Nabi Isa dan sejarah awal kristen (2)

Setelah perjamuan terakhir nabi Isa menyuruh para Hawariyyin pengikut setianya untuk meninggalkannya. Takdirpun terjadi nabi Isa diwafatkan selama tiga jam kemudian diangkat ke langit.

Seorang pengikut nabi Isa, dalam buku-buku sejarah Islam tercatat bahwa namanya adalah Syam’un, ia kafir kepada nabi Isa sebelum ayam berkokok. Dan menjual informasi lokasi persembunyian nabi Isa dengan 3 dirham saja. Tatkala orang-orang Yahudi menemukan tempat persembunyian nabi Isa sesungguhnya nabi Isa tidak ada disana. Dalam gelap gulita Allah membuat Syam’un mirip dengan nabi Isa, dan Syam’unlah yang kemudian ditangkap dan disalib. Dalam buku-buku kristen dan yahudi nama orang yang berkhianat kepada nabi Isa adalah Yudas Escariot.

Bunda Maryam bersedih dan menangisi nabi Isa di kayu salib, ditemani seorang perempuan yang pernah nabi Isa sembuhkan dari penyakit gila. Allah kemudian memerintahkan nabi Isa untuk turun menemui Maryam dan para pengikut setianya.

Nabi Isa mengabarkan pada Maryam bahwa yang disalib bukanlah dirinya, tetapi pengikut yang berkhianat. Bahwa kini nabi Isa berada dalam kenikmatan dan kebaikan. Nabi Isa meminta bunda Maryam untuk mengumpulkan para Hawariyyin. Setelah berkumpul nabi Isa memberikan tugas dan memerintahkan para Hawariyyin untuk menyampaikan risalah yang dibawa nabi Isa pada umat manusia. Setelah itu nabi Isa kembali naik kelangit hidup bersama para malaikat.

Para Hawariyyin menunaikan tugas mereka dalam tekanan dari pihak rohaniawan Yahudi, tetapi otoritas Romawi mampu menjadi kekuatan penyeimbang yang menyebabkan agama Kristen dapat hidup dan menyebar.

Dari sekian Hawariyyin ada sebuah kisah perjuangan dakwah pengikut setia nabi Isa yang diabadikan dalam surat Yasin ayat 13-30 :

“Dan kisahkanlah pada mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. yaitu ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; Kemudian kami kuatkan dengan utusan yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.

Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Penuh Kasih Sayang tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.

Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa Sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas”.

Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang Karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.

Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah Karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan kamu bernasib malang? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.

Dan datanglah dari pinggiran kota, seorang lelaki dengan bergegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.  Mengapa Aku tidak menyembah Tuhan yang Telah menciptakanku dan yang Hanya kepada-Nya-lah kamu semua akan dikembalikan? Mengapa Aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Allah,  jika Allah yang penuh Kasih menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku?  Sesungguhnya Aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya Aku Telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah pengakuan keimanan ku.

Dikatakan kepada lelaki itu: “Masuklah ke syurga”. ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku Mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan Aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia meninggal suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak kami menurunkannya.  Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

Kisah ini terjadi sesudah nabi Isa‘alaihi as salaam diangkat ke langit, Nabi Isa berpesan kepada para Hawariyyin untuk mencegah manusia dari menyembah patung. Maka dikirimlah Barnabas dan Paulus ke anthakiyah (Antiokh), kota ini sekarang masuk wilayah selatan negara Turki.

Penduduk Anthakiyah saat itu terdiri dari kalangan Yunani penyembah berhala dan Bani Israel. Barnabas dan Paulus gigih menyeru, adapun penduduk anThakiyah mendustakan mereka, Penduduk dari Kalangan Yunani memegang teguh paganisme mereka dan kalangan Bani Israel mencegah manusia mengimani Isa.

Lalu Allah mewahyukan pada kalangan Hawariyyin untuk memperkuat dakwah di Anthakiyah, maka dikirimlah Syam’an, Menyeru untuk menyembah Allah. Penolakan pada dakwah tauhid ini sangat kencang. Diantara syiar utama paganisme adalah manusia itu sama dan para dewa tidak mewahyukan perintah pada manusia, yang ada adalah para dewa itu turun ke bumi lalu menyerupai manusia untuk menyampaikan risalah pada manusia.

Penduduk Anthakiyah berkata bahwa “ar Rahman” tidak mewahyukan. Penggunaan kata ar Rahman dalam ayat 15, memiliki beberapa urgensi, pertama bahwa penduduk Anthakiyah dari kalangan Yunani mengagungkan Zeus yang diyakini sebagai sumber kasih sayang.

Dan penduduk dari kalangan Bani israel sangat menghindari penggunaan kata Allah, mereka mengganti kata Allah dengan menyebutkan satu sifatnya saja, terutama satu kata ini yang berarti kasih sayang.

Ketiga utusan ini menyampaikan hujjah yang kuat sehingga menyebabkan populernya doktrin-doktrin yang disampaikan, perbedaan pendapat dan sikap mulai terdapat diantara penduduk Anthakiyah, Dan selain itu hujan pun tidak turun.

Kondisi ini menyebabkan keputusasaan dikalangan pemimpin penduduk Anthakiyah, mereka berpendapat penyebab kondisi sial tersebut adalah dakwah para Rasul. Ketiga Rasul menyampaikan bahwa kondisi sial itu disebabkan tidak berimannya mereka kepada risalah tauhid.

Penduduk Anthakiyah kemudian mengusir para Rasul. Para Rasul itu kemudian mengembara ke berbagai kota, Dalam pengembaraan itu ada beberapa hal yang terjadi :

1. Beberapa keajaiban ditunjukan Paulus dan Barnabas

2. Bani Israel selalu memprovokasi agar para Rasul diusir. Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Paulus dirajam di kota Listra

 

Dalam selang waktu dakwah para Rasul ini, ada seorang tukang kayu, bernama Habib, ia telah beriman sejak lama dan mengasingkan diri ke pinggiran kota. Ketika mendengar kedatangan para Rasul, ia bersegera datang ke kota. Ia ingin memberikan nasihat kepada kaumnya agar jangan berbuat dzalim kepada para Rasul, apalagi merajam mereka.

Dalam Nasihat kepada kaummnya sang tukang kayu menyampaikan beberapa point:

1. Ia mengetahui dengan pasti bahwa kaumnya sangat materialis, maka pendekatan yang ia pakai adalah bahwa para Rasul itu adalah penyeru yang tidak meminta upah

2. Sang tukang kayu menegaskan bahwa kaumnya telah memahami konsep ketuhanan, bahwa ada Tuhan yang Menciptakan. Dan ketika datang keterangan yang jelas tentang siapa pencipta, ia mempertanyakan : adakah alasan untuk tidak beriman kepada Sang Pencipta

3. Konsep ketuhanan tidak akan menunjukkan jalan yang benar jika tidak dibarengi konsep ibadah atau konsep penyembahan atau sistem ritual yang benar

4. Menegaskan bahwa para dewa dan patung-patungnya yang disembah bukanlah Tuhan yang Penuh Kasih Sayang yang memberikan manfa’at dan mudharat

5. Seruan tegas untuk menyembah Tuhan yang sesungguhnya

 

Atas nasihat-nasihat yang diberikan ini, tukang kayu tersebut dibunuh.

Kemudian di ayat 26 disebutkan bahwa tukang kayu tersebut masuk ke dalam surga, dan mengingat kerugian yang dialami kaumnya, dan betapa Ampunan Allah menyebabkannya mendapat tempat terbaik.

Dengan kejadian-kejadian tersebut, Allah tidak mengadzab kota itu dengan bala tentara malaikat, tetapi cukup dengan mengirimkan satu malaikat saja yang melaksanakan perintah Allah dengan satu kali teriakan saja, dan kebudayaan kota tersebut menjadi kebudayaan yang mati. Penyesalan terbesar atas sikap manusia adalah sikap mengolok-olok para utusan Tuhan.

Anthakiyah kemudian ditempati generasi lain yang menggantikan generasi yang tidak beriman. Generasi yang datang ini beriman kepada risalah yang dibawa Isa, dan dari tempat inilah kemudian kristen menyebar ke seluruh kawasan Romawi, menjadi bagian integral masyarakat Romawi dan dikemudian dijadikan agama resmi kekaisaran Romawi oleh kaisar Konstantin.

Waktu terus berjalan mendekati waktu yang dijanjikan Allah yaitu kedatangan nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Kekaisaran romawi terbelah menjadi dua Kekaisaran barat yang berusia tidak panjang, terkalahkan dominasinya oleh kekuatan Eropa lainnya. Dan Kekaisaran romawi Timur atau Byzantium yang bertahan hingga tahun 1453 M dikalahkan oleh kekuatan muslim Turki Utsmani, dipawah pimpinan Muhammad al Fatih, sang penakluk.

Di tanah Persia, Kekaisaran Parthian yang menggantikan Achaemenid hancur dan digantikan dengan berdirinya kerajaan Sassanid dengan raja yang disebut Kisra.

Jangan suka sebarkan kesesatan

Saya sering melihat banyak yang mengutip redaksi di bawah ini, padahal tidak benar, pernyataan indah tapi tidak benar

pernyataan tersebut adalah (atau redaksi semisalnya) :

Nabi Ibrahim ketika bersabar menghadapi Namrud, ia belum tahu bahwa api yang ia dilemparkan kepadanya berubah menjadi dingin dan tak membakarnya. Ketika Nabi Nuh bersabar atas gangguan kaumnya dan diperintahkan Allah membuat kapal, ia tidak tahu bahwa banjir besar akan datang, persis setelah ia menyelesaikan kapalnya. Ketika Nabi Musa diperintahkan Allah melemparkan tongkat, ia tak tahu bahwa tongkat itu akan berubah menjadi ular besar. Ia juga tak tahu bahwa lautpun terbelah ketika ia diperintah memukulkan tongkat itu.

