Meraih kesempurnaan Ala Dzulqarnain

Meraih kesempurnaan Ala Dzulqarnain
Journey of ODOJ 1154 – Day 1

Bismillahirrahmaanirrahim

Pagi ini membaca juz 16 dan selalu ada kejutan-kejutan di setiap putaran membaca al Qur’an. Kepenasaran akan beberapa hal yang ditemui membuat membuka tafsir an Naisabury untuk memperoleh sudut pandang yang semakin jelas.
Pada kisah Dzulqarnain, Imam an Naisabury memberikan takwil atas ayat-ayat yang tersusun dengan indahnya.

Imam an Naisabury berkata bahwasanya Dzulkarnain adalah orang yang sempurna sebagai pribadi dan menjadi penyempurna bagi orang lain.
Kenapa disebut demikian?
Dzulqarnain memiliki kekuasaan fisik, yaitu menjadi raja yang menjalankan fungsi kekhilafahan
Dzulqarnain mengetahui ilmu makna terdalam dari segala sesuatu, mengetahui sebab, asal muasal suatu kejadian

Petualangan Dzulqarnain ke seluruh penjuru bumi adalah merupakan rangkaian arah pencarian manusia agar mengetahui sebab terdalam dari segala sesuatu.

Untuk sampai kepada alam yang terbawah, maka harus menggapai ujung matahari.
Maka perjalanan itu adalah kebarat, yaitu saat jiwa dan ruh tenggelam dalam tubuh dan materi. Jika jiwa dan ruh tenggelam, maka kita akan menemukan kekuatan fisik dan keinginan-keinginan bersifat materi keduniaan.
Sifat-sifat keduniaan ini harus diberikan dua treatment, yaitu treatment keras dan lembut.
Jika sifat-sifat keduniaan yang muncul maka harus diberikan reaksi keras.
Apakah yang dimaksud dengan rekasi keras? Yaitu pengarahan menuju TuhanNya untuk kemudian mendapat larangan dan pencegahan sempurna dari berlaku zhalim.

Saat terdeteksi dalam jiwa ada kecenderungan berlaku zhalim , pada hal-hal keduniaan, tidak jujur, serakah, diktatorisme, dsb maka sikap keras itu adalah bersikap bagai rantai, belenggu dan penghalang agar mengarahkan pandangan pada Allah Rabb semesta alam.

Bagaimanakah rupa training untuk hal ini?
Saya membayangkan kurikulum pendidikan tentang asmaul husna, memperbanyak kisah-kisah cerita kehidupan, lalu memaksa jiwa untuk mengenali dimanakah muncul suatu sifat Allah dalam peristiwa-peristiwa tersebut.
Mau ga mau harus dipaksa mau menyelami setiap sifat-sifat Allah yang muncul dari suatu peristiwa.
Kemudian membangun kebiasan dzikir, memaksa diri untuk menyebut Allah secara lisan, dan mengingatnya dalam pikiran.

Malam tenggelam, jika membiarkan tenggelam, maka tenggelam dalam nafsu keduniaan, nafsu paling ringannya tidur nafsu terberatnya berbuat maksiat. Ada juga yang tidak tidur dan tidak menyengaja berbuat maksiat, tetapi benar-benar mengejar dunia demi sesuap nasi dan sekantong berlian. Betapa dunia usaha telah menggeliat sejak sebelum maghrib, hingga pasar-pasar telah dipenuhi ditengah malam.
Oh jangan sampai salah alokasi waktu

Jika semua kerja keras mengarahkan jiwa pada yang semestinya berhasil, maka akan sampailah pada suatu terminal dengan mudah dan diberikan rasa santai yang nikmat.

Itulah pencarian ke barat

Lalu pencarian ke timur, maka saat matahari terbit itulah simbol dimana kita akan mendapatkan alam ruhani yang terang benderang, jauh dari unsur-unsur keduniaan yang merusak.

Jadi baca tafsir ini kesimpulannya ‘PERSIAPKAN MALAMMU UNTUK PAGIMU’
Supaya diPAGI hari jiwa kita SIAP menempuh segala kesulitan terbebas dari syahwat dunia yang membelenggu.

SIANG hari adalah alam pertengahan,
Dimana kehidupan akan memperlihatkan adanya aneka ragam manusia yang diliputi dengan kejahilan, sehingga hampir-hampir kita tidak mengerti dan tidak bisa memahami arah-arah keinginannya.
Kaum tengah-tengah ini adalah kaum yang gampang tertimpa badai dan menjadi korban kerusakan,
Diantara kaum tengah-tengah ini ada yang memahami permasalahan dan segera mendiskusikan solusi dengan Dzulqarnain.

Solusi pertama yang Dzulqarnain sebutkan adalah hati, hati yang disimbolkan dengan besi.
Besi itu keras, apa yang harus dilakukan dalam menempuh dunia tengah?
Ya harus seimbang, menyesuaikan dengan keadaan dunia tengah.

LALU TATKALA TELAH SEIMBANG, apa yang harus dilakukan?

Isilah dengan dzikir dan wirid, panaskan dengan keletihan keta’atan kepada Allah SWT.

Saat hati telah panas dan berletih-letih berdzikir maka hati itu siap diisi dengan cinta dan kemurnian penyembahan kepada Allah SWT.

Hati yang demikian akan bersih dari tipu daya setan
Hati yang akan terus naik meninggi, dan diatasnya hanya ada Allah Subhaanahu wa ta’ala

Cukuplah Allah bagiku.

Jadi?

Realisasi dalam pembagian aktifitas sehari-hari seperti apa
Misal untuk kehidupan pribadi?

Aktifitas dimulai justru saat matahari terbenam
Jadi 30 menit sebelum adzan maghrib harus sudah bersiap dirumah atau dimushala
Mempersiapkan tenggelamnya jiwa dan ruh, menyelamatnya agar tidak tenggelam.
Bersiap dengan cara mengobrol dengan keluarga , saling mengingatkan, saling memberikan peringatan dengan menghadirkan rasa takut dan menghadirkan kegembiraan.
Saling membicarakan harapan dan keinginan yang akan dipanjatkan sesudah shalat maghrib.

Jika adzan maghrib tiba lalu mengucapkan do’a menyambut adzan Maghrib, shalat maghrib, dizikir, memohon dalam do’a-do’a.

Lalu makan malam

Lalu renungan asmaul husna

Lalu setelah itu shalat isya, dzikir sesudah shalat, lalu tidur

Lama waktu tidur?
Jika ingin sukses dipagi hari, maka tidur tidak boleh lebih lama dari dzikir.
Kalau begitu kira-kira 4 jam, waktu terbaik untuk tidur
Langsung sesudah shalat isya.

Bangun tidur, qiyamul lail
Sifat pekerjaan malam ini adalah harus “dipaksa”
Tiba di pagi hari
Dengan aktifitas pembuka yaitu dzikir, saat matahari akan naik hiasi hari dengan dzikir
Lalu bersih-bersih

Lalu bersiap dengan penyeimbangan aktifitas “dunia dan akhirat”
10 jam disiang hari ini harus seimbang antara dunia dan akhirat, supaya sukses dalam menempuh alam tengah

Kalau sebagai pembuat kurikulum,berarti pelajaran harus dibagi dua 5 jam- 5 jam

Apakah seimbang itu harus berarti alokasi waktu yang sama?
Sepertinya iya
Kok pake sepertinya?
Perlu dibuktikan

10 jam itu adalah asumsi dari jam 6.30 – 16.30
Kalau misal 2 jam habis di jalan
Berati jam kerja itu baiknya 4 jam aja,
Semaksimal-maksimalnya 5 jam, hehe
Wah ngamuk-ngamuk deh pemilik pabrik kapitalisme

Kalau jadi seksi kurikulum, 4 jam pelajaran terkait “menaklukan dunia”
Maka 4 jam harus ilmu tentang akhirat

Nahhh kalau tidak bisa begitu
Pastinya itu idealnya
Sementara problematika hidup banyak
Permasalahan ummat menanti untuk diselesaikan
Maka harus lebih jernih lagi memandang keseimbangan

