Wajah Kasih Sayang – 2 (Tadabbur Surat Maryam)

Zakaria, sang tukang kayu di sekitar Baitul Maqdis …

keturunan Sulaiman as, menikah dengan bibinya Maryam.

Zakaria mendapatkan tugas Nubuwwah, menyerukan tauhid di tengah kaumnya , Bani Israel ….

cobaan datang menerpa hingga usia-usia senjanya, melihat diri dan sepupu-sepunya yang baik, manakah yang telah memiliki keturunan yang dapat diharapkan sebagai penerus risalah tauhid?

keadaan yang membuatnya selalu berdoa di tengah gulita pekat

Do’a yang tiada kenal lelah, do’a sepenuh keyakinan bahwa Allah Maha mengabulkan …

adanya keturunan , melekat erat dengan bersatunya dua hati

saling menyayangi dan mencintai

Adakah ketiadaan cinta dua sejoli bagian dari cara Allah menyayangi?

agar saat sepi benar-benar menerpa

disetiap malam berdo’a tak henti

“Tuhanku, usiaku terus bertambah, cita-citaku semakin banyak, dan aku yakin dengan berdo’a aku takkan menderita”

“Sesungguhnya aku khawatir dengan apa yang akan terjadi esok hari, sanggupkah berjuang sendiri mewujudkan mimpi membangun peradaban? maka berikanlah padaku dari sisiMU seorang penolong”

“mewarisi pemikiranku, mewarisi cita-cita besar kejayaan Islam, ia yang Engkau ridhai wahai Tuhanku”

do’a yang mesti dilantunkan saat gelap gulita, hanya ada aku dan Tuhanku !

ketahuilah ujian sepi yang menimpa, agar semakin dekat denganNya

memohon lirih dengan jelas, apa tujuan-tujuan kita dari permohonan itu

Allah pasti mengabulkan!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s