Konstantin, oh Konstantin, malangnya nasibmu

Bismillahirrahmaanirrahim

Suatu Hari saya menulis status FB begini :

aku tak dapat menuduh kaisar Konstantin sebagai “agen paganisme keberhalaan”,

karena, suatu fakta yang tampak “kebetulan bersamaan” bisa jadi penyebabnya berbeda.

misal : “Sebelum dipindahkan, Adalah perintah Allah kepada Rasulullah untuk shalat menghadap baitul maqdis. Orang Yahudi bilang ummat islam ikut2an orang yahudi”. Faktanya selama 16 bulan sejak hijrah, Rasulullah shalat hanya menghadap baitul maqdis. Menurut ummat Islam itu adalah bentuk keta’atan kepada Allah, kata orang yahudi itu ikut-ikutan.

Nah dalam kasus “Kaisar Konstantin” yang mengadopsi agama Kristen menjadi agama resmi Byzantium, banyak tuduhan padanya menjadi pencampur Kristen dengan agama pagan, dari manakah sumber persepsi ini? bagaimanakah jika kelak dihadapan Allah terbukti bahwa Konstantin adalah seseorang yang sungguh-sungguh dihatinya ada keimanan pada nabi Isa?

atas status saya di fb diatas, sahabat saya di sma menulis komentar begini :

Ko mempertahankan seolah2 konstantin n konsep trinitas diperbolehkan, sdh tau jelas haram karena mempersekutukan Alloh, jangan memahami sejarah karena sejarah mereka sembunyikan sampai bertahun2 sampai mereka anggap kebohongan jd kebenaran, toh umat kristiani dan yahudi sdh membohongi manusia sedunia, kajilah sejarah dari Alquran, bukan sebaliknya, antum semua bergerak di bidang edukasi, kajilah dgn benar jgn mengikuti jejak mereka (kristiani dan yahudi) sehingga membenarkan langkah mereka

dan diujungnya begini :

Esensi dasar nya sih ak titip jangan sampe nyari sejarah yang bisa membenarkan kebohongan mereka, Islam benar tapi tidak dipaksakan kebenaran nya, mereka salah biarlah berlalu dalam kesalahan nya jangan dicari pembenaran nya, itu pesan saya buat tmen2 di dunia edukasi krn bukan ranah saya

Dari pertanyaannya tersebut,
Saya bertanya pada diri sendiri.

kenapa saya begini?

banyak hal yang menurut saya, mesti diperbincangkan
banyak hal yang menunjukkan harus mempelajari tema ahli kitab dengan sebaik-baiknya
sebab Al Qur’an tidak berbicara kesalahan ahli kitab dengan generalisir saja

sesungguhnya al Qur’an berbicara sangat detil, kedetilan yang tidak bisa saya abaikan.

Tentang konsep Trinitas yang sekarang paling banyak diyakini kalangan kristen,
sebagian besar orang Indonesia,berkeyakinan bahwa orang Romawi (Konstantin) lah yang menyusupkannya pada Kristen.
padahal buku-buku sejarah islam terpercaya tidak berbicara demikian.

Al Qur’an tidak pernah merujuk kesalahan trinitas, disebabkan “satu orang”
Konstantin adalah “penerima jadi” yang memoderatori kekisruhan

Atas banyaknya buku-buku yag beredar yang menyalahkan konstantin atas perannya dalam percampuran paganisme dan Kristen,
perlu kiranya saya melakukan pertanyaan-pertanyaan Kritis

saya tidak bisa menelan bulat-bulat, seperti apa yang ditulis Dan Brown
karena “fakta” boleh akurat, tetapi “penyebab” yang melatar belakangi bisa “tergantung sudut menyimpulkan”

seperti saya bilang diawal dalam kasus kiblat ummat Islam,

atau dalam kasus yang pernah menimpa Bunda Aisyah,
faktanya Bunda Aisyah naik onta “lelaki lain”
dituntun onta itu, oleh seorang lelaki.
sudut pandang “hati yang berpenyakit” melihat peluang gosip
maka tersebarlah bunda Aisyah yang mulia, berbuat tidak senonoh
dan justru gosip inilah yang diterima secara masal
gosip yang menelan korban 3 orang kaum mukminin dihukum 80 cambukan karena penyebaran berita bohong

itu kisah Aisyah, adalah kisah yang terjadi saat orang-orangnya masih hidup,

apalagi tentang kisah sejarah, yang kita hanya bisa menelusuri “jejaknya”
bukti-bukti yang sulit dikonfirmasi.
bertambah berat lagi, “wahyu telah tidak turun”

