Hasil Baca tafsir AnNasafiy-AnNaisabury (iqra 6-19)

Ayat 1-5 surat a ‘Alaq ini mengandung banyak muatan tentang pendidikan

Mulanya baca tafsir an Nasafiy aja, tapi sekarang ditambah dengan baca tafsir an Naisabury.

ada beberapa hal keren yang didapat dari paduan dua tafsir ini,

kalau dalam catatan sebelumnya saya paling menggaris bawahi bahwa tujuan dari pendidikan adalah membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Setelah baca an Naisabury, membuat pemikiran makin mengkristal, bahwa inti dari pengajaran pada anak sampai usia 12 tahun, adalah “mengajarkan cara”

1. Cara Membaca dan Memahami

2. Cara menulis dan mencatat ilmu

3. Cara berbicara dan merespon suatu peristiwa

Ajarkan Cara!

Dalam tafsir an Naisabury dicatat perbincangan Sulaiman dan Ifrit

Sulaiman bertanya pada ifrit ttg hakikat kata, ifrit menjawab ucapan adalah angin yg tak dapat tinggal. Sulaiman brtanya: apa yg mngikatnya? Ifrit menjawab: pencatatan,sesungguhnya pena adalah pemburu yg memburu ilmu, pena menangis dan tertawa. Jika pena ruku (memulai) menulis, semesta bersujud, jika pena bergerak, maka ilmu terpatri melewati malam dan siang

 

oke, kawan mari bikin sekolah yang engajarkan pencatatan ^_^ agar ilmu terikat dengan sempurna

 

Nah berikutnya sesudah ayat 1-5, ayat 6-19 memberikan pemahaman pada kita akan pentingnya “ibadah”

Tujuan utama pengajaran adalah agar manusia memahami pentingnya menyembah Allah.

Allah meberikan kisah dalam lanjutan surat al ‘Alaq ini tentang kisah ABu jahal, dan hal terutama hingga ia dijuluki bapak kebodohan, bahkan dijuluki Fir’aunnya Ummat Islam.

Abu Jahal adalah orang yang melampaui batas, ketika ia bersikap :

1. Melarang, mencegah dan menghalangi Rasulullah melaksanakan shalat. Shalat adalah cara menyembah Allah yang paling Allah sukai

2. dengki tanpa batas. Abu Jahal sangat dengki pada Rasulullah. Abu Jahal tidak berhati-hati dalam berkata-kata, ia mengatakan bahwa ia sangat dengki pada nabi Muhammad di saat kehidupan dan saat kematian. Abu Jahal tidak pernah berbuat sedikitpun. Adapun Fir’aun meskipun berbuat melampaui batas, tetapi ia telah mengurus nabi Musa dimasa kecil, dan menyatakan beriman pada Allah menjelang ajalnya akibat tenggelam.

3. sangat sombong, ABu jahal merasa diri paling hebat, paling kaya, paling banyak kawan, paling dikenal dalam klub-klub pertemanan. Allah kemudian menjawab jika Abu Jahal memanggil kawan-kawan ditempat mengobrolnya, maka Allah mencipta az Zabaaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka, yang kakinya di bumi kepalanya menjulang hingga ke langit tinggi.

Cara kematian Abu Jahal sangat tragis,dalam perang Badar dengan kepala terpenggal oleh Ibnu Mas’ud. Kematian Abu Jahal ada ditangan 4 pihak, yaitu dua putra ‘afra, Malaikat dan Ibnu Mas’ud.

3 hal ini harus dihindari manusia, bersikap berhati-hatilah, pahami teks dan konteks.

Misal sikap kehati-hatian yang ditunjukkan Imam Ali agar tidak masuk dalam kategori melarang shalat : “suatu ketika Imam Ali melihat orang-orang shalat dua raka’at sebelum shalat ‘ied, Imam Ali berkomentar bahwasanya Rasulullah tidak pernah melakukan itu. dikatakan kepadanya “kenapa tidak engkau larang?” Imam Ali menjawab aku takut termasuk kedalam golongan “orang yang melarang hamba melaksanakan shalat”

Dan yang terpenting dari semua ini, kita sebagai ummat islam dilarang ta’at pada tipikal orang seperti Abu Jahal.

Yang harus senantiasa kita lakukan adalah bersujud dan mendekatkan diri pada Allah,

sujud tilawah jangan lupa saat baca ayat terakhir ini.

 

ya allah, i love u, maka aku akan mengikuti rasulMu Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s