Dari Adam ke Nuh

Idris adalah turunan ke enam Adam dari Syits, yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, Ia adalah yang pertama memintal benang dan menjahit pakaian, ia pula yang pertama pula mengenakan pena untuk menulis dan mengajarkan, diantaranya menulis dan mengajarkan wahyu, padanya diturunkan 30 lembaran-lembaran suci. Idris pun sangat tertarik mempelajari ilmu astronomi dan matematika. Ditenggarai Idris ini yang disebut dalam kebudayaan Yunani kuno sebagai Hormus. Kebijakan Idris yang lain adalah menjadikan garis patriarkal keturunan Qabil sebagai budak.

Pada garis patriarkal kita dapat mengatakan keturunan Adam selain dari Syits terputus seiring dengan zaman, dan ilmu nasab ini termasuk ilmu yang terlupakan keturunan Adam, kecuali oleh sedikit saja.

 

Kenabian dan sistem ritual

Adam diturunkan ke bumi dalam kondisi psikologis terusir karena berbuat kesalahan. Beberapa saat setelah turun ke bumi, Adam menangis dan memohon pengampunan, tidak makan selama 40 hari, tidak mendekati Hawa selama 100 tahun.  Kemudian Allah mengajarkan suatu do’a pada Adam : “Wahai Tuhan kami sesungguhnya kami telah zhalim pada diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak menyayangi kami, maka kami termasuk kaum yang merugi”

Adam kemudian diperintahkan membangun ka’bah dengan permata merah dari Surga, berthawaf dan shalat sebagaimana yang dilaksanakan di sekeliling ‘arsy. Kemudian diperlihatkan manasik haji. Sepanjang hidupnya Adam berhaji 40 kali, di mulai dari India dengan berjalan kaki.

Adam dibekali dengan 21 lembaran-lembaran suci, didalamnya terdapat keterangan tentang halal dan haram, diantaranya haramnya bangkai, darah dan daging babi. Dalam lembaran-lembaran suci diperintahkan pula shalat 50 raka’at dalam sehari.

Setelah beranak cucu banyak, Allah mengenalkan suatu sistem peringatan ditengah umat manusia, yaitu sistem kenabian, suatu sistem yang merupakan unsur utama dalam keyakinan akan adanya wahyu Tuhan.

Adam adalah nabi utusan pertama, menyeru di tengah-tengah anak keturunannya yang hingga Adam wafat telah berjumlah 4000 orang.

Qabil yang melarikan diri ke Yaman kemudian tergoda iblis dan melakukan ritual penyembahan api. Adapun penyembahan berhala di mulai saat Yardu ayah Idris menjadi pemimpin kaum. Anugerah kenabian terdekat sesudah Adam ada pada Syits dan kemudian Idris. Pada Syits, Allah menurunkan 50 lembar dari lembaran suci dan pada Idris menurunkan 30 lembaran suci.

 

Sistem Keuangan

Dalam sejarah dunia diperkenalkan, bahwa sistem tukar menukar baranglah yang pertama kali berlaku dalam interaksi ekonomi manusia. Namun dalam keterangn sejarawan Muslim disebutkan bahwa sistem dinar dan dirham telah diajarkan Allah kepada Adam.

Iblis pun bersumpah bahwa dinar dan dirham adalah cara yang paling jitu dalam menyesatkan manusia dan membuatnya terhalang dari meyakini kebenaran.

 

Kejahatan pidana

Kejahatan pidana pertama adalah pembunuhan oleh sebab persaingan mendapatkan istri. Dalam zaman yang lebih kemudian, permasalahan wanita dan cinta termasuk permasalahan yang membelit ummat manusia bahkan hingga menyebabkan perang.