 

kita memiliki al Qur’an yang mengabarkan kejadian sesungguhnya :


tentang Nabi Nuh, silahkan cek surat Hud ayat 37, nabi Nuh sudah tahu banjir besar akan datang ketika membuat perahu,

tentang nabi Musa silahkan cek surat Thaha ayat 20 …. nabi Musa sudah tahu tongkatnya dapat berubah menjadi ular sebelum tantangan Fir’aun,

dan Thaha :77, nabi Musa memang diperintah membelah laut dengan tongkatnya ….

nabi Ibrahim tahu pasti Allah bersamanya maka ucapannya ketika dimasukkan api Hasbiyallah wa ni’mal wakiil….

 

mohon diperhatikan sehingga yang salah tidak tersebar

Bagaimana Keturunan Nuh memenuhi bumi (2)

 

  1. Kabar keturunan Sam bin Nuh

Pada keturunan Sam, dalam kurun 1000 tahun terdapat dua kenabian. Pertama Nabi Hud , yang Allah utus bagi keturunan Sam yang mendiami kawasan Arab selatan, keturunan Sam yang telah teridentifikasi sebagai suatu bangsa bernama bangsa ‘aad. Bangsa ‘Aad adalah keturunan ‘Aad bin –‘Uud bin Iram bin Sam bin Nuh.

Nabi Hud sendiri memiliki nasab, Hud putra Shalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Maka bahasa al Qur’an yang kita baca adalah :

“dan kepada kaum ‘Ad (kami utus) saudara mereka, Huud. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kamu hanyalah mengada-adakan  Tuhan saja.” (Hud : 50)

 

Kedua Nabi Sholeh, yang Allah utus kepada keturunan Sam yang mendiami kawasan utara jazirah Arab. Kaum ini telah teridentifikasi menjadi etnik Tsamud. Tsamud adalah keturunan Sam yang memiliki nasab Tsamud putra Jatsir bin Iram bin Sam.

Nabi Sholeh sendiri memiliki nasab, Sholeh putra ‘Ubaid bin Asif bin Mashikh bin ‘Ubaid bin Jadir bin Tsamud.

Dua kali diutus nabi, namun ternyata perkembangan spiritual menjauh dari keyakinan akan keharusan menyembah satu Tuhan, Allah. Pada masyarakat keturunan-keturunan Sam penyembahan berhala merajalela, hingga tiba zaman Ibrahim as dan tiada satupun manusia yang menyembah Allah sebagai Tuhan.

Masyarakat keturunan Sam mengenal Allah sebagai pencipta, dan untuk menyembahnya diperlukan suatu perantara yang mendekatkan. Perantara-perantara tersebut berupa patung Tuhan, atau pohon, atau patung orang sholeh yang mendekatkan pada Tuhan.

Ibrahim teguh kukuh dalam keimanan kepada Allah, menyerukan penyembahan Allah ke tengah-tengah kaumnya yang dipimpin seorang raja keturunan Ham putra Nuh. Kaum yang menyembah patung-patung pahatan dari batu, dan pemahat utamanya adalah Azar, ayah Ibrahim.

Azar ayah Ibrahim dipanggil juga Tarikh adalah putra Nakhur Bin Sarugh bin Arghu bin Falagh bin Ghabir bin Syalakh bin Qainan bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh.

Peristiwa tidak terbakarnya Ibrahim oleh api teramat dahsyat yang dinyalakan Ibrahim ternyata tidak menghadirkan keimanan sang raja Namrudz dan keimanan massal masyarakat babylon. Hanya seorang ponakan Ibrahim, Luth putra Haran bin Azar yang beriman, juga seorang sepupu perempuan Ibrahim, Sarah yang kemudian di peristrinya.

Tiga orang yang teguh menentang arus masyarakat zamannya, memegang erat hakikat kebenaran yang diyakini, Ibrahim, Sarah dan Luth. Mereka bertiga, berteman rasa kasih sayang dari ayah Ibrahim, dan ayah serta ibu Luth, mengembara dalam pelarian mempertahankan keyakinan, menyapa negeri dan peradaban. Meskipun Azar, Haran dan istrinya tidak beriman, ketiganya mendampingi putra-putra mereka dalam pengembaraan memperjuangkan kebenaran.

Ibrahim meninggalkan tanah babil, menelusuri arah pesisir barat hingga tiba di utara Syam, dikawasan yang dikenal dengan nama Harran, dan Azar wafat di kawasan ini. Nabi Ibrahim mengidentifikasi penduduk kawasan utara Syam ini adalah keturunan Yafits bin Nuh. Mereka menyembah bintang. Nabi Ibrahim menyeru kaum ini agar beriman dan menyembah Allah semata, tetapi seruan yang tidak bermanfa’at bagi hati, pendengaran dan penglihatan yang tidak mau terbuka.

Negeri Syam yang kini menjadi lima negara : Syiria, Lebanon, Israel, Palestina dan Yordan. Negeri Syam dikenal saat itu sebagai negeri Kan’an. Ibrahim dan Sarah tinggal di kawasan Hebron, adapun Luth mengambil tempat di satu titik di Yordan.

Babylon, Syam, dan Mesir , di masa Ibrahim, adalah negeri negeri yang pemerintahannya dikendalikan keturunan Ham putra Nuh, adapun rakyatnya bercampur antara putra Sam dan Ham.

 

  1. Kabar Keturunan Ham

Pada keturunan Ham, kebudayaan Mesir kuno dan Sumeria adalah maestronya. Seribu tahun berlalu dan tinggalah nama Allah terdengar sayup dan samar.

Pada masyarakat keturunan Ham berkembang berbagai pemikiran dan falsafah spiritualisme religius. Pencarian akan Tuhan hidup ditengah-tengah perkembangan teknologi dan peradaban. Kejeniusan manusia yang terus menerus digempur rayuan iblis untuk sombong akan kedigjayaan.

Ada dua tipikal utama yang menjadi ciri khas keturunan Ham

-          Penyembahan raja digjaya yang sangat berkuasa

-          Penyembahan dewa-dewa dengan representasi utama dewa matahari

 

Sesudah tinggal beberapa saat di Hebron, Ibrahim bersama Sarah mengembara ke Mesir, dan mendapati raja Mesir yang masih mengakui adanya hal yang tertangkap indera yang memiliki kekuasaan atas semesta, berbeda dengan Namrudz yang jejak pengenalan pada Allah Sang Pencipta semesta sudah tidak terdapat sama sekali.

Perjalanan ke Mesir dengan kondisi terkenal sebagai lelaki yang tidak terbakar api. Raja Mesir yang menyambutnya sebagai tamu kehormatan. Bertamu yang memahat pesan dalam benak sang raja Mesir bahwa Ibrahim dan Sarah berada dalam kebenaran.

Dalam catatan sejarah islam, Raja Mesir saat itu teridentifikasi Thuthis putra Malia bin Kharibta bin Maliq Bin Tadares bin Saba bin Mesir bin Baishir bin Ham bin Nuh. Sang raja menghadiahkan seorang budak bernama Hajar bagi Sarah.

Pengenalan pada Allah tidak serta merta melahirkan penyembahan monotheisme pada Allah semata, meski dalam catatan-catatan hieroglyph yang telah diterjemahkan diceritakan bahwa kebudayaan Mesir antik mengenal Amon sebagai pencipta, tetapi terdapat dewa-dewa lain yang disembah selain Amon.

 

  1. Kabar Keturunan Yafits

Pada keturunan Yafits, kebudayaan Yunani, Eropa dan Cina menjadi ciri utamanya. Dalam sejarah islam tidak banyak ditemukan catatan tentang perkembangan spiritualitas dan religiusitas keturunan Yafits dalam seribu tahun sejak banjir besar surut. Seribu Tahun sejak perahu bertambat digunung Joedy adalah setara dengan 3000 tahun sebelum Masehi.

Para sejarawan dunia barat, mendefinisikan 3000 tahun sebelum Masehi sebagai zaman Perunggu, dan bukti-bukti tertulis belum terlalu banyak didapat.

Adapun dalam perjalanan masa yang terus mendekat hingga zaman Musa, keturunan Yafits banyak terwarnai oleh ragam agama dan pemikiran yang berkembang pada keturunan Ham.

Penulis buku Akhbar Zaman (Berita Masa), Imam Mas’udiy (wafat tahun 346 Hijriyah/960 Masehi) menulis bahwa sesudah Amur putra Saubil bin Yafits Bin Nuh wafat, putranya yaitu Cina membuatkan patung emas untuknya. Cina bertawaf mengelilingi patung emas ayahnya untuk menghormatinya dan kemudian hal ini diwajibkan kepada seluruh masyarakat, yang kemudian menjadi cikal bakal agama Cina kuno sebelum agama Budha yang berasal dari India menyebar di Cina (masyarakat India masyarakat keturunan Ham).

 

Bahasa-bahasa dunia

Bahasa yang dipakai manusia sejak zaman Adam hingga beberapa abad keturunan Nuh adalah bahasa Suryani.

Sebelum keturunan Nuh menyebar ke pelosok bumi, mereka tinggal di Babylon atau  kawasan Iraq. Kemudian Qahthan, ‘Aad, Tsamud, ‘Amlaaq, Thasam, dan Jadis yang semuanya merupakan keturunan Sam menjelajah jazirah Arab dan berbicara dengan bahasa Arab.

Bahasa-bahasa keturunan Nuh terdiferensiasi menjadi 72 bahasa utama, yang 37 diantara bahasa-bahasa tersebut ada pada keturunan Yafits, sebagai keturunan Nuh dengan jumlah terbanyak. 18 bahasa ada pada keturunan Sam, dan 17 bahasa pada keturunan Ham.

 

 

part of islamic golden perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Bagaimana Keturunan Nuh memenuhi bumi

Menjejakkan Langkah ke Pelosok Bumi.

