Kutukan Mesir – Tebusan yang tertuang dalam kitab

bismillahirrahmaanirrahim

alhamdulillah,
washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillah

kutukan, ih serem banget ya judulnya ……

sebenarnya ga begitu pede juga pake judul ini “kutukan”

tapi kata-kata lain yang menyembul dikepala,
rasanya tak memberi gambaran yang pas

maka ini tentang kutukan

malam ini berteman mushannif ibnu abi syaibah dan Jaami’ ma’mar ibnu Rasyid
bab yang pertama dibuka, tentu saja bab yang relevan dengan kondisi dan keadaan,

keadaan pertama, dalam tahap finishing “Terhempas Badai”, sekuel Pengikat Surga,
hiks, makin dibaca , makin ga cacth….. akhirnya kerja keras masih terus berlanjut
bacaaaaaa

keadaan kedua, negeri Mesir yang aku mencintainya

adapun novel Terhempas Badai,
ia bercerita sejak tahun 28 Hijriyah, melewati terbunuhnya Utsman Bin Affan hingga perang Shiffin
bab pembunuhan Utsman lah yang kini terasa masih jauh dari “yang kuinginkan”

jadi yang pertama dibuka dari Mushannif ibnu abi syaibah adalah kitab 37 point tentang Utsman
di Jami’ Ma’mar nya hadits-hadits tentang Utsman

aduh ini bikin mata tambah sepet, tapi otak ga bisa berhenti….

saat itu saat Utsman memerintah

Keadaan Madinah dan kota-kota di seantero negeri memang sudah tidak kondusif lagi.
tuntutan atas mundurnya Utsman mengemuka dimana-mana
rasa tidak suka atas gaya kepemimpinan.

Adalah Abdullah bin Salam, sahabat yang makin kesini gelarannya makin berubah jadi ejekan, si malaikat.
ia tetap bisa merasakan aura yang ia sangat sukai di Medinah
aura kehadiran malaikat, yang turut hadir di madinah bersama kehadiran Rasulullah

saat Rasulullah wafat, ia khawatir malaikat-malaikat yang diantara fungsinya membuat hati mau bersatu itu,
turut pergi, meninggalkan Madinah
keajaiban yang dapat ia lihat, bahwa para malaikat itu tiada pergi,
Madinah penuh dengan Malaikat, malaikat yang telah ada sebelum Rasulullah hijrah,
dan malaikat yang hadir bersama kehadiran Rasulullah di Yatsrib.
ada malaikat yang khusus menjaga Madinah dari Dajjal, malaikat-malaikat penaung para pencari ilmu, malaikat-malaikat lainnya …
dan yang paling Ibnu Salam sukai adalah malaikat yang datang bersama Rasulullah saat Rasulullah pertama kali menginjakkan kaki di Medinah.

malaikat-malaikat yang hadir bersama Rasulullah saat hijrah itu tetap memenuhi langit Madinah, meskipun Rasulullah telah wafat,
lalu hadir Abu Bakar, lalu hadir Umar, keajaiban yang sangat ia sukai.
pun ketika Utsman memerintah, dan ketika Utsman dituduh dengan macam ragam tuduhan, gaya kepemimpinan yang tidak disukai, malaikat-malaikat itu tetap berada dilangit Madinah.

semua hal ia baca dan ia mencari tahu, apakah gerangan yang bisa membuat para malaikat itu pergi
seketika matanya terbelalak, bahwa malaikat-malaikat itu pergi, jika Utsman terbunuh.

Abdullah bin Salam gusar bukan kepalang,
semakin gusar ketika ia mendengar orang-orang MESIR, datang bergerombol ke Medinah

Abdullah bin Salam ia melihat Utsman yang telah berkepala delapan
ia telah mendengar dan mempelajari semua,
usia ummat Muhammad yang hanya antara 60-70
kini Utsman telah berusia diatas 80 tahun
ia mencoba membaca, hingga kapan Utsman akan hidup?

sementara gelora pemberontakan semakin menyala,
Abdullah bin Salam bergegas dalam risetnya,
dan ia menemukan,
usia Utsman tidak lebih dari 40 hari lagi

