Membaca ISIS dan The Jakarta Post

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kasus TJP dengan karikatur yang mengusik ummat Islam

banyak komentar pedas, kecaman hingga ada pula pembelaan,

Diantara pembelaan itu, kira-kira singkatnya begini

“kenapa mempermasalahkan TJP yang sudah mengaku khilaf dan meminta maaf,
kenapa tidak mempermasalahkan ISIS yang mencoreng nama baik Islam, saya malu sama ISIS”

begitulah kira-kira ragam komentar “pembelaan terhadap The Jakarta Post”

Saya selama ini tidak mengikuti perkembangan ISIS, tapi sehari sebelum itu baca selintas artikel kecaman ulama Internasional kepada ISIS.

Jadi heran, kok nyambungin protes ummat Islam ke TJP dengan ISIS?

dua masalah yang berbeda,
dan ,

kita mesti membaca ISIS dulu

ISIS : Islamic State of Iraq and Syiria

kalau dari sisi namanya, berarti ini negara Islam di Iraq dan Syiria
perjuangan yang dimotori anak bangsa tanah Iraq

perjuangan yang bagi saya yang sah-sah saja,
seorang anak bangsanya sendiri memperjuangkan sesuatu yang diyakininya
Perjuangan yang lahir dari orang yang lahir dan hidup di Iraq

Kesalahan sang pejuang itu, kalau bagi kacamata kita, bangsa Indonesia , bangsa yang menjunjung tinggi demokrasi adalah karena caranya “mengangkat senjata” menumpahkan darah, cara yang menodai nilai-nilai kemanusian.

Saya sebagai orang luar, bukan warga negara Iraq bukan pula Syiria,
tidak berhak ikut campur pada permasalahan tersebut, kecuali :
1. aktif dalam hal kemanusiaan, memberikan bantuan pandang, obat-obatan, dan lainnya bantuan kemanusian
2. mendukung peran aktif negara, kalau semisal PBB meminta bantuan pasukan perdamaian

Adapun tentang konflik dalam negeri IRAQ, antara ISIS sang pemberontak dengan “pemerintah yang sah”, itu adalah konflik diantara mereka,
esok hari tidaklah sama, kita tidak tahu siapa yang kemudian menang,
setiap segala sesuatu ada perspektif,
seperti kemerdekaan Kosovo dari Serbia, yang dimana Indonesia tidak serta merta mengakui, ada banyak pertimbangan.

Jikapun kelak ISIS misal berkuasa atas Iraq dan Syiria, itu hak mereka,

tentang diplomatik, negara Indonesia perlu mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia dan peran bebas aktifnya di dunia Internasional.

Jadi membaca ISIS tidak bisa “membaca polos”
atau menganggap dengan cap bahwa itu “terorisme”
karena setiap perjuangan punya falsafahnya
dan kita tidak mesti selalu ikut setuju dengan pendapat Amerika.

Paragraf-paragraf diatas tentang ISIS adalah kalau kita pandang sesuai namanya : Islamic State of Iraq and Syiria
yaitu suatu negara yang didirikan untuk berkuasa atas IRAQ dan Syiria.

Nah dari sisi yang lainnya,
ada banyak yang berpersepsi bahwa ISIS sebagai bentuk kekhilafahan???

what? mimpi di siang bolong kali ya?

tak ada kekhilafahan yang awal mula berdirinya di atas “darah”

pendirian pertama negara Medinah oleh Rasulullah adalah atas ba’iat hidup mati 72 orang Anshar di ‘Aqabah,
yang menjamin teritorial mereka untuk kehidupan Rasulullah,
dilanjut dengan penandatangan piagam Madinah,

jadi negara Medinah, berdiri dengan latar “damai”
tanpa pertumpahan darah

Adapun perang-perang berikutnya,
setiap perang ada sebab kekhususannya,

Jadi sebaik-baik negeri adalah yang berdiri diatas pondasi damai.

Kalau sekiranya ISIS mengklaim wilayah-wilayah lain diluar IRAQ dan Syiria untuk turut dalam teritorialnya
artinya itu pencaplokan.

maka negara tetangga mereka semisal Arab Saudi, berhak mempertahankan diri

Apalagi kita Indonesia, anak bangsa Indonesia wajib menjaga NKRI hingga teteh darah penghabisan.

Indonesia adalah negeri yang dibangun dengan landasan damai
bahwa kita memproklamirkan negeri kita dalam masa kekesongan pemerintahan
oleh anak bangsa Indonesia, yang lahir dan tumbuh di Indonesia,
anak-anak bangsa yang memiliki hak atas negeri ini
NKRI,
negara yang melindungi berbagai suku bangsa, agama, dan golongan.

Adapun berikutnya,
hadir sekutu, hadir NICA, yang mencoba merenggut kemerdekaan yang kita proklamirkan,

maka kita katakan itu adalah “perjuangan MEMPERTAHANKAN kemerdekaan”

Atas anugerah Allah bagi bangsa Indonesia, maka setiap ancaman asing
dari manapun, timur barat, harus diwaspadai,

Setiap anak bangsa harus menjaga setiap jengkal tanah yang Allah anugerahkan untuknya.
Baik muslim atau bukan muslim, jika Allah menakdirkan hidup di Indonesia sebagai warga negara Indonesia, itu adalah takdirnya untuk mempertahankan bumi Indonesia dari serangan asing

jadi menyandingkan kasus The jakarta Post dan ISIS adalah sesuatu yang jauh

Jejeran The jakarta post wajib dipidanakan, agar tidak ada lagi yang berani mennyakiti sesama anak bangsa,

Gambar yang ada bersama tengkorak yang jika dibaca dari bawah akan berbunyi ” Muhammad Rasulullah”
adalah lambang cap resmi Rasulullah, yang selalu disematkan pada surat-surat kenegaraan Rasulullah
oleh karena itu, karikatur TJP, benar-benar penghinaan berat
mempidanakan TJP adalah tindakan untuk menjaga perdamaian di negeri kita

Kita semua, wajib menjaga kerukunan hidup bangsa Indonesia dengan kebhinekaan yang ada,

Indonesia Bangkit ^_^

One thought on “Membaca ISIS dan The Jakarta Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s