Jazirah Arab, jantung dunia tengah, jika kita bersepakat menyebut kawasan asia hingga afrika utara yang terbentang mulai ujung India hingga Turki di utara dan batas barat ujung mesir sebagai dunia tengah.

Dari jazirah arab, persebaran manusia dengan pola radial kiri, persebaran yang membentuk kebudayaan pada daerah persebaran fase kedua

Ada empat teori tentang pusat-pusat persebaran manusia fase kedua :

  1. Teori Armenia, bahwa pusat persebaran manusia fase kedua adalah Armenia dan asia tengah dekat dengan gunung Ararat.
  2. Teori Babylon, menyatakan bahwa di negeri babylon lah pertama kali puncak kebudayaan manusia dibangun
  3. Teori pulau-pulau di laut Mediterania, menyatakan bahwa pusat kebudayaan tertua ada di garis kepulauan-kepulauan sepanjang laut mediterania.
  4. Teori Afrika – Abbysinia, menyatakan bahwa kebudayaan tertua adalah kebudayaan Abbysinia atau Ethiophia.

 

Keempat teori tersebut pada dasarnya tidaklah saling bertentangan, ketika kita membaca dengan seksama pola persebaran manusia di fase kedua, yaitu pola radial kiri, akan ada kesamaan waktu kemajuan budaya pada daerah Ethiophia, Mesir dan Summeria.

Fase persebaran kedua yang dilakukan oleh anak-anak keturunan Nuh, yang selamat dari banjir besar yang terjadi di zaman itu.

 

Demografi Etnik-Etnik

Nuh dalam rombongan 80 orang menempati kampung delapan puluh dan memulai kehidupan baru. Kampung Delapanpuluh terletak di kawasan Messopotamia atau Iraq. Putra-putra Nuh yang ikut, Sam, Ham, dan Yafits memasuki perahu bersama istri-istrinya, dan dari mereka bertigalah manusia diseluruh dunia berketurunan.

Sam, istrinya bernama Sulba putri Batawil bin Mahwila bin Hanukh bin Qabil bin Adam. Putra-putra Sam adalah : Arfakhsyad , etnik Arab, dan etnik Yahudi (Bani Israil) adalah keturunan Arfakhsyad. Putra-putra Sam yang lainnya ‘Ailam, al Yafar atau Asyur , Laawidz dan Iram, beberapa nabi dari garis keturunan Iram.

Ham, istrinya bernama Nahliba putri Marib Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Ham memiliki putra-putra : Kusy, Quth, Yabshir atau Baishir dan Kan’an.

Kusy putra Ham, menikahi Qarnabil putri Batawil bin Tursi bin Yafits, dari pasangan ini lahir nenek moyang bangsa Abbisynia, Sind dan Hind.

Adapun Quth putra Ham, menikahi Bakhta putri Batawil Bin Tursi bin Yafits. Dari mereka terlahir nenek moyang suku Barbar.

Adapun Yabshir dan Baishir adalah nenek moyang bangsa Mesir. Mishr, anak Yabshir sedang duduk bersama ayah dan kakek yang dalam keadaan transisi antara tidur dan sadar. Nabi Nuh memanggil Ham dan keturunannya, tak satupun menjawab panggilan Nuh, kecuali Mishr, karena itu, Nuh mendo’akan Mishr bahwa kelak mendiami negeri yang subur dan diberkahi.

Adapun Kan’an putra Ham menikahi Artila putri Batawil Bin Tursi bin Yafits, dari mereka terlahir nenek moyang bangsa-bangsa hitam seperti Nubah, Fazan, Zenk, Zaghawah, dan seluruh bangsa kulit hitam.

Yafits putra Nuh, istrinya bernama Arbasisah putri Marazil Bin Daramsil Bin Mahwila bin Hanukh Bin Qabil, darinya Yafits dikaruniai putra-putra, yaitu :

  1. Kumir atau ‘Umir atau Gomer,
  2. Hawan atau Yawan atau Yunan,
  3. Tubal atau Qutubal,
  4. Magog,
  5. Masyih atau Kasyih,
  6. Tursi atau Thabrasy atau Tharaqi.

Dalam riwayat israiliyat ditambah : Madai, sehingga berjumlah 7 putra

Imam Baihaqi menambahkan ‘Alajaan, sehingga berjumlah 8 putra

Dan Ibnu Sa’id menambah Saubil sehingga berjumlah sembilan

Dan seorang putri bernama Shabaka.

 

Anak cucu Nuh inilah yang kemudian memenuhi bumi dan membangun kota-kota pusat peradaban sesudah banjir besar yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi kecuali mereka yang turut dalam perahu Nuh.

 

  1. Kota-kota yang dibangun generasi terdahulu keturunan Sam bin Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun oleh keturunan Sam bin Nuh

-          Kawasan Yaman, keturunan Iram putra Sam Bin Nuh yang pertama kali membangun kawasan ini

-          Syahr, kota terletak di negara Oman sekarang, merupakan pusat kerajaan pertama yang berdiri sesudah banjir besar, negerinya keturunan ‘Aad putra ‘Ewash bin Iram bin Sam bin Nuh

-          Kota Shan’a, dibangun Sam bin Nuh saat berkelana mencari kawasan yang suhu nya sedang tidak panas dan tidak dingin, dan ditemukanlah olehnya daerah Shan’a dan dibangunlah kota.

-          Kota Yatsrib, yang sekarang dikenal dengan nama Madinah kota nabi Muhammad, dibangun oleh Yatsrib putra Qaniyah Bin Mahlail bin Sam bin Nuh.

-          Damaskus, ibu kota Syiria, dibangun oleh Damaskus putra Qani Bin Malik bin Arfakhsyad Bin Sam Bin Nuh.

-          Anthakiya, diberi nama dari Anthakiya putri Rum bin al Yafar bin Sam bin Nuh.

-          Hiraqla, salah satu daerah di kekaisaran romawi, yang dinami demikian dari Hiraqla putri al Yafar bin Sam bin Nuh.

-          Kota Bawan, dibangun oleh Bawan bin Iran bin Sam bin Nuh

-          Wabar, kota yang dibangun oleh Wabar putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

-          Jurjan, kota yang dibangun oleh Jurjan putra Umaim Bin Laawidz Bin Sam bin Nuh.

-          Khurasan, kota yang kemudian berkembang menjadi kawasan membentang antara Afghanistan dan Iran. Keturunan Asyur putra Sam Bin Nuh lah yang pertama kali membangun kawasan ini.

-           Kota Samira, yang sekarang dikenal Ray, dahulunya pernah dijadikan sam bin Nuh tempat tinggal.

-          Azerbijan, diberi nama dari Azerbijan putra Iran Bin al Aswad bin Sam Bin Nuh

-          Asfahan, dinamai dari Asfahan putra Laawidz bin Sam bin Nuh.

-          Faris, daerah luas di timur utara Iraq, yang dinamai demikian dari Faris putra Madyan bin Iram bin Nuh. Meski orang-orang Persia enggan mengakui nasab ini.

 

  1. Kota-kota yang dibangun oleh keturunan Ham putra Nuh

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Ham adalah :

-          Afrika, nama benua berasal dari Fariq putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Fariq menjelajahi daerah selatan dan barat Mesir untuk menyaingi Mesir saudaranya yang mengusai daerah yang telah ditempati keturunan Yabshir sebelumnya.

-          Mesir, dinamai demikian dari nama Mesir putra Yabshir bin Ham bin Nuh. Mesir meneruskan kepemimpinan ayahnya Yabshir.

-          Manfu, kota pertama yang dibangun di Mesir, dibangun oleh Yabshir Bin Ham bin Nuh. Manfu dalam bahasa Qibti dieja Mafih yang artinya tigapuluh, karena Yabshir datang bersama keturunannya berjumlah 30 orang.

-          Palestin, diambil namanya dari Palestin putra Kuslukhim bin Shidqiya bin Kan’an Bin Ham bin Nuh.

Ada yang berkata bahwa Palestin dinamai dari Palestin putra Sam bin Iram bin Sam bin Nuh.

-          Asfi, di sekitar Marokko, dibangun keturunan-keturunan Ham yang kalah berperang dengan keturunan Sam.

-          Ka’bar, ibu kota Abbysinia atau Ethiopia dibangun Habsy putra Kusy Bin Ham bin Nuh

 

  1. Kota-kota yang dibangun keturunan Yafits

Diantara kota-kota yang dibangun keturunan Yafits :

-          Andalus, kawasan yang membentang dari negara Spanyol dan Portugal  hingga beberapa negara Afrika utara, Maroko, al Jazair, dan Tunisia. Kawasan yang dibangun oleh Andalus putra Tubal bin Yafits bin Nuh.

Cucu Andalus, Isyban (Spain, Spanyol) putra Thuthis bin Andalus bin Tubal bin Yafits bin Nuh membangun banyak kota di kawasan ini, sehingga nama Spanyol pun masyhur.

-          Negeri Frank, yaitu kawasan Eropa Barat tengahmulai dari batas Prancis Spanyol hingga ujung Yunani, kawasan yang pertama kali dikembangkan oleh Frank atau dalam ejaan arab Afranjah keturunan Yafits.

-          Galicia, satu kota di spanyol utara, Galicea atau dalam ejaan arab Jalaliqah adalah putra dari Yafits bin Nuh.

-          Tharaqi, kota antik di timur Konstantinopel atau Istanbul, dinamai Tharaqi sesuai pendirinya yaitu Tharaqi putra Yafits.

-          Yunani, sebuah kebudayaan klasik yang sangat besar yang secara teritorial membentang di Eropa Tengah hingga batas Timur. Dinamai Yunani dari Yunan putra Yafits. Bangsa Romawi klasik adalah keturunan yunan juga. Adapun bangsa Romawi yang membangun kekaisaran Romawi beberapa abad sebelum kelahiran nabi Isa as. Adalah keturunan Iyas putra Ishaq putra Ibrahim. Iyas menikah dengan putri pamannya, Isma’il.