Habil dibunuh Qabil, dan kemudian Qabil melarikan diri dan melarikan saudarinya ke Yaman. Qabil beranak cucu di Yaman, dan melakukan tindak-tindak pidana lainnya, perzinahan, minum-minuman keras dan kerusakan di muka bumi. Adam menyaksikan kerusakan-kerusakan yang terjadi di tengah anak cucunya

 

Wasiat Kepemimpinan

Setiap bangunan komunitas membutuhkan kepemimpinan, lebih-lebih dalam menunaikan tugas sebagai pengelola bumi, maka adanya figur pemimpin dan sistem kepemimpinan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Komunitas yang terbangun telah terbagi dua sejak zaman Adam, ada mereka yang menjalankan apa-apa yang dijalankan oleh Adam, dan ada yang mengambil sikap berlawanan dengan apa-apa yang dijalankan Adam

Beberapa saat sebelum Adam wafat, Adam mewasiatkan amanah kepemimpinannya kepada Syits. Kemudian Syits mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Anwasy. Anwasy mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Qainan, dari Qainan ke putranya Mahlail, dari Mahlail ke Yardu, dan dari Yardu ke putranya Khanukh atau Idris.

Yardu masih hidup ketika Idris diangkat kelangit, dan Indris mewasiatkan kepemimpinan kepada Mattusyalakh.

 

Menuju zaman Nuh

Lamik Bin Mattusyalakh, turunan ke delapan Adam dari Syits menghadapi tantangan zamannya, sejak zaman kakek buyutnya, Yardu, bibit penyembahan berhala telah tersemai. Disisi lain banyak keturunan Qabil menyembah api dan juga menyebarkan musik dan nyanyian agar manusia terlena. Demikian gambar kehidupan menuju era Nuh yang didapat dari sumber-sumber sejarah islam.

Adapun dalam riwayat sejarah Persia, disebutkan bahwa buyut Mahlail dari putra selain Yardu menjadi raja, raja tersebut bernama Thomhurutsa. Thomhurutsa menguasai iblis dan menjadikannya budaknya. Memerintah dengan keadilan, mendirikan kota-kota dan mengolah bulu domba menjadi kain wol. Thomhurutsa yang pertama kali menulis dengan bahasa Persia. Thomhurutsa ta’at kepada Allah, dan menghadapi tantangan masyarakat yang semakin mencintai seni memahat menyembah hasil pahatannya dan mengatakan itu semua sebagai cara agar dekat dengan Tuhan. Di zaman Thomhuritsa lahir Biyaurasib yang merupakan cikal bakal kaum Shabi’in.

Setelah Thomhurutsa wafat, keponakannya, Jamsyid meneruskan kepemimpinan kerajaan. Jamsyid mengatur kehidupan sosial dan ekonomi dengan cermat. Jamsyid adalah raja yang hidup lebih lama dari rakyatnya. Usia manusia saat itu telah berkurang dari usia Adam, hanya beberapa saja yang masih berusia seperti usia Adam atau mendekati, diantara Jamsyid yang hidup hingga 700 tahun.

Tahun pertama hingga tahun kelima puluh pemerintahnya jamsyid hanya menyerukan satu pekerjaan industri yaitu pembuatan aneka senjata dan mesin-mesin industri.

Tahun kelima puluh hingga seratus pemerintahannya, mulai mengembangkan industri pemintalan serat dan benang, mengembangkan industri tekstil dengan aneka warnanya.

Kemudian di tahun 100 hingga 150 masanya, Jamsyid melakukan klasifikasi pekerjaan menjadi empat : prajurit, ilmuwan, penulis dan para pekerja industri dan pertanian. Dari setiap klasifikasi pekerjaan itu Jamsyid mengambil satu ahlinya sebagai menteri baginya.

Dalam selang waktu ini Jamsyid juga memperkenalkan sistem cap untuk beberapa jenis tanggung jawab. Untuk urusan perang capnya bertuliskan : Lembut dan Sopan. Untuk urusan keuangan capnya bertuliskan : Kemakmuran dan Keadilan. Untuk urusan pos dan surat menyurat capnya bertuliskan : kejujuran dan amanah. Untuk urusan hukum dan keadilan capnya bertuliskan : berpolitik dan berbagi.

Dari tahun 150 hingga tahun 250 Jamsyid memerangi komunitas setan hingga mendapatkan kemenangan, Kemudian dari tahun 250 hingga tahun 316 Jamsyid mempekerjakan komunitas setan untuk pekerjaan industri dan pertambangan. Penemuan paling mutakhir adalah roda besi yang dipergunakan untuk kendaraan, yang kemudian kendaraan tersebut dapat terbang menempuh jarak Dunbawan dekat Thabrastan ke Iraq dalam waktu satu hari. Hari tiba kendaraan di iraq diperingati selama 5 hari berturut turut, dan dihari ke enam Jamsyid mengumumkan bahwa semua apa yang dikerjakannya selama 316 tahun diridhai Allah, dan Allah memberikan balasan berupa dihilangkannya cuaca sangat panas, dihilangkannya cuaca sangat dingin, dihilangkannya kemandulan, dihilangkannya hal-hal sulit dan juga dihilangkannya rasa dengki.