Abdullah bin Salam, tergopoh-gopoh mencoba memobilisasi masa,
mencari pasukan pembela Utsman,
tapi siapa dan bagaimana?
siapa yang bisa?

ia adalah seorang ilmuwan muslim, dengan latar yahudi,
ketika tidak terlalu banyak orang yang mendengarnya

ia tahu akan nilai Bani Umayyah bagi masyarakat Mekkah,
Utsman adalah seorang bani Umayyah
ia mencoba meyusuri jalan Mekkah
mengajak mereka agar mendengungkan satu suara “jangan membunuh Utsman”
tidak perlu membunuh Utsman, toh Utsman akan wafat dalam 40 hari kedepan
ia mengajak orang-orang Mekkah untuk menyerukan “pulanglah jangan mengepung Utsman, sungguh Utsman akan wafat beberapa hari lagi”

suatu upaya yang tidak berhasil, ia melihat ketidaksabaran
sepekan setelah ia mengabarkan utsman akan wafat 40 hari lagi,
Abdullah bin Salam kembali mencari tahu, memecahkan kode-kode, membaca pertanda
ia ingin lebih pasti dalam hitungan usia Utsman
ia menemukan Utsman akan wafat tidak lebih dari 15 hari yang akan datang
ia menyeru orang-orang dengan taruhan nyawanya
“pulanglah jangan kepung Utsman, Utsman akan wafat tidak lebih dari 15 hari lagi, tebas saja leherku jika Utsman tidak wafat dalam 15 hari, tolong pulanglah, selamatkan diri kalian dari kehancuran.
sungguh tidaklah seorang nabi terbunuh, kecuali kutukan melanda kalangan shalih dari keturunan ummatnya, akan terbunuh atas terbunuhnya seorang nabi 70ribu orang shalih dari kalangan kaumnya dengan cara yang memilukan,
dan akan terbunuh 35 ribu orang shalih dengan cara yang memilukan atas wafatnya seorang khalifah, sesungguhnya kutukan atas terbunuhnya nabi Yahya putra Zakaria adalah terbunuhnya 70 ribu kalangan shalih diantara bani israil dengan cara yang memilukan.
kutukan sebelum dapat bersatu kembali

Seruan yang sama sekali tidak didengar para pemberontak,
mereka terus merangsek hingga Utsman terbunuh.

Abdullah Bin Salam tergetar ia berujar : sungguh telah binasa arab, sungguh kalian tiada akan sanggup berjama’ah, bersatu kembali

Hudzaifah ibnu yaman lebih keras berkomentar : “sungguh KALIAN akan keluar menuju suatu medan bagai banteng, lalu KALIAN disembelih bagai unta”
Muawiyah berkomentar : dan yang pertama disembelih bagai unta adalah Utsman

kata-kata Hudzaifah ini sangat menggangguku,
siapakah “KALIAN?”

klo menilik kata-kata Ibnu Salam, “KALIAN” adalah untuk bangsa Arab

masuk angka 35ribu ini
apakah keturunan shalih dari seluruh bangsa arab?
ataukah keturunan shalih dari tanah Mesir asal para pengepung Utsman?

astaghfirullah…….

jika darah ini suratan takdir,
maka sesungguhnya, penakluk dan pembebas yang tidak beretnik arab akan selalu diperlukan kedatangannya
sehingga negeri mesir dapat tenang dalam keadilan
paling tidak hingga angka tebusan terpenuhi

maka dipahamilah keberadaan Shalahuddin yang seorang Kurdi
Saifuddin Qutuz, Syajarattud Durr , de el el…. yang pada orang Turki
Mesir perlu penakluk yang adil

Darah-darah dari orang shalih,
darah-darah kutukan tebusan.
darah-darah yang tertumpah karena kutukan pada para durjana mesir,
bahwa para durjana itu sanggup menumpahkan darah bukan dalam perang
darah tebusan dari orang-orang shalih bagi Utsman, sang Khalifah
mereka yang darahnya tertumpah disembelih bak unta disembelih, mereka yang naik hingga ke surga,
semoga Allah mempertemukan aku dengan mereka
para syuhada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s