mengambil kesimpulan dengan benar dan baik (ayo turun aksi peduli pada Mesir)

Benar, kebenaran

merasa benar

“kebenaran dari Allah maka janganlah kamu termasuk orang yang ragu”

ayat yang unik

kebenaran itu akan menampakkan dirinya dengan cara yang Allah mau.

adapun pendapat yang benar, belum tentu terlaksana saat itu juga
sebab ada yang menganggap pendapat benar sebagai suatu kebenaran, dan ada yang tidak

dan jika masih dalam dalam rel “Tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah”
maka setiap pendapat atas peristiwa-peristiwa adalah dapat diambil, dan kemudian kelak dipertanggungjawabkan dihadapan Allah,

belajar mengambil sikap dari peristiwa-peristiwa,
pertama kali dibuat terguncang nalar, adalah dalam masalah tawanan badar

“saat kaum kafir Quraisy tertawan, sekitar 70an orang,
Rasulullah meminta sahabat berpendapat,
Abu Bakar berkata agar diterima tebusan.
Umar berpendapat agar dibunuh.

Rasulullah menetapkan pendapat abu bakar, diterima tebusan.

kemudian datang wahyu, bahwa yang benar adalah pendapat Umar…

peristiwa ini mengajarkan
dalam’frame tauhid”, pendapat-pendapat itu boleh diungkapkan
ada yang benar ada yang salah,
boleh jadi keputusan itu salah, harus dikoreksi,
tetapi ketika tersangkut manusia, nasib nyawa manusia,
dimana ketetapan telah diambil,
maka yang berlaku tetap keputusan yang telah diambil
yang benar disampaikan oleh Rasulullah, dan tawanan badar tetap dapat ditebus.

pagi ini saya menemukan tadabbur yang keren dari ayat al Qur’an
surat al israa ayat 33,

klo versi terjemah depagnya (ga tahu versi terjemah tahun berapa)
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”

tapi pemahaman ibnu abbas buat ayat ini, terutama yang saya tulis tebal bukan seperti terjemahan versi tadi,
pemahaman Ibnu Abbas adalah seperti berikut :
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. barangsiapa terbunuh dalam kondisi terdzalimi maka Allah menjadikan penolongnya sebagai penguasa, tetapi janganlah berlebihan dalam membalas pembunuh. Sesungguhnya yang terzhalimi adalah orang yang mendapat pertolongan”

pemahaman ibnu abbas yang demikian terkuak dari sikapnya saat peristiwa pembunuhan Utsman bin Affan,
sesaat setelah Utsman terbunuh dan orang-orang meminta imam Ali menjadi khalifah,
Ibnu Abbas menasihati agar imam Ali jangan melakukan apa yang diinginkan orang-orang, sebab jika mengikuti itu adalah kunci jalan menuju terbukanya pintu kekhilafahan bani Umayyah.
Ibnu Abbas mengajak imam Ali untuk diam saja, wait and see kondisi yang terjadi.
Ketika imam Ali memutuskan menerima sumpah setia orang-orang agar dirinya menjadi khalifah,
Ibnu Abbas bermuram durja dan berkat “aku telah berkata pada Ali agar ia menjauhi urusan ini, maka akan didatangkan baginya kekuasaan, tetapi ia mengingkariku, maka aku sama sekali tidak melihat bahwa ia orang yang menang, kemudian berkata : “Ibnu Abi Sufyan (Muawiyah) akan menang atas kalian, seraya membaca “barangsiapa terbunuh dalam kondisi terdzalimi maka Allah menjadikan penolongnya sebagai penguasa, Demi Allah orang-orang Quraisy akan berperangai ditengah-tengah kalian bak perangai orang-orang Romawi dan Persia”

kisah kutipan dari kita Jami’ Ma’mar bin Raasyid , no 20969

maka hari ini, pada peristiwa mesir, banyak pendapat …..
saat demostran ditembaki
ada yang memandang kezhaliman, ada yang memandang wajar pemerintah membubarkan demonstran

tetapi aku memandang peristiwa Rabu kelabu atas pendukung Mursi adalah kezhaliman
mereka terbunuh ditangan jendral zhalim
maka berlakulah apa yang Allah janjikan, sesungguhnya para penolongnya adalah penguasa

tetapi setiap kejadian berlaku syarat dan ketentuan, dimensi ruang dan waktu
semoga bukan hanya penolong para syuhada yang Allah berikan janji sebagai penguasa
tetapi kaum Muslimin di seluruh dunia, yang hari jum’at ini akan turun ke jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s