-          Cina, kawasan yang membentang luas, negeri sungai subur dengan ditutupi padang pasir. Kawasan yang pertama kali dibangun oleh Amur putra Saubil bin Yafits Bin Nuh, kemudian dinamai Cina yang dalam bahasa arab di eja Shin sesuai dengan nama Shin putra Saubil bin ‘Amur Bin Yafits yang menjadi raja pertama. Pengembangan yang dilakukannya adalah pertambangan emas dan industri. Cara menambang emas yang dikembangkan Shin menyebar dan menjadi sumber kemakmuran rakyat Cina, hingga tatkala Shin wafat, dibuatkan patung emas untuk Shin.

 

Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa etnis-etnis Eropa adalah antara keturunan Yafits dan  Sam. Bangsa-bangsa Afrika baik yang berkulit agak terang atau berkulit hitam adalah keturunan Ham. Bangsa-bangsa timur adalah keturunan Yafits. Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

Manusia terus berkembang dan pergaulan antar etnik yang sempat saling menjauh kemudian berbaur dan bercampur kembali. Baik pergaulan yang bersifat positif seperti ekspedisi ilmiah, perdagangan atau mencari penghidupan yang lebih baik.

Adapula pergaulan yang bersifat negatif seperti penaklukan, monopoli dan penjajahan satu bangsa atas bangsa lainnya.

Peta arah persebararan manusia di mulai dari kawasan gunung Joedy, yaitu kawasan yang menjadi pangkal berkembangnya kebudayaan summeria dan kemudian Akkadian, manusia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

 

part of Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Dari Adam ke Nuh

Idris adalah turunan ke enam Adam dari Syits, yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, Ia adalah yang pertama memintal benang dan menjahit pakaian, ia pula yang pertama pula mengenakan pena untuk menulis dan mengajarkan, diantaranya menulis dan mengajarkan wahyu, padanya diturunkan 30 lembaran-lembaran suci. Idris pun sangat tertarik mempelajari ilmu astronomi dan matematika. Ditenggarai Idris ini yang disebut dalam kebudayaan Yunani kuno sebagai Hormus. Kebijakan Idris yang lain adalah menjadikan garis patriarkal keturunan Qabil sebagai budak.

Pada garis patriarkal kita dapat mengatakan keturunan Adam selain dari Syits terputus seiring dengan zaman, dan ilmu nasab ini termasuk ilmu yang terlupakan keturunan Adam, kecuali oleh sedikit saja.

 

Kenabian dan sistem ritual

Adam diturunkan ke bumi dalam kondisi psikologis terusir karena berbuat kesalahan. Beberapa saat setelah turun ke bumi, Adam menangis dan memohon pengampunan, tidak makan selama 40 hari, tidak mendekati Hawa selama 100 tahun.  Kemudian Allah mengajarkan suatu do’a pada Adam : “Wahai Tuhan kami sesungguhnya kami telah zhalim pada diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak menyayangi kami, maka kami termasuk kaum yang merugi”

Adam kemudian diperintahkan membangun ka’bah dengan permata merah dari Surga, berthawaf dan shalat sebagaimana yang dilaksanakan di sekeliling ‘arsy. Kemudian diperlihatkan manasik haji. Sepanjang hidupnya Adam berhaji 40 kali, di mulai dari India dengan berjalan kaki.

Adam dibekali dengan 21 lembaran-lembaran suci, didalamnya terdapat keterangan tentang halal dan haram, diantaranya haramnya bangkai, darah dan daging babi. Dalam lembaran-lembaran suci diperintahkan pula shalat 50 raka’at dalam sehari.

Setelah beranak cucu banyak, Allah mengenalkan suatu sistem peringatan ditengah umat manusia, yaitu sistem kenabian, suatu sistem yang merupakan unsur utama dalam keyakinan akan adanya wahyu Tuhan.

Adam adalah nabi utusan pertama, menyeru di tengah-tengah anak keturunannya yang hingga Adam wafat telah berjumlah 4000 orang.

Qabil yang melarikan diri ke Yaman kemudian tergoda iblis dan melakukan ritual penyembahan api. Adapun penyembahan berhala di mulai saat Yardu ayah Idris menjadi pemimpin kaum. Anugerah kenabian terdekat sesudah Adam ada pada Syits dan kemudian Idris. Pada Syits, Allah menurunkan 50 lembar dari lembaran suci dan pada Idris menurunkan 30 lembaran suci.

 

Sistem Keuangan

Dalam sejarah dunia diperkenalkan, bahwa sistem tukar menukar baranglah yang pertama kali berlaku dalam interaksi ekonomi manusia. Namun dalam keterangn sejarawan Muslim disebutkan bahwa sistem dinar dan dirham telah diajarkan Allah kepada Adam.

Iblis pun bersumpah bahwa dinar dan dirham adalah cara yang paling jitu dalam menyesatkan manusia dan membuatnya terhalang dari meyakini kebenaran.

 

Kejahatan pidana

Kejahatan pidana pertama adalah pembunuhan oleh sebab persaingan mendapatkan istri. Dalam zaman yang lebih kemudian, permasalahan wanita dan cinta termasuk permasalahan yang membelit ummat manusia bahkan hingga menyebabkan perang.

Habil dibunuh Qabil, dan kemudian Qabil melarikan diri dan melarikan saudarinya ke Yaman. Qabil beranak cucu di Yaman, dan melakukan tindak-tindak pidana lainnya, perzinahan, minum-minuman keras dan kerusakan di muka bumi. Adam menyaksikan kerusakan-kerusakan yang terjadi di tengah anak cucunya

 

Wasiat Kepemimpinan

Setiap bangunan komunitas membutuhkan kepemimpinan, lebih-lebih dalam menunaikan tugas sebagai pengelola bumi, maka adanya figur pemimpin dan sistem kepemimpinan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Komunitas yang terbangun telah terbagi dua sejak zaman Adam, ada mereka yang menjalankan apa-apa yang dijalankan oleh Adam, dan ada yang mengambil sikap berlawanan dengan apa-apa yang dijalankan Adam

Beberapa saat sebelum Adam wafat, Adam mewasiatkan amanah kepemimpinannya kepada Syits. Kemudian Syits mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Anwasy. Anwasy mewasiatkan kepemimpinan kepada putranya Qainan, dari Qainan ke putranya Mahlail, dari Mahlail ke Yardu, dan dari Yardu ke putranya Khanukh atau Idris.

Yardu masih hidup ketika Idris diangkat kelangit, dan Indris mewasiatkan kepemimpinan kepada Mattusyalakh.

 

Menuju zaman Nuh

Lamik Bin Mattusyalakh, turunan ke delapan Adam dari Syits menghadapi tantangan zamannya, sejak zaman kakek buyutnya, Yardu, bibit penyembahan berhala telah tersemai. Disisi lain banyak keturunan Qabil menyembah api dan juga menyebarkan musik dan nyanyian agar manusia terlena. Demikian gambar kehidupan menuju era Nuh yang didapat dari sumber-sumber sejarah islam.

Adapun dalam riwayat sejarah Persia, disebutkan bahwa buyut Mahlail dari putra selain Yardu menjadi raja, raja tersebut bernama Thomhurutsa. Thomhurutsa menguasai iblis dan menjadikannya budaknya. Memerintah dengan keadilan, mendirikan kota-kota dan mengolah bulu domba menjadi kain wol. Thomhurutsa yang pertama kali menulis dengan bahasa Persia. Thomhurutsa ta’at kepada Allah, dan menghadapi tantangan masyarakat yang semakin mencintai seni memahat menyembah hasil pahatannya dan mengatakan itu semua sebagai cara agar dekat dengan Tuhan. Di zaman Thomhuritsa lahir Biyaurasib yang merupakan cikal bakal kaum Shabi’in.

Setelah Thomhurutsa wafat, keponakannya, Jamsyid meneruskan kepemimpinan kerajaan. Jamsyid mengatur kehidupan sosial dan ekonomi dengan cermat. Jamsyid adalah raja yang hidup lebih lama dari rakyatnya. Usia manusia saat itu telah berkurang dari usia Adam, hanya beberapa saja yang masih berusia seperti usia Adam atau mendekati, diantara Jamsyid yang hidup hingga 700 tahun.

Tahun pertama hingga tahun kelima puluh pemerintahnya jamsyid hanya menyerukan satu pekerjaan industri yaitu pembuatan aneka senjata dan mesin-mesin industri.

Tahun kelima puluh hingga seratus pemerintahannya, mulai mengembangkan industri pemintalan serat dan benang, mengembangkan industri tekstil dengan aneka warnanya.

Kemudian di tahun 100 hingga 150 masanya, Jamsyid melakukan klasifikasi pekerjaan menjadi empat : prajurit, ilmuwan, penulis dan para pekerja industri dan pertanian. Dari setiap klasifikasi pekerjaan itu Jamsyid mengambil satu ahlinya sebagai menteri baginya.

Dalam selang waktu ini Jamsyid juga memperkenalkan sistem cap untuk beberapa jenis tanggung jawab. Untuk urusan perang capnya bertuliskan : Lembut dan Sopan. Untuk urusan keuangan capnya bertuliskan : Kemakmuran dan Keadilan. Untuk urusan pos dan surat menyurat capnya bertuliskan : kejujuran dan amanah. Untuk urusan hukum dan keadilan capnya bertuliskan : berpolitik dan berbagi.