Manusia hidup 300 tahun sesudah itu tanpa ditimpa satupun musibah, hidup dalam cinta kasih dan perdamaian.  300 tahun yang melenakan yang berujung Jamsyid mengaku dirinya Tuhan. Pengakuan yang menimbulkan peperangan dan peperangan itu berakhir dengan kemenangan Biyaurasib.

Biyaurasib menjadi raja ditengah-tengah masyarakat yang mewarisi kemajuan industrial di zaman Jamsyid dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang pesat, yang pada gilirannya membuat sistem ritual yang berlaku di masyarakat adalah pensakralan patung orang-orang yang berjasa bagi kemanusiaan dan bangunan peradaban.

Dalam kemajuan yang seakan tak tertahan, komunitas garis keturunan Adam dimana kenabian menyertainya, hidup bersama masyarakat dan turut dalam setiap perubahan yang terjadi.

Mari kita  memperhatikan kembali garis keturunan Adam dimana beberapa diantara mereka mendapat tugas kenabiaan, yaitu garis Adam – Syits – Anwasy- Qainan – Mahlail- Yarud – Idris – Mattuwasylakh – Lamik dan kemudian Nuh. Jumlah manusia saat Lamik lahir kurang lebih 4000 orang, dan jika menghitung pola pertambahan jumlah penduduk sejak zaman Adam, maka pada zaman Nuh jumlah manusia ada di kisaran angka 10 ribu jiwa.

Sistem klasifikasi penduduk dengan garis patriarkal masih terus berlaku hingga zaman Lamik, yaitu garis patriarkal Qabil menempati daerah pesisir, dan garis patriarkal Syits merupakan penduduk pegunungan. Batas pemisah diantara keduanya semakin kabur tatkala diriwayatkan bahwa beberapa saat sebelum Lamik ayah Nuh wafat, tiada lagi yang menghuni daerah pegunungan kecuali sedikit saja, diantaranya Nuh.

Kota-kota dibangun semakin mendekati pesisir, percampuran pergaulan dari setiap garis patriarkal terjadi dan setan pun berinteraksi leluasa dengan manusia.

Nuh hadir dalam masyarakatnya bukan sebagai ningrat secara ekonomi dan kekayaan, ia adalah tukang kayu yang kemudian menerima amanah wahyu kenabian.

Nuh adalah putra Lamik, adapun ibunya adalah Qinusha putri dari Barakil bin Mahwil Bin Khanuh bin Qabil. Nuh lahir 126 tahun sesudah Adam wafat. Nuh diberikan usia yang hampir sama dengan usia Adam, bahkan ada yang menyimpulkan bahwa usia Nuh melebihi usia Adam.

Nuh memulai tugas memberikan kabar gembira dan peringatan kepada kaumnya saat berusia 53 tahun hingga usianya 950 tahun, dan di setiap abad yang dilewati Nuh mendapati bahwa disetiap abad keturunan yang lahir berbuat lebih buruk dari nenek moyangnya.

Kaum Nuh mendustakan Nuh dan menyakitinya, hingga mereka mengira berhasil membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah, dan selalu mendapatkan tantangan dan disakiti kaumnya hingga mereka mengira telah membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah.

Demikian berulang, dan do’a Nuh bagi generasi awal yang ia berdakwah ditengah-tengahnya adalah agar kaumnya ini diampuni karena mereka tidak tahu. Namun zaman berganti zaman hingga 9 abad dan sikap membangkang dan mendustakan malah semakin hebat, sehingga Nuh berdo’a : “Wahai Tuhanku janganlah engkau tinggalkan di muka bumi satu orang pun yang merupakan bagian dari orang-orang kafir”

Maka sesudah 9 abad berlalu itu Allah membuat wanita-wanita kaum Nuh mandul, kemiskinan mulai merasuki masyarakat, dan Nuh tetap berusaha menyeru agar kaumnya beristighfar pada Allah hingga Allah kembali menganugerahkan kesuburan dan kekayaan.