Konsep trinitas itu, telah al Qur’an sebut,

point besarnya : “kenapa para sahabat tidak bertanya siapa pencetus konsep trinitas?”

ayat-ayat menunjukkan bahwa trinitas adalah kesalahan “kolektif”

maka saya tidak bisa menuduh Konstantin sebagai “agen pagan”
apapun kesalahan yang dilakukannya, kelak akan kita ketahui di akhirat.

berita-berita, macam yang ditulis dan Brown di Da Vinci Code, atau berita lainnya
tidak dapat saya telan bulat-bulat.

Bangsa Romawi , adalah bangsa yang menerima “janji superioritas”
karena kasih sayang yang mereka tunjukkan pada nabi Isa.
“cara berkasih sayang” dan “mengikuti” nabi Isa yang salah saja, bisa melahirkan “superioritas demikian

ini adalah tentang janji Allah dalam surat Ali Imran ayat 55
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

ubek-ubek buku tafsir tentang ayat ini, tentang bagian yang ditebalkan,
ada yang menyebut yang berada di atas itu adalah “Romawi”
Dalam perspektif kita “Romawi salah dalam cara mengikuti Nabi Isa, yang mereka miliki hanya rasa sayang”
mereka dalam kesalahan , mendapat janji Allah, karena “teks nya demikian”, sedikit rasa sayang kepada nabi Isa melahirkan superioritas

apalagi, jika kita menyayangi nabi Isa, dan mengikutinya dengan cara yang benar
sesuai cara yang ditunjukkan Al Qur’an
Rasulullah telah menyampaikan “Kita lebih berhak atas Isa dari siapapun, karena antara aku dengannya tidak ada nabi lain, dan dia adalah khalifahku pada ummatku sesudahku

Bagaimana kita mewujudkan, keberhakkan kita atas nabi Isa?
ini adalah sesuatu yang harus digali
mencari bagaimana “mengikuti nabi Isa dengan cara yang Al Qur’an tunjukkan”

maka dari itu,
semua ini harus diungkap, mengambil apa yang “benar” dari sikap bangsa Romawi, dan membuang yang salah.

juga
saya tidak mau diakhirat malu sama Konstantin, kalau sekiranya ternyata dia tidak bersalah,
dan termasuk kalangan yang beriman, saya akan sangat malu pernah menuduhnya

Nah, point ini yang harus selalu kita ingat, manusia akan dikumpulkan, dan dihadapkan pada hisab dan pengadilan.
Kita akan berjumpa Konstantin
jadi saya perlu memeriksa semua bukti sejarah dan menyimpulkan

akan halnya bangsa Romawi dan kekuatannya, Rasulullah telah condong hatinya pada bangsa Romawi, sebagaimana dalam perang Romawi-Persia tahun 615 Masehi.

Rasulullah juga pernah meminta agar Romawi dijadikan bagian integral ummat Islam

tapi ternyata ….
Bangsa Romawi ini menjadi “kunci” atas peristiwa kiamat
Roma, Vatikan, baru akan tertaklukan 5-6 tahun sebelum Dajjal keluar

berbeda dengan bangsa Persia,
yang telah tertaklukan beberapa saat saja, setelah Rasulullah wafat
keseluruhan Persia tertaklukan dizaman Utsman Bin Affan
meskipun beberapa kali terjadi pemberontakan

Atas fenomena yang akan terjadi setelah wafatnya, Rasulullah bersabda “orang non arab yang paling berbahagia dengan Islam adalah Persia, dan orang non Arab yang paling menderita tersebab islam adalah orang Romawi” (Jaami’ Ma’mar Bin Rasyid 19925)

Wallahu ‘alaam bish showab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s