Rasulullah Muhammad salam sejahtera baginya dan keputusasaan

Bismillahirrahmaanirrahiim

saya punya janji hutang untuk mempertanggungjawabkan statement saya,
bahwa logika Dr Quraish Shihab pada acara di metro tanggal 12 juli “sesat”

saya coba cari-cari ceramah tersebut secara utuh tetapi belum saya dapatkan.
rekaman yang ada adalah rekaman sesudah memasuki segmen pertanyaan.

1. Pertanyaan pertama yang saya dengar :
“Riki Renaldi : Dalam menyebarkan ajaran islam, pernahkah Rasul ingin menyerah? dan bagaimana cara Rasul untuk kembali istiqamah”

Jawaban :
“Dr Quraisy Syihab : “menyerah tidak pernah | tidak pernah menyerah, antara lain karena Allah menguatkan hati beliau, ya kan menurut ayat kita ini

Kritisi saya :
dari jawaban, yang dimaksud “ayat kita ini, adalah ayat yang dibahas sebelumnya, yaitu surat al Isra ayat 74. yaitu
“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka”

kalau di cek ke surat al isra ayat 74, surat itu menceritakan bahwa Rasulullah hampir berkompromi dengan kaum kafir dalam urusan agama, tetapi Allah meneguhkan hati Rasulullah dengan isyarat-isyarat yang jelas bahwa kompromitas dalam keimanan tidak diperbolehkan, atas peristiwa ini maka Rasulullah berdo’a “Ya Allah jangan buat diriku bertumpu pada diri sendiri satu kedipan matapun”
Jadi ayat 74 menceritakan bahwa Allah menguatkan hati Rasulullah dari “menyerah” kepada kompromitas.

Adapun pertanyaan Riki Renaldi mengarah pada “apakah Rasulullah pernah menyerah (yaitu ingin berhenti berdakwah?)
ya ini sifatnya tebakan, perlu ditanyakan kepada Riki maksudnya apa?

Rasulullah sangat menginginkan bahwa “seluruh dunia menjadi muslim”,
keinginan ini melahirkan dua sikap yang keduanya ditegur Allah dengan cara yang berbeda,

1. Sikap pertama : Rasulullah marah dan bersedih atas sikap ingkar kaumnya, puncak dari kemarahan dan kesedihan ini digambarkan AL Qur’an dengan keinginan “bunuh diri”, bisa kita cek di surat al Kahfi ayat 6.

Rasulullah meyakini semua janji surga dan ancaman neraka, merasa sangat bersedih hati jika manusia terjatuh pada kubangan neraka yang abadi. Kesedihan yang amat sangat.
Keinginan bunuh diri Rasulullah ini kemudian disindir oleh Allah, dicela bahwa perbuatan “putus asa” hingga meniatkan bunuh diri itu tidak benar.

nah kalau menurut hemat saya pertanyaan Riki mengarah kesini, bahwa Rasulullah pernah “menyerah” hingga hampir bunuh diri, dan kemudian solusi yang datang dari Allah berupa sindiran keras atau teguran pedas.

Jadi Rasulullah sangat menginginkan kebaikan bagi manusia, tetapi manusia yang sangat dikhawatirkan keadaannya oleh Rasulullah malah enggan, lahirlah sikap Rasulullah hingga ingin bunuh diri.

2. sikap kedua Rasulullah, selain ingin bunuh diri, adalah yang dibahas di surat al Isra ini, bahwa Rasulullah hampir melakukan beberapa kompromitas keagamaan.
yaitu diantaranya keinginan orang-orang Thaif untuk diberikan waktu tangguh dalam beriman, mereka ingin membuktikan kesalahan sistem ibadah mereka dalam jangka waktu tertentu, jika terbukti bahwa “keagungan sembahan-sembahan mereka ternyata palsu, barulah mereka akan beriman”
kompromitas lain adalah mengganti banyaknya ayat-ayat ancaman menjadi ayat-ayat yang menghadirkan kasih sayang, dan sebaliknya, pada ayat kasih sayang menjadi suatu ancaman.
Hal-hal tersebut hampir disetujui oleh Rasulullah,
disaat tersebutlah Allah memberikan “kekuatan atau peneguhan hati dengan isyarat yang sangat jelas”
(Tafsir surat al isra ayat 72-74 yang saya tulis, disarikan dari Tafsir Ath Thabary)

Ini diantara maksud dari yang saya bilang,ada kesesatan dalam logika berpikir,
kalau bahasa Ustadz bachtiar natsier “salah framing”

hal tampak sepele tetapi sesungguhnya sangat krusial dalam kehidupan
kalau kita benar “menaruh frame” pada suatu ayat, maka banyak solusi praktis kita dapatkan
misalnya
1. bagi orang yang gampang putus asa kita bisa mengembangkan sindiran-sindiran yang tepat

2. Kalau berdakwah jangan sok hebat hingga menyanggupi mengkompromikan banyak hal termasuk apa-apa yang terkait dengan keMaha Kuasaan Allah.

insyaAllah kritisinya berlanjut

wallahu ‘alam bish showab

2 thoughts on “Rasulullah Muhammad salam sejahtera baginya dan keputusasaan

  1. alhamdulillah, ada di kitab-kitab tafsir dari ulama salaf, semisal tafsir thabary, tafsir al alusi, tafsir an nasafi dan tafsir an Naisabury ^_^, salam kenal, saya Tutik Hasanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s