Demokrasi versus Syariah ?

Bismallahirrahmaanirrahiim

Ini zaman demokrasi,

ya ini zaman demokrasi,

so what gitu loh?

Kalau engkau menganggap demokrasi bertentangan dengan syariah islam, lalu apakah engkau bisa menahan laju putaran waktu?

Bukankah baginda Rasulullah telah menyampaikan, bahwa :
1. zaman kenabian telah berakhir. jadi jangan lagi engkau berharap datang lagi nabi utusan ….. Kanjeng Rasulullah Muhammad salam sejahtera baginya telah meninggalkan al Qur’an dan As Sunnah

2. sesudah zaman kenabian ada zaman KHILAFAH ‘alaa MINHAJ AN NUBUWWAH ……. zaman ini telah berlalu, lama sekali, dahulu sekali

3. Lalu datang zaman raja-raja zhalim

4. Lalu datang zaman raja-raja diktator

inilah zaman kita, zaman raja-raja diktator …. ketika sebagian besar “negeri2 arab dikuasai para raja-raja”

dan kita dibelahan sisi dunia lain, suatu daerah “unspoken”
ketika kita diberi anugerah menjadi muslim di negeri Indonesia yang menganut azas demokrasi

Apakah yang harus kita lakukan?

Apakah engkau dapat membalik putaran waktu?
Apakah menghentikannya?
sehingga zaman seketika berhenti atau berubah?

Ataukah engkau tahu hal yang ghaib, tentang kapan masa dimana negeri2 itu akan kembali berada dalam sistem pemerintahan “Khilafah ‘Ala Minhaj An Nubuwwah?”

Kita hidup disini, di Indonesia
di zaman ini,
maka hiduplah dengan zaman ini

menerapkan apa yang kita sanggup dan mampu dari ajaran agama kita
pada masyarakat majemuk aneka suku bangsa dan bahasa
bergaul bersama ummat-ummat lainnya bangsa Indonesia

dan kita tak bisa memaksakan dengan seenaknya pikiran kita sekehendak kita

mari duduk bersama di parlemen,
membicarakan buah-buah pikiran kita
agar segala apa yang baik dari agama kita,
dapat menjadi inspirasi rahmat bagi semesta alam

sungguh, kewajiban kita bukanlah merubah seluruh dunia menjadi muslim
tetapi kewajiban kita adalah suatu kewajiban berat, yaitu MENYAMPAIKAN

sampaikanlah sesuai dengan zaman yang Allah ciptakan engkau terlahir di zaman itu

Umar Bin Abdul Aziz yang terlahir di zaman raja-raja zhalim
tak bisa menghindari kenyataan pahit itu
perasaan hancur, karena zamannya disebut hadits sebagai “zaman raja-raja zhalim”
dan saat waktu berjalan padanya, takdir terlaksana,
ia melaksanakan apa yang ia bisa

tapi kerja belum selesai belum apa-apa,
masanya adalah setetes air di kekeringan,
air yang kemudian segera menguap ditelan durjana

demikianlah hidup, waktu berputar tanpa bisa kita hentikan

Jika ini zaman demokrasi,
dan ini kenyataan yang kita hadapi?

adakah kau hanya berteriak demokrasi bertentangan dengan syariah islam

tanpa engkau mencermati tugas mulia kita bagi semesta alam?

menyampaikan kasih sayang bagi semesta

berteriaklah sekehendak hatimu jika kau anggap itu adalah cara menyampaikan

tapi bagiku

yuk berpartisipasi

mantapks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s