Meminta pemimpin, Meminta Menjadi Pemimpin

Meminta Pemimpin

kenapa memakai bahasa meminta?

semua ini untuk mengingatkan kembali,
bahwa yang menetapkan , yang mentakdirkan seseorang menjadi pemimpin dan memiliki kekuasaan adalah Allah.

Cara meminta hadirnya pemimpin itu bermacam-macam,
jika pada AL Qur’an disebutkan bahwa orang-orang Bani Israil setelah zaman Nabi Musa mendatangi nabi zamannya untuk meminta pada Allah agar dihadirkan raja bagi mereka dari kalangan mereka
dan Allah memberikan pada mereka Thalut

sesudah diberi, bahwa Allah mengangkat Thalut menjadi raja, ternyata banyak protes dari Bani Israil,
protes nasab, protes kedudukan di masyarakat sebelum jadi raja, protes kondisi raja terangkat yang miskin harta

Zaman kini,
saat kenabian telah tiada
yang ada adalah peninggalannya
Al Qur’an dan As Sunnah

Manusia tak sempurna, banyak kekurangan
kekurangan pemahaman, kekurangan kekuatan,

Kita boleh berharap sangat ideal,
tetapi ternyata ada satu do’a yang sangat unik
dalam urusan meminta kehadiran seorang pemimpin

DO'A_minta_pemimpin

permintaan yang sederhana, tanpa banyak tuntutan
MEMINTA KEPADA ALLAH PEMIMPIN YANG PENUH KASIH SAYANG

PEMIMPIN YANG TIDAK MENGHANCURKAN RUMAH IBADAH-RUMAH IBADAH
PEMIMPIN YANG MENAUNGI SETIAP ORANG YANG TINGGAL DI WILAYAHNYA

SAAT ITU,
SAAT DAKWAH ISLAM DALAM MASA SULITNYA
PENYIKSAAN DARI KAUM KAFIR QURAISY MAKKAH
DI TAHUN KE 6 KENABIAN
RASULULLAH BERKATA : SESUNGGUHNYA DI HABASYAH ADA RAJA YANG TIDAK MENZHALIMI SEORANG PUN YANG ADA DI WILAYAHNYA
MAKA PARA SAHABAT RASULULLAH BERHIJRAH KESANA, HINGGA BERJUMLAH 83 ORANG

LALU KITA UMMAT ISLAM
TIDAKLAH INGIN MENAUNGI SELURUH KALANGAN?

Sungguh permintaan sederhana yang tidak neko-neko
permintaan tentang hadirnya pemimpin yang penuh rasa kasih sayang
bukan pemimpin yang membuat hidup bagai di neraka

tentang Kami,
Cinta kami kepada PKS, dengan segala kelebihan dan kekurangannya
adalah tentang ayat yang dibaca setiap pagi dan petang
BAHWA KEKUASAAN BERADA DALAM GENGGAMAN ALLAH, DAN DIBERIKAN KEPADA SIAPA YANG DIKEHENDAKINYA
maka harapan itu adalah, bahwa kami adalah termasuk siapa-siapa yang Allah kehendaki berkuasa

LALU, SESUDAH BERKUASA
kami adalah orang-orang yang senantiasa menegakkan shalat
kami menunaikan zakat
dan kami memerintahkan manusia berbuat kebajikan
dan mencegah manusia dari kejahatan

tentang kami,
dalam buah pikiran yang berbeda-beda
menanggapi dinamika kehidupan

aku paling suka keberadaan tripartit Muawiyah – Amr Bin Al ‘Ash – Habib bin Maslamah
Habib sang penjaga sunnah Rasulullah saat Muayiwah berkuasa, ia tak kalah meski seringkali Muawiyah lebih condong pada pendapat ‘Amr Bin Al ‘Ash yang sangat berorientasi pada kekuasaan dan kedigjayaan
Habib tak pernah menyerah, patah arang, atau berburuk sangka,
Habib setia hingga kematiannya datang sebelum kematian Muawiyah

atau kisah Roja Ibn Haiwah dalam pusaran kekuasaan Bani Marwan – yaitu era kedua Dinasti Umayyah
Roja, tak patah arang melihat kerusakan Bani Umayyah
saat shalat tak lagi ditegakkan pada waktunya
saat harta jatuh kepemilikannya kepada yang tidak berhak memilikinya
saat pejuang-pejuang di perbatasan berjuang melakukan penaklukan-penaklukan
kontras dengan pusat-pusat kota yang gemerlap dengan kesenangan dunia

Roja samasekali tidak berputus asa
Roja mempelajari dengan seksama momentum keshalihan
Roja bersabar dengan indah menanti saatnya tiba

Air mata yang tak terkira bercucuran saat Abdullah bin az Zubayr tersalib di dinding kabah
adalah pilihan pahit untuk tetap berada di barisan Bani Umayyah
tapi Roja bersabar, menanggung segala resiko

Ia tak lelah menghadapi tingkah polah Khalifah Al Walid bin Abdul Malik
hanya melihat kebaikan yang ada pada al Walid,
hingga Era al Walid menjadi era gilang gemilang
sembari melihat kebaikan-kebaikan yang ada pada Bani Umayyah
Roja melihat peluang pada sosok Sulaiman yang ternyata bersahabat dengan sepupunya yang lebih shalih lagi
maka Roja tak pernah melepaskan Sulaiman dan juga Umar Bin Abdul Aziz

hingga sempurnalah penunjukkan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz,
yang surat penunjukkannya tidak pernah terlepas dari tangan Roja

2014, di negeri kita
pada siapakah kereta kekuasaan berlabuh? telah tertulis di dekat arsy sana

menyederhanakan permintaan akan karakter pemimpin

pemimpin yang penuh kasih sayang

Adapun bagi para pemimpin
bagi orang yang Allah turunkan padanya beban kepemimpinan
permintaannya tidaklah sederhana
yaitu suatu permintaan, “Wahai Allah jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertaqwa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s