Orifxxme = Bisnis Neraka

Bismillahirrahmaanirrahim

stop!!!
jangan mengira kata neraka diatas adalah surga neraka di akhirat ya
sebelum ngobrol lebih lanjut

saya jelaskan dulu, neraka disini adalah “situasi yang serba sulit, situasi yang serba terkungkung, serba tidak enak”

Obrolan ini

berawal dari seseorang yang sudah malang melintang dan sukses di bisnis orixxxme, adik kelas saya di al hikmah
mengajak untuk join orixxxme

dulu pernah juga, nah sekarang ngajak lagi

ajakan join itu
saya jawab dengan “KALAU SEMUA BISNIS KOSMETIK, SIAPA DONG YANG BACA BUKU, kitab-kitab itu emangnya mau dicuekin aja?”

yang akhirnya sampai pada suatu kata dari saya “jangan ajak saya bisnis orifxxme, jangan ajak saya ke neraka”

ohw, saya memang dapat dikatakan sangat tidak suka sekali dengan bisnis model orixxxme
tapi sesekali memakai produknya, membeli apa yang dibutuhkan dari kawan yang berjualan
tentang kehalalannya, konon tanpa bahan dasar dari “hewan”
trus orixxxme lagi memperjuangkan sertifikasi halal dari MUI, alhamdulillah

kenapa saya bilang bisnis orixxxme bisnis neraka?

belenggu = kunci katanya adalah belenggu
sesuatu yang memiliki belenggu bagi saya adalah neraka

Orang-orang dibuat kaya secara terkontrol
menaiki jenjang kekayaan secara terkontrol

(kalau dari sisi kehalalan tipikal mlm konon, bisnis orixxxme ini sudah tersertifikasi sebagai mlm yang halal)
sebab,
orang akan naik jenjang berdasar kerja kerasnya masing-masing, dsb

nah tapi kenaikan jenjang ini terkontrol, diketahui, dihitung oleh perusahaan induk, yang didirikan oleh dua orang bersaudara orang swedia, trus dia udah listing juga dibeberapa pasar saham

waw, kenaikan kekayaan yang terkontrol ini berarti “suatu informasi yang tersingkap”

orang-orang akan berusaha terus naik level, sehingga mengerahkan seluruh daya dan upaya, sampe rata2 saya perhatikan 98% status fb para konsultannya adalah tentang iklan join dan produk mlulu, sampe enek bacanya,

nah kondisi-kondisi begini bagi saya adalah belenggu
saya berpikir sederhana saja, kalau mau jualan kosmetik atau apapun yah jualan apa saja, dari produk yang berbeda,
jualan pada satu produk menuntut “loyalitas”, loyalitas kemudian kepada kecintaan mendalam, yang jika sesuatu terjadi, seperti misal “perusahaan tersebut dilarang bisnis di Indonesia sebab A, B, C, D …..”
ehhhh ternyata para konsultannya membela mati-matian, misalnya menganggap “pemerintah ga pengertian, dan atau bla bla bla

ahh, loyalitas yang telah terbeli, mengingat manfa’at yang telah diberikan
kondisi demikian sah-sah saja
tapi bagi saya memberi loyalitas itu tidak bisa sembarangan
memberikan loyalitas dan kesetiaan bagi saya,harus diperiksa runut, sejarah dan ujungnya.

saya tidak pandai berbisnis, tetapi saya ingin menjadi seorang pebisnis yang tidak loyal pada satu merek produk
dan selalu mengingat bahwa semua itu, saat bisnis menghasilkan banyak keuntungan, bahwa semua itu berasal dari Allah
saya tidak mau terjerumus kedalam rasa loyalitas dan balas budi kepada seseorang atau sesuatu yang sekedar tampak indah, yang kelak menyebabkan masuk pada suatu kondisi rasa tidak menentu

bisnis itu tidak boleh monopoli, sebab hakikat dasar perputaran keuangan adalah supaya tidak berputar di kalangan kaya saja.
Nah bagi saya mengambil satu merek produk adalah miniatur monopoli
memang sang perusahaan bukan pembuat regulasi, sehingga masih banyak saingan lainnya
tapi dari sisi pribadi, menurut saya ini juga berlaku : hendaknya tidak secara kontinyu membuat kaya satu pihak, hee
loh kok begitu?
ya kan posisi kita sebagai “penjual produk” bukan pemilik
setia menjual suatu merek produk dalam sistem orixxxme berpotensi menjadi “belenggu”
dan belenggu itu awal penjajah

trus, kejar tutup point, kejar target, kejar dunia…. ohhhh
bertentangan banget dengan do’aku
Allahumma laa taj’ali ad dunya akbara hammina wa laa mablagha ‘ilmina
Ya Allah jangan jadikan dunia pusat perhatianku dan jangan jadikan dunia pusat ilmu pengetahuanku

sebab, terhadap dunia itu, sikapku adalah sebagaimana yang Allah sampaikan
“wa laa tansa nashibaka min ad dunya”
jangan kamu lupakan bagianmu di dunia”

jadi kondisi mengejar dunia itu bagiku adalah kondisi neraka
jadi jangan ajak aku ke neraka

hal-hal penjelasan diatas tidak sempat terdiskusikan dengan adik kelasku karena justru
diskusi berlanjut semakin “panas”
pertanyaan untukku yang muncul darinya adalah “apakah anti salafy? “saya heran ada lulusan al hikmah kaya anti? “anti berpikiran bisnis sempit!

