kala mucikari itu orang terhormat

Hari ini, hari jihad.

18 juni yang bertepatan dengan 21 sha’ban.

Saat lembaran laporan amalan tahunan masih putih,
Bu Risma mengisinya dengan penutupan dolly,
Betapa indahnya pembukaan itu,
Seringnya jika pembukaan bagus dan ujung bagus, maka tengah-tengah tidak akan diperiksa,
Itulah yang disebut hisab yang mudah,
Semoga Allah memudahkan hisab bu Risma kelak, atas prestasinya menutup pusat pelacuran terbasar di asia tenggara, Dolly.

Ingatan lalu melayang pada masa Rasulullah,
Saat Rasulullah hijrah ke Medinah,
Didapati bahwa para pemilik budak sering memjadikan para budaknya komoditas menarik keuntungan.
Para budak sengaja dilacurkan pada orang-orang berkasta tinggi dengan nasab yang baik, dengan harapan budak tersebut hamil, dan kepala suku dari pria yang menghamili akan menebus bayi tersebut.

Dimasa itu kehadiran anggota keluarga baru dalam suatu suku, sangat berharga, nilainya sangat mahal.

Keadaan yang menyesakkan dada, bagi kaum muslimin yang telah dididik memiliki nilai-nilai luhur.

Akan tetapi AlQur’an menggambarkan,
Bahwa situasi saat itu tidaklah berpihak kepada nilai yang sedang dibangun.
“Para Mucikari” banyak berasal dari kalangan “terhormat”
Bahkan seorang Abdullah Bin Ubay Bin Salul yang hampir dinobatkan jadi Raja di Madinah memiliki kebiasaan berperan sebagai mucikari.

Hingga pada perang badar,
Mayoritas tawanan kaum muslimin berasal dari suku. Quraisy yang terhormat,
Salah satu tawanan tampak terpesona dengan budak yang dimiliki Abdullah Bin Ubay,
Ia pun memaksa budaknya agar mau melacurkan diri pada sang tawanan.

Ayat Al Qur’an pun turun dengan bahasa yang sangat halus

“Janganlah kamu paksa budak-budak perempuanmu melakukan pelacuran, jika mereka menghendaki kesucian”

Mengenyahkan pelacuran terorganisir bukan hal mudah

Hari ini hari bersejarah,
Semoga Allah memberi kekuatan yang berlipat pada bu Risma,
Melipatgandakan pahala dan menghapus dosa-dosanya.

Sambil berharap,
Lebih banyak lagi kader PDIP yang memiliki keberanian seperti bu Risma,

Love bu Risma

2 thoughts on “kala mucikari itu orang terhormat

  1. Bu Risma bukan kader pdip, makanya berani nutup dolly. Beliau memang menjadi walikota dengan kendaraan pdip, tapi bukan kader asli. Kalo kader pdip justru pada menolak penutupan dolly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s