Sing penting
Kalau waktu sedang lapang
Demikianlah pembagian yang ideal

Alhamdulillah, surat al Kahfi mengajarkan ilmu gamblang tentang pembagian waktu

Hakikat kata-kata

Bismillahirrahmaanirrahim

Hari-hari yang dipenuhi dengan pencarian

pencarian hakikat makna kehidupan

saya diusia 34 tahun, dengan segala problematika hidup yang menimpa
belum bisa dibilang “sukses” ,
apalagi bebas finansial, hehe
banyak hal-hal “yang masih ditahan oleh Allah”
yang rahasia hikmahnya diketahui beriringan dengan berjalannya waktu

Meski sejak muda, sejak kecil, teman-teman sudah melihat saya sangat agamis
tapi saya keluarga bukanlah dari keluarga “ulama”

semuanya harus dipelajari,
dapat dikatakan dari nol

maka pencarian hakiki dimulai setelah modal ilmu “dari sekolah sampe kuliah” di dapat

pencarian itu melabuhkan kesimpulan pada
awal mula semuanya adalah
MEMPERBAIKI KATA-KATA,

sebab :
“Tidaklah seseorang mengucapkan suatu kata-kata kecuali disisinya ada Raqib ‘atiid (pengawas pencatat)”
(Qaaf : 18)

Istilah Raqib Atid sudah dikenal sejak kecil sebagai nama Malaikat pencatat amalan,
dan ternyata “amalan” yang dimaksud adalah perkataan

berat merenungkan ternyata perkataan itu mendapat “perhatian spesial”
Berkata-kata harus bermakna, karena itu termasuk pusat perhatian para malaikat

Kata-kata selain dicatat, ia memiliki efek dan khasiat tertentu
demikianlah hasil perburuan mengarahkan persepsi

dimulailah perburuan tentang perkataan-perkataan mulia
yang memiliki efek khasiat baik bagi kehidupan
ketika kita sudah mengerti dengan hakiki kata-kata yang memiliki khasiat baik
maka, “perkataan kita dalam bergaul akan terarahkan sebaik-baiknya, Allah akan menunjukkan jalan terang kepada perkataan”

mengingat resiko pencatatan amalan yang dimulai dari “perkataan”
selama kemampuan “berkata-kata” yang baik masih minim
maka “diam lebih utama”

tetapi diam meski utama
berkata-kata yang baik jauh lebih mulia

Jalan terang menuju berbicara dengan cara dan tema yang baik
adalah dimulai dengan banyak menyebut nama Allah

Cerita yang diabadikan oleh Imam as Samarqandy di bukunya Tanbeh al Ghafilin bi Ahaadits Sayyid al Anbiyaa wa al Mursaliin, menginspirasi tentang dzikir kepada Allah yang dapat menjadi jalan penerang dan penjaga lisan

Ibnu Abbas berkata “Sesungguhnya Allah ketika menciptakan arsy memerintahkan para malaikat pemikul arsy untuk memikulnya, Para Malaikat sangat terbebani dengan beratnya arsy, mereka kepayahan.
Allah kemudian berkata pada mereka, katakanlah “subhaanallah”
Merekapun mengatakan “Subhaanallah”
kata-kata itu pun menunjukkan khasiatnya, arsy yang berat tak terasa lagi, semuanya menjadi ringan,
maka merekapun mengucapkan SUBHAANALLAH tiada henti.

Hingga Allah menciptakan Adam, dan Adam bersin,
Allah lalu mengilhamkan pada Adam agar berkata “Alhamdulillah”
Adam pun mengatakan ALHAMDULILLAH
seketika Adam mengucapkan kata-kata tersebut, Allah menjawabnya : Tuhanmu menyayangimu, karena kasih sayanglah Aku menciptakanmu

sontak para Malaikat terkagum-kagum dengan jawaban Allah atas perkataan Adam, mereka pun memahami arti penting dari perkataan Adam, arti penting Alhamdulillah.
mereka lalu berkata : “Kalimat kedua yang agung dan mulia, tidak layak bagi kita melalaikannya,
maka merekapun memasukkan kata kedua ini, sehingga setelah itu mereka berkata sepanjang waktu : SUBHAANALLAH ALHAMDULILLAH

Hingga kemudian Allah mengutus Nuh, dan zaman Nuh adalah awal permulaan “patung-patung disembah”
Allah memerintahkan kepada Nuh agar menyuruh manusia dizamannya untuk berkata “Tiada yang disembah kecuali Allah – Laa Ilaaha Illa Allah” maka Allah akan ridha pada mereka

Mendengar perkataan Allah, bahwa dengan berkata ‘Laa Ilaaha Illa Allah, maka Allah akan ridha”
Para malaikat pun riuh rendah : “Ini perkataan ketiga yang agung dan mulia, tidak layak bagi kita melalaikannya, maka merekapun menggabungkan dengan dua perkataan pertama.
Sesudah itu para malaikat berkata sepanjang waktu : subhaanallah walhamdulillah wa laa Ilaaha Illa Allah

Hingga datang zaman Ibrahim,
Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan putranya, yang kemudian diganti dengan domba
tatkala melihat domba, nabi Ibrahim sangat gembira lalu berkata “Allahu Akbar”
Kata-kata yang diucapkan nabi Ibrahim membuat para malaikat riuh rendah kembali,
mereka berkata : Ini kalimat keempat, maka mereka menambahkan sehingga berkata sepanjang waktu
“subhaanallah wa alhamdulillah wa laa Ilaaha Illa Allah wa Allahu Akbar”

Ketika Jibril mengisahkan peristiwa ini kepada nabi Muhammad, nabi Muhammad terkagum-kagum dan mengomentarinya ‘Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah al ‘Aliyy al ‘Azhim”

Jibril pun memerintahkan, “tambahkan pada yang sebelumnya hingga menjadi 5 kalimat

Kisah latar belakang perkataan-perkataan yang mulia ini diperkuat dengan suatu rangkaian cerita, saat Israfil turun kebumi
turunnya Israfil yang bikin kaget seluruh malaikat, ketakutan bahwa itu terjadinya kiamat, ternyata Israfil turun dengan seperangkat test dan perintah untuk nabi Muhammad, pengen ngumpulin keseluruhan cerita ini,
cerita yang dikisahkan nabi Muhammad terpisah-pisah

Israfil berkata : Wahai Muhammad ucapkanlah kalimat-kalimat berikut

dzikir_keren

Jika menyebutkan kalimat-kalimat tersebut satu kali saja dalam sehari,
maka
Kalimat-kaliamt tersebut memiliki efek :
1. dikategorikan tukang banyak dzikir
2. mengucapkan dzikir yang paling utama
3. dikasih satu petak ladang di surga
4. berguguran dosa-dosanya, seperti daun-daun yang berguguran di musim gugur
5. Allah memandangnya, dan barang siapa yang berhasil merebut pandangan Allah, maka Allah tidak akan mengadzabnya

Kisah diatas disarikan dari Tanbeh Ghafilin – Imam as Samarqandy no 616

Oh kata-kata…..
demikianlah hakikat kata-kata
meresapi maknanya, maka 5 kata mulia itu menjadi sesuatu yang sangat berharga

hari-hari yang bikin gusar,
ketika promo-promo bisnis-bisnis, banyak yang menyerempet kepada “kata-kata yang menunjukkan kekufuran”
sedih
semoga segera, bisa bikin rilis , penelitian sederhana, menyelamatkan ummat dari tempat bisnis “kotor”, yang sejengkal demi sejengkal mengarahkan pada “kekufuran”

sebab, jangankan bisnis “al kisah suatu ketika Rasulullah di Hudaibiyyah, sesudah turun hujan, mengatakan sesungguhnya seorang hamba berada dipagi hari ada dalam keadaan mukmin ada dalam keadaan kafir”
semua terhenyak, seorang hamba Allah tapi kafir?
Rasulullah melanjutkan “jika saat hujan berkata ini adalah karunia Allah, maka ia beriman padaku dan kafir kepada bintang. Adapun jika ia berkata hujan turun, karena saat ini bintang ini berada pada suatu posisi x terhadap bumi yang menyebabkan musim hujan, maka sesungguhnya ia kafir padaKu dan beriman pada bintang

do’aku : “Semoga Allah mengampuni Ummat Muhammad, menyayangi Ummat Muhammad, memberikan rizqi dari jalan terbaik, yang dibalut dengan kata-kata baik, kata-kata keimanan, dijauhkan dari kata-kata yang menjerumuskan pada kekufuran”
Aamien Yaa Rabb al ‘Aalamien

wallahu ‘alam bi ash showab

Konstantin, oh Konstantin, malangnya nasibmu

Bismillahirrahmaanirrahim

Suatu Hari saya menulis status FB begini :

aku tak dapat menuduh kaisar Konstantin sebagai “agen paganisme keberhalaan”,

karena, suatu fakta yang tampak “kebetulan bersamaan” bisa jadi penyebabnya berbeda.

misal : “Sebelum dipindahkan, Adalah perintah Allah kepada Rasulullah untuk shalat menghadap baitul maqdis. Orang Yahudi bilang ummat islam ikut2an orang yahudi”. Faktanya selama 16 bulan sejak hijrah, Rasulullah shalat hanya menghadap baitul maqdis. Menurut ummat Islam itu adalah bentuk keta’atan kepada Allah, kata orang yahudi itu ikut-ikutan.

