hizbuttahrir, spesial untukmu

Hmmm, biasanya ga terlalu tertarik memberikan komentar pada hal ihwal dinamika dan “paciweuh” nya antar pergerakan.

Menyadari benar, bahwa perbedaan pendapat adalah ujian,
Allah menguji bagaimana kita bersikap saat perbedaan pendapat terjadi.

Saya juga tahu, bahwa para mahasiswiku yg cinta bahasa arab, yg luar biasa ketekunan belajar, yg bersungguh-sungguh mempelajari bahasa al Qur’an, banyak yang terafiliasi pada hizbut tahrir.
Saya menyayangi dan terkagum-kagum pada semangat dan daya juang yang mahasiswi2 saya miliki itu, keren pokok na mah ….

Dan kali ini perlu kiranya, memberikan suatu catatan, siapa tahu menjadi penerang jalan

Tentang dinamika ukhuwwah antar ummat islam,
Tentu hal ini akan diwarnai banyak faktor, persaingan, perbedaan pendapat dan ghill.

Ghill ini menjadi faktor yg seringkali mengganggu pemahaman utuh atas sepak terjang masing2,

Tentang ghill ini,
Tatkala berbahagia di atas derita sesama,
Dan sedih jika rival mendapat bahagia

Janganlah sampai bersikap demikian,
Qta para penyeru menuju jalan Allah, tiap2 masa memiliki pahlawan nya,
Dan jalan persaingan itu terbentang

Qta bisa kembali, pada beberapa masa kebelakang
Kita mulai dari masa saat yazid bin mu’awiyah wafat.

Ada marwan bin al hakam bersaing dengan abdullah bin az zubayr, pemenangnya abdullah bin az zubayr.

Marwan wafat,
Ada abdullah bin az zubayr saingan sama abdul malik bin marwan,
Secara internal bani umayyah, abdul malik bin marwan punya rival ‘amr bin sa’id dan khalid bin yazid bin muawiyah.
Abdul malik bin marwan, bisa mengatasi rivalitas internal dengan cantik, hampir-hampir saja kehilangan khalid bin yazid bin muawiyah dari barisan pendukungnya karena khalid bin yazid tergila-gila pada Romlah binti az zubayr.
Tapi ini pun teratasi, sehingga kokohlah barisan abdul malik bin marwan, dan abdullah bin az zubayr menjadi yg terkalahkan.

Berikutnya,
Pergiliran kekuasaan dari bani umayyah pada bani abbasiyah,
Sesungguhnya pendukung Keturunan Ali, dan keturunan Ali, bersama-sama ada di barisan gerakan melawan bani umayyah,
Tapi bani abbas lebih solid lebih terstruktur, lebih lihai, hingga bani abbas lah yg kemudian menjadi pemegang tahta Khilafah, yg engkau gaungkan.

Khilafah tunggal sesungguhnya tidak ada ketika tahun 143 Hijriyah,
Di Andalusia berdiri negara umawy, yg para rajanya menyebut diri mereka khalifah juga,

Pun ketika negara islam terpecah-pecah menjadi negara kecil-kecil dengan corak ragam pemikiran yg berbeda-beda.

Adalah diantaranya ayyubid dan mamalik, yg selalu menjaga persaudaraan dan bersahabat dengan simbolitas khilafah abbasiyah.

Negara lain cenderung konfrontatif dengan abbasiyah,

Lalu era sesudah jengiz khan,
Ketika turki utsmani berdiri, beberapa saat kemudian timurlank hadir.
Turki utsmani, memiliki falsafah kekuasaan yg sangat baik,
Mereka pun masih menghormati kekuasaan abbasiyah yg tinggal nama yg dilindungi mamalik mesir.
Turki utsmani yg asalnya kerajaan kecil bekerja bersungguh-sungguh, berjihad, menyinari eropa dengan islam,
Maka penguasa hijaz, penguasa mesir dengan sukarela memberi titel khalifah pada salim 1.

Beda dengan timur lank, ia yg dengan nafsu angkara ingin menghancurkan turki utsmani, kemudian dinasti timurid nya menghiasi sejarah dunia sebentar saja.
Jikapun keturunan nya nanti memakmurkan anak benua india dengan Islam, mereka tidak sampai pada titel “khalifah”

Jadi tipe bekerja seperti apakah yg diinginkan,
Tipe timurlank? Menghancurkan kerja saudara?
Atau tipe wasiat Utsman pada Orhan agar tidak mengganggu sesama negara islam dan fokus menaklukan eropa saja.
Orhan yg tetap mencintai khalifah-khalifah abbasiyah dipengasingan

Sungguh, pertanyaan itu adalah,
Jenis kerja islami apa yang kan dilakukan untuk menegakkan khilafah,
Turki utsmani perlu menaklukan konstantinopel sebelum akhirnya diakui sebagai khalifah,
Lalu penaklukan apakah yang akan dilakukan, agar khilafah itu tegak.

Sungguh, ini kerja kami,
Bersahabat dengan demokrasi, manis pahitnya.
Mengukir pahatan yg semoga Allah terima sebagai amalan,
Prestasi Erdogan di turki, yg sering dicela,
Jika suatu ketika kami memberi yang terbaik pada bumi Indonesia,
Kerja nyata, kesejahteraan,
Ketika kami bekerja keras menjadi kaum yang Allah sifati dalam al Qur’an : “jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan beramar makruf dan mencegah kemungkaran”

Dan jika Allah menghendaki yang demikian, bagaimana kalian kan bersikap pada kami?

Sungguh bertaqwalah pada Allah,

Kami bekerja dan inilah yang kami yakini,
Kerja Dakwah yg dipilih, itulah yang akan dicatat oleh Allah,

Tentang gonjang ganjing hari-hari ini,
Tentang presiden Mesir, DR Mursi
Sah2 aja berpendapat dan memiliki keberpihakan apapun,
Sebagaimana sah berkomentar pada suatu kerja dan peristiwa.
Yang harus diingat, setiap keberpihakan dan komentar ada dalam catatan

Bersaing adalah suatu kebaikan,
Menghapus ghill dari hati adalah kerja sepanjang masa,
Termasuk saya, menghapus ghill dari dalam jiwa sendiri

Karena kemenangan dan kekuasaan, adalah Allah pergilirkan pada siapa saja yang Ia kehendaki

Allah berfirman,
“bekerjalah, maka Allah akan melihat kerja-kerja kalian dan RasulNya, dan kaum Mukminin”

3 thoughts on “hizbuttahrir, spesial untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s