Menghormati Asal, menghormati para pendahulu (masukan untuk Arya Sandiyudha)

Yah ternyata ,
sangat tergelitik untuk masalah ini ….
yaitu
memahami posisi dan tugas manusia berdasar etnik

sebab Allah menjadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal

kenabian,
setiap kaum sebagaimana yang Allah sampaikan memiliki nabi
sejarah menyebutkan, bahwa para nabi itu sebagian besar adalah keturunan Sam bin Nuh,
sedikit sekali yang berasal bukan dari keturunan Sam bin Nuh
misal tatkala para sejarawan Muslim menyebut bahwa Zoroaster adalah kemungkinan seorang nabi, dan ia adalah Kurdi
etnik Kurdi adalah keturunan Yafits bin Nuh.

bangsa-bangsa dan para nabinya

sedikit sekali yang beriman dikalangan ummat setiap nabi.
bahkan, nabi-nabi yang diutus pada bani Israil, tidak jarang yang dibiarkan terbunuh

dari 25 nabi yang wajib kita ketahui,
maka Adam, saat belum berbangsa-bersuku-suku….
Idris saat manusia beranjak banyak
Nuh, sebagai bapak kedua ummat manusia ….. maka sesungguhnya secara garis paternal ummat manusia yang ada sekarang semua keturunan Nuh, Nuh adalah keturunan Syits putra Adam yang diangkat menjadi nabi.

Hud dan Shalih adalah orang arab
Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, bukan orang arab, mereka tidak berbicara bahasa arab … mula-mula berbicara bahasa babil-asysyirian atau suryaniyah …..
tapi kemudian Ismail ditakdirkan hidup di kawasan Arab, maka keturunan Ismail menjadi terarabkan

Yusuf, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa …. kesemuanya keturunan Ya’qub sang Israil

Ayyub, yang keturunan Ishaq tapi bukan dari Ya’qub
Syu’aib yang keturunan Ibrahim dari Madyan

setiap nabi yang menyampaikan risalah pada kaumnya
beragam penyikapan kita temukan

secara global al Qur’an menyebut bahwa sunnatullah para nabi adalah didustakan …..

Adalah Ibrahim,
sebagai salah satu ulul Azmi yang terdekat pada zaman Nuh
ia adalah satu-satunya manusia bertauhid dizamannya

dulu saat saya sangat ngefans dengan lagu-lagu nasyid asal malaysia, suka dengar slogan ‘iman tidak diwariskan”

tapiiiiiii
panutanku adalah nabi Ibrahim ….
nabi Ibrahim berdo’a agar keturunannya beriman …..
maka Ishaq dan Isma’il

Agama dan jejak ritual Ibrahim di garis Ishaq adalah didominasi kisah Bani Israil, yang karakternya kita dapati di AL Qur’an

Agama dan jejak ritual Ibrahim di garis Isma’il adalah kisah pasang surut bangsa Arab Adnan dalam beragama…. bangsa arab yang memegang teguh ritual Ibrahim hingga datang pengacau bernama ‘Amr bin Luhay.
‘Amr sang paganis terlaknat membawa penyembahan berhala ke tengah Mekkah yang ribuan tahun hidup dalam jejak ritual nabi Ibrahim.

demikianlah jejak nabi ibrahim yang masih sangat jelas pada masyarakat arab terutama keturunan Ismail, sebelum diutus nabi Muhammad, meskipun penyimpangan terjadi besar-besaran.

Allah mencintai Ya’qub, memilih Ya’qub, memberikan kenabian pada Ya’qub dan keturunannya…. tetapi anak cucu keturunan Ya’qub ini ternyata mayoritasnya error luar biasa, bani Israil yang saat nabi Musa masih hidup saja sudah berani menyembah patung anak sapi.
bangsa pilihan yang mayoritasnya tiada mensyukuri anugerah Allah.

lalu bandingannya adalah bangsa arab anak keturunan Isma’il …. lama berselang, tiada kenabian …. tetapi mereka teguh dalam jejak ritual tauhid nabi Isma’il hingga datang pengacau bernama ‘Amr bin Luhay
dan ‘AMr bin Luhay ini bukan arab keturunan Isma’il

Allah mengetahui dimanakah harus meletakkan tanggung jawab risalah terakhir,
kepada bangsa manakah risalah terakhir ini harus disampaikan
agar tatkala Allah menyematkan tanggung jawab, maka tertunaikan dengan benar
karena risalah ini adalah risalah semesta alam
pilihan itu jatuh pada bangsa yang paling lama membuktikan kesetian pada tauhid, yaitu anak cucu Isma’il, bangsa arab.

