Istighfar sumber kekuatan (Kisah Hud – bagian 2)

Usaha Hud, mengajak kaum ‘Aad menyembah Allah adalah usaha hebat yang benar-benar tidak kenal lelah, kali ini Hud menyampaikan agar kaumnya menyembah Allah, dan segera bertaubat, karena jika kaumnya tidak menyembah Allah, maka akan datang adzab pada mereka.

‘(Hud berkata) : Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.  dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (as Syu’ara : 131 – 135)

Hud pantang menyerah, acara-acara untuk memperingatkan kaumnya tetap ia gelar, Surat al Ahqaf menggambarkan usaha keras Hud ini

“dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Aad Yaitu ketika Dia memberi peringatan kepada kaumnya dikawasan Al Ahqaaf dimana telah datang banyak peringatan nabi-nabi seperti dari Hud, di masa sebelum dan sesudahnya. Para pemberi peringatan berkata: “Janganlah kamu menyembah selain Allah, Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar”.

Mereka (kaum kafir) menjawab: “Apakah kamu datang kepada Kami untuk memalingkan Kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada Kami azab yang telah kamu ancamkan kepada Kami jika kamu Termasuk orang-orang yang benar”.

Hud berkata: “Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku Lihat kamu adalah kaum yang bodoh”.

(Al Ahqaaf : 21-23)

Sesudah itu datanglah kekeringan dahsyat melanda mereka, hujan tidak turun selama tiga tahun berturut-turut. Kelaparan, kehausan, kemiskinan membuat masyarakat berkebudayaan tinggi seperti ‘Aad mengalami degradasi. Ini dikarenakan parameter kebahagiaan yang mereka miliki adalah materi.

Hud, tetap berperan aktif menyadarkan masyarakat. Mengajak kaumnya untuk bertaubat :

“Hud berkata: “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling yaitu berbuat dosa.” (Hud :52)

Kaum ‘Add membalas ajakan Hud tetap dengan kekafiran, ketidakpercayaan dengan apa yang disampaikan Hud

“kaum ‘Ad berkata: “Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada Kami suatu bukti keterkaitan antara musibah ini dengan ketiadaan kami menyembah Allah, dan Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan Kami karena perkataanmu, dan Kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan selain bahwasanya Tuhan-tuhan Kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. ” Huud menjawab: “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, yaitu Tuhan-tuhan selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha pemelihara segala sesuatu.” (Hud : 53-57)

NB: “Kalau bagi saya dalam perenungan “betul bahwa bencana yang ada pada bangsa indonesia seperti banjir jakarta saat ini diantaranya karena kelemahan kita mengelola alam. Tetapi harus diingat bahwa saat manusia telah melakukan hal yang terbaik dalam mengelola alam, bencana itu akan tetap ada. Sehingga ….

Adalah hal yang arif dan bijaksana, dalam hal kondisi yang terjadi saat ini, kita pun tetap mengajak manusia beristighfar, karena sebagaimana yang disampaikan Hud pada kaumnya, bahwa ISTIGHFAR, memohon ampunan Allah adalah sumber adanya KEKUATAN.

BERISTIGHFARLAH, SEMOGA SESUDAH ISTIGHFAR ITU ALLAH MENGAJARKAN KEPADA KITA CARA MEMBANGUN DAN MENGELOLA KOTA YANG BAIK

Manakah yang lebih baik, orang yang semata menyandarkan permasalahan kepada fenomena alam belaka dan ketidakbenaran kita (manusia) mengelola bumi.

Ataukah orang yang mengajak untuk kembali kepada Allah dalam setiap permasalahan kehidupan

 

KAUM DIGJAYA , MACAM KAUM NUH, KAUM HUD, FIR’AUN, SAAT TERJADI MUSIBAH PADA MEREKA, PARA NABI MENGAJAK ISTIGHFAR,

APALAGI KITA DI ERA KINI, TANPA WAHYU,

DAN DALAM PERADABAN MATERI BELUM MENCAPAI APA-APA.

MAKA BERISTIGHFARLAH

2 thoughts on “Istighfar sumber kekuatan (Kisah Hud – bagian 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s