ehhh klimaksnya, “anti sudah menikah atau belum? karena itu berpengaruh”

sampe dititik ini akhirnya saya yang diam

tentang jodoh, banyak kesalahan yanng telah saya perbuat, semoga Allah mengampuni, janji Allah dalam surat Nuh adalah istighfar mengundang rizqi dan keturunan

tentang kekayaan dan prosperity (hee gaya bahasa sudah ngikut arab minded, suatu kata diperkuat dengan sinonimnya)
saya mau kaya dengan jalan yang Allah ridhai, jika jalan kaya itu berdagang maka berdagang dengan cara yang baik, bukan berdagang dengan cara neraka yang membuat kecanduan, monopoli dan belenggu loyalitas.
mimpi besarnya adalah menjadi kaya dengan cara nabi Ibrahim dan membelanjakan hartanya dengan cara nabi Ibrahim
bertani dan menjamu banyak orang
dapat modal bertaninya juga seperti nabi Ibrahim mendapat modal bertani (do’a semoga Allah mengabulkan, aamien)

dititik pertanyaan ini juga : “anti sudah menikah atau belum? karena itu berpengaruh”
aku memutuskan “unfriend” fb

maaf ya, saya merasa ga guna
news feed nya beliau dipenuhi iklan perusahaannya Jonas af Jochnick and Robert af Jochnick melulu

alhamdulillah, syukur kepada Allah yang telah mengirimkan teman-teman keren seperti teh Laily Yulia, teh Didin Kristinawati, yang statusnya fb nya keren-keren, ilmu pengetahuan dan sharing banting tulangnya mereka mendidik anak dengan cara yang sangat saya suka, kalau saya baru bisa membayangkan, nah kalau beliau berdua praktek, mendekati bayangan saya mendidik anak.
yang saya pahami dari tipikal keluarga teh Laily dan teh Didin, dunia tetap dicari, tetapi itu bukan arus utama, pusat perhatiannya adalah pada keimanan dan ilmu pengetahuan, sehingga bermanfa’atlah sharing-sharing yang ada dalam fb

dan semua rekan-rekan fb lain yang statusnya bermanfa’at beragam, ada sharing pemikiran, sharing keterampilan, sharing ilmu, sharing perasaan, suka, duka, ohhh saya suka itu
dan kalau jualan produk juga jualan yang memperkaya wawasan, jadi tahu banyak keunikan-keunikan, produk original indonesia dan internasional
bukan wall fb yang dimonopoli perusahaannya Jonas af Jochnick and Robert af Jochnick

wallahu ‘alam bi ash showab
subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka waatuubu ilaik

3 thoughts on “Orifxxme = Bisnis Neraka

  1. saya pernah ikutan bisnis ini teh, dan benar, hidup saya, waktu saya habis2an dicurahkan buat ini sampai tabungan saya habis. Saya memutuskan untuk keluar saja, tambahan sepertinya pertemanan yang terjalin dalam bisnis ini tidak tulus. Soalnya kalau ada yag tidak aktif mengembangkan jaringan, jadi dicuekin gitu.🙂. Saya juga pernah diajak berkali-kali oleh teman yang lain untuk join. Aneka macam iming-imingnya sampai mengkoreksi cara saya dulu salah. Well, oke, mungkin salah. Tapi lahan rejeki melimpah tidak selalu harus MLM-an, kan? Saya tolak dengan halus. Ada yg merespon dengan biasa-biasa saja, tetap berteman baik ada juga yang yaaa, jadi abai setelah saya tolak. Gapapa, mungkin saya bukan prioritasnya. ^_^

    • heeem jeleknya dan kekurangan saya, saya justru yang meremove adik kelas itu, dan emang sih adik kelas jauh, dulu dia nge add saya emang untuk ngajak ….. terus abis waktu itu ga berhasil, sekarang coba lagi…. saya sebel sih, soalnya harapan saya diajak diskusi yang lebih ilmiah oleh adik kelas itu, hehehe…. semoga Allah menutupi kekurangan saya dalam bergaul dan mengurangi emosi kalau hal yang sensitifnya disinggung, kaya masalah jodoh ^_^, jadi katanya ada kaitan erat antara bisnis tersebut dengan menikah atau tidak menikah, hehe

  2. Did the same thing. Saya eneg liat newsfeed dari temen(dua orang) yang join ini. Keduanya sama sama menuhin news feed sampah. Ya, unfriends langsung. Ndak masalah sis. You did the right things. And you responsible with your times.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s