Dari tahun 150 hingga tahun 250 Jamsyid memerangi komunitas setan hingga mendapatkan kemenangan, Kemudian dari tahun 250 hingga tahun 316 Jamsyid mempekerjakan komunitas setan untuk pekerjaan industri dan pertambangan. Penemuan paling mutakhir adalah roda besi yang dipergunakan untuk kendaraan, yang kemudian kendaraan tersebut dapat terbang menempuh jarak Dunbawan dekat Thabrastan ke Iraq dalam waktu satu hari. Hari tiba kendaraan di iraq diperingati selama 5 hari berturut turut, dan dihari ke enam Jamsyid mengumumkan bahwa semua apa yang dikerjakannya selama 316 tahun diridhai Allah, dan Allah memberikan balasan berupa dihilangkannya cuaca sangat panas, dihilangkannya cuaca sangat dingin, dihilangkannya kemandulan, dihilangkannya hal-hal sulit dan juga dihilangkannya rasa dengki.

Manusia hidup 300 tahun sesudah itu tanpa ditimpa satupun musibah, hidup dalam cinta kasih dan perdamaian.  300 tahun yang melenakan yang berujung Jamsyid mengaku dirinya Tuhan. Pengakuan yang menimbulkan peperangan dan peperangan itu berakhir dengan kemenangan Biyaurasib.

Biyaurasib menjadi raja ditengah-tengah masyarakat yang mewarisi kemajuan industrial di zaman Jamsyid dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang pesat, yang pada gilirannya membuat sistem ritual yang berlaku di masyarakat adalah pensakralan patung orang-orang yang berjasa bagi kemanusiaan dan bangunan peradaban.

Dalam kemajuan yang seakan tak tertahan, komunitas garis keturunan Adam dimana kenabian menyertainya, hidup bersama masyarakat dan turut dalam setiap perubahan yang terjadi.

Mari kita  memperhatikan kembali garis keturunan Adam dimana beberapa diantara mereka mendapat tugas kenabiaan, yaitu garis Adam – Syits – Anwasy- Qainan – Mahlail- Yarud – Idris – Mattuwasylakh – Lamik dan kemudian Nuh. Jumlah manusia saat Lamik lahir kurang lebih 4000 orang, dan jika menghitung pola pertambahan jumlah penduduk sejak zaman Adam, maka pada zaman Nuh jumlah manusia ada di kisaran angka 10 ribu jiwa.

Sistem klasifikasi penduduk dengan garis patriarkal masih terus berlaku hingga zaman Lamik, yaitu garis patriarkal Qabil menempati daerah pesisir, dan garis patriarkal Syits merupakan penduduk pegunungan. Batas pemisah diantara keduanya semakin kabur tatkala diriwayatkan bahwa beberapa saat sebelum Lamik ayah Nuh wafat, tiada lagi yang menghuni daerah pegunungan kecuali sedikit saja, diantaranya Nuh.

Kota-kota dibangun semakin mendekati pesisir, percampuran pergaulan dari setiap garis patriarkal terjadi dan setan pun berinteraksi leluasa dengan manusia.

Nuh hadir dalam masyarakatnya bukan sebagai ningrat secara ekonomi dan kekayaan, ia adalah tukang kayu yang kemudian menerima amanah wahyu kenabian.

Nuh adalah putra Lamik, adapun ibunya adalah Qinusha putri dari Barakil bin Mahwil Bin Khanuh bin Qabil. Nuh lahir 126 tahun sesudah Adam wafat. Nuh diberikan usia yang hampir sama dengan usia Adam, bahkan ada yang menyimpulkan bahwa usia Nuh melebihi usia Adam.

Nuh memulai tugas memberikan kabar gembira dan peringatan kepada kaumnya saat berusia 53 tahun hingga usianya 950 tahun, dan di setiap abad yang dilewati Nuh mendapati bahwa disetiap abad keturunan yang lahir berbuat lebih buruk dari nenek moyangnya.

Kaum Nuh mendustakan Nuh dan menyakitinya, hingga mereka mengira berhasil membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah, dan selalu mendapatkan tantangan dan disakiti kaumnya hingga mereka mengira telah membunuh Nuh. Ketika Nuh tersadar, mensucikan dirinya kemudian kembali menyeru kaumnya siang dan malam tak kenal lelah.

Demikian berulang, dan do’a Nuh bagi generasi awal yang ia berdakwah ditengah-tengahnya adalah agar kaumnya ini diampuni karena mereka tidak tahu. Namun zaman berganti zaman hingga 9 abad dan sikap membangkang dan mendustakan malah semakin hebat, sehingga Nuh berdo’a : “Wahai Tuhanku janganlah engkau tinggalkan di muka bumi satu orang pun yang merupakan bagian dari orang-orang kafir”

Maka sesudah 9 abad berlalu itu Allah membuat wanita-wanita kaum Nuh mandul, kemiskinan mulai merasuki masyarakat, dan Nuh tetap berusaha menyeru agar kaumnya beristighfar pada Allah hingga Allah kembali menganugerahkan kesuburan dan kekayaan.

Tetapi takdir Allah telah tertulis tiada akan ada lagi yang beriman kecuali mereka yang telah beriman dan Allah memerintahkan agar Nuh membuat perahu tiga lantai, dengan panjang 480 meter, lebar 240 meter dan tinggi 120 meter.

Perahu yang dipersiapkan sebagai antisipasi atas banjir besar yang akan menenggelamkan seluruh ummat manusia yang ada saat itu. Tanda nya adalah Oven zaman Adam yang mengeluarkan air dan Ka’bah yang terbuat dari batu ruby merah surga diangkat ke langit ke empat. Adapun Hajar Aswad di selipkan di gunung Abu Qubais dan tetap berada disana hingga Ibrahim membangun ka’bah kembali.

Nuh masuk bersama orang-orang yang beriman dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah untuk dibawa. Manusia berjumlah 80 orang termasuk Nuh, menempati lantai teratas. Hewan-hewan buas dilantai kedua, dan hewan jinak dan burung dilantai dasar. Yang terakhir masuk perahu adalah keledai, dan Iblis menggantung di ekornya. Keledai tersebut sulit masuk, kemudian Nuh berkata : “masuklah engkau meski setan bersamamu” maka Iblis dapat turut serta di perahu Nuh.

80 orang manusia beriman termasuk 3 anak Nuh, Sam, Ham dan Yafits. Adapun satu anak lainnya, Kan’an atau Yam tidak mau memasuki perahu dan termasuk golongan kafir. Terdapat pula seorang penyihir penguasa Mesir Philium dalam perahu Nuh.

Turunlah hujan 40 hari, airnya separuh dari langit dan separuh dari bumi. Dan Perahu Nuh mulai berlayar menjelajahi bumi pada 10 Rajab. Banjir bumi berlangsung sangat lama, hingga perahu Nuh mengelilingi bumi dan kembali kedaerah sekitar Jazirah Arab, mengelilingi tanah Haram mekah selama satu minggu kemudian berlabuh di gunung Jody. Air pun surut, dan Nuh beserta seluruh penumpang keluar dari perahu pada tanggal 10 Muharram, maka dari itu di tanggal ini manusia berpuasa.

Berakhirlah fase pertama kehidupan manusia, dan yang hidup tersisa adalah 80 orang beriman pewaris kehidupan bumi, mereka memulai era baru yang dimulai dari perkampungan yang dinamai perkampungan Tsamanun atau kampung delapan puluh.

Maka apakah mereka yang mendustakan Nuh seperti apa yang dikabarkan al Qur’an itu memiliki kekuasaannya?

 

“Maka berkata para ilmuwan _para bijak cendekia dari kaum Nuh, yaitu mereka yang ditutup penglihatan mata dan hatinya dari menerima wahyu sebagai sumber ilmu pengetahuan_ mereka berkata : “Wahai Nuh, kami tidak dapat melihat keistimewaan apapun darimu, engkau hanyalah manusia seperti kami. Dan saat kami memperhatikan orang-orang yang mengikutimu adalah mereka yang termasuk golongan rendah diantara kami, mereka yang berpikiran sempit. Wahai Nuh dan pengikut Nuh, Sungguh kami tidak melihat kalian memiliki keutamaan diatas kami. Bahkan kami menganggap kalian para pendusta ilmu pengetahuan” (Hud : 27)

 

Fase pertama kehidupan anak Adam berkhir disini. Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya meletakkan kembali asal mula peradaban yang kelak terus berkembang pesat hingga hari ini, ada hal-hal yang jelas jejaknya ada yang samar bahkan nyaris tak berjejak.

Menjadi berbudaya adalah mempergunakan akal budi karunia Tuhan dengan sebaik-baiknya, menghindari sifat yang dipertanyakan al Qur’an :

 

“dan apa saja yang diberikan kepada kamu di dunia ini, Maka itu adalah ke-nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka mengapa kamu tidak menggunakan akal budi?” (al Qashshash : 60)

 

“dan Dialah Allah yang mengjadikan kehidupkan dan menjadikan kematian, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka mengapa kamu tidak mempergunakan akal budi?” (al Mu’minun 80)

 

selengkapnya dapat dibaca pada Islamic Golden Perspective

 

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Kisah Nabi Adam (yang tidak versi anak2… renungan orang dewasa)

Adam, dari bumi, diangkat kelangit, kembali ke bumi

Adam tercipta dari tanah bumi, dengan berbagai karakteristik tanah yang terdapat di dalam bumi. Dari sekian banyak malaikat yang diperintahkan Allah untuk mengambil tanah bumi sebelum penciptaan Adam, malaikat pencabut nyawa lah yang berhasil membawa tanah bumi ke langit.

Allah telah dengan tegas menyebutkan tujuan penciptaan Adam, yaitu untuk menegakkan sistem ritual menyembah Allah SWT.  Kemudian menetapkan fungsi keberadaan yaitu sebagai pengelola bumi (Khalifah), dan Allah menetapkan bahwa kehidupan di bumi adalah ujian bagi manusia siapa yang paling baik bekerja dan berkontribusi. Tiga hal ini tidak hanya melekat pada Adam, tetapi juga melekat dengan erat pada seluruh anak manusia keturunan Adam.