ini adalah suatu kenyataan yang harus kita pahami,
maka dari itu tatkala kita mempelajari nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pengajaran nasabnya tidak pernah terlepas.

bangsa arab, dan pemimpin mereka arab quraisy, telah melakukan aksi progressif luar biasa

menyebarkan islam ke seantero semenjung arabia dalam waktu singkat,

dalam waktu singkat kekuasaan Persia Sassanid dihancurkan, dalam waktu singkat Romawi Byzantium dienyahkan dari bumi Syam dan Mesir,
bahkan dalam kurun kurang dari satu abad sejak wafat nabi Muhammad, Islam telah sampai di tanah spanyol, menyebrang lautan ganas, yaitu tahun 92 Hijriyah, dimasa Al Walid Ibnu Abdul Malik.

lalu bangsa arab ini mengalami gejala penuaan secara politik dan penaklukan,
perpecahan ……
hingga Allah memuliakan bangsa Turki untuk tampil menjadi kekuatan utama tentara negara Abbasiyah, dimasa pertengahannya.
bangsa Turki bahkan menjadi pengendali utama Dinasti Abbasiyah, mengalahkan bangsa Persia, bangsa Khawarizm, de el el.

karakter kepemimpinan dan kekuatan fisik yang melekat erat pada bangsa turki,
dan mereka adalah bangsa yang menghormati keutamaan darah kenabian

meskipun bangsa Turki menjadi pasukan utama Dinasti Abbasiyah, meskipun menjadi pengendali utama kenegaraan,
tetapi keutamaan itu ada pada Dinasti Abbasiyah …

sepenuh penghormatan pada hadits baginda Rasulullah “Quraisy adalah pemimpin manusia….. orang yang beriman dikalangan mereka adalah pemimpin kalangan beriman, orang yang kafir dikalangan orang Quraisy adalah pemimpin orang kafir”

kesetiaan luar biasa bangsa Turki pada Dinasti Abbasiyah telah ditunjukkan, meski hanya berupa simbolitas

lalu Turki Utsmani berdiri, tetap dengan penghormatan utuh pada suku bangsa yang Allah pilih, nabi terakhir berasal dari bangsa tersebut….

lalu saat kehancuran Turki utsmani …. ketika tuduhan disandarkan pada nasionalisme arab sebagai penyebab utama kehancuran turki Utsmani, lah kok bagaimana bisa?

lagi pula nasionalisme arab di tahun 1910 an itu, adalah suatu akibat disebabkan kompleksitas masalah

lagi pula nasionalisme arab yang di tahun 1910 an itu, digaungkan oleh orang-orang yang mereka dikenal masyarakat arab sebagai “bani Hasyim”
gerakan yang dimulai di Hijaz menyebar ke Iraq, Mesir, Suriah, Yordan ….
gerakan nasionalisme arab membangkitkan nostalgia kepemimpinan Quraisy……
gerakan yang tidak terlalu berhasil…. pun di Hijaz sendiri…. ketika kekuatan Bani Hasyim di Hijaz dikalahkan kekuatan keluarga Su’ud
lalu di seantero arab menghilang pula kampanye Bani Hasyim ini, tersisalah Yordania yang hingga hari ini nama itu mereka sandang “Kerajaan Arab Hasyim Yordan”
kampanye bani hasyim yang saling tunggang menunggang dengan Inggris

diluar semua itu,
ada hak perkataan Rasulullah Shallalllahu ‘alaihi wa sallam yang wajib kita ta’ati, tentang Quraisy dan kepemimpinan.

dan kaum Quraisy itu akan cepat menghilang dari peredaran di muka bumi …. sebagaimana yang Rasulullah sampaikan…
selagi kita masih dapat mencari, seorang pemimpin beriman dari kalangan Quraisy yang kompeten, maka dia lebih berhak atas kepemimpinan itu

