belajar menyampaikan

hari fitri, hari berbuka sesudah shaum

esok hari Allah akan datang memberikan ampunan,,,, yuk sambut ……

banyak pr banget yang ditemukan dalam diri antara Ramadhan 1433 ke 1434

dari Ramadhan ke Ramadhan adalah kafarat atas dosa-dosa, semoga demikianlah yang terjadi dalam diri

kemudian kini menyusuri pekan, dari jum’at ke jum’at dan menyusuri waktu shalat

terus berjalan bersama waktu

diantara point besar adalah belajar menyamopaikan dan membuka diri

adalah kenyataan bahwa saya besar dalam lingkungan yang “homogen”

jarang bersilat lidah saling menyampaikan pendapat

pun pengalaman lomba debat waktu sma tidak terlalu bisa merubah karakter yang cenderung tidak debatable…

makin hari makin terseret ke dunia membaca,

sepertinya lebih memahami pikiran “jadul” daripada zaman sekarang

udah gitu referensi nya makin hari makin “fanatis”, harus ada jejaknya pada buku berbahasa arab dari penulis diatas tahun 1700 Masehi

sesekali aja mengutip penulis era kini

juga kalau baca buku kini, apalagi buku lokal, harus tahu banget sapa penulisnya, dan apa ragam pemikirinnya

nyaman baca di rumah bikin buku adalah budget, yang kemudiannya merasa sayang banget uang dipakai beli buku dengan corak ragam pemikiran aneh-aneh

dan ya itu karakter ini masih terus terpatri, add facebook, add twitter, dll…. sebagian besar orang yang saya kenal, baik kenal personal ataupun pemikiran

aku , misal ogah banget follow zuher atau ulil,….. waktu sangat berharga….. baca untaian kata sobat-sobat aja

pada penulis-penulis, pejuang pena yang se “pemikiran” bener-bener pengen intens mengikuti, membuka ruang dialog, karena mata air ilmu itu tiada pernah habis.

membandingkan apa yang saya baca dari para ulama terdahulu, mengetengahkan faktanya atau pemikirannya….

tapi what to say, kelemahan dari cara menyampaikan pastinya masih menggelayut …..

sesungguhnya membuka ruang dialog dengan yang satu “pemikiran: lebih utama, karena kita ingin membangun hal yang sama

kita ingin menemukan dan mewariskan sesuatu yang lebih mengkristal, agar derajat kefasihan meningkat dan juga meluas

fakta bahwa banyak rantai cerita sejarah yang terputus, yang sesungguhnya ngefek pada dimensi dan spektrum tema permasalahan yang sangat luas

sejarah , adalah hidup, maka ia

Nyambung ke masalah fiqih dan ruh ibadah , nyambung ke masalah pengambilan strategi, nyambung masalah HRD dan pengembangan diri, nyambung masalah muamalah, dsb

di twitterland, kritik pertama ada akh Hafizh Ary, pegiat IndonesiaTanpaJil….. tentang kristologi saya ga pernah ikutan, saya concern di sejarah….. yang karena agama kita adalah agama ibrahim, so sejarah kita pasti bersambung pada Ibrahim yang kemudian hingga ke atas lagi ke nabi Adam.

yang paling saya soroti dari kang Hafizh cara pandang pada kristen, pada ahli kitab …..banyak ayat-ayat al Qur’an yang bikin saya tertegun tentang ahli kitab …. satu dua tiga episode, ratusan ayat yang menghentak eklusifitas….

Adalah misal suatu episode masa depan yang digambarkan al Qur’an , tentang kelak pengadilan Allah pada nabi Isa, dalam surat al Maidah ayat 116

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”

perkara penyembahan nabi Isa ini adalah sungguh perkara yang besar. hingga Allah bertanya pada nabi Isa tentang ini….. sungguh saya “belum” menemukan ayat dengan tipikal pengadilan pada Ummat nabi Isa
kalau ayat-ayat debat lawan kristen banyak bertebaran. tapi tipikal pengadilan seperti pengadilan Allah pada nabi Isa ini, saya dengan keterbatasan yang ada belum menemukan…. dan dahsyatnya lagi ayat sesudahnya, surat al Maidah ayat 117-118