Penciptaan Adam yang terjadi dilangit, di dalam suatu ruang keindahan dan keabadian mengukir kesan mendalam pada manusia akan cita rasa seni dan keindahan, yaitu menghendaki keabadian.

Keabadian adalah hal yang pasti, bahwa semua manusia yang diciptakan Allah adalah abadi. Keabadian manusia adalah fase akhir dari kehidupan kembali-kehidupan kembali yang dialami manusia setelah kematiaannya.

Manusia tercipta dalam keadaan mati, dua unsur yang saling terpisah, unsur materi tanah bumi, dan unsur spirit langit ruh. Tatkala kedua unsur itu bersatu maka terlahirlah kehidupan. Demikianlah yang disebut kematian yaitu terpisahnya unsur materi fisik dan unsur ruh spiritual.

Manusia mengalami dua kali kematian dan dua kali kehidupan, kematian saat fisik dan ruh masih terpisah dan kemudian dipersatukan hidup didalam rahim. Kematian kedua saat fisik dalam kubur yaitu alam barzakh dan ruh berada di tempat lain. Beberapa riwayat menyebutkan ruh orang beriman di langit ke empat, dan ruh mereka yang tidak mempercayai Allah dan berbuat jahat berada di lautan.

Setiap unsur materi fisik tertentu adalah pasangan unsur ruh tertentu yang tidak mungkin bertukaran, yang berart konsep reinkarnasi bertentangan dengan ini.

Unsur materi fisik memiliki sifat-sifat nya tersendiri dan unsur ruh spiritual memiliki sifat-sifatnya tersendiri. Dan dalam kehidupan keduanya berpadu dalam dinamika pribadi manusia mengarungi kehidupan bumi, yang merupakan fase kehidupan ujian, menentukan tempat keabadian, apakah abadi dalam keindahan, atau kah abadi dalam penderitaan.

Adam, di langit, dalam ruang keabadian diberikan beberapa pengalaman :

-          Bahwa Berilmu pengetahuan adalah ciri utama umat manusia, ciri akan keutamaan dan kelebihan atas ciptaan-ciptaan Allah lainnya.

-          Bahwa Bersikap sombong terhadap unsur-unsur materi yang terdapat pada diri, seperti apa yang dilakukan Iblis adalah hal yang dibenci Allah, dan bahwa sikap sombong ini termasuk penghalang utama dalam keta’atan dan keimanan

-          bahwa terlalu cepat menginginkan keabadian memberikan peluang kepada musuh yaitu Iblis melancarkan serangannya yang dapat menghantarkan pada kehidupan keabadian dalam penderitaan.

Dengan bekal-bekal pengetahuan ini, Adam diturunkan ke bumi mengemban tiga kata kunci : Menyembah Allah, mengelola bumi dan bahwa kehidupan di bumi adalah ujian.

Adam diturunkan ke bumi dan mendarat di pegunungan Hindia, pegunungan tertinggi di dunia, adapun Hawa diturunkan di Jeddah dekat Mekkah, dan keduanya bertemu di padang arafah.

Tim Wallace Murphy dalam what islam did for us menyebutkan bahwa penelitian-penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan Mesir kuno yang sangat tinggi tidaklah menunjukkan perkembangan sesuatu dari yang primitif menuju yang lebih maju, tetapi ia adalah legacy atau warisan.

Jika memperhatikan apa yang terjadi sesudah Adam diturunkan ke bumi, apa-apa yang turut hadir bersama Adam di bumi menunjukkan perpaduan ada hal-hal yang bersifat langsung demikian yaitu Allah hadirkan bagi Adam, dan ada hal-hal yang harus dipelajari oleh Adam.

Zaman Besi

Sejarawan dunia asal Denmark Christian Jürgensen Thomsen (December 29, 1788 – May 21, 1865), mengklasifikasi zaman sejarah menjadi tiga, yaitu : zaman perunggu (bronze age 3000 SM – 1200 SM), zaman besi (iron age; 1200 SM – 300 SM) dan zaman pertengahan (medieval age).

Adapun Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Adam yang kisaran masa hidupnya adalah 6000 tahun sebelum masehi telah memiliki pengetahuan tentang besi dan menggunakannya, dan termasuk alat yang pertama diajarkan pada Adam adalah kapak besi.

Sebagaimana besi menjadi bahan utama dalam membangun benteng penahan Ya’juj dan Ma’juj di masa Dzulqarnain, dan ditenggarai masa Dzulqarnain semasa dengan Ibrahim as (3000 SM). Karena nilai kemanfa’atannya penguasaan teknik pengolahan besi selalu menjadi sorotan, hingga dizaman Daud (1200 SM) penguasaan teknik pengolahan besi termasuk keistimewaan Daud.

 

Pertanian

Pertanian dan peternakan diajarkan Jibril pada Adam dengan seksama, mulai pembibitannya hingga panen. Teknik membajak tanah dengan kerbau telah diperkenalkan sejak masa Adam.

Adapun dalam pembibitan, bibit tanaman budidaya adalah bibit dari surga, yaitu seikat gandum dan 30 jenis tanaman panen.

10 jenis tanaman panen yang cangkangnya harus dikupas, yaitu : kacang walnut, kacang almond, kacang pistachio, kacang tanah, opium, oak, melinjo, kelapa, delima dan pisang.

10 jenis tanaman panen yang memiliki biji inti, yaitu : peach, apricot, pear besar, kurma, sorghum, buckthorn, apel mawar, jujube, bdellium, dan Chamelok.

10 jenis tanaman tanpa cangkang keras dapat dikupas dan tidak memiliki biji inti, yaitu : apel, quince , pear, anggur, berry, buah tiin, limau arab , carob,  timun, dan semangka.

Bangunan Komunitas

Allah menyentuh punggung Adam saat di arafah, dan kemudian setelah itu mulailah masa reproduksi dan regenerasi.

Sebelum masa reproduksi tiba, Allah berkenan memberikan pengalaman lain akan dahsyatnya permusuhan iblis, dan betapa halusnya cara yang dipergunakannya. Hawa diuji dengan wafatnya dua bayi pertama yang terlahir dari rahimnya, mereka diberi nama Abdullah, dan tatkala hamil untuk ketiga kalinya, iblis menggoda bahwa penyebab kematian anak-anak Hawa adalah karena ia memberi nama dengan Abdullah, Iblis meniupkan was-was agar hawa memberi nama anaknya Abdul harits, al Qur’an menyebutkan :

“tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, Maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan” (al ‘Araaf : 190)

Pemilihan nama anak ternyata termasuk hal yang harus diperhatikan, Allah mengkategorikannya sebagai mempersekutukan Allah dalam urusan nama. Dari peristiwa pemberian nama terhadap anak Adam dan Hawa ini, dapat dijadikan pelajaran bahwa suatu musibah dan keadaan derita dapat menyebabkan berpaling dari Allah dan tidak mempercayai kebesaranNya, padahal kesulitan ataupun kesenangan di dunia adalah ujian, apakah setelah kesulitan atau kesenangan itu tetap beriman pada Allah?

Adam dan Hawa memiliki 40 anak laki-laki dan perempuan, atau 20 pasang kembar, dan Adam wafat saat anak cucu keturunannya berjumlah 4000 orang, yang secara rentang waktu Adam hidup hingga turunan ke 8 yaitu Lamik.

Adam beserta putra-putrinya membangun bangunan komunitas, dengan cara yang dikenal dizamannya. Saling memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, yaitu yang mula-mulanya adalah kulit domba dan singa. Adapun dalam pemenuhan kebutuhan pangan, Adam diajarkan pula membuat roti dengan peragian dan pengovenan. Oven Adam yang diwariskan hingga zaman nabi Nuh as.

Anwasy cucu Adam dari Syits adalah yang pertama membudidayakan peternakan lebah, dan bertani biji-bijian.

Dalam teknik rumah Adam menggunakan gua sebagai tempat berlindung. Mahlail keturunan ke empat Adam dari Syits yang pertama membangun rumah dan kota-kota pusat peradaban. Hal tersebut dilakukan Mahlail dalam rangka rekayasa demografi agar tidak terjadi kepadatan penduduk. Persebaran dilakukan di empat arah mata angin, dan Mahlail membuatkan kota bagi keturunan Syits di tanah Iraq atau tanah Babil, dimana Mahlail menganggap sebagai tanah terbaik, jauh dari keturunan Qabil terutama dari Anusyil yang tinggal di pesisir pantai. Pada era rekayasa demografis inilah manusia memulai area persebarannya ke Habasyah, Mesir, Syam, Iraq dan Persia.

Di zaman Mahlail pula pertambangan di mulai, dan industri sederhana di mulai. Mesjid-mesjid dibangun, sistem pertanian dan pengairan ditetapkan, peternakan ditertibkan. Mahlail pun menetapkan hukum dan peraturan dan menegakkan keadilan.

Dengan anugerah yang dikaruniakan Allah pada Mahlail, ia berhasil memisahkan komunitas manusia dari setan gentayangan yang hidup dalam komunitas manusia, membunuh setan yang membangkang, hingga tak satupun berani hidup tengah komunitas kota.

Adapun Qabil, memiliki sepasang anak laki-laki dan perempuan, Khanukh dan ‘Adzba, dan mereka menikah dikarunia 3 orang laki-laki, Ghirad, Mahwil, Anusyil dan 1 orang perempuan Mulitsa. Anusyil menikahi saudarinya, dan dikarunia anak bernama Lamik, terutama dari Lamik inilah keturunan Qabil bertambah banyak, dan turut membangun kebudayaan Fir’aun dan para diktator.

Keturunan Qabil dari Anusyil mengembangkan nyanyian, drum dan berbagai alat musik, hingga terlena dalam kesenangan bermusik. Sistem cluster dan larangan bergaul yang ditetapkan Mahlail bagi keturunan Syits dengan keturunan Qabil, dan juga diusirnya setan dari kota-kota keturunan Syits ternyata tidak berhasil membuat keturunan Syits tidak tertarik pada kesenangan bernyanyi dan bermain musik.

