Abu Darda – sahabat yang keislamannya dijanjikan Allah (bagian 1)

Abu Darda, seorang sahabat yang digelari Rasulullah hakim ummat islam yang bijaksana

Abu Darda, bernama asli ‘Amir bin Zayd, dan orang-orang terdekatnya memanggilnya ‘Uwaimir yang berarti Amir kecil. Abu Darda berasal darii kalangan Anshar suku Khajraz.

Abu Darda, diantara keluarganya adalah yang paling terakhir masuk islam. Sebelum islam ia mengikat persaudaraan bersama Abdullah Ibnu Rawahah.

Tatkala Abdullah ibnu Rawahah masuk islam, tak henti mengajak Abu Darda. Namun Abu Darda selalu menolak.

Hingga suatu hari, sesudah perang badar Ibnu Rawahah dan muhammad bin Maslamah mengunjungi Abu Darda dan ia tidak mendapatinya, hanya ada istrinya saja. Kesempatan yang dipakai Ibnu Rawahah untuk menghancurkan berhala yang ada di rumah Abu Darda.

Saat Abu Darda pulang, ia mendapati berhalanya telah hancur berserakan. Abu Darda naik pitam dan menghardik patungnya : “kenapa kamu tidak membela dirimu, dasar patung tak berguna”

Ummu ad Darda berkata : “jika ia bermanfa’at maka ia akan membela dirinya sendiri”

Abu Darda kemudian berpikir, tak mungkin Ibnu Rawahah berlaku demikian kecuali menginginkan kebaikan untuknya, seketika itu pula Abu Darda meminta istrinya menyiapkan air mandi, memakai pakaian terbaik, berhias lalu  mencari Rasulullah dan menyatakan keislamannya.

Tatkala melihat kedatangannya Rasulullah berkata pada Ibnu rawahah : “sesungguhnya Allah telah menjanjikan padaku keislaman Abu darda, maka ia berislam”

Sesudah berislam, Rasulullah mempersaudarakan Abu Darda dengan Salman al Farisi.

komentar aku :

1. persahabatan sesuatu yang harus dijalin, sebagai bahan untuk saling menasihati menuju jalan hidayah

2. harus selalu menunjukkan bahwa kita menginginkan kebaikan untuk sahabat kita

3. Rajin berkunjung kepada sahabat

4. Persahabatan dengan asas persaudaraan, dapat dijalin karena suatu kecenderungan alami, atau suatu bentukan formal seperti yang Rasulullah lakukan. secara nature Abu Darda sangat cenderung dan mencintai Ibnu Rawahah. Dikemudian hari Rasulullah memerintahkannya bersaudara dengan Salman, maka persaudaraannya dijalin dengan sepenuh hati. Kalau begitu temen-temen seliqa yang bukan qta pilih sendiri adalah suatu persaudaraan yang merupakan keformalan yang mesti dijalankan dengan sebaik-baiknya. Bersaudara karena Allah

5. Selangit rasanya menjadi orang yang diperhatikan Allah, bahkan keislamannya dijanjikan Allah. Penting banget Abu Darda

 

Abu Darda mulai berjihad di perang Uhud.

Sebelum masa kenabian, Abu Darda adalah pedagang, pekerjaan yang tidak banyak dikerjakan orang Madinah.

Sesudah masuk islam, Abu Darda terus menekuni dunia dagang dan menomorsatukan al Qur’an, ibadah dan memahami agama.

Abu Darda kemudian pada suatu titik bahwa ia tidak bisa mengerjakan dagang dan konsisten menomorsatukan ibadah, akhirnya Abu Darda memilih ibadah.

Abu Darda termasuk orang yang sangat merdu bacaan al qur’annya. Bahkan termasuk yang hafal keseluruhan Al Qur’an saat Rasulullah wafat.

Saat Rasulullah wafat, orang-orang yang telah menghafal keseluruhan al Qur’an ada 6 orang, yaitu : Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zayd bin Tsabit, Abu Zayd, Ab Darda, dan Sa’id bin Uba’id.

Saat Rasulullah wafat ada seorang bernama Mujamma’ bin Jariyah, ia tinggal menghafal satu atau dua surat lagi, dan kemudian segera menyelesaikan hafalan al Qur’annya.

Adapun Abdullah bin Mas’ud, saat Rasulullah wafat kira-kira telah menghafal tujuh puluh sekian surat, dan menamatkan hafalannya dari Mujamma’ bin jariyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s