Ferouzain – Prolog

Prolog

Tercipta dari pohon keberkahan, pohon berbuah cahaya, pohon cahaya. Batang dan dahannya tembus pandang, daunnya tembus pandang, tapi kau masih akan dapat mengenali semuanya.

Pohon keberkahan, batang pangkalnya adalah lingkaran raksasa, semakin keatas semakin menguncup, jika manusia membandingkan dengan ukuran tubuhnya, saat pohon mencapai tinggi selutut, batang pohon keberkahan akan bercabang-cabang, tapi ia bukan cabang yang berbelok, tidak berbelok ke timur, tidak pula berbelok ke barat. Menjulang lurus hingga ke puncaknya.

Pohon keberkahan, pohon yang dahan dan daunnya tembus pandang, sedang buahnya berkilauan. Kilau cahaya bak bintang, bak mutiara, berkerlap-kerlip. Kerlap-kerlip yang semakin indah. Dapatkah kau bayangkan, dalam satu renteng, berderet berkerumun ratusan buah berbentuk bulat lonjong yang memancarkan cahaya, cahaya beraneka warna. Jika kau memetiknya kau takkan berhenti menatap keindahannya.

Buah-buah cahaya, yang jika masanya tiba akan semakin berkilauan, dan saat tetes minyak seakan terjatuh, yang terjatuh itu adalah titik cahaya yang menguat, semakin menguat, semakin menguat, dan itu seperti diriku, dan seperti diriku, dan seperti diriku, dan juga aku.

Kami ada dari pohon cahaya, pohon keberkahan. Kami titik cahaya yang berpendar, pendarannya melukis sepasang sayap menawan, disusul pasangan lainnya dan lainnya dan lainnya, hingga aku memiliki 10 pasang sayap. Aku bersayap dua helai saja. Aku bersayap kelipatan tiga, dan aku bersayap kelipatan empat, sedang yang terkuat, Jibril, Sang Penyampai Pesan, bersayap hingga 600 helai.

Aku tidak sendiri, ada jutaan cahaya bersayap terlukis setiap harinya, dapatkah kau bayangkan indahnya alam yang berhias jutaan cahaya?Sayap cahaya berkilauan, cahaya terbang, kami terbang dibimbing oleh cahaya yang teramat kuat, menuju pintu agung, di muka pintu, cahaya bersayap menawan memberi isyarat agar mengikuti gerakannya, mengajarkan aneka suara, Allahu Akbar Allahu AkbarAllah Maha Besar???

Suatu tanya yang segera mendapat jawabnya, saat pintu terbuka, kami memasukinya …… ruangan suci yang kami tak dapat memasukinya lagi. Ruangan suci yang selalu aku rindukan, baitul ma’mur. Kami, kami dalam barisan 70.000 cahaya melakukan gerakan yang diajarkan cahaya bersayap menawan di muka pintu, gerakan yang dinamakan shalat, disertai pujian atas keagungan Dzat yang mencipta kami, Allah yang Maha Perkasa.

Gerakan-gerakan yang mencapai klimaks saat kau menekuk lututmu ke lantai dan wajahmu mencium tempat engkau biasa berpijak, ya ia klimaks saat bersujud, betapa indahnya sujud dalam ruang suci Baitul Ma’mur, tunduk pada Ia Sang Maha Pencipta. Dalam aura kesucian dan keagungan adakah air mata yang tak menetes?Aku tak dapat masuk kembali ke rumah suci, ke baitul ma’mur, kembali merasakan dahsyatnya bersujud dihadapan pemilik semesta, di rumahNya yang agung.

Saat kami keluar, terbang beberapa saat, kami melihat sungai membelah angkasa yang teramat luas, dimana hulunya dimana hilirnya tidaklah dalam jangkauan penglihatanku. Cahaya-cahaya bersayap keluar dari air itu, setiap tetes yang terjatuh dari satu malaikat utuh, menjelma menjadi malaikat lain yang lebih kecil, Setiap satu malaikat berukuran besar keluar, ratusan tetes-tetes air menjelma menjadi cahaya bersayap berkilauan.

Air dan minyak, owwh, dua materi penghasil cahaya, materi-materi apa yang ada didalamnya hingga aku dapat tercipta, aku ingin terbang mengitari kolam cahaya yang teramat indah, tetapi perintah menunjukkan arah terbang kami ke tempat lain yang lebih tinggi.

Ada tiga malaikat disana, pemimpin malaikat-malaikat utusan ke bumi, Jibril, Mikail dan malaikat maut. Mereka dengan khidmat menerima                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            perintah dari cahaya yang teramat kuat, cahaya dari 70 sumber gelombang elektromagnetik. Malaikat yang sangat kuat itu menjaga lauh mahfudz, tak ada satupun yang sanggup mendekatinya melewati batas yang ditetapkan. Dihari ia diciptakan sinar-sinar lain terbakar saat mendekati, Dia Israfil, penjaga rahasia kehancuran dunia.

Tetes-tetes cahaya menetesi kami, tetes yang mengandung perintah, Kami malaikat-malaikat yang mengiringi kehidupan manusia, aku dan satu cahaya bersayap lainnya, bersama akan menjaga manusia. Menelusup memasuki rahim seorang manusia, seorang wanita mulia, bersama ruh yang telah memilih pilihannya. Ruh itu dijaga malaikat peniup ruh, ia adalah cahaya bersayap lainnya yang turun bersama kami. Penjaga ruh akan meniupkan ruh dan kembali menuliskan apa yang telah dipilih ruh itu, menuliskan apa-apa yang menjadi ketetapanNya.

Ruh siapakah gerangan? siapa yang akan dijaga?, rasanya ingin melihat apa yang dijaga dengan seksama oleh malaikat peniup ruh, tapi tak bisa, tugas-tugas yang berbeda tak bisa saling mengetahui.

Kami melintasi angkasa, cahaya-cahaya bersayap memenuhi langit luas seakan tak bertepi, setiap turun dan turun, suasana langit berubah, hingga malaikat peniup ruh memberitahukan pada kami, inilah langit dunia. Langit yang dipenuhi sayap-sayap cahaya kecil, jika manusia mengukur dengan jarinya, besarnya tak lebih dari empat jemarinya. Malaikat-malaikat kecil itu berbaris memenuhi langit dunia, mereka sujud, ruku, berdiri, bertasbih memuji Pencipta Semesta, Allah yang penuh kasih. Inilah langit bumi, kami telah tiba dilangit bumi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s