Ratusan keturun Syits turun ke pesisir terlena dengan musik dan nyanyian, hingga melampaui batas dan tergoda kecantikan wanita-wanita keturunan Qabil hingga terjerumus dalam perbuatan keji dan minum-minuman keras. Wanita-wanita keturunan Qabil inilah yang pertama kali melakukan tabarruj (riasan berlebihan), dimana Allah melarang istri-istri Rasulullah bertabarruj sebagaimana tabarruj pertama dizaman Mahlail.

“dan hendaklah kamu tinggal di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (al Ahzab : 33)

lengkapnya ada di Islamic Golden Perspective

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

Rahasia Kaya yang diridhoi Allah

Jika kekafiran meyakini hukum tarik menarik sebagai hukum yang bekerja di alam, maka seorang muslim hendaknya meyakini bahwa “konsep keimanan, ketaqwaan dan istighfar” adalah sebab dan motivasi dari kebaikan hidup di dunia.

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, sesudah itu Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan untukmu sungai-sungai” (Nuh:10-12)

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

nabi isa dan awal mula kristen (1)

Isa Al Masih dan awal mula Kristen

Mendekati abad Masehi atau yang dalam istilah internasional kini disebut Common Era, di masa ini seluruh dunia menggeliat memakmurkan bumi. Para penyeru dakwah tauhid pun tak henti menjadi penjaga moralitas masyarakat.

Secara politik terdapat beberapa imperium besar. Cina dikuasai Dinasti Han. India dikuasi beberapa dinasti, yang terbesarnya adalah Kushan. Negara adidaya di dunia tengah adalah Persia dan Romawi. Kekuasaan Romawi meliputi Eropa hingga ke Inggris, kawasan Syam di Asia, Mesir dan negeri-negeri Afrika Utara. Kekuasaan Romawi meliputi Iran dan Khurasan. Di Afrika terdapat juga Kerajaan Merou dan Kerajaan Abbysinia (Ethiophia).

Setelah nabi Sulaiman waf

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

at, Bani Israel berada dalam pasang surut dan ujian yang silih berganti. Nebukadnezar yang mengintimidasi dan mengusir, kemudian datang Cyrus the Great dari Persia membebaskan Bani Israil dari intimidasi dan mengembalikan pada tanahnya.

Alexander the Great berhasil mengalahkan kekuatan Persia di kawasan Palestina pada abad ke 3 sebelum Masehi. Mulai sejak itu falsafah hellenistic Yunani memberikan warna kuat pada agama Yahudi.

Sepeninggal Alexander the Great, pada masa-masa Seleucid, Bani Israel berhasil mendapat otonomi khusus untuk kawasan Palestina dibawah otoritas dinasti Hasmonean.

Ekspansi besar peradaban Romawi berhasil menaklukan dinasti Hasmonean, dan pada tahun 37 SM, otoritas Romawi mendorong Herod menjadi raja bagi bani Israel, dan Kerajaan tersebut bagian integral dari Kekaisaran Romawi. Nabi Isa terlahir saat Herod memerintah Yerusalem dan Octavianus adalah Kaisar Romawi.

Nabi Isa terlahir di tengah-tengah dua arus pemikiran besar dalam agama Yahudi, pertama pemikiran Yahudi yang dipengaruhi budaya Hellenistic Yunani dan pemikiran Yahudi Ortodok.

Tiga orang yang dianggap Nabi dalam agama Islam hidup di zaman yang sama, yaitu  Zakaria, Isa putra Maryam dan Yahya putra Zakaria.

Zakaria sebagai seorang Nabi dan Rohaniawan di zamannya memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai tukang kayu. Kisahnya dengan sang istri yang sangat lama menanti kelahiran seorang anak telah tercatat dan masyhur dalam buku-buku. Dalam penantian diberi oleh Allah anugerah untuk mengasuh Maryam, seorang putri kepala Rohaniawan zamannya, Imran, yang telah wafat sebelum Maryam dilahirkan.

Allah kemudian mengabulkan do’a Zakaria dan menganugerahkan putra bernama Yahya. Allah menjadikan Yahya seorang yang bijak dan memiliki hikmah pengetahuan sedari kecil. Ketika Isa terlahir dan kemudian memulai menyeru Bani Israel untuk kembali kepada kebenaran, Yahya menjadi orang pertama yang membenarkan kenabian Isa.

Yahya menjalankan fungsinya sebagai penjaga moralitas Bani Israel. Bahu membahu bersama Isa. Dalam risalah yang nabi Isa sampaikan, terdapat larangan menikahi keponakan. Ketika Herod Antipas, raja Bani Israel berniat menikahi keponakannya Herodias, Yahya dengan tegas menyuarakan bahwa hal itu dilarang. Atas hal ini Yahya dijatuhi hukuman mati. Algojo yang mengeksekusi Yahya adalah seorang wanita, sebelumnya telah membunuh 69 nabi. Wanita tersebut adalah manusia yang pertama masuk neraka.

Zakaria di bunuh sesudah pembunuhan Yahya. Zakaria dihadapkan dengan tuduhan palsu, bahwa Zakaria lah yang membuat Maryam hamil. Zakaria dikejar tentara hingga bersembunyi di dalam pohon kayu. Iblis memberi tahu keberadaan Zakaria dalam pohon. Para tentara lalu menebang dan memotong-motong pohon hingga Zakaria wafat didalamnya.

Tanda-tanda kenabian nabi Isa telah ada jauh sebelum diangkat menjadi Rasul diusianya 30 tahun. Ketika Maryam ibunda Isa mengandungnya dan dihadapkan pada dakwaan perzinahan, Isa yang baru saja dilahirkan dapat berbicara dan menenangkan kaum yang telah siap sedia merajam Maryam.

Maryam, Isa kecil, ditemani Yusuf sepupu Maryam mengembara ke Mesir dan tinggal disana hingga usia Isa dewasa. Kejadian-kejadian ajaib terjadi sewaktu Isa tinggal di Mesir, seperti kemampuannya menghidupkan mayit untuk memberi kesaksian siapa yang membunuhnya,  juga kemampuan Isa mencelup kain-kain yang setiap kainnya berbeda warna dalam satu tempayan.

Maryam, Isa dan Yusuf kembali ke kawasan Palestina dengan diam-diam, dan mendiami kawasan Nazareth, yang dalam Bahasa Arab dieja Nashirah. Dari kata Nashirah inilah nama agama Nashrani diambil. Dalam masa pengembaraan di Mesir Kaisar Oktavianus wafat dan diganti putranya Tiberius.

Di masa itu pengaruh materialisme teramat besar pada masyarakat Bani Israel. Maka Isa hadir dengan nuansa spiritualitas atau nuansa ruhani yang sangat kental. Nuansa-nuansa ruhani itu hadir dalam beberapa bentuk :

  1. Pelayanan

Nabi Isa mencontohkan hidup untuk melayani tanpa embel-embel meminta upah dari pelayanan yang diberikan. Maka Nabi Isa hadir dengan pelayanan kesehatan, bahkan mampu menyembuhkan penyakit sangat berat sperti kebutaan dan penyakit kusta.

Nuansa pelayanan demikian memberikan kesan mendalam dalam perang melawan materialisme. Nuansa pelayanan yang menghadirkan kasih sayang ditengah-tengah umat Manusia.

  1. Kematian dan Kebangkitan

Nabi Isa diberi mu’jizat dapat membangkitkan orang mati. Jika dimasa sebelum kenabian seorang korban pembunuhan dihidupkan untuk bersaksi, dimasa setelah diangkat menjadi nabi ada beberapa orang yang dihidupkan oleh nabi Isa, yaitu : ‘Azaru, sahabat Isa; nabi Uzair; Sam bin Nuh; menghidupkan Yahya putra Zakaria, dan seorang perempuan biasa.

Kemampuan nabi Isa menghidupkan orang mati menunjukkan betapa kelak sangat mudah bagi Allah untuk membangkitkan seluruh umat manusia dan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan semasa hidupnya. Hingga saat Sam bin Nuh dibangkitkan yang ditanya oleh Sam “apakah hari kiamat telah tiba?”

Kesadaran manusia bahwa kelak akan dibangkitkan sesudah mati dapat meredam hawa nafsu atas materi dan kemewahan dunia.

  1. Keajaiban

Keajaiban-keajaiban dapat melenyapkan kesombongan manusia yang sering bertumpu pada pemikiran bahwa aku mampu melaksanakan suatu hal. Keajaiban yang datang memperlihatkan bahwa kekuatan Allah lah yang ada dibalik segala sesuatu.

Diantara keajaiban yang hadir pada nabi Isa adalah jamuan yang tidak habis-habis, mampu berjalan di atas air, mengeluarkan makanan dari bumi, dan menurunkan hidangan dari langit.

Hidangan dari langit turun selama 40 hari dengan aroma memikat yang menggoda selera makan. Allah memerintahkan kepada nabi Isa agar mengundang kaum faqir dan lemah untuk menikmati hidangan yang tidak pernah habis. Nabi Isa dan para Hawariyyun tidak memakan hidangan yang langsung turun dari langit. Kalangan kaya bani Israil tidak diperkenankan juga untuk memakan hidangan ini.

Isa dengan risalah dan segala mukjizat yang dibawanya membuat khawatir Rohaniawan dan para pembesar bani Israel. Para Rohaniawan Bani Israel menyebutkan bahwa apa yang dibawa oleh Isa adalah sesat dan bertentangan dengan doktrin Yahudi. Nabi Isa kemudian dihadapkan ke pengadilan. Pada saat itu di kawasan Palestina ada dua otoritas hukum, satu wakil dari kekaisaran Roma yang bertanggungjawab mengatur apa yang terjadi di Kawasan Palestina di kalangan bukan Bani Israel. Adapun apa yang terkait Bani Israel maka akan masuk dalam wilayah hukum turunan Raja Herod. Wakil raja Romawi saat itu adalah Pontius Pilatus dan raja Bani Israel adalah Herod Antipas.