Adapun peradaban terus melaju dalam dinamikanya
ketika kekhilafahan turki utsmani ditutup tanpa “pergolakan” berarti
ketika Turki berkubang dalam sekularisme gila
adzan dirubah menjadi bahasa turki, jilbab dilarang, kehidupan keagamaan diawasi

adalah secercah harapan dalam apa yang digagas seorang pemuda brillian dari Mesir
pemuda muslim arab yang syahid tersebab cita-cita besar yang disampaikannya
kini Turki dipimpin seorang Erdogan, yang tercerahkan oleh gagasan-gagasan Imam Syahid Hasan al Banna

lalu kita di Indonesia,
kita telah memiliki banyak tokoh handal di era kemerdekaan,
tokoh-tokoh kita yang luar biasa berjayanya
lalu keadaan Indonesia memaksa masa tiarap
ketika hampir tiada cara efektif dalam mencetak pemimpin muslim indonesia
secercah harapan itu muncul dari gagasan-gagasan imam syahid Hasan al banna

kita boleh kecewa pada sikap Arab Saudi saat ini,
tetapi kita tidak boleh lupa dimana awal mula pengusung dakwah Tarbiyah di Indonesia pertama kali mengenal fikrah ini

kita boleh terkagum-kagum pada Turki, yang telah menemukan cara terbaik bagi mereka dalam mendekatkan diri pada islam, mendekatkan diri pada politik islam
tetapi janganlah mendiskreditkan kearaban, orang arab dan cara-cara yang mereka pilih.

tweetan antara dua orang yang saya yakini tercerahkan oleh ide-ide imam syahid seperti berikut ini

sesungguhnya sesuatu yang tanpa bukti,
kesimpulan yang tidak membaca dari semua sisi
sesuatu yang tidak layak dilakukan seorang calon pemimpin

kurang progressif apa para pendiri dakwah Tarbiyah di Indonesia yang dalam rentang 18 tahun telah dapat membuat partai, yang dalam rentang 29 tahun telah menghadirkan beberapa gubernur
dan sesungguhnya kekuasaan itu adalah dipergilirkan, diberikan atau dicabut sesuai dengan apa yang Allah kehendaki

adapun apa yang terjadi di Mesir, ketika krisis melanda Mesir dalam rentang waktu satu tahun pemerintahan presiden Mursi….. bukan karena kekurangan pengusaha, bukan karena ketidak luwesan dalam berkompromi
sungguh apa yang terjadi pada mesir sewaktu presiden Mursi berkuasa berupa kelaparan, kekurangan makanan, persis seperti apa yang terjadi di Medinah sewaktu Rasulullah hijrah

kemudian, pilihan-pilihan, strategi-strategi, ketika darah tertumpah,
darah-darah yang pernah saya tulis sebagai darah “kutukan tebusan” atas wafatnya Utsman
sesungguhnya menunjukkan bahwa yang tertumpah itu adalah kebenaran
bagaimana tidak, ketika Hudzaifah mengatakan ada rombongan yang keluar rumah bagai banteng tapi kemudian disembelih bagai unta,
Muawiyah berkomentar : dan yang pertama disembelih itu adalah Utsman

dan Utsman berada dalam kebenaran
maka dalam logika saya rombongan itu, mereka yang tertumpah darah seperti Utsman
adalah para syuhada,
jumlah syuhada dari bangsa Mesir yang kan mencapai 35ribu orang berdasarkan keterangan Abdullah bin Salam

adalah jalan panjang bagi rakyat mesir untuk mendapatkan pemimpin sipil yang berdaulat
adalah karena Allah ingin agar jangan pernah terlupa pembuktian siapa yang dalam kebenaran siapa yang berdiri diatas kebathilan

adapun jalan yang Turki kini berada didalamnya
demokrasi dan bersahabat dengan sekularisme pasif, adalah suatu “jalan mudah”
ia adalah suatu “tamkin” atau peneguhan kedudukan dimuka bumi dari sisi Allah
bangsa yang memiliki takdir demikian
kekuasaan yang lebih mudah dicapai, sebagaimana dulu Ortugral dengan mudah mendapat kepercayaan dari Dinasti Seljuk,
hingga akhirnya Utsman putra Ortugral dapat meneguhkan kerajaannya, menkosolidasi kekuatan lalu menaklukan Eropa negeri-negeri Balkannya dengan gagah berani

keduanya adalah jalan yang terhampar
yang telah tertulis disisi Allah

jangan tertipu euporia
kita harus selalu menghormati asal, menghormati para pendahulu
pasti akan banyak kebaikan yang kita dapati di bangsa arab dalam kelamnya sekalipun

adapun takdir kita bangsa Indonesia,
adalah takdir yang harus kita baca secara seksama
ada pelajaran-pelajaran yang kita dapat ambil dari bangsa-bangsa lain
tetapi tidak dapat kita telan mentah, tanpa dimasak tanpa dikunyah