Nah dalam kasus “Kaisar Konstantin” yang mengadopsi agama Kristen menjadi agama resmi Byzantium, banyak tuduhan padanya menjadi pencampur Kristen dengan agama pagan, dari manakah sumber persepsi ini? bagaimanakah jika kelak dihadapan Allah terbukti bahwa Konstantin adalah seseorang yang sungguh-sungguh dihatinya ada keimanan pada nabi Isa?

atas status saya di fb diatas, sahabat saya di sma menulis komentar begini :

Ko mempertahankan seolah2 konstantin n konsep trinitas diperbolehkan, sdh tau jelas haram karena mempersekutukan Alloh, jangan memahami sejarah karena sejarah mereka sembunyikan sampai bertahun2 sampai mereka anggap kebohongan jd kebenaran, toh umat kristiani dan yahudi sdh membohongi manusia sedunia, kajilah sejarah dari Alquran, bukan sebaliknya, antum semua bergerak di bidang edukasi, kajilah dgn benar jgn mengikuti jejak mereka (kristiani dan yahudi) sehingga membenarkan langkah mereka

dan diujungnya begini :

Esensi dasar nya sih ak titip jangan sampe nyari sejarah yang bisa membenarkan kebohongan mereka, Islam benar tapi tidak dipaksakan kebenaran nya, mereka salah biarlah berlalu dalam kesalahan nya jangan dicari pembenaran nya, itu pesan saya buat tmen2 di dunia edukasi krn bukan ranah saya

Dari pertanyaannya tersebut,
Saya bertanya pada diri sendiri.

kenapa saya begini?

banyak hal yang menurut saya, mesti diperbincangkan
banyak hal yang menunjukkan harus mempelajari tema ahli kitab dengan sebaik-baiknya
sebab Al Qur’an tidak berbicara kesalahan ahli kitab dengan generalisir saja

sesungguhnya al Qur’an berbicara sangat detil, kedetilan yang tidak bisa saya abaikan.

Tentang konsep Trinitas yang sekarang paling banyak diyakini kalangan kristen,
sebagian besar orang Indonesia,berkeyakinan bahwa orang Romawi (Konstantin) lah yang menyusupkannya pada Kristen.
padahal buku-buku sejarah islam terpercaya tidak berbicara demikian.

Al Qur’an tidak pernah merujuk kesalahan trinitas, disebabkan “satu orang”
Konstantin adalah “penerima jadi” yang memoderatori kekisruhan

Atas banyaknya buku-buku yag beredar yang menyalahkan konstantin atas perannya dalam percampuran paganisme dan Kristen,
perlu kiranya saya melakukan pertanyaan-pertanyaan Kritis

saya tidak bisa menelan bulat-bulat, seperti apa yang ditulis Dan Brown
karena “fakta” boleh akurat, tetapi “penyebab” yang melatar belakangi bisa “tergantung sudut menyimpulkan”

seperti saya bilang diawal dalam kasus kiblat ummat Islam,

atau dalam kasus yang pernah menimpa Bunda Aisyah,
faktanya Bunda Aisyah naik onta “lelaki lain”
dituntun onta itu, oleh seorang lelaki.
sudut pandang “hati yang berpenyakit” melihat peluang gosip
maka tersebarlah bunda Aisyah yang mulia, berbuat tidak senonoh
dan justru gosip inilah yang diterima secara masal
gosip yang menelan korban 3 orang kaum mukminin dihukum 80 cambukan karena penyebaran berita bohong

itu kisah Aisyah, adalah kisah yang terjadi saat orang-orangnya masih hidup,

apalagi tentang kisah sejarah, yang kita hanya bisa menelusuri “jejaknya”
bukti-bukti yang sulit dikonfirmasi.
bertambah berat lagi, “wahyu telah tidak turun”

Konsep trinitas itu, telah al Qur’an sebut,

point besarnya : “kenapa para sahabat tidak bertanya siapa pencetus konsep trinitas?”

ayat-ayat menunjukkan bahwa trinitas adalah kesalahan “kolektif”

maka saya tidak bisa menuduh Konstantin sebagai “agen pagan”
apapun kesalahan yang dilakukannya, kelak akan kita ketahui di akhirat.

berita-berita, macam yang ditulis dan Brown di Da Vinci Code, atau berita lainnya
tidak dapat saya telan bulat-bulat.

Bangsa Romawi , adalah bangsa yang menerima “janji superioritas”
karena kasih sayang yang mereka tunjukkan pada nabi Isa.
“cara berkasih sayang” dan “mengikuti” nabi Isa yang salah saja, bisa melahirkan “superioritas demikian

ini adalah tentang janji Allah dalam surat Ali Imran ayat 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

ubek-ubek buku tafsir tentang ayat ini, tentang bagian yang ditebalkan,
ada yang menyebut yang berada di atas itu adalah “Romawi”
Dalam perspektif kita “Romawi salah dalam cara mengikuti Nabi Isa, yang mereka miliki hanya rasa sayang”
mereka dalam kesalahan , mendapat janji Allah, karena “teks nya demikian”, sedikit rasa sayang kepada nabi Isa melahirkan superioritas

apalagi, jika kita menyayangi nabi Isa, dan mengikutinya dengan cara yang benar
sesuai cara yang ditunjukkan Al Qur’an
Rasulullah telah menyampaikan “Kita lebih berhak atas Isa dari siapapun, karena antara aku dengannya tidak ada nabi lain, dan dia adalah khalifahku pada ummatku sesudahku

Bagaimana kita mewujudkan, keberhakkan kita atas nabi Isa?
ini adalah sesuatu yang harus digali
mencari bagaimana “mengikuti nabi Isa dengan cara yang Al Qur’an tunjukkan”

maka dari itu,
semua ini harus diungkap, mengambil apa yang “benar” dari sikap bangsa Romawi, dan membuang yang salah.

juga
saya tidak mau diakhirat malu sama Konstantin, kalau sekiranya ternyata dia tidak bersalah,
dan termasuk kalangan yang beriman, saya akan sangat malu pernah menuduhnya

Nah, point ini yang harus selalu kita ingat, manusia akan dikumpulkan, dan dihadapkan pada hisab dan pengadilan.
Kita akan berjumpa Konstantin
jadi saya perlu memeriksa semua bukti sejarah dan menyimpulkan

akan halnya bangsa Romawi dan kekuatannya, Rasulullah telah condong hatinya pada bangsa Romawi, sebagaimana dalam perang Romawi-Persia tahun 615 Masehi.

Rasulullah juga pernah meminta agar Romawi dijadikan bagian integral ummat Islam

tapi ternyata ….
Bangsa Romawi ini menjadi “kunci” atas peristiwa kiamat
Roma, Vatikan, baru akan tertaklukan 5-6 tahun sebelum Dajjal keluar

berbeda dengan bangsa Persia,
yang telah tertaklukan beberapa saat saja, setelah Rasulullah wafat
keseluruhan Persia tertaklukan dizaman Utsman Bin Affan
meskipun beberapa kali terjadi pemberontakan

Atas fenomena yang akan terjadi setelah wafatnya, Rasulullah bersabda “orang non arab yang paling berbahagia dengan Islam adalah Persia, dan orang non Arab yang paling menderita tersebab islam adalah orang Romawi” (Jaami’ Ma’mar Bin Rasyid 19925)

Wallahu ‘alaam bish showab

Nabi Isa dan Sejarah Awal Kristen (4)

Bismillahirrahmaanirrahim

dalam tiga tulisan sebelumnya, terlihat bahwa bibit konsep trinitas telah ada bahkan sejak nabi Isa masih hidup.

