Baik Agama Baik Dunia (1)

Ini adalah terjemahan kitab Adab Dunia wa Din karya Imam AL Mawardi, asyik banget, baca terus ya

Kata Pengantar Penulis

Segala puji bagi Allah yang memiliki kekuatan dan keutamaan, semoga shalawat dan salam tercurah kepada nabi Muhammag SAW penutup para nabi dan Rasul, dan bagi para keluarganya dan sahabatnya yang bertaqwa, amma ba’du.

Sesungguhnya keutamaan yang kita cari terletak pada keutamaan hasil-hasil dari pencarian itu, sesuatu menjadi sangat penting karena ia banyak memberi manfa’at. Atas kemanfa’atan tersebut  maka wajib mencurahkan padanya perhatian . Dan kadar perhatian yang kita berikan akan terlihat dari  buah manis yang kita dapatkan.

Hal yang paling penting dan sangat bermanfa’at adalah apa-apa yang dapat membuat kita lurus dalam kehidupan beragama dan penghidupan dunia, yaitu apa-apa yang membuat kebaikan akhirat dan dunia tercapai sempurna.  Istiqamah dalam beragama membuat ibadah kita menjadi benar, dan baiknya kehidupan dunia akan menyempurnakan kebahagiaan.

Dalam buku ini Saya telah mencurahkan pengetahuanku tentang bagaimana menjalani agama dan dunia, merincikan tentang kondisi keduanya. Saya tuliskan dengan cara moderat memadukan antara kebenaran yang menjadi bahasan para fuqaha dan keindahan yang menjadi perhatian utama para sastrawan sehingga tidak akan rancu pemahaman dan tidak akan terperosok dalam kebingungan. Buku ini bersandar kepada kitab Allah sebagaimana yang Allah tuntut, sebagaimana berlandaskan sunnah Rasulullah SAW sebagaimana yang Rasulullah jelaskan.  Sayapun menghadirkan perumpamaan kaum bijak cendekia yang mengikuti al Qur’an dan as Sunnah, menghadirkan perkataan-perkataan menyentuh dan syair-syair. Semua itu kulakukan karena hati kan damai dengan aneka sensasi rasa dibanding jika menghadirkan satu sensasi rasa saja.

Imam Ali yang Allah meridhainya berkata : sesungguhnya hati mengalami kebosanan sebagaimana jasad, maka tenangkanlah ia dengan aneka hikmah. Cara ini menuntut pada kita perubahan posisi saat pencarian dari satu tempat ke tempat lainnya. Kita perhatikan apa yang dilakukan khalifah Makmun dimasa belajarnya, ia selalu berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lainnya di istana sambil mengulang-ulang petikan syair milik Abu al ‘Atahiyah :

Tiada yang memperbaiki jiwa jika agar teratur

kecuali berpindahnya suatu keadaan pada keadaan

Buku ini Saya bagi menjadi 5 bab

Bab Pertama : Keutaaam Berpikir dan Buruknya Dikuasai Perasaan

Bab Kedua : Disiplin Ilmu

Bab Ketiga : Disiplin Beragama

Bab Keempat : Disiplin Hidup di Dunia

Bab Kelima : Disiplin Jiwa

Aku bersandar pada Allah agar memberikan sebaik-baik pertolongan, dan aku menitipkan padaNya agar menjaga dengan keagunganNya, dengan kekuatanNya dan kehendakNya, cukuplah Allah bagiku yang menolong dan menjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s