Nabi Isa dipingpong antara dua pengadilan, kemudian bersembunyi bersama ibu dan para pengikut setianya. Takdir Allah terjadi, Allah mengabarkan bahwa Nabi Isa akan diwafatkan. Kabar yang membuat nabi Isa gusar dan mengadakan perjamuan terakhir. Nabi Isa memberikan pelayanan istimewa kepada para pengikut setianya hingga membasuh kaki-kaki mereka. Dan meminta dua hal pada para pengikut setianya, yaitu menjadikan pelayanan malam itu sebagai contoh dan berdo’a sepanjang malam agar nabi Isa dipanjangkan usia.

Para Hawariyyun ternyata tidak dapat tahan untuk berdo’a dan tertidur terkalahkan oleh kantuk. Nabi Isa membangunkan mereka dan kemudian mengabarkan bahwa ada seorang dari pengikut setianya akan kafir sebelum ayam berkokok dan akan menjual nabi Isa dengan harga yang murah.

Yang Terpilih

Tiga

Yang Terpilih

Kita akan memasuki dunia wahyu, kita telah menemukan hari ini dan menyinggung tentang realita abadi, demikianlah urutan untuk memasuki dunia wahyu, kita terlebih dahulu menemukan hari ini, menyadari dimanakah keberadaan kita dan kemudian memahami bahwa hidup adalah pertarungan.

Agar kita dapat memasuki dunia wahyu dengan lebih mendalam, berikutnya kita akan membahas kata “pilih” dengan dua jenis imbuhannya, dengan imbuhan pembuat aktif yaitu “memilih” dan pasif “terpilih” atau “dipilih”. Siapa yang memilih? Apa yang dipilih? Siapa yang terpilih?

Mempercayai adanya wahyu, berarti meyakini akan konsep bahwa Allah memilih. Allah memilih kepada siapa perkataan-Nya disampaikan, sebagaimana Allah menentukan pilihan dalam banyak hal.

Allah menciptakan aneka ragam makhluk, dari seluruh aneka ragam makhluk ciptaanNya, Allah memilih kategori-kategori terbaik. Kemudian dari setiap ragam yang sama, Allah menciptakan di setiap ragam itu jumlah yang banyak, dan kemudian Allah memilih mengistimewakan sesuatu diantaranya.

Dalam memasuki wahyu kita harus meyakini konsep “dalam hal-hal yang secara materi sama, Allah mengistimewakan satu atau beberapa diantaranya”

Manusia, anak keturunan adam, adalah satu kelompok makhluk Allah diantara belasan ribu kelompok makhluk yang hidup secara paralel di bumi. Dari milyaran manusia Allah memilih beberapa diantaranya untuk menjadi penerima wahyu yang ditugaskan menyampaikan kebenaran bagi setiap kaumnya, inilah konsep kenabian.

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi semesta alam” (Ali Imran : 33)

“dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di semesta alam”. (Ali Imran : 42)

“Allah berfirman: “Hai Musa, Sesungguhnya aku memilih kamu dan melebihkan kamu atas manusia yang lain, yaitu dengan cara membebankan risalah-Ku dan berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu Termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Al ‘Araaf : 144)

Ya, memasuki dunia wahyu adalah mempercayai konsep kenabian. Dari milyaran ummat manusia Allah memilih 124 ribu diantaranya menjadi Nabi. Dari 124 ribu tersebut dipilih 313 menjadi Rasul, dari 313 Rasul Allah memilih 5 menjadi para pemilik Tekad, dan dari 5 ulul azmi Allah memilih 2 untuk menjadi kekasihNya, Ibrahim as dan Muhammad SAW.

Konsep kenabian adalah kebenaran, lawan dari konsep ini adalah konsep sama rata sama rasa, tiada yang teristimewa disebabkan karena turunnya wahyu. Terkadang yang diserang masalah bahasa pula, bahwa wahyu adalah sekedar inspirasi, yang bisa datang pada siapa saja.

Percayalah, wahyu tidak datang pada siapa saja, ia adalah perkataan Allah yang diwahyukan kepada nabi-nabi pilihan, yang kemudian bertugas menyampaikannya pada ummat manusia.

Konsep kenabian yang sangat sulit dipahami dan diyakini oleh mereka yang bertumpuan pada hal-hal bersifat materi semata dan mendewakan kehendak pribadi saja.

“Patutkah menjadi hal yang mengherankan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada manusia dan berilah kabar gembira pada orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan hakiki di sisi Tuhan mereka”. orang-orang kafir berkata: “Sesungguhnya nyata bahwa Muhammad benar-benar adalah tukang sihir”. (Yunus :2)

“Apakah kamu terheran-heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu pada seorang laki-laki dari golonganmu agar Dia memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa dan dilimpahi kasih sayang?” (al ‘Araaf :63)

“Apakah kamu terheran-heran dengan datangnya kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? dan ingatlah di waktu Allah menjadikan kamu sebagai khalifah penguasa sesudah kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan fisikmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu beruntung.(Al ‘Araaf : 69)

“berkata Para Rasul : “Mengapa ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu dengan tujuan memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan deritamu sampai masa yang ditentukan?” mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti Kami juga. kamu menghendaki untuk menghalang-halangi Kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang Kami, karena itu datangkanlah kepada Kami, bukti yang nyata”.(Ibrahim : 10)

Konsep kenabian yang disanggah dan tidak dipercayai dengan argumentasi bahwa semua manusia sama, tidaklah terdapat konsep yang terpilih. Konsep kenabian, bahwa nabi dari kalangan manusia yang dipilih Allah juga disanggah dengan hal-hal yang bersifat penguasaan materi.

“dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk Kami, atau kamu mempunyai kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas Kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. dan Kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas Kami sebuah kitab yang Kami baca”.

Katakanlah: “Maha suci Tuhanku, Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (al Isra : 90-93)

Mempercayai adanya yang terpilih adalah kemestian dalam memasuki dunia wahyu, Allah pencipta semesta mengajarkan pada kita agar menyerukan slogan seperti termaktub dalam ayat berikut ini :

“Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan Kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka tuhankan selain Allah?”(an Naml:59)

Para nabi dalam menghadapi tantangan pengikaran atas konsep kenabian diajari oleh Allah agar menjawabnya dengan redaksi seperti berikut

“Para Rasul menjawab: “Kami memang tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi kelebihan dan anugerah kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. dan tidak patut bagi Kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang percaya bertawakkal” (Ibrahim:11)

Bagi manusia menyadari esensi kesamaan asal material penciptaan diantara sesama manusia adalah penting, menyadari bahwa setiap manusia memiliki tugas dan peran mendasar yang sama, yaitu menyembah Allah dan menjadi penguasa bumi. Dua tugas mendasar yang tidak dapat ditunaikan dengan sebaik-baiknya kecuali dengan mempercayai bahwa Allah memilih diantara manusia para Rasul utusan yang menyampaikan petunjuk kehidupan.

Pada tataran berikutnya, setelah kita memahami konsep Yang Terpilih yaitu para nabi adalah menyadari bahwa memilih, dipilih, terpilih ini ada dalam pelbagai aspek kehidupan.

Sifat memilih yang Allah miliki menunjukan keMahakuasaanNya sebagai pencipta, Allah menciptakan tujuh langit dan memilih yang tertinggi sebagai tempat bersemayam, Allah memilih firdaus menjadi surga yang paling dekat denganNya, Allah memilih Jibril, Mikail, Israfil sebagai pemimpin dikalangan Malaikat.

Dan Allah memilih ummat Muhammad sebagai ummat terbaik dari milyaran ummat manusia yang Allah ciptakan.

“dan berjuanglah kamu di jalan Allah dengan sebenar-benarnya perjuangan. Dia telah memilih kalian semua dan Allah sekali-kali tidak membebankan pada kalian dalam agama suatu kesempitan. Inilah agama moyang kalian Ibrahim. Allah telah menamai kalian orang-orang Muslim sejak dahulu, dan dalam Al Quran, agar Rasulullah Muhammad menjadi saksi atas kalian dan agar kalian menjadi saksi atas segenap manusia, Maka tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Allahlah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.” (al Hajj : 78)

Allah telah memilih ummat Muhammad sebagai sebaik-baik manusia karena sifat-sifat yang dimiliki, yaitu beriman kepada Allah percaya sepenuh keyakinan, bersikap peduli, sikap bersyukur dan bersabar.

“Kalian adalah ummat terbaik yang Allah hadirkan bagi ummat manusia, disebabkan kalian senantiasa peduli untuk memerintahkan manusia berbuat baik dan mencegah manusia dari berbuat kejahatan, dan kalian yakin akan keberadaan Allah” (Ali Imran : 110)

Rasulullah pernah menyampaikan suatu perkataan yang diriwayatkan Abu Darda “Sesungguhnya Allah berkata pada ‘Isa putra Maryam : Aku menghadirkan sekelompok ummat sesudahmu, jika mereka diliputi kebahagiaan mereka akan mengucapkan hamdalah dan bersyukur, dan jika ditimpa kemalangan mereka akan mengevaluasi diri dan bersabar”

Sikap-sikap terbaiklah yang menjadikan ummat Muhammad menjadi yang terpilih. Beriman kepada Allah percaya sepenuh keyakinan, bersikap peduli, sikap bersyukur dan bersabar, Empat sikap yang senantiasa harus dijaga, memelihara titel sebagai ummat yang terbaik.

Jadilah Yang Terpilih, Andalah Yang Terpilih!!!

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700

seharga 52 ribu, pesan ke 087824198700