Manusia tidak tahan saat melihat banyak keajaiban terjadi, daya nalar nya akan berkata “orang ajaib” bukan “manusia biasa”

AL Qur’an menyebut nabi Isa memiliki para Hawariyyin, 14 orang ada juga yang menyatakan 12 orang
Dalam catatan Islam, baik dalam al Qur’an maupun dalam hadits , sedikit sekali berbicara tentang para Hawariyyin.

Dalam catatan kristen, murid no 1 nabi Isa , yang dianggap pemimpin penerusnya adalah Peter.
Peter, dengan banyak tekanan yang menimpa di Palestina, bergerak terus ke utara hingga mencapai Roma, hidup dan mendakwahkan Kristen di Roma, kemudian wafat di Vatikan.

Dogma dan ajaran Kristen terus melaju bersama waktu
perbedaan-perbedaan yang ada terus mengalami friksi yang hebat.

Kelompok paling ekstrim adalah yang menganggap bahwa Isa adalah Allah, kelompok Jacob

Kemudian kelompok yang paling banyak adalah kelompok yang menganggap bahwa Isa adalah anak Allah. Kelompok kedua ini beragam alirannya.

(MAHA SUCI ALLAH DARI SEGALA MACAM SIFAT YANG MEREKA NISBAHKAN)

kelompok yang ketiga dan sangat sedikit, yaitu kelompok kristen yang bertauhid.

Ketika Kaisar Romawi tahun 300 an, Konstantin mengadopsi Kristen menjadi agama resmi, corak ragam yang diambilnya adalah pendapat kedua, dengan tipikal keyakinan yang menganggap ada Tuhan Bapak, tuhan anak, dan ruh kudus, juga menyembah Maryam.

Tatkala islam datang semua kelompok dikomentari al Qur’an dengan cara yang berbeda

Pada kelompok yang menyatakan bahwa Allah adalah Isa, Allah memberikan peringatan sangat keras. Peringatan akan adzab yang tanpa peluang untuk dapat keluar darinya.
Kita dapat melihat tipikal ancaman bagi kelompok ini dalam surat al Maidah ayat 17 dan 72

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al Maidah : 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (al Maidah : 72)

Pada kelompok ini, seolah tiada harapan akan keimanan mereka. Orang-orang yang akalnya tidak dipergunakan untuk memahami “makna dari sebuah keajaiban”.
mereka telah diambil sumpahnya untuk tidak menyekutukan Allah dan ternyata tidak tahan dengan ujian “keajaiban-keajaiban nabi Isa”

Pada Kelompok kedua yang menyatakan bahwa, Isa adalah anak Allah, yang berarti ada Tuhan Bapak, roh kudus, dan menyembah Maryam, ada label yang Allah sematkan pada mereka, bahwa mereka juga telah kafir.
tetapi saat menelusuri ayat-ayat Al Qur’an yang terkait kelompok ini, seolah ada “harapan” bahwa mereka menghentikan semua hal ini.

misal dalam surat an Nisa ayat 171 :
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An Nisaa : 171)

kemudian dalam surat al Maidah ayat 73
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (al Maidah : 73)

puncak dari “pengadilan”, bagi kaum nashrani yang menganggap Isa adalah anak Allah, dan mereka menyembah Maryam dan Roh kudus, adalah saat semua hal ini dipertanyakan kepada Isa.

Dalam al Qur’an disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 116-117

“Dan ketika Allah berkata: “Wahai ‘Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku mengatakannya. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al Maidah : 116-117)

Dari ayat diatas kita melihat, bahwa kelompok yang sangat “ekstrim” dalam kesesatan, yaitu menyebut bahwa Allah adalah Isa, sudah tidak pernah disebut lagi. mereka adalah seburuk-buruk kelompok.

Adapun pada kelompok yang memilih meyakini trinitas, Allah mengadakan pengadilan bagi mereka, dengan nabi Isa sebagai “saksi”. Keberadaan saksi adalah membuka suatu peluang “pembelaan” atau justru memperberat.

perhatikanlah ayat 118 surat al Maidah, tentang apa yang dilakukan nabi Isa bagi kelompok trinitas ini :

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (AL Maidah : 118)

Konsep Trinitas : Tuhan Bapak-Jesus-Roh Kudus, dan juga menyembah Maryam disaat yang sama,
adalah konsep yang berkembang pesat hingga saat ini.

Karena harapan yang terbentang luas inilah, maka Rasulullah sangat berhati-hati dalam mendebat kaum Nashrani.
surat-surat yang “sangat lembut” diberikan kepada Heraklius sang kaisar, Muquqis gubernur Mesir,
mereka adalah tipikal-tipikal orang kristen yang berkeyakinan demikian.

pun meskipun orang kristen najran (Yaman) yang ditenggarai memiliki keyakinan sangat ekstrim, bahwa mereka meyakini Isa adalah Allah, saat mereka datang untuk “berdebat” dengan Rasulullah,
jejak debatnya dapat kita ketahui dalam surat Ali Imran

Harapan akan berimannya orang-orang Nashrani adalah suatu harapan yang sangat besar,
adalah suatu janji dari Allah bagi mereka yang beriman pada nabi Isa :

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya” (Ali Imran : 55)

maka dari itu , harapan akan keislaman mereka adalah sesuatu yang harus ditumbuhkan,
berhati-hati dalam berdebat, dengan kalimat santun, yang meluruskan.

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“. (Ali Imran : 64)

Adalah alkisah, seorang prajurit Islam melawan pasukan Romawi. saat prajurit islam tertawan, setiap kali shalat ia membayar tebusan kepada seorang pasukan Romawi. Ketika tebusan terpenuhi, ia memilih pulang ke negeri Islam. sebelum pulang sang prajurit berkata kepada salah seorang pasukan itu : “kita akan berpisah, dan semoga Allah mewafatkan engkau dalam agama yang diridhaiNya”

kata-kata yang langsung merasuk dalam hati si anggota pasukan Romawi, mereka tak banyak berdebat, tak ada saling melukai dalam ejek-mengejek ibadah.
dengan kata-kata cinta yang menyentuh hati, anggota pasukan Romawi itu masuk Islam

wallahu ‘alam bishshowab

Kenapa (kita) tak berbahagia dengan kelahiran nabi Isa?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Natal, oh natal

setiap tahun berulang, dan setiap kali itu pula beredaran disana-sini tentang “haramnya mengucapkan selamat natal”

fenomena yang “rasa-rasanya tiada kemajuan dalam dialog antar ummat” di negeri kita tercinta Indonesia

pertanyaan pertama adalah

“Kenapakah kita tidak berbahagia dengan kelahiran nabi Isa?”

sosok nabi Isa adalah almasih, “kealmasihan” nabi Isa adalah sesuatu yang pasti tersebut dalam al Qur’an

Sosok nabi Isa yang Allah persiapkan sebagai sosok kunci dalam ujian terbesar bagi kemanusiaan
nabi Isa adalah pemimpin melawan Dajjal (anti christ)

lalu mengapakah kita tidak bergembira dengan kelahiran nabi Isa?
kelak dalam perlawanan terhadap hegemoni Dajjal, pemimpin ummat Muhammad melawan Dajjal adalah sang Messiah Isa putra Maryam

Dari titik inilah saya berpikir,
saya sangat berbahagia dengan kelahiran nabi Isa, dan mengucapkan pada nabi Isa salam sejahtera atas kelahirannya,
sebagaimana yang diucapkan nabi Isa sendiri atas kelahirannya.