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

Sungguh, agama disisi Allah adalah islam, bahwa seluruh nabi-nabi adalah muslim,
karena kita muslim, ummat nabi Muhammad, maka kita dituntut untuk mempercayai seluruh nabi-nabi, kumandang dalam setiap pagi dan petang dalam al ma’tsurat ayat terakhir al baqarah : “laa nufarriqu baina ahadim min rusulih-kita tidak membedakan antara satu dengan lainnya dari Rasul-rasulNya”

betapa eloknya tuntutan Allah pada kita, untuk memiliki suatu garis kesimpulan yang pertengahan…
meyakini bahwa sesungguhnya agama disisi Allah adalah islam, tetapi kemudian harus menghormati para nabi-nabi dan ummatnya…. para nabi-nabi itu muslim, tetapi ummatnya….
setiap tuntutan datang dari berbagai penjuru, sehingga benar-benar membuat kita menjadi “ummat pertengahan”

apa bukti bahwa kita tidak membedakan para nabi, jika kita percaya al qur’an, seluruhnya, maka apa yang akan dikomentari terhadap ayat 117-118 surat al Maidah?
tidakkah kita ingin memiliki corak ragam bersikap seperti nabi Isa, memohonkan pema’afan atas ummatnya yang tersesat????
nabi Isa kelak akan turun memimpin ummat islam melawan Dajjal, menghancurkan salib, tapi inilah cara nabi Isa berpikir dan bersikap tentang ummatnya, seperti surat al maidah ayat 118…..

juga agar hendaknyalah kita jangan sampai seperti orang-orang yahudi dan nasrani itu sendiri, yang saling mengejek diantara mereka
“Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya” (albaqarah:133)

saya memahami getir kristenisasi, suatu masalah pelik, tetapi hendaknya semua permasalahan tidak menjadikan kita lupa agar kembali pada apa yang al Qur’an katakan …..
asli, banyak kritikan saya buat akh Hafizh dalam mendebat kristen , cara dan metode ….
pandangannya tentang ahli kitab, pandangannya tentang bible, dst …..
bisa jadi karena beda titik pangkal dalam memandang permasalahan, tools yang selalu saya gunakan sejarah dan al tafsir, dan miskin permasalahan realita

so buat para kristolog, mengkaji tafsir, ayat-ayat dalam cara mendebat “ahli kitab”, yahudi dan kristen, menurut hemat saya adalah kewajiban, agar tegak hujjah dibawah sinar cahaya al Qur’an ….

adalagi penulis lain, yang saya ingatkan tentang buku the road to the empire – mba sinta yudisia …
bukunya ini, jika “novel sejarah” maka mungkin orang indonesia dapat kesalahan itu ga akan terlalu perduli, karena pangeran takudar itu entah ada di dunia mana…. tapi pangeran takudar jika kelak bertemu disurga (amien insyaallah) pasti akan berkata “ayahku buka tuqluq timur, kisahku tak seperti itu”

atau ketika akh Salim Fillah, bilang Palestina (al quds) selalu ditaklukan dari dua arah syiria dan mesir, ketika amru bin al ‘ash dari mesir, khalid di …. maka abu Ubaidah menyerahkan kunci baitul maqdis pada Umar ….
kata-kata itu indah… tapi dizaman Umar mesir itu ditaklukan sesudah palestina
mungkin banyak yang tidak terlalu peduli, yang penting kata-kata indah …dan bisa jadi itu hanya curahan hati dan cinta, bukan untuk prepare analisa dan akademik…
adapun bagi pemakaian akademik dan analisa, mengurut urutan kejadian sangat penting
karena bagi “Umar” menaklukan Palestina adalah everything, sejengkal tanah Syam lebih berharga dari tanah-tanah Iraq. Bagi Umar Mesir adalah urutan kesekian…. ‘Amr bin Al ‘Ash yang berhasil meyakinkan pentingnya Mesir lebih dari 5 tahun sejak takluknya tanah al Quds

dan lain-lain dan lain-lain

yahh, atas semua ini mungkin cara yang salah,
sebagian besar berpendapat “kenapa dibuka di ruang publik”
kenapa tidak mengingatkan dalam direct message, kenapa, kenapa
ya, sesuatu yang harus direview, mempelajari cara, yang menembus hingga hati
membuka ruang cakrawala diskusi, melebarkan dan meluaskan pandangan-pandangan

aq tidak merasa benar sendiri, aku benar-benar menyampaikan apa yang dibaca, aku harus menyampaikan
sungguh aku diriku sangat terbuka dengan kritik
marah, sehari, dua hari tak masalah, tapi pesan mesti tersampaikan
lalu otak berpikir dan mengkaji kembali,
lalu bersama memiliki kesimpulan utuh yang bermanfa’at bagi hidup hari ini dan masa depan

wallahu ‘alam bi ash showab

meniti hari merenda waktu, semoga Allah sampaikan di Ramadhan berikutnya….
bersiap dari sekarang kaya surga, yang bersiap bersolek setiap hari untuk kedatangan Ramadhan

taqabbalallahu minna wa minkum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s