memikirkan adanya sekularisme pasif di indonesia adalah bagai kemunduran ribuan tahun
kita telah diberi kenikmatan oleh Allah, berupa kebolehan berpartai dengan azaz islam
kebolehan pengajaran agama disekolah-sekolah, bahkan pa menteri M.Nuh menambah jam pelajaran agama
dengan konten yang indah banget

lalu dengan semua kenikmatan ini, tiba-tiba muncul ide sekularisme pasif, dan tampak seperti diyakini sebagai suatu kebenaran

tidakkah takut, tatkala meyakini sekularisme pasif sebagai suatu kebenaran, hal itu termasuk apa yang diperingatkan Allah dalam surat Muhammad ayat 25
“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah berbuat dosa dan memanjangkan angan-angan mereka” (Muhammad : 25)

kembali ke belakang dalam ayat tersebut makna terdalamnya adalah kembali pada kekafiran, na’udzubillah, kita berlindung pada Allah dari menyekutukanNya, berlindung dari kemusyrikan yang kita ketahui dan berlindung dari kekafiran yang tanpa kita sadari menggerogoti keimanan kita, hingga batallah amalan kita semua

sesungguhnya melekatnya identitas keislaman pada seluruh aktifitas kita, adalah suatu hal yang Allah cintai,
Allah yang telah menyematkan nama itu pada kita

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian kaum muslimin dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”

mencintai apa yang Allah cintai, memberikan identitas keislaman pada setiap aktivitas yang kita lakukan, ibadah, ekonomi, politik, sosial, sains,dsb

Adapun identitas keislaman Turki
sesuatu yang tinggal menunggu waktu
dan jika masa itu tiba
sekularisme pasif yang sekedar alat darurat, sebagaimana posisi Ammar bin Yasir,
bukanlah hal yang patut kita tiru dalam keleluasaan berdemokrasi yang kita miliki

Wallahu ‘alam bi ash showab

entahlah sungguh yang saya pahami dari tugas yang ada pada pundak bung Arya adalah tugas besar
memahami turki dengan seluruh kebesarannya
membawa pelajaran berharga bagi kita bangsa Indonesia
memahami semuanya dari sudut-sudut yang mendatangkan keridhaan Allah
kita tidak menginginginkan peneguhan kedudukan dimuka bumi, peradaban gemilang yang justru menjauhkan dari kasih sayang Allah

mari merangkai keindahan
dinegeri Indonesia, dengan jalan yang Allah ridhai
sesuai dengan jenis ujian yang Allah berikan pada kita

jenis ujian kita adalah sesuatu yang berbeda dengan mereka
tetapi kita semua berjuang menegakkan kalimat yang sama :

لا إله إلا الله محمد رسول الله

5 thoughts on “Menghormati Asal, menghormati para pendahulu (masukan untuk Arya Sandiyudha)

  1. Artikel yg bagus dan kaya akan ilmu. Detail.

    Tapi sangat disayangkan dengan meng-capture tweet Bang Arya, yg sekilas terlihat bahwa beliau sangat berpihak ke Turki. Padahal kalau dilihat tweet sebelumnya, tweet ini adalah pujian yg mengarah kepada ustad Asep yg sedang mengambil doktorial di Istanbul University. Bukan tentang pemikiran Bang Arya itu sendiri.

    Saya sendiri mengikuti pemikiran2 Bang Arya dan Ustad Asep, dan menurut saya yang orang awam ini. Kekaguman bang Arya pada pemerintah Turki (yg dilihat dengan mata dan kepala sendiri, seperti yg terjadi pada saya sebagai penduduknya), karena merindukan pemerintahan yg menjunjung nilai2 keIslaman yg bisa sedikit memberi contoh untuk pemerintahan kita di Indonesia tercinta. dan menurut saya itu tidak berlebihan.

    wasalam

    ~~ LA ILAHA ILLALLAH is much thicker than blood – Nouman Ali Khan

    • jazakumullah khairan atas masukannya, tentu saya meng-capture dengan maksud dan tujuan ….. lalu bung Arya menganggap tulisan saya sebagai tuduhan kejam dan saya telah memohon maaf ….. kiranya saya mengagumi pula bangsa Turki, akan halnya sekularisme pasif adalah sesuatu yang debatable…… jazakumullah khairan….

  2. Subhaanallah :’)
    smoga tulisan2 ustdzh tutik jd penambah wazan kebaikn di hari akhir nanti…
    dan smoga lina selalu bsa menimba ilmu dr uatdzah :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s