Hasil Baca Tafsir an Nasafiy (Iqra 1-5)

hari ini memulai kedua kali membaca tafsir an nasafiy…… dengan urutan turun …… waktu pertama dengan urutan surat …… maksud dan tujuannya untuk semakin memahami kondisi saat wahyu turun …..

membaca surat al ‘alaq aja udah dapet banyak hikmah

1. Tentu saja, awali segala sesuatu dengan bismillah, menyebut nama Allah, atas dasar Allah, karena Allah, terutama saat baca …. memohon pada Allah menurunkan berkahNya, membaca menurut kacamata Allah dan bukan kacamata manusia.

Kenapa harus membaca dengan kacamata Allah?

2. karena justru dengan membaca memakai cara pandang Allah lah, maka permasalahan yang membelit manusia dan kemanusiaan akan terselesaikan, secara gitu yah Allah lah yang menciptakan manusia.

nah di ayat 1 Allah ga bilang Allah menciptakan apa, diayat 2 dibilang khusus manusia, ini menunjukkan keutamaan manusia. Kok manusia segitu pentingnya sih?

kata Imam nasafiy, manusia menjadi sangat istimewa, karena bagi manusia lah Allah menurunkan al Qur’an …. klo gitu …. klo manusianya menjadi mulia karena yang memikul al Qur’an berarti al Qur’an nya benar-benar spesial juga

adapun di ayat 1, ketika dibilang “Rabb yang mencipta” , tanpa disebut mencipta apa, berarti itu menunjukkan tidak ada pencipta lain selain Allah

3. Allah itu adalah al Akram…. akram itu berarti paling pemurah, paling dermawan, paling mulia.

Imam Nasafiy bilangnya, kalau ke “akraman” Allah itu karena Allah memberi kenikmatan pada siapa saja, Allah sangat bijak…. diantara wujud nyata ke akraman Allah adalah ditundanya siksa bagi mereka yang tidak percaya padaNya, tidak percaya keberadaanNya.

4 dan 5 ….. dua ayat ini semakin mendalam dengan kata “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Allah yang mengajarkan pada manusia, dan jika kesempatan belajar diberikan jangan lupa untuk mencatatnya hingga kita tidak lupa.

ya Allah, berarti saat ngajarin bahasa arab nih, harus selalu ingat bahwa yang sesungguhnya mengajarkan itu adalah Allah,,,, harus senantiasa mendo’akan murid-murid cepat faham dan cinta dengan ilmu yang sedang dipelajarinya

harus selalu ingat bahwa tugas guru adalah mengajarkan cara keluar dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu

berarti dalam pengajaran itu, boleh ga ya kita bikin rekayasa model …. hingga murid-murid benar-benar merasakan gelapnya kebodohan ….. ohhh lalu sang guru datang sebagai pahlawan yang membawa mereka menuju cahaya

heee,,,,, jadi inget film Habibie – Ainun …..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s