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Maryam : 33)

Sungguh saya sangat berbahagia dengan kelahiran nabi Isa,
sesungguhnya kalangan yang bersedih dan membeci hari kelahiran nabi Isa adalah anti christ,
semestinya hanya kalangan Yahudi pengikut Dajjal (anti kristus) saja yang bersedih.

lalu bagaimanakah rupa kebahagian atas kelahiran nabi Isa harus kita tunjukkan?

dititik ini saya tertegun , surat al an’am ayat 84-90 mengobok-ngobok otak, marilah kita perhatikan bersama

84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
85. dan Zakariya, Yahya, ‘Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh.
86. dan Isma’il, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),
87. (dan Kami lebihkan pula derajat) sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
89. Mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka kitab, hikmat (pemahaman agama) dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
90. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah jejak mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan”. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat”

perintah Allah kepada Rasulullah dalam ayat 90 surat al an’aam ini adalah mengikuti jejak para nabi yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya,
maka dari itu kita melihat bahwa Rasulullah sungguh-sungguh dalam menjalankan jejak nabi Ibrahim,
kadar “mengikuti” ini tentu saja telah Allah tetapkan, bagian-bagian mana saja yang diikuti dan bagian mana yang terhapus oleh “risalah” baru.

dalam jejak nabi Ibrahim, diantara yang kita temukan adalah “ibadah haji”

Dalam masyarakat arab semenjak sebelum kelahiran nabi Muhammad, ibadah haji memiliki posisi penting dalam kehidupan ritual dan kemasyarakatan, meskipun terjadi penyelewengan disana-sini.
Islam kemudian menegakkan ibadah haji, dan membuang hal-hal yang merupakan penyelewengan.

suatu ketika , Urwah Bin az Zubayr mempertanyakan, redaksi ayat tentang sa’i.
“Dan tiadalah dosa bagimu ……”
ayat tentang sa’i dalam redaksi demikian,
dalam pemahaman Urwah, berarti sa’i itu sebetulnya dilarang, tetapi kemudian Allah memberikan “keringanan”

Pehamanan yang dikemudian hari diluruskan oleh Aisyah, kata Aisyah “banyak orang menyatakan bahwa sa’i adalah syi’ar jahiliyah, dan islam ikut-ikutan, islam masih mempertahankan syi’ar jahiliyah. Allah kemudian menjelaskan hakikat sa’i” maka sesudah ayat turun Rasulullah bersabda “bersa’ilah”

permasalah besar yang melingkupi tema “kelahiran nabi Isa” adalah :

1. Tanggal kelahiran, tanggal kelahiran nabi Isa ini tidak dapat dipastikan dengan pasti, apalagi “peringatannya”
mengapa? karena tahun itu berputar,
dan putaran itu kita memilih yang mana?

ada putaran bulan, ada putaran matahari, ada putaran bulan dengan memperhatikan matahari.
dalam menghitung putaran matahari itu sendiri, beberapa kali terjadi koreksi, sebagaimana perubahan kalender dari julian ke gregorian, sewaktu masih memakai kalender julian, mayoritas orang kristen merayakan natal tanggl 7 januari.
sesudah kalender gregori dipakai orang kristen di belahan barat dunia merayakannya tanggal 25 desember,
mengapa? karena tahun itu adalah putaran

misal , saya lahir 7 Rajab 1400 yang bertepatan 21 Mei 1980 …… tanggal 7 Rajab berputar dengan cara bulan, dan entah kapan lagi akan bertepatan dengan 21 Mei. Sementara 21 Mei berputar dengan cara matahari dan menurut gregori ya jatuh sesuai dengan kalender yang umumnya saat ini berlaku di seluruh dunia kalender gregorius
jadi setiap tanggal, keberulangannya secara momentum adalah “relatif”

Bagi ummat islam, Allah telah memilihkan putaran bulan murni, sebagai cara menghitung ulangan suatu momentum kejadian dengan tepat dan pasti, tapi penghitungan ini sendiri harus dibarengi dengan proses “memandang dan mengamati fenomena”

Sebagaimana paus gregorius mengkoreksi kalender julian, sehingga kita menikmati kalender international yang saat ini berlaku, maka tidak menutup kemungkinan suatu ketika harus ada koreksi terhadap kalender gregori dengan pengamatan posisi matahari terhadap bumi.

Demikianlah tanggal, pengulangannya adalah sesuatu yang tidak pasti, ia bergantung kepada ketepatan menghitung dan mengkonfirmasi peristiwa alam.

Adapun hari, maka ia akan tetap berjumlah 7 hari, dia akan terus berputar ahad-senin-selasa-rabu-kamis-jum’at-sabtu.
maka ungkapan nabi Isa tentang putaran waktu adalah demikian adanya :
“Dan salam sejahtera bagiku, pada hari ketika aku dilahirkan, dan hari dimana aku wafat, dan hari saat aku dibangkitkan hidup kembali” (Maryam 33)

2. Cara merayakan, cara merayakan suatu peristiwa besar adalah “debatable”, kita tidak bisa menutup mata dari adanya campur tangan tradisi dalam perayaan sesuatu.
Dalam kasus kelahiran nabi Isa, banyak sekali tradisi yang mengitarinya, contohnya keberadaan “pohon natal”
tradisi pohon natal tidak dikenal sedari dulu, dia baru ada sekitar abad ke 16
Dalam bahasa ummat islam, dalam perayaan natal pasti terdapat “bid’ah-bid’ah”

Contoh tentang perayaan hari lahir :
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bahagia dengan kelahiran dirinya, berbahagia dengan hari kelahirannya, maka nabi Muhammad “merayakan hari kelahirannya dengan shaum”
Cara perayaan ini telah mendapat “lisensi kebolehan” dari Allah,
maka kita ummatnya merayakan kelahiran nabi Muhammad, menunjukkan kebahagian atas kelahirannya dengan mengikuti sunnahnya yaitu shaum setiap senin.
(gimana shaum untuk memperingati hari kelahiran sendiri, ohhh jangan lah ya, karena tidak ada lisensi kebolehannya atas itu)

Kembali kepada judul,

pertanyaannya

kenapa kita tidak ikut berbahagia atas kelahiran nabi Isa?
jikapun kita tidak sepakat dengan “cara merayakannya”
jikapun kita tidak sepakat dengan sikap ummatnya nabi Isa yang “menganggapnya Tuhan”

kenapakah kita tidak berbahagia dengan kelahiran pemimpin perlawanan terhadap anti kristus Dajjal?
Saya belum menemukan jejak cara orang-orang Kristen merayakan natal di zaman nabi Muhammad,
yang saya temukan bahwa dizaman Rasulullah perayaan terbesar bagi ummat Kristen saat itu adalah perayaan “kamis putih”
karena secara sosial sedikit sekali ummat Kristen di Medinah, sikap kenegaraan dan “ideologikal” nabi Muhammad terhadap perayaan Kristen tidak saya dapati.
Tentang perayaan apa yang menjadi pusat perhatian dalam suatu agama, juga ditentukan oleh karakter sosial, kondisi politik kemasyarakatan.
Perayaan natal pasti mengalami pasang surut dalam sejarahnya

Adapun terhadap shaum ‘aasyura, dimana orang yahudi melakukan shaum dihari itu, maka Rasulullah bertanya pada orang Yahudi “kenapa kalian shaum hari aasyura?”

ketika orang-orang Yahudi menjawab bahwa hari itu adalah hari dimana Musa selamat dari kejaran Fir’aun, ketika Musa dan para pengikutnya berhasil menyebrangi laut Merah berjalan kaki.

yang Rasulullah sampaikan kepada para sahabat adalah “kita lebih berhak atas Musa dari orang-orang Yahudi”
maka Rasulullah pun memerintahkan shaum di hari aasyura.

Lalu bagaimanakah nabi Isa “merayakan” hari kelahirannya?
jejak al Qur’an yang dapat kita temukan adalah apa yang nabi Isa ucapkan sewaktu dibuat dapat berbicara diwaktu bayi, dimana kisahnya diabadikan dalam surat Maryam ayat 33 :
“Dan salam sejahtera bagiku, pada hari ketika aku dilahirkan, dan hari dimana aku wafat, dan hari saat aku dibangkitkan hidup kembali” (Maryam 33)

Nabi Isa, tidak tepat mengucapkan hal itu dihari ketika dilahirkan, maka bagi yang membaca ayat diatas dalam bahasa arab akan menemukan kata “hari ketika aku dilahirkan” dibentuk dengan past tense “yauma wulidtu”
Nabi Isa merayakan kelahirannya dengan sebuah do’a “salam sejahtera bagiku”

Ketepatan tanggal momentum, sebagaimana yang saya sebut adalah sulit “dimoderatori”
jatuhnya shaum ‘aasyura di kalangan yahudi akan berbeda dengan hari ‘aasyura dikalangan Islam
karena ada perbedaan cara menghitung
Yahudi memiliki kalender lunar solar
sedang ummat islam memakai kalender lunar murni

demikian pula natal,
ummat kristiani tidak akan gegabah menentukan tanggal kelahiran nabi Isa pada 25 Desember atau 7 januari
maka ilmuwan kalender handal kita dapati adalah dari kalangan gereja, yaitu “paus Gregorius XIII”
yang menghadirkan bagi kita kalender yang dipakai secara international hingga saat ini.

