indah pada waktunya?

Indah pada waktunya ?

Ungkapan yg sering didengar supaya kita sabar terhadap segala sesuatu

Indah pada waktunya ?

Ya kira2 dalam benak kita akan langsung mengasosiasikan bahwa maknanya adalah bersabar

Indah pada waktunya?

Apakah suatu tafsiran atas ayat, “fashabrun jamil”

Indah pada waktunya
Ketika mendengar pertama kali kata ini, ada rasa kurang sreg, meski kadang dipakai juga oleh saya

Lalu pagi ini tertegun dalam suatu redaksi do’a yang diajarkan oleh Rasulullah : “ya Allah jangan sampe aku meminta agar Engkau menyegerakan sesuatu yang Engkau akhirkan untukku”

Suatu redaksi yang ada dalam rangkaian do’a meminta kebaikan pada kebaikan pada Allah,
Dan meminta perlindungan dari keburukan.

Do’a yg menyadarkan bahwa,
kebaikan keadaan diri, atau keburukannya
Sesuatu yang dipercepat dan diperlambat oleh Allah, itu memang nyata adanya,

Jadi jangan sampe ungkapan “indah pada waktunya” justru menjadi penenang yg membuat diri berpikir selalu dalam keadaan “baik”

Ada keutamaan-keutamaan dalam kehidupan,
Kebaikan – keburukan
Kelapangan – kesempitan
Sehat – sakit
Segera – terlambat

Pasangan-pasangan yg berkebalikan satu sama lain,
Kebaikan, kelapangan, sehat, segera adalah karunia dari Allah, itu adalah keadaan yang baik…. Keadaan yang baik ini pun terkadang menjadi ujian, inilah hal yang dapat kita katakan indah

Keburukan, kesempitan, terlambat, sakit, adalah keadaan buruk, suatu ujian, yg memiliki hikmah-hikmahnya.
Jika ditimpa keburukan maka kita berlindung pada Allah, dan bersegera memurnikan tauhid kita
Jika ditimpa kesempitan maka segera memperbaiki ketakwaan,
Jika ditimpa sakit maka kesabaran dan memohom karunia sehat
Jika terlambat mendapat kebaikan-kebaikan maka beristighfar agar Allah tiada menahan karuniaNya tercurah

Sungguh, jangan sampai ungkapan
“Indah pada waktunya, membuat kita berpikir bahwa keadaan kita baik-baik saja, tidak semua keadaan itu baik”

Pagi ini saya membaca seorang thalibah saya mempost tentang ini, indah pada waktunya,
Tulisan seorang penulis favorit saya,
Tere Liye mengungkapkan “kalau pernikahan bukan perlombaan, tidak ada yang terlambat, tidak ada yang cepat”

Saya dulu kala, ga dulu-dulu banget sih, mungkin kira2 sampe dua tahun lalu masih berpendapat sama,
Tetapi kini semua itu telah berubah
Saya menemukan dari dulu, meski baru menyadarinya,
Bab nikah selalu ada di bahasan fiqih, sebagaimana selalu ada di bahasan keutamaan amal,
Rasulullah bersabda : seburuk-buruk pernikahan adalah pernikahan usia belia kecuali yang dilakukan para pemuda untuk menjaga diri dan kehormatan.

Nah, klo realita sekarang banyak remaja melakukan zina angkanya bisa mencapai 50 persen,
Menilik hadits diatas pernikahan adalah sesuatu yg utama

Balik lagi, ke indah pada waktunya,
Sungguh saya berada dalam posisi, usia saya adalah usia terlambat menikah, ada istighfar terus menerus yang harus saya lakukan atas keterlambatan ini, dosa-dosa yang terasa dan tidak terasa.

Supaya Allah kemudian memberikan janjinya sebagaimana Allah sampaikan dalam surat nuh
“Beristighfarlah pada Tuhan kalian, sesungguhNya Dia Maha Mengampuni, agar Dia mengirim hujan pada kalian dan memperkokoh kalian dengan dengan banyak harta dan banyak anak”

Kondisi segera menikah adalah karunia kebaikan dari Allah yg patut disyukuri,
Pun dalam aqidah yang kita miliki, segala sesuatu memiliki ujian-ujiannya,
Setiap karunia kebaikan mengandung ujian pula

Renungan hari ini

Dalam istighfar tiada henti

2 thoughts on “indah pada waktunya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s