Al Qalam – Tinta Menuliskan Pemahaman (3)

Bismillahirrahmaanirrahiim

lanjut lagi yuuk,

kemaren sampai surat al Qalam ayat 16

jangan lupa Shalawat pada Rasulullah yaa

Allahumma Shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad

 

mulai ayat 17, menceritakan tentang derita yang dapat menghinggapi mereka yang ga percaya, ketika masih berada didunia, keadaan derita yang ditujukan sebagai ujian.

Trus, dalam rangkaian ayat 17-33 digambarkan, dalam barisan musuh, pasti masih akan kita temui kebaikan,

ini seni bertarung yang sering kita saya lupa,

seringkali saya menganggap semua musuh jahat,

Padahal mereka terdiri juga dari orang-orang baik, namun berbeda pandangan dan pendapat dengan kita.

Alkisah seorang kayaraya dengan hektaran kebun, memiliki banyak anak dan keturunan. Ia adalah seorang yang dermawan, sangat dermawan, termasuk pada hewan yang tak pernah dilarang mengais rizqi di kebun-kebunnya.

Saat sang kayaraya ini wafat, anak-anaknya ternyata punya sikap lain, kikir menjangkiti. berujar lah : “Tak seorang miskin pun boleh merasakan hasil panin, mari kita panen diwaktu pagi banget, kebun dikunci dan dijaga, besok ya kita panen, pagi banget”

Nah pas besok paginya : ternyata kebun sudah hancur tak bersisa. tak ada panen. ANak-anak sang dermawan itu kecele, bukan panen yang mereka dapat, tapi kesedihan, trus diantara yang jahat-jahat itu saling mencela satu sama lain.

(serasa denger kejadian kemaren: alat bukti tidak bisa dibeberkan disini, besok ya di pengadilan….. ehhh ternyata apa yang ada dipengadilan jauh berbeda dari yang diharapkan)

ayat 34, alhamdulillah, sesudah gambaran kengerian, Allah memberi janji indah bagi kaum yang mempercayaiNya, bagi manusia yang menjaga diri dari berlaku musyrik.

yaitu bagi orang bertaqwa, kelak ada kebun-kebun yang isinya semuanya kenikmatan, tanpa cape berkebun dengan segala macam problemanya.

Adalah diantara “keukeuhnya” kafir quraisy saat itu, bahwa mereka merasa ketika di dunia, Allah telah melebihkan kenikmatan pada mereka dibanding kenikmatan dunia yang ada pada kaum mukminin. maka jikapun akhirat ada maka merekapun tetap akan diberi kenikmatan yang lebih, atau minimal setara dengan apa yang didapat orang-orang yang percaya pada kenabian Muhammad.

Allah langsung menyanggah perkiraan orang-orang kafir Quraisy,

ayat 35 bilang : “Apa benar kami akan menjadikan orang-orang Muslim semisal orang-orang pendosa?”

trus dilanjutin 36 : “bisa ga sih kalian menyimpulkan dengan benar?”

trus dilanjutin ayat 37-38 : “apa kalian udah mempelajari suatu kitab dari langit, trus mendapat sesuai dengan yg dipelajari?

trus dilanjutin ayat 39 : “emangnya pendapat kalian itu bersumber pada janji Kami yang kemudian wajib Kami tepati dihari kiamat?

trus dilanjutin ayat 40-41 : “atau emangnya kalian punya pemimpin yang akan membela?”  atau punya sekutu-sekutu? kalau emang punya sekutu, nah datengin dong?

kapan didatengin para sekutu itu?

Allah berfirman dalam ayat 42-43 nya :

“ntar ya di hari yang beraaaaaat banget, hari dimana kalian disuruh sujud, tapi pada kagak bisa karena keadaan fisik mereka ga memungkinkan”

“mata-mata tertunduk, terhina, karena dulu mereka waktu didunia waktu masih pada segar bugar disuruh sujud, pada kagak mau”

ngeri duh baca ayat 44 ini, Astaghfirullah ya Allah jagalan keimanan hambaMu ini

kata Allah dalam ayat 44 : “Tinggalkan Aku dan orang yang ga percaya dengan al Qur’an, mereka akan tertimpa istidraj tanpa disadari

Istidraj itu adanya suatu kondisi baik yang kemudian kondisi baik ini memudar sedikit demi sedikit tanpa terasa

di ayat 44 ini para mufassir bilang : “udah jangan disibukkan diri dalam membalas cemoohan dan kejahatan mereka kaum yang ga percaya, serahin aja pembalasannya pada Allah” Fokuslah! pada pencapaian tujuan”

Allah memberi tangguh pada mereka, karana makar Allah sangat kuat.

makar Allah dan Istidraj adalah cara hukuman yang tidak terasa sebagai hukuman

na’udzubillah- semoga Allah melindungi kita semua

terus, unik banget yang sesudah  ayat 45

ayat-ayat yang mempertanyakan kenapa sih mereka kok bisa pada kafir?

Wahai kaum Mukmin “Apakah kalian dalam Berdakwah meminta upah, sehingga mereka merasa berat untuk beriman?

atau

mereka ga beriman karena mereka merasa tahu akan yang ghaib dan mereka punya akses pada lauh mahfudz?

 

nahhh, ayat 47 cakep deh

‘sabar ya dalam berhadapan dengan mereka, jangan gampang ngambek kaya nabi Yunus”

kisahnya udah pernah saya tulis, ini link nya : http://www.facebook.com/notes/tutik-hasanah/kisah-nabi-yunus/10150812456877293

kisah nabi Yunus nya masih di fb, nanti qta pindahin ke wordpress ya

 

sampe deh pada dua ayat terakhir,

Di zaman itu, dikenal kekuatan mata, pandangan yang memiliki efek mematikan, kemampuan yang ada pada bani Asad,

Kekuatan pandangan yang bisa naik berkali lipat karena adanya hasad dalam jiwa.

Allah menjaga nabi Muhammad dari bencana pandangan yang mematikan.

mereka hasad akan kenikmatan kenabian yang ada pada nabi Muhammad,

karena hasad itu pulalah tuduhan gila dialamatkan

betapa indahnya surat ini

ditutup penegasan bahwa al Qur’an penyebab manusia memiliki daya akal yang luar biasa dan bukan sebagaimana yang dituduhkan mereka bahwa yang dekat dengan al Qur’an menjadi gila

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia dan jin

 

Alhamdulillah

wallahu ‘alam bishshowab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s