dan kita sebagai ummat islam sudah tahu, bahwa keberulangan suatu momentum kejadian, yang paling tepat dan akurat adalah dengan “kalender bulan murni”

dititik ini saya memandang

bahwa saya harus berbahagia dengan kelahiran sang messiah

kesalahan ummat Kristiani dalam cara merayakan natal adalah urusan ummat yang merupakan sahabat dekat ummat islam ini dengan Allah
kesalahan ummat Kristiani dalam berpendapat bahwa Isa adalah Tuhan, adalah kelak dihadapkan pada pengadilan Allah

tetapi saya berbahagia atas kelahiran Al Masih Isa putra Maryam
Salam sejahtera bagi nabi Isa dihari kelahirannya
Selamat Natal bagi Yesus Kristus

dan bukan selamat merayakan hari natal

Salam sejahtera bagi nabi Isa dihari kelahirannya
sang juru selamat, yang Allah kirimkan untuk menyelamatkan manusia dari bencana terbesar kemanusiaan
menyelamatkan manusia dari Dajjal

Salam sejahtera bagi nabi Isa dihari kelahirannya
saya berbahagia atas kelahiran Al Masih Isa putra Maryam

Wallahu ‘alaam bi ash showab

mencintai kebaikan

Bismillahirrahmaanirrahim

Suara tanda masuk ym memecah keheningan sore ini,
Ketika ditengok, sungguh pengirim yang tidak diharapkan
Ketika ia berucap “salam”
Maka kewajiban menjawab “salam”
Akhirnya salam saja yang dijawab selebihnya tidak.

Lalu tulisan darinya beberapa saat kemudian, adalah suatu falsafah penting dalam keimanan :
“Tidaklah sempurna keimanan seorang mukmin, hingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya, sebagaimana mencintai jika kebaikan itu menghampiri dirinya”

Kata-kata yg “njleb”

Tapi seketika itu ingin marah,
Apa maksudnya?

Mengingat apa yang telah diperbuatnya dahulu,
Apa yg barusan dikirim di yahoo messenger itu membuat ingin “memaki-maki”,
Atau “membuat tulisan tentang tingkah polahnya”,

Tapi keberadaan corak pemikiran yang bersandarkan hadits itu masih lebih kuat menghiasi relung jiwa,

Ya, selalu belajar untuk mencapai kesempurnaan keimanan,

Yang selalu tersenyum dalam kebahagiaan mukmin lainnya dan
Bersedih atas kesedihan yang menimpa seorang mukmin

Maka maki-makian itu tertahan
Sumpah serapah tak keluar dari mulut

Lalu menguatlah aroma do’a :
Maha suci Allah, Sesungguhnya aku adalah orang zhalim,
Jika saja Allah tidak mengampuniku, dan tidak menyayangiku,
Maka aku akan termasuk orang yang merugi.
Dan terlantunlah do’a : “Allahummaghfirlii warhamni”

Inilah ujiannya,
Harus sanggup melewati terjalnya bukit godaan

Harus selalu merasa bahagia,
Atas semua anugerah Allah kepada seorang mukmin,
Baik yang tampak dimata sebagai suatu hasil kerja keras, atau pun yang tampak sebagai suatu keberuntungan.

Harus selalu merasa bersedih,
Atas segala musibah dan ujian yang menimpa seorang mukmin,
Baik yang tampak dimata sebagai akibat dari kesalahan atau suatu kesialan

Semua telah tertulis,
Pena telah diangkat dan kertas telah mengering,
Apa yang Rasulullah sampaikan tentang ini semua adalah meminta “pengampunan dan kesejahteraan”

Dan terlantunlah : Allahumma inni as-aluka al ‘afwa wa al ‘aafiyah”

Kisah Seorang Yahudi yang Menyayat Hati

Kisah seorang Yahudi yang menyayat hati

Abdullah bin Abbas berkata :
  Ada seorang yahudi di syam membaca taurat di hari sabtu, ia menghamparkan lembaran-lembaran taurat di hadapannya, kemudian memperhatikan sengan seksama. Maka ia menemukan sifat Rasulullah SAW dan karakternya di empat tempat, ia kemudian memotong empat lembaran tersebut dan membakarnya.

  Kemudian di sabtu berikutnya, ia menemukan sifat dan karakter Rasulullah di delapan tempat, ia memotongnya dan membakarnya.

  Di sabtu berikutnya ia menemukan sifat dan karakter Rasulullah di duabelas tempat. Ia kemudian berpikir dan berkata : Jika aku memotongnya lagi maka seluruh taurat akan berbicara tentang sifatnya.

  Ia bertanya kepada sahabat-sahabatnya. Mereka menjawab : “Ia pendusta, lebih baik kamu tidak melihatnya, dan dia tidak melihatmu.

  Ia berkata : “Demi kebenaran yang ada pada taurat Musa, janganlah kalian mencegahku mengunjunginya”. Maka merekapun mengizinkannya. Maka ia mengendarai kendaraannya dan berjalan malam dan siang.

  Ketika ia sampai Madinah, orang yang pertama menyambutnya adalah Salman. Wajah Salman sangat tampan rupawan. Ia mengira bahwa Salman adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia sampai Medinah itu selang tiga hari sesudah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

  Ditanya tentang nabi Muhammad Salman menangis, Salman menjawab : “aku adalah budaknya”
  Lelaki Yahudi itu bertanya : “dimanakah ia?”
  Salman berpikir keras, dan berkata dalam hatinya “jika aku mengatakan nabi Muhammad telah wafat, maka ia akan pulang, dan jika aku berkata nabi Muhammad hidup maka aku berdusta”
  Salman lalu berkata padanya : “Marilah kita mengunjungi para sahabatnya”

  Ia pun memasuki Mesjid, dan sahabat-sahabat Rasulullah saat itu sedang diliputi kesedihan mendalam.
  Orang Yahudi itu berkata “Salam sejahtera untukmu wahai Muhammad”, ia mengira bahwa nabi Muhammad ada bersama para sahabatnya.
  Maka pecahlah tangisan dan suara tangisan para sahabat itu bagai gelombang. Mereka berkata : “siapakah kamu?, engkau telah membuka kembali luka dan duka mendalam dihati kami, pastinya engkau orang asing, apakah engkau tidak tahu bahwasanya Rasulullah telah wafat tiga hari yang lalu?”

  Orang yahudi itu berteriak keras :
  “betapa sedihnya aku !
  “Betapa sia-sianya perjalananku!
  Seandainya ibuku tak pernah melahirkanku,
  sekiranya kalau pun ibuku melahirkanku maka aku tak pernah membaca taurat,
  sekiranya kalaupun aku membaca taurat aku tidak menemukan sifat nabi Muhammad,
  sekiranya sekiranya aku menemukan sifat nabi Muhammad maka aku sempat melihatnya.

  
  Ali kemudian berkata : “kemarilah, katakanlah padaku sifat-sifatnya, Yahudi berkata : baiklah.
  Yahudi berkata : siapa namamu?
  Ali berkata : Ali
  Yahudi berkata : sesungguhnya aku menemukan namamu dalam taurat
  Ali berkata : sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah tinggi dan tidak pendek, kepalanya bulat dan keningnya jelas, bola matanya hitam, alisnya tebal hitam, kedua alisnya berjarak, Jika tertawa cahaya keluar dari giginya, rambutnya tebal, telapak tangan dan kakinya kuat, tulang-tulangnya besar, diantara dua pundaknya terdapat cap kenabian.
  Yahudi berkata : engkau benar wahai Ali, demikianlah sifat-sifat fisiknya didalam taurat. Apakah tersisa darinya pakaian, sehingga aku dapat mencium aroma tubuhnya.

  Ali berkata : ya, lalu berkata : “wahai Salman pergilah kepada Fathimah, dan katakan padanya : kirimlah padaku jubah ayahmu Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.

  Salman kemudian mendatangi pintu Fathimah, dan berkata : “wahai pintu kebaikan, wahai pintu perhiasan para wali Allah, dan saat itu Hasan dan Husein sedang menangis. Salman kemudian mengetuk pintu.
  Fathimah kemudian berkata : “siapakah yang mengetuk pintu anak yatim?”
  Salman berkata : saya Salman
  Kemudian Salman mengabarkan kepada Fathimah apa yang diminta Ali, Fathimah kemudian menangis.
  Fathimah berkata : siapakah yang sanggup memakai jubah ayahku?
  Kemudian Salman menceritakan apa yang terjadi, maka Fathimahpun mengeluarkan pakaian jubah yang telah ditambal 7 kali dengan serat.
  Salman mengambilnya dan menciumnya, demikian pula para sahabat, dan orang Yahudi itu kemudian mengambilnya dan menciumnya.