Tetapi takdir Allah telah tertulis tiada akan ada lagi yang beriman kecuali mereka yang telah beriman dan Allah memerintahkan agar Nuh membuat perahu tiga lantai, dengan panjang 480 meter, lebar 240 meter dan tinggi 120 meter.

Perahu yang dipersiapkan sebagai antisipasi atas banjir besar yang akan menenggelamkan seluruh ummat manusia yang ada saat itu. Tanda nya adalah Oven zaman Adam yang mengeluarkan air dan Ka’bah yang terbuat dari batu ruby merah surga diangkat ke langit ke empat. Adapun Hajar Aswad di selipkan di gunung Abu Qubais dan tetap berada disana hingga Ibrahim membangun ka’bah kembali.

Nuh masuk bersama orang-orang yang beriman dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah untuk dibawa. Manusia berjumlah 80 orang termasuk Nuh, menempati lantai teratas. Hewan-hewan buas dilantai kedua, dan hewan jinak dan burung dilantai dasar. Yang terakhir masuk perahu adalah keledai, dan Iblis menggantung di ekornya. Keledai tersebut sulit masuk, kemudian Nuh berkata : “masuklah engkau meski setan bersamamu” maka Iblis dapat turut serta di perahu Nuh.

80 orang manusia beriman termasuk 3 anak Nuh, Sam, Ham dan Yafits. Adapun satu anak lainnya, Kan’an atau Yam tidak mau memasuki perahu dan termasuk golongan kafir. Terdapat pula seorang penyihir penguasa Mesir Philium dalam perahu Nuh.

Turunlah hujan 40 hari, airnya separuh dari langit dan separuh dari bumi. Dan Perahu Nuh mulai berlayar menjelajahi bumi pada 10 Rajab. Banjir bumi berlangsung sangat lama, hingga perahu Nuh mengelilingi bumi dan kembali kedaerah sekitar Jazirah Arab, mengelilingi tanah Haram mekah selama satu minggu kemudian berlabuh di gunung Jody. Air pun surut, dan Nuh beserta seluruh penumpang keluar dari perahu pada tanggal 10 Muharram, maka dari itu di tanggal ini manusia berpuasa.

Berakhirlah fase pertama kehidupan manusia, dan yang hidup tersisa adalah 80 orang beriman pewaris kehidupan bumi, mereka memulai era baru yang dimulai dari perkampungan yang dinamai perkampungan Tsamanun atau kampung delapan puluh.

Maka apakah mereka yang mendustakan Nuh seperti apa yang dikabarkan al Qur’an itu memiliki kekuasaannya?

 

“Maka berkata para ilmuwan _para bijak cendekia dari kaum Nuh, yaitu mereka yang ditutup penglihatan mata dan hatinya dari menerima wahyu sebagai sumber ilmu pengetahuan_ mereka berkata : “Wahai Nuh, kami tidak dapat melihat keistimewaan apapun darimu, engkau hanyalah manusia seperti kami. Dan saat kami memperhatikan orang-orang yang mengikutimu adalah mereka yang termasuk golongan rendah diantara kami, mereka yang berpikiran sempit. Wahai Nuh dan pengikut Nuh, Sungguh kami tidak melihat kalian memiliki keutamaan diatas kami. Bahkan kami menganggap kalian para pendusta ilmu pengetahuan” (Hud : 27)

 

Fase pertama kehidupan anak Adam berkhir disini. Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya meletakkan kembali asal mula peradaban yang kelak terus berkembang pesat hingga hari ini, ada hal-hal yang jelas jejaknya ada yang samar bahkan nyaris tak berjejak.

Menjadi berbudaya adalah mempergunakan akal budi karunia Tuhan dengan sebaik-baiknya, menghindari sifat yang dipertanyakan al Qur’an :

 

“dan apa saja yang diberikan kepada kamu di dunia ini, Maka itu adalah ke-nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka mengapa kamu tidak menggunakan akal budi?” (al Qashshash : 60)

 

“dan Dialah Allah yang mengjadikan kehidupkan dan menjadikan kematian, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka mengapa kamu tidak mempergunakan akal budi?” (al Mu’minun 80)

 

selengkapnya dapat dibaca pada Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s