Yang Terpilih

Tiga

Yang Terpilih

Kita akan memasuki dunia wahyu, kita telah menemukan hari ini dan menyinggung tentang realita abadi, demikianlah urutan untuk memasuki dunia wahyu, kita terlebih dahulu menemukan hari ini, menyadari dimanakah keberadaan kita dan kemudian memahami bahwa hidup adalah pertarungan.

Agar kita dapat memasuki dunia wahyu dengan lebih mendalam, berikutnya kita akan membahas kata “pilih” dengan dua jenis imbuhannya, dengan imbuhan pembuat aktif yaitu “memilih” dan pasif “terpilih” atau “dipilih”. Siapa yang memilih? Apa yang dipilih? Siapa yang terpilih?

Mempercayai adanya wahyu, berarti meyakini akan konsep bahwa Allah memilih. Allah memilih kepada siapa perkataan-Nya disampaikan, sebagaimana Allah menentukan pilihan dalam banyak hal.

Allah menciptakan aneka ragam makhluk, dari seluruh aneka ragam makhluk ciptaanNya, Allah memilih kategori-kategori terbaik. Kemudian dari setiap ragam yang sama, Allah menciptakan di setiap ragam itu jumlah yang banyak, dan kemudian Allah memilih mengistimewakan sesuatu diantaranya.

Dalam memasuki wahyu kita harus meyakini konsep “dalam hal-hal yang secara materi sama, Allah mengistimewakan satu atau beberapa diantaranya”

Manusia, anak keturunan adam, adalah satu kelompok makhluk Allah diantara belasan ribu kelompok makhluk yang hidup secara paralel di bumi. Dari milyaran manusia Allah memilih beberapa diantaranya untuk menjadi penerima wahyu yang ditugaskan menyampaikan kebenaran bagi setiap kaumnya, inilah konsep kenabian.

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi semesta alam” (Ali Imran : 33)

“dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di semesta alam”. (Ali Imran : 42)

“Allah berfirman: “Hai Musa, Sesungguhnya aku memilih kamu dan melebihkan kamu atas manusia yang lain, yaitu dengan cara membebankan risalah-Ku dan berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu Termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Al ‘Araaf : 144)

Ya, memasuki dunia wahyu adalah mempercayai konsep kenabian. Dari milyaran ummat manusia Allah memilih 124 ribu diantaranya menjadi Nabi. Dari 124 ribu tersebut dipilih 313 menjadi Rasul, dari 313 Rasul Allah memilih 5 menjadi para pemilik Tekad, dan dari 5 ulul azmi Allah memilih 2 untuk menjadi kekasihNya, Ibrahim as dan Muhammad SAW.

Konsep kenabian adalah kebenaran, lawan dari konsep ini adalah konsep sama rata sama rasa, tiada yang teristimewa disebabkan karena turunnya wahyu. Terkadang yang diserang masalah bahasa pula, bahwa wahyu adalah sekedar inspirasi, yang bisa datang pada siapa saja.

Percayalah, wahyu tidak datang pada siapa saja, ia adalah perkataan Allah yang diwahyukan kepada nabi-nabi pilihan, yang kemudian bertugas menyampaikannya pada ummat manusia.

Konsep kenabian yang sangat sulit dipahami dan diyakini oleh mereka yang bertumpuan pada hal-hal bersifat materi semata dan mendewakan kehendak pribadi saja.

“Patutkah menjadi hal yang mengherankan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada manusia dan berilah kabar gembira pada orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan hakiki di sisi Tuhan mereka”. orang-orang kafir berkata: “Sesungguhnya nyata bahwa Muhammad benar-benar adalah tukang sihir”. (Yunus :2)

“Apakah kamu terheran-heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu pada seorang laki-laki dari golonganmu agar Dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa dan dilimpahi kasih sayang?” (al ‘Araaf :63)

“Apakah kamu terheran-heran dengan datangnya kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? dan ingatlah di waktu Allah menjadikan kamu sebagai khalifah penguasa sesudah kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan fisikmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu beruntung.(Al ‘Araaf : 69)

“berkata Para Rasul : “Mengapa ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu dengan tujuan memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan deritamu sampai masa yang ditentukan?” mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti Kami juga. kamu menghendaki untuk menghalang-halangi Kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang Kami, karena itu datangkanlah kepada Kami, bukti yang nyata”.(Ibrahim : 10)

Konsep kenabian yang disanggah dan tidak dipercayai dengan argumentasi bahwa semua manusia sama, tidaklah terdapat konsep yang terpilih. Konsep kenabian, bahwa nabi dari kalangan manusia yang dipilih Allah juga disanggah dengan hal-hal yang bersifat penguasaan materi.

“dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk Kami, atau kamu mempunyai kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas Kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. dan Kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas Kami sebuah kitab yang Kami baca”.

Katakanlah: “Maha suci Tuhanku, Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (al Isra : 90-93)

Mempercayai adanya yang terpilih adalah kemestian dalam memasuki dunia wahyu, Allah pencipta semesta mengajarkan pada kita agar menyerukan slogan seperti termaktub dalam ayat berikut ini :

“Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan Kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka tuhankan selain Allah?”(an Naml:59)

Para nabi dalam menghadapi tantangan pengikaran atas konsep kenabian diajari oleh Allah agar menjawabnya dengan redaksi seperti berikut

“Para Rasul menjawab: “Kami memang tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi kelebihan dan anugerah kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. dan tidak patut bagi Kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang percaya bertawakkal” (Ibrahim:11)

Bagi manusia menyadari esensi kesamaan asal material penciptaan diantara sesama manusia adalah penting, menyadari bahwa setiap manusia memiliki tugas dan peran mendasar yang sama, yaitu menyembah Allah dan menjadi penguasa bumi. Dua tugas mendasar yang tidak dapat ditunaikan dengan sebaik-baiknya kecuali dengan mempercayai bahwa Allah memilih diantara manusia para Rasul utusan yang menyampaikan petunjuk kehidupan.

Pada tataran berikutnya, setelah kita memahami konsep Yang Terpilih yaitu para nabi adalah menyadari bahwa memilih, dipilih, terpilih ini ada dalam pelbagai aspek kehidupan.

Sifat memilih yang Allah miliki menunjukan keMahakuasaanNya sebagai pencipta, Allah menciptakan tujuh langit dan memilih yang tertinggi sebagai tempat bersemayam, Allah memilih firdaus menjadi surga yang paling dekat denganNya, Allah memilih Jibril, Mikail, Israfil sebagai pemimpin dikalangan Malaikat.

Dan Allah memilih ummat Muhammad sebagai ummat terbaik dari milyaran ummat manusia yang Allah ciptakan.

“dan berjuanglah kamu di jalan Allah dengan sebenar-benarnya perjuangan. Dia telah memilih kalian semua dan Allah sekali-kali tidak membebankan pada kalian dalam agama suatu kesempitan. Inilah agama moyang kalian Ibrahim. Allah telah menamai kalian orang-orang Muslim sejak dahulu, dan dalam Al Quran, agar Rasulullah Muhammad menjadi saksi atas kalian dan agar kalian menjadi saksi atas segenap manusia, Maka tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Allahlah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.” (al Hajj : 78)

Allah telah memilih ummat Muhammad sebagai sebaik-baik manusia karena sifat-sifat yang dimiliki, yaitu beriman kepada Allah percaya sepenuh keyakinan, bersikap peduli, sikap bersyukur dan bersabar.

“Kalian adalah ummat terbaik yang Allah hadirkan bagi ummat manusia, disebabkan kalian senantiasa peduli untuk memerintahkan manusia berbuat baik dan mencegah manusia dari berbuat kejahatan, dan kalian yakin akan keberadaan Allah” (Ali Imran : 110)

Rasulullah pernah menyampaikan suatu perkataan yang diriwayatkan Abu Darda “Sesungguhnya Allah berkata pada ‘Isa putra Maryam : Aku menghadirkan sekelompok ummat sesudahmu, jika mereka diliputi kebahagiaan mereka akan mengucapkan hamdalah dan bersyukur, dan jika ditimpa kemalangan mereka akan mengevaluasi diri dan bersabar”

Sikap-sikap terbaiklah yang menjadikan ummat Muhammad menjadi yang terpilih. Beriman kepada Allah percaya sepenuh keyakinan, bersikap peduli, sikap bersyukur dan bersabar, Empat sikap yang senantiasa harus dijaga, memelihara titel sebagai ummat yang terbaik.

Jadilah Yang Terpilih, Andalah Yang Terpilih!!!

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700
seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s