  Orang Yahudi berkata : betapa sedap baunya kemudian berdiri menuju makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ia kemudian menengadahkan kepalanya ke langit dan berkata :
  Aku bersaksi wahai Tuhanku, bahwasanya Engkau satu yang Esa, satu tempat bergantung. Aku bersaksi bahwasanya penghuni makam ini adalah utusanMu, orang yang Engkau cintai, dan aku mengimaninya.
  Ia berkata : “wahai Allah sekiranya engkau menerima keislamanku, maka cabutlah nyawaku sekarang”
  Orang yahudi itupun tersungkur wafat. Ali kemudian memandikannya dan menguburkannya di Baqi.

  Semoga Allah menyayanginya dan membangkitkan kita semua sebagai kelompok orang-orang shalih.

Saat Pohon Khuldi masuk rumah-rumah kita

Saat Pohon Khuldi masuk rumah-rumah kita

  Menarik tapi tak boleh didekati, ada dihadapan tetapi tak dapat disentuh, ialah pohon khuldi. Tantangan pertama yang dihadapkan kepada awal mula kisah kehidupan, Adam dan Hawa. Satu-satunya larangan yang ditujukan kepada keduanya di kehidupan surga. Kisah yang menggambarkan bahwa akan banyak hal-hal terlarang tetapi tetap ada dan tercipta. Mengapakah?
  Jawaban atas pertanyaan yang akan kita telusuri bersama. Penciptaan Adam adalah awal bagi era kehidupan manusia di bumi. Kehidupan yang dari sisi Sang Pencipta merupakan rangkaian dari ujian-ujian.
  Allah berfirman : “Dialah Yang menciptakan kematian dan kehidupan dengan tujuan menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling baik amalannya” (Al Mulk :2)
  Larangan-larangan datang menguji, seringkali dipandang tidak masuk akal atau tiada guna, akal budi manusia berjuang kerasa untuk memahaminya. Sebagaimana saat sungai jernih terbentang dihadapan satu pasukan perang, kesejukan yang menggoda agar rasa dahaga hilang, tetapi ternyata sungai itu bagi mereka adalah bagai pohon khuldi bagi nabi Adam, ada dan nyata tetapi tak boleh didekati, terlihat tapi tak bisa disentuh.
  Allah berfirman : “Ketika Thaluth menyeleksi pasukannya, ia berkata “sesungguhnya Allah menguji kalian dengan sungai, barang siapa yang minum darinya maka bukanlah termasuk pasukanku, barang siapa tidak meminumnya maka sesungguhnya ia termasuk pasukanku, kecuali yang minum sedikit diambil dengan tangannya. Maka pasukan itu minum darinya kecuali sedikit dari mereka. Maka tatkala mereka melintasinya dia (Thaluth) dan orang-orang yang beriman bersamanya mereka berkata “kami tiada memiliki kekuatan hari ini untuk melawan Goliath dan pasukannya. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata “alangkah banyaknya kelompok kecil berhasil mengalahkan kelompok besar atas izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (al Baqarah : 249)
  Tipikal ujian yang semakin banyak terhidang di era gadget kini, ketika aneka ragam konten masuk ke rumah-rumah kita, serbuan ujian yang datang bak gelombang di lautan. Jutaan konten yang pastinya salah satunya adalah pohon khuldi bagi kita, sanggupkah kita tidak mendekatinya?

Orifxxme = Bisnis Neraka

Bismillahirrahmaanirrahim

stop!!!
jangan mengira kata neraka diatas adalah surga neraka di akhirat ya
sebelum ngobrol lebih lanjut

saya jelaskan dulu, neraka disini adalah “situasi yang serba sulit, situasi yang serba terkungkung, serba tidak enak”

Obrolan ini

berawal dari seseorang yang sudah malang melintang dan sukses di bisnis orixxxme, adik kelas saya di al hikmah
mengajak untuk join orixxxme

dulu pernah juga, nah sekarang ngajak lagi

ajakan join itu
saya jawab dengan “KALAU SEMUA BISNIS KOSMETIK, SIAPA DONG YANG BACA BUKU, kitab-kitab itu emangnya mau dicuekin aja?”

yang akhirnya sampai pada suatu kata dari saya “jangan ajak saya bisnis orifxxme, jangan ajak saya ke neraka”

ohw, saya memang dapat dikatakan sangat tidak suka sekali dengan bisnis model orixxxme
tapi sesekali memakai produknya, membeli apa yang dibutuhkan dari kawan yang berjualan
tentang kehalalannya, konon tanpa bahan dasar dari “hewan”
trus orixxxme lagi memperjuangkan sertifikasi halal dari MUI, alhamdulillah

kenapa saya bilang bisnis orixxxme bisnis neraka?

belenggu = kunci katanya adalah belenggu
sesuatu yang memiliki belenggu bagi saya adalah neraka

Orang-orang dibuat kaya secara terkontrol
menaiki jenjang kekayaan secara terkontrol

(kalau dari sisi kehalalan tipikal mlm konon, bisnis orixxxme ini sudah tersertifikasi sebagai mlm yang halal)
sebab,
orang akan naik jenjang berdasar kerja kerasnya masing-masing, dsb

nah tapi kenaikan jenjang ini terkontrol, diketahui, dihitung oleh perusahaan induk, yang didirikan oleh dua orang bersaudara orang swedia, trus dia udah listing juga dibeberapa pasar saham

waw, kenaikan kekayaan yang terkontrol ini berarti “suatu informasi yang tersingkap”

orang-orang akan berusaha terus naik level, sehingga mengerahkan seluruh daya dan upaya, sampe rata2 saya perhatikan 98% status fb para konsultannya adalah tentang iklan join dan produk mlulu, sampe enek bacanya,

nah kondisi-kondisi begini bagi saya adalah belenggu
saya berpikir sederhana saja, kalau mau jualan kosmetik atau apapun yah jualan apa saja, dari produk yang berbeda,
jualan pada satu produk menuntut “loyalitas”, loyalitas kemudian kepada kecintaan mendalam, yang jika sesuatu terjadi, seperti misal “perusahaan tersebut dilarang bisnis di Indonesia sebab A, B, C, D …..”
ehhhh ternyata para konsultannya membela mati-matian, misalnya menganggap “pemerintah ga pengertian, dan atau bla bla bla

ahh, loyalitas yang telah terbeli, mengingat manfa’at yang telah diberikan
kondisi demikian sah-sah saja
tapi bagi saya memberi loyalitas itu tidak bisa sembarangan
memberikan loyalitas dan kesetiaan bagi saya,harus diperiksa runut, sejarah dan ujungnya.

saya tidak pandai berbisnis, tetapi saya ingin menjadi seorang pebisnis yang tidak loyal pada satu merek produk
dan selalu mengingat bahwa semua itu, saat bisnis menghasilkan banyak keuntungan, bahwa semua itu berasal dari Allah
saya tidak mau terjerumus kedalam rasa loyalitas dan balas budi kepada seseorang atau sesuatu yang sekedar tampak indah, yang kelak menyebabkan masuk pada suatu kondisi rasa tidak menentu

bisnis itu tidak boleh monopoli, sebab hakikat dasar perputaran keuangan adalah supaya tidak berputar di kalangan kaya saja.
Nah bagi saya mengambil satu merek produk adalah miniatur monopoli
memang sang perusahaan bukan pembuat regulasi, sehingga masih banyak saingan lainnya
tapi dari sisi pribadi, menurut saya ini juga berlaku : hendaknya tidak secara kontinyu membuat kaya satu pihak, hee
loh kok begitu?
ya kan posisi kita sebagai “penjual produk” bukan pemilik
setia menjual suatu merek produk dalam sistem orixxxme berpotensi menjadi “belenggu”
dan belenggu itu awal penjajah

trus, kejar tutup point, kejar target, kejar dunia…. ohhhh
bertentangan banget dengan do’aku
Allahumma laa taj’ali ad dunya akbara hammina wa laa mablagha ‘ilmina
Ya Allah jangan jadikan dunia pusat perhatianku dan jangan jadikan dunia pusat ilmu pengetahuanku

sebab, terhadap dunia itu, sikapku adalah sebagaimana yang Allah sampaikan
“wa laa tansa nashibaka min ad dunya”
jangan kamu lupakan bagianmu di dunia”

jadi kondisi mengejar dunia itu bagiku adalah kondisi neraka
jadi jangan ajak aku ke neraka

hal-hal penjelasan diatas tidak sempat terdiskusikan dengan adik kelasku karena justru
diskusi berlanjut semakin “panas”
pertanyaan untukku yang muncul darinya adalah “apakah anti salafy? “saya heran ada lulusan al hikmah kaya anti? “anti berpikiran bisnis sempit!

