillah,

Ada Perspective, yang makin dalam sejarah dibaca, makin terasa salahnya.

Dahulu merasa kalau islam sudah menang berkuasa, maka seleseilah permasalahan kehidupan,
Tidak ada lagi pencurian, tidak ada lagi perzinahan, tidak ada lagi terorisme, tidak ada lagi pembunuhan ….

Segitu dangkalnya diri ini berpikir
Diri yang tidak memahami realita

Kenyataan sejarah bahwa sehabis futuh Mekkah justru Rasulullah menghadapi perang besar Hunain,
Kenyataan sejarah bahwa kemenangan Hunain sempat menimbulkan bibit disintegrasi.
Kenyataan bahwa kasus pencurian yang dilakukan seorang ningrat Bani Makhzum terjadi setelah futuh Mekkah,
Kenyataan bahwa beberapa hukuman rajam dilakukan menjelang Rasulullah wafat,

Ohhhh, inilah kehidupan,
Dengan aneka permasalahan yang membelitnya …

Maka di Indonesia siapapun presidennya, ada banyak yang harus qta pilah,
Pasti tidak semua permasalahan dapat dituntaskan siapapun pemimpin yang terpilih,

Tak akan pernah tuntas, Yang ada adalah “sukses berbatas waktu”, gimana kehidupan sepanjang periode itu

Maka sebagai rakyat, yang diperjuangkan adalah apa yang menjadi permasalahan kehidupan sehari2
1. Masalah pangan,
Masalah ini mencakup banyak aspek, mulai ketersediaannya, kehalalannya, harganya.
Prabowo adalah orang yang mengerti seluk beluk masalah pertanian, memiliki peternakan dan memberdayakan petani. Kritikannya buat PKS yang ngurusin pertanian di Indonesia selama 10tahun, pasti kritikan tajam, bahkan Hasyim Ning adik Prabowo menuduh kementrian pertanian tak adil dalam soal SARA, yang kalau diperiksa pasti tidak terbukti, insyaAllah.

Jokowi, terkait solo, saya orang sunda tapi makan nasi paling enak kalau pakai beras solo, cap kurmo.
Tapi makan beras itu udah lama banget, jauh sebelum Jokowi mulai memerintah Solo di 2006 an, penasaran sih, apa peran Jokowi pada produksi beras cap Kurmo yang sangat pas dilidah.

Untuk kiprah pangan dan pertanian, tetep no 1 Prabowo Hatta unggul.
Unggul dalam kepedulian pertanian, juga partai-partai pengusungnya pro undang2 produk halal
Produk Halal ini sangat penting bagi diterimanya do’a, seorang muslim jika memakan produk yang tidak halal, baik makanan itu sendiri yang tidak halal, atau sumber pendapatannya yang tidak halal, maka do’anya terhalang dari pengabulan.

2. BBM
No 1 menjamin tidak ada kenaikan harga BBM
Kalau subsidi BBM membebani APBN, semoga pasangan ini kalau memerintah bisa menemukan cara agar BBM tidak naik

3. Kebebasan berkerudung buat siapa saja yang meyakini memakainya adalah kewajiban.
Di Indonesia akan kita dapati institusi pemerintah dan swasta yang masih ga mau terima karyawan berjilbab, atau bahkan mengeluarkan karyawan lama yang kemudian mengenakan jilbab.
Dalam kasus polwan berjilbab,
Prabowo-Hatta menjamin kebolehan polwan berjilbab.
Artinya kalau Kapolri mbandel, ga mau memberikan kebebasan, Pa Presiden bisa maksa dan menekan.
Kalau No 2 jawabannya ambigu “kita serahkan pada Polri”
Meski sebenarnya ada pa JK yang secara, istri sendiri pakai jilbab, secara logika akan memperjuangakan, meski belum tentu juga, belum tahu

Inilah sebagai rakyat kecil, hal-hal yang dipikirkan, apa yang menjadi bagian kehidupan sehari-hari

Prabowo-Hatta menang, InsyaaAllah