ehhh klimaksnya, “anti sudah menikah atau belum? karena itu berpengaruh”

sampe dititik ini akhirnya saya yang diam

tentang jodoh, banyak kesalahan yanng telah saya perbuat, semoga Allah mengampuni, janji Allah dalam surat Nuh adalah istighfar mengundang rizqi dan keturunan

tentang kekayaan dan prosperity (hee gaya bahasa sudah ngikut arab minded, suatu kata diperkuat dengan sinonimnya)
saya mau kaya dengan jalan yang Allah ridhai, jika jalan kaya itu berdagang maka berdagang dengan cara yang baik, bukan berdagang dengan cara neraka yang membuat kecanduan, monopoli dan belenggu loyalitas.
mimpi besarnya adalah menjadi kaya dengan cara nabi Ibrahim dan membelanjakan hartanya dengan cara nabi Ibrahim
bertani dan menjamu banyak orang
dapat modal bertaninya juga seperti nabi Ibrahim mendapat modal bertani (do’a semoga Allah mengabulkan, aamien)

dititik pertanyaan ini juga : “anti sudah menikah atau belum? karena itu berpengaruh”
aku memutuskan “unfriend” fb

maaf ya, saya merasa ga guna
news feed nya beliau dipenuhi iklan perusahaannya Jonas af Jochnick and Robert af Jochnick melulu

alhamdulillah, syukur kepada Allah yang telah mengirimkan teman-teman keren seperti teh Laily Yulia, teh Didin Kristinawati, yang statusnya fb nya keren-keren, ilmu pengetahuan dan sharing banting tulangnya mereka mendidik anak dengan cara yang sangat saya suka, kalau saya baru bisa membayangkan, nah kalau beliau berdua praktek, mendekati bayangan saya mendidik anak.
yang saya pahami dari tipikal keluarga teh Laily dan teh Didin, dunia tetap dicari, tetapi itu bukan arus utama, pusat perhatiannya adalah pada keimanan dan ilmu pengetahuan, sehingga bermanfa’atlah sharing-sharing yang ada dalam fb

dan semua rekan-rekan fb lain yang statusnya bermanfa’at beragam, ada sharing pemikiran, sharing keterampilan, sharing ilmu, sharing perasaan, suka, duka, ohhh saya suka itu
dan kalau jualan produk juga jualan yang memperkaya wawasan, jadi tahu banyak keunikan-keunikan, produk original indonesia dan internasional
bukan wall fb yang dimonopoli perusahaannya Jonas af Jochnick and Robert af Jochnick

wallahu ‘alam bi ash showab
subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka waatuubu ilaik

kisah Anas bin Malik dan Al Hajjaj

MasyaAllah, makin hari makin tergambar peta jalan

inilah yang paling asyik dari mempelajari sejarah, yaitu memiliki suatu sudut pandang terhadap “kehidupan”
bagaimana kita hidup dan membangun hubungan dengan Sang Pencipta
lalu membangun kehidupan sosial dengan dinamika dan lika-likunya
memahami manusia dengan perangainya
sehingga semua peristiwa dibaca dengan kacamata kearifan

sosok Al Hajjaj ibnu Yusuf Ats Tsaqafi,
digambarkan sebagai pribadi bengal, keras, menumpahkan darah

menyusuri kepribadiannya, ternyata Al hajjaj memiliki juga titik-titik rasa takut
Ia adalah seorang kepala prajurit yang mentaati perintah atasannya
dan sungguh Al Hajjaj adalah orang yang takut pada ALLAH,
bagaimanakah rasa takut pada Allah ini berefek pada pribadi al Hajjaj?
bagaimana kaitan antara rasa takut ini dengan darah yang ditumpahkannya?

suatu ketika ia sangat kesal dengan sahabat Rasulullah Anas Bin Malik
al Hajjaj berkata “seandainya tidak ada wasiat dari Abdul Malik bin Marwan agar aku tidak melakukan ini padamu, tidak melakukan itu, maka pasti aku telah berbuat sesuatu padamu”

Anas bin Malik dengan enteng menjawab : “sesungguhnya jika tidak ada wasiat itupun, kau tak akan bisa melakukan apa-apa padaku”

Al Hajjaj terbelalak berkata : “Kok bisa?”

Anas menjawab : “ya karena aku berdo’a di setiap hari di saat yang tepat, suatu do’a yang bisa mencegah tangannmu menyentuhku”

Apa itu? kata Al Hajjaj

Imam Anas bin Malik menolak untuk memberitahukan redaksi do’anya, sehebat apapun al hajjaj merayu.

Dari peristiwa rayuan al Hajjaj agar sahabat Anas bin Malik memberikan rahasia “kekebalan” nya memperlihatkan bahwa al Hajjaj percaya 100% akan kekuatan do’a
pandangan politiknya dipengaruhi dengan situasi yang terjadi pada saat itu, bahwa chaos politik berbahaya, dan kepemimpinan itu harus padu, maka ia harus memilih dan setia berada di pihak mana.

sikap politik yang setiap orang berbeda-beda
Hajjaj memahami benar akan resiko sikap yang diambilnya
tentang darah-darah yang tertumpah, tentang mesjidil haram yang diserangnya
resiko yang ia ambil demi kepemimpinan yang harus ditegakkan

orang-orang zaman itu tahu benar akan makna kepemimpinan,
sikap mereka berbeda-beda

misalnya Sa’id Ibnu al Musayyab,
Sa’id Ibnu al Musayyab adalah seorang ulama tabi’in, berasal dari bangsawan Quraisy, bani Makhzum.
tak terhitung ribuan cambukan mendarat di tubuhnya karena masalah kepemimpinan ini

gubernur Madinah untuk Abdullah bin az Zubayr mencambuknya karena ia tak mau berba’iat padanya, Sa’id bin Musayyab berkata : “hingga manusia bersatu baru aku akan berba’iat pada Abdullah”
cambukan baru berhenti baru setelah Abdullah tahu yang dilakukan gubernurnya pada Sa’id dan Abdullah memarahi gubernurnya.
Abdul Malik, dan dua putranya al Walid dan Sulaiman pernah juga mencambuknya untuk urusan ini
hingga terjadi boikot ilmu pengetahuan pada Sa’id bin Musayyab, tak boleh seorangpun menjadi muridnya.

kembali ke Anas bin Malik, beberapa saat sebelum wafat, abban putra Utsman bin Affan merayunya, agar memberitahu do’a “KEKEBALAN” yang dimilikinya, akhirnya Anas memberitahukan do’anya pada Abban :

do'a anas

Dengan nama Allah atas jiwaku dan agamaku, dengan nama Allah atas keluargaku dan hartaku dan anak-anakku, Dengan nama Allah atas segala sesuatu yang diberikan Tuhanku padaku, Allah Allah Rabbku, aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, Allah Allah Rabbku, aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah lebih tinggi lebih mulia daripada apa yang aku takutkan. Wahai Allah sesungguhnya aku berlindung padaMu dari keburukan jiwaku dan dari setiap syetan yang mengganggu, dan dari diktator yang berbuat kekerasan, Engkau berfirman : “jika mereka berpaling dari hukum Allah maka katakanlah : cukuplah Allah bagiku, tiada yang disembah kecuali Dia, padaNya aku bertawakkal dan dia Rabb pemilik ‘arsy yang agung.
tinggilah penjagaanMu, tinggilah pujian padaMu, tiada tuhan selainMu

do’a diatas dibaca setiap pagi dan petang, dibaca tiga kali
klo pagi sesudah subuh sebelum matahari syuruq
kalau sore sesudah ashar sebelum matahari terbenam
klo buat yang dawam ma’tsurat yang disusun imam syahid hasan al banna
tambahin lah ya do’a ini

ya Rabb, era-era mau pemilu, betapa kita memerlukan do’a-do’a yang dipanjatkan,
dihindarkan dari pemimpin yang tidak takut kepada Allah